Cinta Anggita

Cinta Anggita
Acara di mulai


__ADS_3

"Nah kalau kalian semua ingin membuat coklat kalian harus duduk manis dulu. Nanti ada teman teman Kaka yang akan mendampingi kalian, dan nanti ka Gina yang akan menjelaskan nanti , dan ada juga teman kakak yang akan membantu adik adik Semua untuk membuat coklatnya. Nah sekarang Kaka panggil namanya satu persatu untuk berdiri berbaris." Gita menyebutkan daftar nama, yang telah Gina minta dari para guru yang akan di panggil namanya.


Setelah Gita menyebutkan nama anak yang akan membuat coklatnya. Sekitar dua puluh orang anak . Karena Gita akan membagi anak-anaknya menjadi dua kelompok . Begitu pun juga untuk bagian dalam, mereka akan membagi menjadi dua kelompok dan satu kelompok masing masing ada sepuluh anak..


Anak anak yang sudah berbaris pun beserta wali murid, yang akan mengikuti untuk menemani dan mengawasi muridnya.


Anak anaknya pun masuk berbaris rapih beriringan, menuju tempat mencuci tangan. Di sana ada Reni, Lukman, dan Fani yang akan membantu mencuci tangan beserta memakai celemek , masker, sarung tangan dan penutup kepala.


Gina membagi masing-masing sepuluh anak, masuk terlebih dahulu. Sepuluh anak kelompok pertama masuk ke produksi yang di pimpin oleh Rizal dan mpo Ati.


Dan kelompok kedua,sepuluh anak dengan perlengkapan rapih. Memasuki produksi yang di pimpin oleh Fahri dan Jono.


Gina di bantu Angga menjelaskan cara mencetak coklat dengan benar. Dan anak-anak pun mengikuti apa yang Gina jelaskan. Semua pun mengikuti arahan dari Gina.


Pertama Tama mpo Ati dan Fahri memberikan contoh.


" Nah adik sebelum kalian membuat coklatnya, kalian perhatikan kami ya bagaimana caranya, setelah itu baru adik adik sekalian yang membuat coklatnya yang kalian mau." Seluruh anak anak dan para guru pun memperhatikan arahan Fahri,cara membuat coklat nya.


"Pertama Tama kalian memegang cetakan,pegang nya seperti ini ya adik adik". Telapak tangan Fahri terbuka, dan cetakan nya di letakan di atas telapak tangannya." Nah setelah cetakannya sudah berada di atas telapak tangan, kita ambil coklat yang sudah di lelehkan. Haaap, di tuang ke dalam cetakan, kalau sudah penuh, kita tuang lagi ke tempat coklatnya lagi." Fahri menuangkan coklat itu kembali ke dalam baskom yang berisikan coklat yang sudah di lelehkan. Lalu cetakan itu di pegang kembali ,terisi coklat hanya tersisa setengah cetakan. Lalu coklat yang masih tersisa dan berantakan di atas cetakan di bersihkan, menggunakan pisau roti untuk menyeset coklat.

__ADS_1


Terdengar bunyi Ssreeeet..." Kalau sudah seperti ini adik adik bisa mengisinya dengan apa yang adik adik mau." Dan anak anak pun dengan semangat nya mencampurkan coklat dengan bahan tambahan. Seperti cookies, marshmellow, dan kacang me**e.


"Nah sekarang adik adik ada yang mau coba mencetak coklatnya, kalau ada yang mau nanti gantian ya". Karena meja nya tinggi jadi bagi anak anak yang ingin mencoba mencetak coklatnya, harus berdiri di atas bangku.


Semua anak anak pun sudah belajar cara mencetak dan meletakkan campuran untuk isi coklat yang sudah di sediakan. Ada yang meletakan kacang, ada yang cookies, ada pula yang meletakan marshmellow. Semua anak anak terlihat bahagia, Fahri, mpo Ati, Rizal dan Jono pun melihat anak anak yang antusias membuat coklatnya.


Setelah anak-anak sudah selesai mencampur kan bahan tambahan. Kini coklat nya di tutup kembali oleh Fahri, "Untuk bagian menutup coklat,biar kakak saja ya yang menutup coklatnya. Soalnya di bagian ini sulit, adik aduk tidak bisa. Takut nanti jatuh semua coklatnya".


Coklatnya pun semuanya sudah tertutup.


"Nah adik adik ini sudah, tinggal di letakan di dalam kulkas aja, biar coklatnya bisa di keluarkan dari cetakannya. Siapa yang mau meletakkan coklatnya di dalam kulkas ." Anak anak pun mengancungkan tangannya kalau mereka ingin memasukkan coklatnya ke dalam freezer.


"Nah adik adik kita tunggu ya coklatnya kurang lebih lima belas menit, baru kita angkat, dari dalam kulkas . Dan adik adik bisa memasukan coklatnya ke dalam tempat nya. Nah sekarang adik adik bisa masuk ke dalam ruangan di sana nanti coklatnya kakak antar ke sana.


Begitupun Rizal dan Jono semua juga melakukan hal yang sama seperti Fahri dan mpo Ati lakukan.


Semua coklat yang sudah jadi di bawa oleh Fahri dan kawan-kawan ke ruangan packaging. Dimana anak anak sudah duduk dengan manis untuk memasukkan coklatnya ke dalam tempat.


Kini tugas tim produksi sudah selesai. Kini tugas beralih di bagian packaging.

__ADS_1


Dan anak anak pun masing masing sudah Memegang kemasan berbentuk kotak panjankm. Untuk di isi oleh coklat yang sudah di buat oleh mereka.


Coklat pun di keluarkan dari cetakan, di letakan di tempat yang bersih.lalu anak anak memasukkan coklatnya ke dalam kemasannya. Di sana sudah ada citra,Anggi , Bu Mutia dan tim packaging.


Setelah coklatnya di keluarkan dari cetakan. Tim packaging mengajar kan anak anak untuk memasukkan coklatnya ke dalam kemasan yang sudah tersedia di meja. Kemasan berbentuk kotak panjang.


***


Balik ke Gita.


Kini stelah dua puluh anak masuk di kelompok awal, beserta empat para guru yang ikut mendampingi muridnya. Kini yang masih tersisa dua puluh anak beserta empat guru, yang masih menunggu giliran nya.


Gita tidak diam begitu saja, Gita juga memberikan kuis untuk anak anak agar tidak merasakan jenuh, untuk menunggu giliran nya. Dan Gita juga mengajak anak-anak dan guru untuk ikut kuis doorprize yang Gita berikan dan di bantu oleh Reni beserta Lukman.


Gita memberikan tebakan kepada murid murid siapa yang dapat menjawabnya dapat hadiah susu. Dan untuk guru pun Gita memberikan kuis siapa yang menang juga mendapatkan hadiah minuman botol . Dan itu membuat seluruh murid dan guru pun merasa terhibur..


*****


Dan kini sudah tiga puluh menit kelompok pertama sudah selesai, untuk mencetak dan membungkus coklat yang mereka buat. Dan kelompok pertama pun sudah kembali ke kursi dan duduk dengan manis, serta tawa Dan cerita yang menghiasi keseruan mereka.

__ADS_1


Sekarang bergilir sisa dua puluh anak anak lagi beserta empat guru yang akan mendampingi muridnya untuk masuk kelompok ke dua. Ya di sana Lukman dan Reni memberi tahu untuk mencuci tangan dan membantu memakai kan memakai celemek,masker,dan penutup kepalanya.


Ya seperti kelompok pertama Gina dan Angga, seperti yang pertama Fahri dan teman teman memberikan contoh untuk anak anak. Dan anak anak itu pun mengikuti apa yang di ajarkan Fahri. Dan Fahri pun mengarahkan anak anak itu, seperti kelompok pertama.. Dan anak-anak pun mengikutinya, setelah coklat yang mereka buat di masukan ke dalam kulkas, anak anak pun masuk kedalam ruangan packaging. Di mana mereka pun mengemas coklatnya ke dalam kotak panjang.


__ADS_2