
Mendengar nama Erick, mata Bella langsung terbelalak sempurna.
'Si....al dia ketangkap, dasar tidak becus. Nyawa ku pasti akan terancam seumur hidup. Tidak bisa ini terjadi." Gumam Bella dalam hatinya.
" Bukan hanya itu saja Lang, jika kamu mendengar apa yang di lakukan wanita ini. Yang selama ini tidak kamu ketahui, kamu pasti sangat murka." Sambil menatap Bella dengan tatapan membunuh.
"Apa lagi yang dia lakukan yah.?"
" Wanita ini". Sambil menujuk wajah Bella." Dia yang sudah menyebabkan istri kamu Monica meninggal. Karena dia juga yang sudah nabrak Monica enam tahun yang lalu." Jelas pak Hendra.
Dan Gilang terkejut saat mendengar penjelasan dari mulut ayahnya."Apa..?"
"Selama ini ayah mencari tau tentang kecelakaan yang menimpa Monica. Ayah menyuruh seseorang untuk menyelidiki nya. Begitu licik dia menutupi kejahatannya, sampai akhir orang suruhan ayah berhasil mencari tau siapa pembunuh Monica. Dan ternyata dalang dari kejadian itu, wanita ini. Dan dengan kekasihnya itu Erick mereka bekerja sama untuk membunuh Monica." Pak Hendra menunjuk ke arah Bella."
Gilang menatap Bella dengan wajah membunuh." Ternyata kamu yang menyebabkan kematian istri ku Bell." Tangan Gilang mulai terangkat untuk menamparnya, namun di tahan oleh pak Hendra.
"Jangan nak, jangan kamu kotori tangan kamu untuk menyentuh gadis seperti dia."
Tiba tiba Bella tertawa sendiri.
" Hahahaha.... Ternyata si tua Bangka ini lebih pintar dari pada kamu sayang. Ya memang aku yang sudah menyuruh seseorang untuk mena... brak Monica. Karena aku tidak suka orang yang aku sayang menjadi milik orang lain." Dengan tatapan bengisnya Bella menatap Gilang.
Tentunya tidak membuat Gilang takut dengan tatapan itu." Dasar wanita Gi....la. cukup sudah wanita seperti kamu berkeliaran. Sekarang saat nya kamu mendekam di penjara, bawa dia pak". Polisi itu mengangguk dan langsung membawa Bella Gilang dari hadapan Gilang.
Gilang sudah mengertakkan rahangnya. Pak Hendra menahan Gilang agar tidak emosi. Gilang sudah mengepalkan tangannya dan Mata Gilang pun memerah.
Saat Bella melewati Lukman, Lukman menyuruh Bella berhenti.
"Cewek kaya Lo gak pantes hidup berdampingan sama mas Gilang. Cewek ular kaya elo, memang pantes nya berada di dalam jeruji besi. Dan memang Gita lah yang pantas bersanding sama kakak sepupu gue itu. Selamat menikmati kehidupan di dalam penjara, cewek licik." Lukman memberikan senyuman menyeringai ke Bella.
__ADS_1
"Dasar loh ya." Bella kesal mendengar Lukman bicara seperti itu. Namun Bella tidak bisa berbuat apa-apa karena tangan ya sudah di borgol.
Karena melihat Bella sudah di tangkap, sedangkan Gilang mendengar mendiang istrinya meninggal karena kecelakaan yang di lakukan oleh suruhannya Bella. Gilang nampak kesal seakan tak terima dengan kejujuran yang dirinya dengar.
" Sebaiknya kita pulang." Kata pak Hendra, membuat Lukman dan Gilang mengangguk kan kepalanya.
Lukman yang melihat bunga dan bingkisan serta sekotak coklat yang Gilang bawa tadi. Lukman lantas tersenyum.
" Ayah, mas Gilang sebentar ya. Mas itu bunga bingkisan dan coklat nya aku bawa pulang ya. Mubazir kalau di tinggal di sini, mending aku bawa pulang buat Reni.?"
"Terserah kamu Man, bawa saja Kalau kamu mau". Jawab acuh Gilang dengan tidak melihat ke arah barang yang di sebutkan Lukman.
Sedangkan pak Hendra hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah keponakan nya itu.
" Asyik lumayan bawa bingkisan buat istri tercinta gratis.... Heheheh". Kata Lukman dengan terkekeh.
Saat sampai di mobil, Gilang masih diam. Dan Gilang pun duduk di kursi belakang, entahlah pikiran Gilang sangat kusut saat mendengar apa yang di lakukan Bella dengan Monica mendiang istrinya.
Ternyata Bella lah yang membuat Monica pergi untuk selamanya..
Kini Gilang sudah sampai di rumah bersama pak Hendra, sedangkan Lukman kembali ke rumah nya dengan membawa bunga coklat dan bingkisan untuk Reni .
Ceklak.. Gilang membuka pintu kamarnya, dan melihat Gita yang sedang tertidur pulas. Gilang pun mengganti pakaian, setelah itu Gilang berjalan menuju jendela kamarnya.
Gilang nampak termenung, menatap langit-langit. Gilang kembali mengingat kejadian di mana Monica mengalami kecelakaan. Dan membuat Monica meninggal dunia.
"Sayang maafkan aku, yang terlalu larut meratapi kepergian kamu. Kamu tau kan, ternyata teman kamu sendiri yang sudah menyebabkan kamu pergi. Aku sungguh tidak becus di sebut suami baik untuk kamu.?" Gilang berbicara sendiri di gelapnya malam.
Sebenarnya Gilang sudah menyuruh seseorang, untuk mencari tau tentang kejadian itu. Tapi nyatanya orang itu tewas mengalami kecelakaan, saat mencari siapa yang menyebabkan Monica meninggal.
__ADS_1
"Jika kejadian itu tidak terjadi mungkin kita masih berkumpul di sini sayang, dan akan hidup menjadi keluarga bahagia." Gilang masih merasakan penyesalan.
Di balik itu, Gita mendengar apa yang Gilang bicarakan. Gita tau saat suaminya datang, dan Gita sebenarnya tidak tertidur.
Gita sebenarnya merasa sesak saat Gilang bicara seperti itu, walaupun seorang diri tapi Gita merasakan cemburu. Apalagi sekarang Gita sudah bersetatus menjadi istrinya, kenapa suaminya harus bicara seperti itu.
Gita merasa kan sesak di dadanya, Gita pun ingin mengambil minum. Namun saat Gita ingin menggapai gelas nya, ternyata gelas nya terjatuh.
Gilang pun menoleh ke arah suara tersebut, alangkah terkejutnya saat melihat Gita ingin meraih pecahan gelasnya.
Benar saja pecahan gelas itu mengenai jari tangan Gita. Gilang pun segera menahan tangan Gita, dan Gita melihat suaminya kini sedang menatap nya.
"Kamu ingin minum.?" Gita mengangguk kan kepalanya. Lalu Gita mengalihkan pandangan ke arah lain, namun sayangnya Gilang melihat mata istrinya basah, seperti habis menangis.
"Kamu kenapa.?"
"Tidak kenapa-kenapa, aku hanya ingin minum. Namun gelasnya malah terjatuh."
Gilang tau ada yang di sembunyikan dari Gita, namun Gita enggan bicara. Lalu Gilang hanya tersenyum lalu membelai lembut kepala Gita.
" Yasudah mas ambil kan minum nya, kamu diam diam ya. Masih banyak pecahan gelasnya, nanti mas sekalian bersihin." Gita pun mengangguk kan kepalanya, tanpa bicara.
Gilang pun mengambil kan minum untuk Gita di dapur.
"Apa Gita tadi mendengar aku bicara, itu yang membuat matanya memerah seperti itu." Gilang bergumam sendiri. Lalu membawa minumannya ke kamar untuk Gita.
Tak lupa Gilang juga membersihkan pecahan gelasnya yang ada di lantai. Setelah selesai Gilang kembali ke kamar dan menuju tempat tidurnya.
Namun Gilang bukan nya naik ketempat tidur malah berlutut menatap wajah istrinya yang sedang memejamkan matanya. Gita tidak tau kalau suaminya saat ini sedang menatap wajah nya yang sedang tertidur. Benar tebak kan Gilang, pasti istrinya menyimpan sesuatu. Karena saat Gita memejamkan mata air matanya masih saja mengalir.
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa teman teman tinggalkan jejak π dan komentar kalian. trimakasih ππππβΊοΈβΊοΈβΊοΈπ