Cinta Anggita

Cinta Anggita
Jessy Merasa bahagia.


__ADS_3

"Mas trimakasih ya untuk semuanya". Ucap Gita yang sudah memegang tasnya.


"Iya sama-sama Git, sekarang kamu masuk dan istirahat ya.?" Gita pun mengangguk.


Namun saat Gita ingin membuka pintu mobilnya, Gilang menahan tangan Gita. Lalu saat Gita menoleh kearah Gilang, Gilang pun langsung men*ium bibir Gita.


Gilang memegang tengkuk leher Gita, membuat Gita tidak bisa bernafas. Cukup lama Gilang menci*um bi*Ir Gita, lalu ci*man itu pun terlepas. Lalu Gilang mengecup kening Gita.


"Maaf Git, maafin saya. Saya tidak bisa mengontrol diri saya, maaf ya sayang." Gita hanya mengangguk.


Jujur ini adalah ciuman pertamanya, yang sudah di rebut oleh Gilang. Walaupun Gita berpacaran dengan Riko dan Andi, tapi mereka hanya berpegang tangan saja atau mengecup pipi ataupun kening. Tapi Gilang dia sudah merenggut ciuman pertamanya, atau mungkin karena Gilang yang berstatus duda. Dan menyimpan hasrat nya cukup lama. Aduh Gita semakin ngeri terlalu lama dekat dengan Gilang.


"Kalau begitu aku masuk dulu ya, mas Gilang hati hati di jalan." Ucap Gita yang tidak mau mengingat kejadian barusan itu. Pasti Gilang merasa tak enak hati.


" Iya sayang kamu jangan tidur malam malam ya. Kalau begitu aku pamit assalamualaikum".


"Waalaikumsallam". Gita pun membuka pintu mobil, lalu Gita keluar.


Mobil pun melaju, setelah mobil tak terlihat, barulah gita masuk ke dalam rumah.


Gita berjalan dengan perasaan berdebar, Gita masuk ke dalam rumah dan mengunci pintunya. Lalu Gita masuk ke dalam kamar, dan Gita mengunci pintu kamar nya. Gita bersandar di tempat tidur, Gita menyentuh bibirnya.


"Apa ini yang di namakan ciuman pertama". Gita berbicara sendiri, senyum senyum sendiri.


Sedang kan pria di sana, merasa frustasi.


Gilang yang masih berada di dalam mobilnya, masih terbayang bayang apa yang telah ia lakukan kepada Gita.


" Kenapa gue bisa ngelakuin itu si ke Gita, astaga segitu agresifnya gue ke Gita. Maaf kan saya Git, gak bisa kalau begini terus menerus". Gilang mengacak-acak rambutnya, merasa frustasi.

__ADS_1


Keesokan paginya Gilang dan keluarga,


sedang menikmati sarapannya di meja makan. Dan Gilang melirik ke arah kedua orangtuanya. Gilang seperti ingin mengatakan sesuatu kepada orang tua nya.


Sang bunda pun yang memperhatikan anaknya , seperti ada yang ingin di ceritakan. Akhirnya Bu Yuni pun membuka suaranya.


"Kenapa kamu Gilang, apa ada yang ingin kamu tanyakan.?" Tanya bunda yang lagi meminum teh di dalam cangkirnya.


" Gilang ingin menikah dengan Gita." Jawaban dari Gilang membuat Bu Yuni hampir tersedak.


Bu Yuni dan pak Hendra saling menatap satu sama lain, dan Gilang masih menunggu jawaban dari kedua orang tuanya.


" Kamu serius Lang. Maksud bunda dan ayah kamu, apa kamu sudah bicarakan ini dengan Gita dan kedua orangtuanya.?"


Gilang pun mengangguk, karena memang pak Hendra dan Bu Yuni sudah tau kalau anaknya menjalin hubungan dengan Gita. Tapi yang mereka tau, hubungan itu belum lama. Mangkanya saat Gilang bilang ingin menikah, orang tua Gilang pun sedikit terkejut.


Dan yang lebih bahagianya Jessy sangat dekat dengan Gita, dan sebentar lagi Jessy akan mempunyai seorang ibu sambung yang juga sayang kepadanya.


Lalu Jessy pun datang dengan wajah yang cantik dan lucu.


" Papah, Oma, Opa." Sapa Jessy yang datang dengan sangat ceria. Lalu duduk di samping Gilang.


"Baik nanti ayah dan bunda akan datang kerumah Gita, dan melamar dia untuk jadi istri kamu. Sekaligus untuk menjadi mamah baru untuk cucu Oma yang cantik ini". Ucap Bu Yuni, membuat Jessy membuka lebar-lebar kedua matanya, dan mulut yang menganga.


"Apa ka Gita, ka Gita akan jadi istri papah dan menjadi mamah untuk aku Oma.?" Tanya Jessy yang masih belum percaya. Oma Yuni pun mengangguk kan kepalanya, serta tersenyum ke arah Jessy.


Lalu Jessy melihat ke arah papahnya.


" Benarkah pah, kalau ka Gita akan jadi mamah baru Jessy.?" Tanya Jessy yang masih belum percaya.

__ADS_1


Gilang pun tersenyum lalu mengangguk kan kepalanya." Iya sayang, Ka Gita akan menjadi mamah sambung kamu. Ka Gita yang selalu kamu inginkan sayang, Jessy setuju kan, kalau papah menikah dengan Ka Gita.?" Jessy pun mengangguk, dan terlihat wajah bahagianya Jessy.


"Jessy setuju pah, kalau papah akan menikah dengan Ka Gita. Tanda nya Jessy akan punya mamah baru pah, iya kan Pah. Terimakasih ya pah, ternyata papah mengikuti permintaan Jessy ini. Akhirnya Jessy punya mamah juga, yang selalu Jessy inginkan." Jessy pun memeluk papahnya, dengan rasa bahagia yang Jessy rasakan.


Entah kenapa ada yang bergetar hebat yang Gilang rasakan, saat Jessy mengucapkan itu. Dan entah kenapa Gilang merasakan terharu, dan air mata Gilang pun tiba-tiba turun dari pelupuk matanya.


Gilang pun memeluk anaknya dengan erat, dan membelai rambut Jessy.


" Iya sayang, Ka Gita insyaallah akan jadi mamah kamu". Gilang pun langsung mencium kepala sang anak.


Pak Hendra dan Bu Yuni pun juga ikut terharu, apa yang telah di ucapkan cucu nya itu.


"Terimakasih ya Allah, akhirnya aku akan punya mamah. Dan terimakasih juga ternyata mamah sambung aku ka Gita, semoga ka Gita mamah yang baik untuk aku. Aminn..." Ucap Jessy yang berdoa dalam hati.


"Kasian cucuku, tak sia sia aku paksa Gilang untuk memegang pabrik itu. Agar dia dekat dengan Gita atau Reni, ternyata berhasil juga. Terimakasih ya Allah semoga Gita benar benar gadis yang baik,dan sayang dengan cucuku dan anakku dengan tulus." Ucap pak Hendra dengan tersenyum melihat Jessy yang berada di pelukan Gilang.


Wah ternyata pak Hendra diam diam niat menjodohkan Reni atau Gita untuk Gilang . Pak Hendra ternyata pak coblang juga ya. Hihihi ..


" Ya sudah nanti kita bicarakan ini lagi nak, nanti kita ajak bicara juga Mamah Henny, dan Lukman. Mamah dengar Lukman juga akan melamar Reni bulan depan." Ucap bunda Yuni.


" Minggu besok saja Bun kita kerumahnya Gita. Jadi gak usah lama-lama nunggunya. " Usul pak Hendra dan Gilang dan Jessy pun mengangguk tanda setuju.


Bunda Yuni pun tersenyum melihat tiga orang yang sedang duduk itu." Baiklah kita kerumahnya Gita Minggu besok saja ya, Lang kabari Gita kita akan datang seminggu lagi." Ucap Bu Yuni, dan Gilang pun mengangguk.


Dan memang kabar Gita dan Gilang kini semakin meluas. Dan hubungan Gita dan Gilang ini, tidak seperti Reni dan Lukman. Saat mengetahui mereka sangat heboh, bahkan sampai ada yang ngeghibah tentang Gita. Tapi tentu tidak untuk anak anak produksi semua bahagia mendengar Gita akan di lamar dengan bosnya sendiri. Termasuk Fahri, kini dia sudah ikhlas merelakan Gita di lamar oleh bos nya.


bersambung....


...Hai hai hai... Trimakasih sudah membaca cerita cinta Anggita. Dan tak pernah bosen nih aku ngingetin kalian jangan lupa tinggalkan jejak kalian . Like atau komentar yang positif. kalau memang kalian berkenan boleh juga dong kasih hadiah bunganya, biar hati author selalu berbunga bunga untuk buat cerita Anggita..🙏🙏🙏...

__ADS_1


__ADS_2