Cinta Anggita

Cinta Anggita
Rencana kejutan 1


__ADS_3

Andi yang melihat wajahnya Gita sudah pucat, serta bibir yang bergetar,dan air matanya yang terus mengalir, membuat dirinya merasa tak tega." Benar benar kalian semua, elo semua bukan manusia tau nggak, bikin teman elo kaya gini. Apa salah Gita sama elo semua". Kata Andi dengan sangat marah dan mata memerah.


Andi pun langsung memeluk tubuh Gita, dan Andi sempat mendengar suara Gita " Andi terima kasih". Setelah itu Gita tak sadarkan diri.


Para guru dan penjaga sekolah pun datang, dan membuka pagar sekolah. Dan memberikan hukuman kepada seluruh murid murid nya.


Flashback of.


Ya sejak kejadian itulah Andi mulai baik dan berteman dengan Gita. Sampai lama kelamaan Andi merasa dekat pada Gita, hingga Andi mulai merasakan dirinya merasa jatuh cinta pada Gita..


"Kamu inget kan Gita, diriku yang dulu seperti apa.?" Kata Andi dan Gita mengangguk kan kepalanya." Kamu yang meluluhkan sikap dingin ku, kamu yang membuat Ku gelisah tiap harinya memikirkan tentang kamu".


"Iya kamu yang tolongin aku saat itu, kamu dan Reni yang selalu ada untuk ku. Ndi kamu tidak akan seperti dia kan yang akan memanfaatkan aku saja, terus meninggalkan aku. Jujur aku masih sedikit takut menjalin hubungan lagi, tapi aku juga ingin mempunyai hubungan seperti orang, bahkan mempunyai keluarga dan kebahagiaan". Kata Gita, yang membayangkan mempunyai keluarga sendiri.


"Aku tidak bisa berjanji Git, tapi aku akan berusaha menjaga perasaan kamu. Dan insya Allah kalau memang kita berjodoh secepatnya kita menjalin hubungan yang lebih serius dan menikah, aku sangat mencintai kamu Anggita". Kata Andi yang mencium kedua tangan Gita, lalu memeluk Gita.


Gita merasakan amat bahagia dengan ucapan Andi, dan Gita mulai berusaha membuka hatinya untuk Andi.." sekarang kita masuk ya, sudah malam takut kamu sakit". Dan mereka pun akhirnya masuk ke penginapan,dan di kamar mereka masing-masing. Nah hh


*****


Lanjut dengan seorang laki laki yang menatap cahaya bintang dari atas balkon kamarnya. Di malam yang begitu sunyi, di temani cahaya bulan yang benderang. Entah kenapa malam ini Gilang tak dapat tidur, perasaan apa yang terus menghantuinya. Kenapa di setiap kali mata nya terpejam, selalu wajah Gita yang terlintas.


Gilang pun kembali ke dalam kamarnya, dan mencoba memejamkan matanya. Namun lagi lagi Gilang terbangun dari tidurnya.


"Aaahh seperti nya aku sudah gila, kenapa selalu wajah Gita. Ya Tuhan kalau begini terus bisa gila lama lama selalu memikirkan Gita. Kapan aku bisa tidur begini terus". Kata Gilang yang mengacak acak rambutnya merasa frustasi.

__ADS_1


Gilang pun akhirnya membuka gawai nya melihat foto yang kemarin dia dan karyawan nya berfoto. Gilang nampak tersenyum melihat fotonya sendiri," astaga kenapa aku di foto, ekspresi wajah ku seperti ini. Eh... Ehh .. yang ini cukup bagus, tapi......Ada Gita di samping aku". Gilang membuka foto foto yang Lukman kirimkan . Dengan rebahan di atas kasurnya, dan sambil melihat lihat fotonya. Semakin lama mata Gilang pun terasa mengantuk,dan akhirnya Gilang pun dapat tertidur dengan melihat foto dirinya bersama Gita.


Keesokan harinya dimana Gita, Reni, Lukman dan Andi sudah kembali dari pantai. Dan mereka sudah kembali ke rumah mereka masing-masing.


*****


Tak terasa waktu terus berjalan hingga empat bulan lamanya. Hubungan Gita dengan Andi pun sudah masuk ke empat bulan berpacaran, Begitu pun juga Reni dan Lukman.


Gilang yang semakin sibuk Dengan perusahaan nya yang berada di bandung. Sementara ia sering meninggalkan pabrik, sebenarnya Gilang sering bolak balik untu mengecek usaha nya, yang akan pembuatan produk makan baru. Jadi Gilang sibuk untuk mengecek semua data data yang selama ini ia tinggal, selama di Jakarta. Dan pertemuan dengan patner kerjanya di Bandung, terkadang juga harus meeting untuk masalah kerja.


Sebulan hanya beberapa kali Gilang datang ke pabrik hanya untuk mengontrol hasil pengiriman yang akan di kirim ke luar daerah. Terkadang Gilang Merasa tak tega dengan putri kecilnya yang harus ia tinggalkan untuk masalah kerjaan. Hanya Gilang yang dapat di andalkan oleh keluarga nya, karena adiknya Gilang tidak mau mengurus masalah usaha papahnya itu. Karena adiknya Gilang anak yang manja hanya bisa menghambur hambur kan uang saja .


Terkadang Gilang merasa kesal dan geram dengan adik perempuan satu-satunya itu. Ingin sekali Gilang tarik ke rumah untuk tidak tinggal di sana, kumpul dengan keluarganya. Namun apa daya, papahnya memanjangkan dirinya, bagaimana pun dia adik yang paling Gilang sayangi.


Sudah seminggu Reni cuek dengan Gita, hingga Gita membawa motor sendiri. Ya memang Gita ingin membawa motor nya ,namun Reni tidak mengizinkan Gita buat bawa motor, dengan alasan sepi nggak ada yang ngajak ngobrol di motor.( Alesan aja si Reni itu, bilang aja nggak bisa jauh dari Gita. Wkwkwkw...)


Andi pun sama seperti Reni. Dia tak pernah mengirimkan pesan kepada Gita, setiap di telpon jawaban nya lagi sibuk. Sedangkan Andi sendiri pun di sana sedang menahan rindu ke Gita. Sebenarnya Andi pun tak sanggup untuk tidak mengirimkan pesan ke Gita, walaupun itu hanya menanyakan Gita udah makan belum.


Karena itu semua ide nya Reni kalau sampai melanggar Andi kena hukuman harus mentraktir Reni dan Lukman nonton dan makan. Semuanya harus Andi yang bayar. Andi tidak mau lah, yang pacaran siapa, yang bayarin siapa. Itu mah akal akalannya Reni saja.


Dan Reni pun juga bekerja sama dengan kakak sepupu nya Gita,yang bernama Fitri mamah nya Chika. Tak lupa Reni mengajak kedua orangtuanya Gita untuk ikut mengerjai Gita. Sebenarnya ibunya Gita tidak mau, karena sang ayah memaksa untuk ikutan ngerjain anaknya sendiri. Kata pak Jaka" kapan lagi ngerjain anak sendiri, udah Segede gitu. Dulu pas masih bocah ayah kerjain terus sampe nangis kejer". Malah semangatan pak Jaka dengan niat ngerjain Gita.


Ya sudah seminggu juga pak Jaka cuek sama Gita. Biasanya sang ayah suka mengajak ngobrol Gita di teras, tapi ini setiap ada Gita, sang ayah langsung pindah dan masuk kedalam. Sang ibu hanya menepuk pundak sang anak yang merasa tak tega dengan Gita.


Begitu juga Fitri kakak sepupu nya, saat Gita membawa Chika main. Tiba tiba Fitri datang,dan langsung menggendong Chika di depan Gita ." Sini Chika gue mau mandiin".

__ADS_1


"Biasa aja apa Fit ngambil Chika nya, kasian Chika". Kata Gita yang melihat Chika nangis tidak mau lepas dari Gita.


"Suka suka gue dong," kata Fitri dengan sewot.


" Ko elo sewot, gue cuma bilang jangan kasar, kasian anak loe". Kata Gita yang ikut terpancing emosi.


" Bodo suka suka gue" Fitri pun langsung pergi meninggalkan Gita yang nampak sedikit sedih.


Sampai kini sudah waktunya di mana semuanya akan buat kejutan, ya kebetulan hari Sabtu, dan Gita jadi sudah pulang duluan.


Saat pulang kerja, Gita baru banget pulang. Sang ayah mulai beraksi.


"Assalamualaikum, yah". Gita mencium tangan sang ayah.


"Waalaikumsallam, tumben pulang cepet Git, biasanya sama Reni ?" Tanya pak Jaka yang pura pura tak tau.


"Nggak, Gita pulang sendirian". Wajah Gita berubah bete.


" Kenapa pulang kerja muka langsung ditekuk gitu, bikinin ayah kopi gidah sana". Pak Jaka meminta bikinin kopi. Gita pun mengangguk, lalu masuk kedalam rumahnya untuk membuat kopi .


Setelah kopinya sudah jadi, Gita pun keluar membawa kopinya. Namun saat pak Jaka menyeruput kopi yang Gita buat langsung di sembur oleh ayahnya.


" Cuuuh.... Kopi apaan si ini Git yang kamu buat untuk ayah. Niat kaga si buatin kopi buat ayah nya". Kata pak Jaka dengan sangat marah. Dan Gita sangat kaget saat ayahnya membentak dirinya.


bersambung.

__ADS_1


__ADS_2