
"Iya tadi para Oma dan opa bilang, mereka ingin bukber sama teman teman mereka. Dan Hilda dia pun sama, ya tinggal kami aja, jadi cuss kesini. Minta anterin kang Ujang". Kata Gita menjelaskan.
Lukman dan Gilang mengangguk, memang sudah pesan Gilang. Kalau jenuh di rumah main ke pabrik aja. Agar Gilang dan Lukman semangat karena ada mereka. Karena memang itu kenyataan, rasa lelah Gilang hilang saat melihat senyum dari anak anak dan istrinya. Begitupun juga Lukman akan semangat kalau melihat Reni menemaninya.
Gilang melihat seluruh Box, dengan keseluruhan yang sudah di tata rapi.
"Mas ini buat pengiriman kapan.?"
" Besok sayang".
"Kata mas Lukman lusa ngirim barang lagi mas.?" Tanya Reni
"Iya Ren, itu untuk pengiriman ke kota P." Jawab Lukman.
Akhirnya Reni dan Gita meminta untuk duduk di ruangan finishing. Untuk sekedar memasuki coklat ke dalam kemasan.
"Mas aku mau duduk di finishing ya.?"
" Mau ngapain.?"
"Kita ingin bantuin coklatnya aja ko, sekalian kita kumpul sama temen temen mas. Boleh ya.?" Rengek Gita.
Begitupun juga Reni yang merengek ke Lukman. Lukman pun tak masalah karena pasti Lukman akan duduk bersama istrinya ikut bantuin.
Nah kalau Gilang, dia mana biasa. Tiap hari kan hanya duduk di depan komputer. Gilang semakin bingung jika menolaknya, pasti Gita akan merajuk.
"Yasudah iya boleh." Gita tersenyum senang." Jessy, Ali kalian ke atas ya, keruangan papah. Kalian main di atas aja".
"Iya pa... Iya papah". Jawab Jessy dan Ali.
Akhirnya Gilang mengantar Jessy dan Ali ke ruangannya.
"Jessy, Ali kalian main di sini ya. Di bawah lagi sibuk semua. Main sama sama ya, Ali papah titip Jessy ya nak. Papah mau bantuin di bawah dulu, nanti papah kesini lagi oke.?"
"Oke pah." Jawab jawab Ali, Jessy pun mengangguk.
Gilang turun ke lantai bawah di mana seluruh karyawan nya sedang mengerjakan tugas pekerjaannya.
__ADS_1
Di mana di sana ada istri dan iparnya. Para mantan karyawan nya sendiri dan di nikahi olehnya dan adik sepupunya. Terlihat senyuman di wajah mereka. Gita memasukan coklat ke dalam kemasan cukup cepat, walaupun sudah lama dia tidak memegang kerjaannya.
Dan Gilang juga melihat Lukman yang turut membantu pekerjaan itu. Dengan sesekali mereka tertawa bersama.
Gilang pun masuk, dan duduk di samping istrinya. Suasana yang awal nya hangat, tiba-tiba mencekam saat kedatangan Gilang. Lukman hanya terkekeh melihat perubahan suasana di ruangan itu.
Seperti Lukman Gilang pun juga turut membantu seperti yang istrinya kerjakan.
"Git jangan terlalu cape ya, kalau lelah istirahat dulu."
"Iya mas, Sweet banget si kamu". Goda Gita ke suaminya. Membuat semuanya jadi tersenyum melihat Gita menggoda mantan bosnya, yang sekarang bersetatus suaminya.
Tak terasa Kini waktu menjelang berbuka puasa. Gilang pun juga sudah membelikan seluruh karyawan nya makanan dan minuman untuk berbuka.
Kini mereka sudah menghentikan pekerjaannya sementara, dan duduk di lantai dengan beralaskan kardus-kardus. Kardus-kardus yang masih bersih di tata untuk duduk . Dan Gita pun ikut duduk di sana, termasuk suami dan dua anaknya. Semuanya nampak heran dengan anak laki-laki yang duduk di samping Jessy dan Gilang.
Allahuakbar... Allahuakbar..
Adzan Maghrib sudah berkumandang. Tanda untuk berbuka puasa.
"Ali ayo di makan sayang, Jessy ayo di makan. Jangan lupa baca doa."
Mereka semua pun menikmati makanan dan minuman yang sudah bos nya belikan.
Setelah berbuka puasa, dan shalat. Mereka melanjutkan pekerjaan mereka. Sampai jam 8 malam. Setelah selesai pekerjaannya, mereka pun pulang.
****
Dan kini puasa sudah 26 hari berjalan. Setelah pengiriman selesai dan masih mengerjakan tugas untuk pengiriman lusa. Kini Gilang dan Lukman pun sedang di sibukkan memesan sembako untuk di bagi bagikan ke seluruh karyawan nya. Tak lupa dengan amplop untuk THR nya, Gilang juga sudah menyiapkan itu semuanya.
Kini tugas Lukman pun bertambah, memasukkan sembakonya ke dalam kardus-kardus. Ada minyak goreng, gula, susu, sirop, beras, teh, dan lain sebagainya. Tak lupa Gilang juga memasukkan coklat kecil kecil untuk para karyawan ,agar bisa berbagi dengan sanak saudaranya.
Saat sorenya seluruh karyawan, mereka sudah di suruh bawa kardus berisikan sembakonya. Serta tak lupa Gilang pun memberikan amplop THR kepada semua karyawan. Karena sebagian karyawan sudah ada yang meminta izin untuk pulang kampung lebih dulu.
Dan kini H-2 menjelang idul Fitri. Gilang mengajak seluruh karyawan nya untuk berbuka puasa di kediamannya ayahnya , Yaitu pak Hendra. Bukan hanya karyawan saja, pak Hendra juga mengundang besannya. Dan juga keluarga Reni pun di ajak nya, termasuk Riko.
Di sana keluarga Wijaya sudah menyediakan catering untuk buka puasa bersama. Dari bakso, es buah dan makanan lainnya. Pak Hendra pun juga sudah menyiapkan bingkisan tambahan untuk mereka semuanya.
__ADS_1
Saat seluruh karyawan sampai di kediaman pak Hendra, semua takjub dengan rumah pemilik pabrik nya yang besar itu. Pak Hendra juga memanggil pengisi acara bukber nya dengan memanggil seseorang untuk tausyiah di acara nya.
Adzan Maghrib pun sudah berkumandang, dan Waktu untuk berbuka puasa. Semuanya pun menikmati menu buka puasa nya, yang ringan-ringan dulu. Barulah selepas shalat baru makan yang berat.
"Wah sering sering aja nih big bos bikin acara begini. Makanan nya mantuuullll mantuuullll semuanya." Celetuk Joko asal ngomong.
"Jangan ngomong gitu ko, malu maluin tau lu . Kalau pak Hendra atau pak Gilang denger kan gak enak." Kata Angga sambil memukul pundak Joko.
"Iya doa' kan saja ya, nanti acara 7 bulanan Gita kalian semua saya suruh datang." Gilang tiba tiba ikut menimpali ucapan Joko dan Angga.
"Eeh pak Gilang, maaf pak saya hanya bercanda". Kata Joko tak enak hati.
"Santai aja. Nanti kalian akan saya suruh datang di acara 7 bulanan Gita ya".
"Iya pak trimakasih, insya Allah kami datang pak". Jawab Joko.
"Ko kamu jawab dong. Dateng suruh ngapain, kamu mau datang di suruh cuci piring.?" Celetuk Lukman yang baru datang. Membuat semuanya terkekeh.
"Gak ko, semuanya akan di undang untuk 7bulanan Gita. Dan insya Allah nanti acara Reni pun juga sama, akan saya undang kalian semuanya."
"Minta doa nya aja ya biar dua teman kalian ini sehat". Gilang pun ikut menimpali.
"Amiin...." Jawab serentak.
Gilang Lukman,Gita dan Reni semua berkumpul dengan karyawan di pabrik.
Dari jauh ada Riko yang memperhatikan mereka, terutama memperhatikan Gita.
'Git, sepertinya memang kamu sudah bahagia dengan pria itu. Apa aku harus benar-benar move on dari kamu Git'.
"Ibu tau kamu pernah punya rasa sama Gita kan.?" Riko terkejut saat ibunya datang menghampiri dan bicara seperti itu." Tapi gak baik mempertahankan perasaan itu nak, kamu harus bisa melupakan nya. Lihat dia sudah bahagia dengan pria lain, apa tega kamu merusak kebahagiaan orang yang kamu sukai.?" Riko menggelengkan kepalanya.
"Yasudah ibu masuk ya, ingat buang jauh-jauh pikiran kamu itu dari dia.?" Pesan Bu Reka dan di angguki oleh Riko..
Buuugh.... Aah... ' Aduuh sakit.
Saat Riko ingin berbalik badan Riko menabrak tubuh seseorang.
__ADS_1
"Maaf.. maaf gak sengaja, maaf ya sini saya bantu.
bersambung...