
" Kalian mau ngapain, tenang gue ga akan nyakitin Gita. Gita kan pacar gue". Ucap Andi dengan percaya dirinya.
"Ndi elo jangan kaya gini, inget elo udah nikah. Kasian Gita Ndi, elo gak kasian liat Gita ". Ucap Reni yang menunjuk ke arah Gita.
" Gue nggak ngapa-ngapain Reni, gue cuma mau jelasin kalau gue masih sayang sama Gita. Gue mau bilang sama istri gue, dan gue juga akan tinggalkan dia buat Gita". Andi berkata seperti nya tidak sadar akan ucapan nya. Sedangkan Reni sudah menarik tangan Gita kearah dan menjauh dari Andi.
" Ndi cukup, kamu sudah nikah. Di rumah kamu ada istri kamu, dan Gita sudah bukan bagian dari kamu lagi." Lukman pun akhirnya buka suara.
"Mas, gue nggak minta buat elo ikut campur. Ini urusan gue sama Gita, jadi elo lebih baik diem aja." Ucap Andi yang kini sudah memegang tangan Gita." Ayo sayang..."
Gita menolak buat di sentuh tangannya.
" Aku nggak mau ikut kamu Ndi, lepas tangan kamu Ndi ".
"Git, ayo kita perbaiki semua. Kita mulai dari awal hubungan kita".
"Gak, aku nggak mau titik." Gita akhirnya berlari,ke belakang Gilang. Gilang pun melihat wajah Gita yang sudah ketakutan melihat mantan pacarnya seperti itu.
Saat Andi mendekat,Gilang menghadang Andi." Cukup jangan buat Gita takut, tadi kamu sudah dengar, dia bilang dia tidak mau ikut kamu kan. Jadi jangan memaksa dia, kamu paham kan". Gilang menunjukkan wajah garangnya.
Andi pun menunjukkan wajah tak suka nya, dengan senyum menyeringai." Anda siapa, anda hanya orang asing di sini". Andi pun berbicara dengan nada marah.
"Andi jaga ucapan kamu." Lukman mendekati Andi." Dan kamu juga sekarang bukan siapa-siapa Gita lagi. Kamu sudah mempunyai istri, ingat pesan terakhir dari mertua kamu. Kalau memang kamu ingin bersama Gita, kenapa kamu menikahinya." Ucapan nya Lukman membuat Andi diam, karena memang benar kenapa dirinya tidak menolak saja.
Namun saat Andi melihat kearah Gita, dan melihat tangan Gita yang memegangi tangan bos nya itu sangat erat. Membuat Andi merasakan hawa panas di dirinya.
__ADS_1
Andi pun langsung menghampiri Gilang dan mencoba menyentuh tangan Gita. Namun Gita menolak, Gita memegang lengan Gilang sangat erat." Saya harap kamu jangan memaksa Gita, dia tidak mau dengan kamu." Gilang masih menahan marahnya.
"Ndi kamu pulang, aku tidak mau ikut sama kamu. Lebih baik kamu mulai kehidupan baru kamu Ndi."
"Iya Ndi, elo memang teman gue. Tapi kalau elo kaya gini, gue juga kesel. Elo udah nyakitin Gita, Lo jangan tambahin kesedihan nya lagi Ndi." Reni ikut membela Gita.
"Ndi, yang terjadi biar terjadi. Sekarang kamu sudah menikah, jangan ganggu Gita lagi. Mungkin Gita bukan jodoh kamu." Mendengar ucapan Lukman Andi langsung naik pitam.
Andi tak terima untuk saat ini dengan ucapan Lukman. Andi pun menghampiri dan memegang tangan Gita kembali. Namun Gilang menahannya." Saya bilang jangan paksa Gita buat ikut kamu, benar kata kamu saya hanya orang lain. Tapi saya atasan Gita di sini, saya punya hak buat melindungi karyawan saya". Andi menatap Gilang dengan tatapan tajam. Begitu pun Gilang menatap dengan tatapan membunuh.
" Berengsek". Tanpa aba-aba Andi langsung memberikan Bogeman ke arah Gilang, namun dengan cepat Gilang menahan tangan Andi dengan tangan satu. Dan Andi pun mendapatkan hadiah dari Gilang, sang Andi tersungkur jatuh ketanah.
"Andi". Reni dan Lukman segera menghampiri Andi, yang tersungkur di tanah. Gita pun ingin menghampiri Andi, yang terlihat berdarah di ujung bibirnya. Namun Gilang tahan." Jangan Git nanti kamu di tarik paksa oleh dia".
" Kenapa kamu seperti ini si Ndi. Kamu yang sudah mengambil jalan itu Ndi, kamu harus bisa menjalani hubungan pernikahan kamu. Nantinya kita masih bisa berteman tanpa ada perasaan suka , aku mohon jangan siksa diri kamu Ndi. Kasian istri kamu dan orang tua kamu. Aku sudah ikhlas Ndi, kamu sudah menjadi milik orang lain". Ucapan Gita membuat Andi menundukkan dengan pundak yang bergetar.
"Ndi bagaimana pun elo tetap temen kita. walaupun elo udah nggak sama Gita, tapi kita masih bisa berteman. Tapi elo harus bisa jaga perasaan elo,dari rasa suka elo sama Gita." Reni pun ikut menasehati Andi.
Lalu Gilang pun Mendekat ke arah Andi,lalu Gilang berjongkok di depan Andi.
" Saya minta maaf, sudah memukul kamu. Sebenarnya saya tidak ingin melakukan kekerasan, tapi saya terpaksa karena Gita merasa ketakutan. Dan saya melihat karyawan saya seperti itu merasa tak tega, niat saya hanya melindungi. Maaf ya". Gilang pun berniat bersalaman dengan andi untuk meminta maaf.
Andi melihat Gilang dengan tatapan penuh maksud. Lalu Andi melihat Gita yang diam dengan tatapan membuat Andi tak tega. Akhirnya Andi pun membalas jabatan tangan nya Gilang. " Maafkan saya,sudah membuat keributan di sini." Lalu Andi memandang Gita ." Maaf Git, aku sudah membuat kamu tidak nyaman. Maaf ya, dan sekarang aku akan pergi berusaha mengikuti apa yang kami dan Reni ucapkan".
Reni, Gita ,dan Lukman tersenyum mendengar Andi bicara seperti itu. Tapi tidak dengan Gilang, dia berekspresi dengan wajah datarnya.
__ADS_1
Lalu Andi berdiri dan kembali masuk kedalam mobilnya. Dan melaju mobilnya meninggalkan tempat kerjanya Gita. Andi menunjukkan wajah dinginnya dengan menatap ke depan fokus mengendarai mobil nya.
" Git, elo nggak apa-apa.?" Reni melihat Gita yang memegangi lengannya.
"Nggak apa-apa, cuma lengan gue sedikit sakit. Andi tadi mencengkram tangan gue lumayan sakit". Gita memijat tangan nya sendiri.
"Yasudah Git, kamu pulang saja. Reni kamu boleh pulang, anterin Gita pulang". Kata Gilang yang di angguki Lukman.
"Betul kamu pulang aja Ren, antar Gita pulang". Lukman menimpali.
"Trimakasih pak Gilang. Ayo Git kita Pulang, gue anterin elo pulang. Gita gue ambil tas sama motor ya, Elo tunggu sini aja". Gita pun mengangguk, lalu Reni masuk untuk mengambil tasnya.
Begitu pun juga Lukman, ia merasa jadi obat nyamuk di situ. Karena Luan yakin bos nya pasti ingin bicara empat mata sama Gita. Akhirnya Lukman pun menyusul Reni di belakangnya.
"Git, yakin kamu tidak apa-apa.? Kalau kamu ngerasa ada yang sakit, kamu obati aja ya. Jangan di diemin, atau kamu minum obat.?" Gilang mengingat kan Gita.
"Iya pak trimakasih,sudah mengingatkan. Nanti saya akan minta pijat sama ayah saya. Dan akan minum obatnya juga. Ow iya pak trimakasih ya sudah menolong saya."
Gilang pun mengangguk, mendengar ucapan Gita. Lalu motor Reni pun keluar pagar yang dimana Gita sudah menunggu." Ayo Git naik". Gita pun langsung naik di atas motor Reni." Pak Gilang kami pamit pulang ya, Assalamualaikum...." Kata Reni dengan tersenyum.
" Saya pamit yang pak, Assalamualaikum...." Ucap Gita dengan tersenyum dan mengangguk kan kepalanya ke arah Gilang.
"Waalaikumsallam,kalian hati hat". Jawab Gilang, dan di angguki oleh Reni dan Gita. Lalu motor mereka pun melaju meninggalkan bos nya yang masih berdiri memperhatikan Gita dan Reni.
Setelah motor Reni sudah tak terlihat Gilang pun kembali kedalam ruangannya. Bersama anaknya yang sedang asyik bermain dengan game make-up nya.
__ADS_1