
📞" Ya Allah sakit apa mas Jessy . Terus sekarang bagaimana keadaannya. Yasudah mas Gilang tidak usah ke pabrik biar aku saja.
📞"Iya trimakasih dan satu lagi Man, saya minta tolong kalau kamu sudah sampai pabrik. Kamu panggil Gita dan kamu hubungi saya. Saya ingin minta tolong Gita kesini karena Jessy memanggil Gita . Dan meminta Gita untuk menemani Jessy. Soalnya dia tidak mau makan kalau tidak ada Gita.
📞" Ow begitu iya mas nanti Kalau aku sudah sampai. Nanti aku langsung cari Gita deh.
📞"Yasudah kalau begitu trimakasih ya. Nanti hubungi saya lagi ya Man. Kamu hati hati di jalan. Kalau begitu mas tutup telpon nya. Assalamualaikum.
📞" Waalaikumsallam"
Panggilan pun terputus..
Tepat jam 07.30 Lukman sampai di pabrik dengan kuda terbang nya. Lukman keruangan nya. Lukman mencari keberadaan Reni yang tak lain adalah pacarnya. Reni yang sedang berada di ruangannya yang sedang menghitung kemasan yang masih terbungkus rapih.
Lukman menghampiri Reni " sayang kamu bareng Gita berangkat nya?"
"Iya aku bareng Gita kenapa memangnya mas?"
"Dia nggak jadi bawa motor?"
"Dia nggak bawa motor besok katanya. Motor nya bocor tadi. Mangkanya pas banget aku jemput dia".
"Ow gitu ya sudah aku nemuin Gita dulu sebentar ya. Ada perlu sama dia".
Reni pun mengangguk, Lukman pun menyimpan tas nya di mejanya. Lalu turun ke bawah untuk menemui Gita di ruang produksi.
Lukman berjalan menuju ruang produksi Gita yang sudah siap siap dan sudah mencetak coklatnya, Gita berhenti karena dirinya di panggil oleh pak Lukman." Gita ikut saya sebentar yuk. Fahri atau Raka lanjutkan punya Gita ya. Saya mau ada perlu sama Gita".
Gita pun berhenti memegang pekerjaan nya. Gita nampak bingung kenapa pak Lukman memanggil dirinya. Akhirnya Raka pun menggantikan tugas Gita .
Lukman berjalan lebih dulu meninggalkan
Ruangan produksi."Ada apaan si Git ko elo di panggil?" Tanya Raka yang mengambil alih tugas Gita.
Gita menaikan kedua bahunya."Nggak tau gue juga. Yasudah lo lanjutin punya gue ya ka. Gue mau ke atas dulu".
__ADS_1
Gita pun meninggalkan produksi, dan berjalan menuju ruangannya pak Lukman. Setelah sampai di depan ruangan pak Lukman, Gita pun mengetuk pintu. Tok...Tok..Tok.. Lukman pun menjawab dari dalam." Masuk git".
Gita pun masuk keruangan pak Lukman,"assalamualaikum".
"Waalaikumsallam, duduk Git. Gita kamu tau saya panggil kesini kenapa?" Gita menggeleng kan kepalanya.
"Tadi pagi pak Gilang menelpon saya meminta saya untuk menyampaikan ke kamu, kalau Jessy sakit dan di rawat di rumah sakit XXXX".
Gita pun kaget saat dengar nama Jessy sakit apa lagi sampai di rawat." Ya Allah Jessy sakit apa pak?"
"Saya juga tidak tau Git, cuma kamu di suruh kerumah sakit sama pak Gilang,karena Jessy memanggil nama kamu. Dia nggak mau makan dan minum obat, Jessy mau makan jika kamu kesana Git. Bagaimana Git, apa kamu mau jika kamu disuruh ke rumah sakit Git?"
Gita pun mengangguk kan kepalanya." Saya mau pak, kasian Jessy kalau sampai nggak mau makan dan minum obat. Tapi kerjaan saya bagaimana pak? Saya nggak enak sama yang lain kalau saya main tinggal kerjaan gitu aja pak".
"Kalau masalah di sini gampang, nanti saya urus yang penting kamu bersedia dengan permintaan pak Gilang.
"Iya pak saya bersedia kasian Jessy pak, kalau saya tidak bisa kesana saya jadi merasa bersalah".
"Ya sudah kamu tunggu dulu ya, saya hubungi pak bos dulu". Lalu Lukman memegang alat gawai nya. Dan menghubungi Gilang.
📞"Hallo, Assalamualaikum, bagaimana Lukman apa Gita mau, kalau nggak kasih handphone kamu ke dia deh biar saya yang bicara sama dia langsung.
Gita pun mengambil handphone nya.
📞" Hallo, iya pak saya Gita.
📞"Iya Git, maaf Gita saya ganggu kamu. Ini Jessy sakit sekarang di rawat di rumah sakit, kamu bisa tidak Git ke sini dia ingin ketemu kamu katanya, sebenarnya saya juga merasa tidak enak sama kamu Git. Maaf ya Git .
📞"Iya pak bisa, iya nggak apa-apa pak.
📞" Beneran Git nggak apa-apa. Saya takut ngerepotin kamu.
📞 "Iya pak nggak apa apa pak .
📞" Ow iya kamu di antar Lukman ya kesini. Kalau begitu trimakasih ya Git. Assalamualaikum.
__ADS_1
📞" Ow iya pak sama sama. Waalaikumsallam.
Panggilan pun terputus
Gita pun memberikan handphone nya ke pak Lukman."Pak, kata pak Gilang ,pak Lukman yang anterin saya kan?" Lukman pun mengangguk, dan Gita pun tersenyum.
Lalu Lukman dan Gita pun keluar dari ruangan. Reni yang melihatnya pun jadi sedikit kepo.
"Ada apaan nih, ko seperti serius sekali?" Tanya Reni dengan cengir nya.
"Ini loh sayang, pak Gilang tadi pagi telpon aku, kata nya Jessy sakit dan di rawat di rumah sakit. Dan Jessy manggil Gita terus, sampe di suruh makan dan minum obat nungguin Gita . Mangkanya pak bos minta tolong kalau gita di suruh kerumah sakit dan nyuruh aku buat antar Gita kesana nggak apa-apa kan sayang.." Lukman pun menjelaskan ke Reni.
" Ya ampun kasian banget. Ya nggak apa-apa dong mas, Ya udah Git elo kesana aja. Kasian tuh bocah sakit, pengen Lo di sana. Lo bawa aja semua barang Lo termasuk makanan Lo. Biar elo bisa makan di sana Git." Kata Reni memberi tahu Gita.
" Nanti Lo makan siang Giman kalau gue bawa makan siang lo?"
"Ya ampun sweet banget si Lo. Ingetin buat gue segala. Gue gampang Maimun, yang penting elo di sana juga makan. Udah sana Lo siap siap. Nanti kalau elo mau gue jemput, nanti gue jemput elo nggak usah khawatir." Kata Reni yang begitu peduli dengan sahabatnya.
"Makasih ya Ren,elo emang sahabat gue yang terbalik. Ya udah gue siap dan langsung berangkat ya. Gue pinjem pacar lo dulu". Kata Gita dengan menggoda Reni.
"Iya Lo bawa aja tuh pacar gue". Ledek Reni yang ikut menimpali Gita.
Lukman pun menggelengkan kepalanya. Lalu mencubit pipinya Reni dengan gemasnya. Reni cemberut dan mengusap pipinya karena bekas cubit dari Lukman. Lalu terkekeh" kamu hati hati ya. Jangan ngebut loh.
"Iya sayang, aku titip awasi kerjaan ya". Lukman mengusap pipinya Reni. Dan Reni pun mengangguk.
Lukman pun turun meninggalkan Reni. Dan menyusul Gita yang sedang mengambil tasnya. Lalu Lukman menyalakan motor nya. Dan Lukman memberikan Gita helmet, lalu Gita pun memakai helmet nya. Lalu Gita pun naik motor Lukman di belakang. Lalu Lukman mengendarai motornya meninggalkan pabrik, menuju rumah sakit di mana Jessy di rawat.
Kurang lebih setengah jam perjalanan dari pabrik menuju rumah sakit. Kini Lukman dan Gita sudah sampai. Lukman pun memarkirkan motornya, lalu Gita dan Lukman melepaskan helmet nya. Lalu mereka berjalan menuju kamar dimana Jessy berada. Gita membeli makanan untuk Jessy, tadi Gita sempat mampir ke toko kue untuk membeli makanan untuk Jessy.
Gita memasukan setiap pintu yang berada di rumah sakit. Sampai Gita berhenti di kamar bertulisan ruang VIP 02.
Lukman pun mengetuk pintu.Tok...Tok...Tok. Dari dalam membukakan pintu. Ternyata pak Gilang yang membukakan pintu nya.
Gilang melihat yang datang Lukman dan Gita. Lalu Lukman dan Gita pun masuk. Lukman merasa sedih keponakan nya sakit, keponakan nya yang kurang kasih sayang seorang ibu. Dan Membutuhkan perhatian seorang ibu melalui Gita karyawan papahnya sendiri.
__ADS_1
Lukman pun bertanya" Mas ko bisa Jessy di rawat memang sakit apa?"
"Dia marah sama saya, karena kedatangan Bella. Dia makan sedikit kata bunda, terus pas semalam saya di bangunan bunda. Katanya badan Jessy panas, dan mengigau Memanggil mamah nya. Saya bingung harus bagaimana, sedangkan ayah saya juga sakit. Saya tidak mau buat orang tua saya jadi panik dan khawatir. Saya juga sudah takut dengan Jessy yang suhu badannya semakin panas. Jadi saya bawa dia kesini sekitar jam satu setengah dua kira kira.