Cinta Anggita

Cinta Anggita
Ke pantai


__ADS_3

"Mah, mamah tidak perlu khawatir, mamah doa kan saja Lukman. Semoga pilihan Lukman tidak Salah. Kalau mas Gilang kebahagiaan nya ada di Jessy, dan kita doa kan saja semoga Jessy dan mas Gilang mendapatkan pengganti mba Monica. seorang Gadis baik,dan tentunya sayang sama mas Gilang, Jessy dan keluarga dengan tulus".


"Aamiiin.... Yasudah kamu berangkat, oh iya Lukman nanti kenalkan mamah dengan pacar mu itu ya?" Pinta sang mamah saat Lukman hendak bangun dari duduknya.


Lukman pun mencium pipi sang mamah.


" pasti mah nanti aku kenalin Reni ke mamah, yasudah aku berangkat. Mamah kalau bete kerumah Paman Hendra saja. Aku pulang besok soalnya".


"Ia sayang, kamu hati hati ya Man". Pesan sang mamah, dan Lukman pun mengangguk. Lalu Lukman pun berjalan meninggalkan mamah nya, Lukman masuk kedalam mobil dan melaju kendaraan nya menuju rumah Gita, karena semua sudah menunggu di rumah Gita.


Tiga puluh menit Lukman mengendarai mobil nya kerumah Gita, ya di sana sudah ada Andi, Reni, dan Gita.. Lukman pun keluar dari mobil, menghampiri teman teman nya. Dan juga Lukman juga ingin berpamitan kepada keluarga Gita." Assalamualaikum, maaf ya tadi ada urusan mendadak, jadi baru nyampe."


" Tidak apa-apa mas Lukman, santai aja mas". Kata Andi yang masih duduk di teras rumah Gita.


Lalu dari dalam datang ibu nya Gita." Udah sampai Gita, teman kamu. Mau minum dulu nak.?' ibunya Gita menawarkan Lukman untuk minum.


Lukman pun mencium tangan ibunya Gita." Tidak usah Bu terima kasih, kami langsung saja soalnya takut macet.. Yuk, Ndi,Git, Ren". Kata Lukman, dan semua pun sudah bersiap untuk berangkat.


"Bu kami berangkat, bilang sama ayah, Gita udah berangkat". Pamit Gita, yang mencium tangan ibunya. Reni, Andi pun juga mencium tangan ibunya Gita.


"Iya Nanti ibu bilang sama ayah kamu, kalian semua hati hati". Kata Bu Siti.

__ADS_1


Lalu Lukman, Andi, Reni dan Gita pun masuk ke dalam mobil. Adi duduk di depan bersama Lukman, Gita dan Reni di belakang.


Selama di perjalanan mereka bercerita, tertawa, bernyanyi , tertawa kembali. Tak lupa Gita pun membawa gitar kesayangannya saat ke pantai, karena Andi dan Reni menyuruh Gita bawa gitar nya.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua jam, karena mereka juga terjebak macet di perjalanan. Merek pun Samapi di tempat tujuan yaitu pantai anyar. Tak lupa mereka mencari tempat penginapan untuk mereka berempat.


Setelah mereka menyewa tempat penginapan, mereka pun langsung menikmati indahnya pantai anyar. Mereka berjalan dan tak lupa berfoto-foto.


Setelah sampai sana benar benar di manfaatkan buat mereka untuk liburan, karena padatnya pekerjaan sehari-hari.


Setelah berjalan berfoto menikmati indahnya pantai, mereka pun beristirahat untuk membeli makanan. Karena cacing cacing di perut mereka sudah berdemo.


Matahari pun sudah nampak malu malu,



Gita tersenyum menikmati indahnya cahaya matahari yang nampak malu malu. Gita memejamkan matanya dengan tangan yang di rentangkan , membuat angin bertiup menyentuh tubuhnya. Gita merasakan ketenangan yang sangat Gita sukai.



Andi dan Lukman yang habis membeli minuman untuk mereka berempat. Andi melihat Gita yang begitu menikmati cahaya sunset. Andi berhenti lalu mengambil handphone nya, diam diam Andi mengambil foto Gita seorang diri. Andi mengambil foto Gita dengan angel sunset yang menyelimuti diri Gita, begitu cantik, jadi bagi Andi sangat di sayangkan jika di lewati begitu saja. Lalu Andi melanjutkan kembali menuju di mana Reni dan Lukman sedang duduk di tempat duduk. Tempat duduk yang di buat oleh warga sekita untuk duduk.

__ADS_1


Lalu Andi menghampiri Gita yang sedang menyendiri menikmati sunset." Gita, ayo kesana minuman nya sudah aku beli". Kata Andi yang memanggil Gita. Lalu Andi menyentuh tangan Gita." Git, trimakasih ya kamu sudah mau menyamping kan persahabatan kita, dengan hubungan kita. Aku sayang sama kamu Git, sangat Sayang sama kamu".


Gita tersenyum ke Andi, mendengar Andi bicara seperti itu." Iya, trimakasih juga ya, kamu sayang sama aku. Karena apa, hati aku sudah terbuka untuk kamu Ndi, aku harap kamu bisa memegang perkataan kamu. Aku juga sayang sama kamu Ndi, aku tidak mau di bohongi lagi, hanya kamu dan Reni selama ini yang selalu ada untuk aku". Kata Gita dengan mata yang sudah mengembun.


Lalu Andi mengusap air mata Gita, " jangan menangis sayang, aku berjanji akan selalu ada untuk kamu. Seperti Andi yang dulu yang kamu kenal sampai kapan pun". Janji Andi dengan mencium tangan Gita, membuat mereka berdua tersenyum. Lalu Andi dan Gita berjalan bergandengan menuju di mana Reni dan Lukman menunggu.


Begitu pun juga Reni dan Lukman,merek duduk bersama. Reni yang menikmati minumannya, sedangkan Lukman melihat foto yang berada di handphone nya. Diam daim juga Lukman juag mengambil foto Reni, tanpa sepengetahuan Reni. Tentu Reni yang berada di samping nya nampak bete, karena orang yang Berada di samping nya hanya asik dengan gawai nya." Apa yang kamu lihat si mas di handphone kamu, ada aku di sini fokus nya kesitu". Kata Reni dengan memanyunkan bibirnya.


Lukman tersenyum melihat Reni dengan memanyunkan bibirnya." Ini aku lagi liat foto gadis tadi. Diem diam aku ambil hasilnya ternyata bagus. Niatnya aku mau kasih tau ke orang nya langsung, tapi belum sempat". Kata Lukman yang memancing Reni dengan sengaja berkata seperti itu.


Reni pun meletakkan minuman nya."bisa ya kamu mas, kamu pake bilang seperti itu ke aku, Diam diam ngambil foto gadis, terus mau di kasih ke orang itu. Mendingan kamu nggak usah bilang mas, kalau cuma bikin aku kesel. Mendingan aku sama Gita dan Andi". Kata Reni yang bangun dari duduknya lalu berjalan meninggalkan Lukman.


Lukman pun langsung berdiri dan berjalan dengan cepat mengejar Reni, Lukman pun menarik tangan Reni. Reni pun berontak." Hai kamu mau kemana Reni?"


" Mau sama Andi,dan Gita. Bukan nya kamu mau ngasih tuh foto ke orang nya, ya udah sana cari orang nya, ngapain peduli sama aku". Kata Reni dengan kesal, dan Lukman hanya tersenyum mendengar marah nya Reni." Orang lagi marah malah tersenyum, si*ting". Kata Reni lagi.


Dan itu malah membuat Lukman terkekeh, ya Lukman tak terpancing marah nya Reni. Karena bagi Lukman itu amat manis." Ngapain aku harus cari orang nya segala, orang nya aja ada di depan aku ko". Kata Lukman dengan tersenyum, dan Lukman memiringkan kepalanya untuk melihat wajah Reni, yang ikut tersenyum walau sedikit tapi terukir senyuman di bibirnya.


"Nggak lucu tau nggak". Kata Reni dengan menunjukan wajah juteknya.


" Yang bilang lucu siapa sayang. Bukan lucu tapi manis saat liat kamu cemburu seperti itu, maaf ya Sayang". Kata Lukman yang menyentuh pipinya Reni.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2