Cinta Anggita

Cinta Anggita
Jessy 2


__ADS_3

Gilang yang melihat kedekatan anak nya dengan salah satu karyawan nya membuat Gilang mengusap tengkuk lehernya.


"Jessy kesini, kakak nya mau istirahat dulu. Nanti baru ketemu lagi ya". Gilang memanggil Jessy lalu berjalan mendekati sang anak.


"Pah, tapi Jessy ingin sama KA Gita. Papah kan janji sama Jessy". Jessy memanyunkan bibirnya.


Karena sebagian karyawan melihat percakapan antara anak dan ayah,membuat Gilang risih.


"Kalian semua boleh bubar buat istirahat, apa yang kalian lihat di sini. Apa ini tontonan gratis". Suara tegasnya Gilang membuat karyawan nya bubar.


Gita yang melihat Jessy yang terus menempel kepadanya, jadi bingung harus bagaimana.


"Jessy ayo.. Kasian kakak nya mau istirahat,ikut papah keruangan papah." Dengan wajah tegas nya, membuat mata Jessy mengembun.


Gita yang melihat Jessy ingin menangis merasa tak tega. "Pak biarkan Jessy sama saya, lagian kan juga waktu istirahat pak bukan waktu kerja jadi Jessy tidak menggangu saya sama sekali ko pak". Ucapan Gita membuat Jessy tersenyum bahagia.


Reni yang melihat anak bosnya yang menempel terus bersama Gita pun terpaksa untuk keluar untuk membeli makanan. Karena Reni yang biasa makan bareng sama Gita,karena adanya anak bos yang ingin bersama Gita. Akhirnya Reni keluar bersama Lukman untuk makan siang.


"Maaf semua, Git kalau gitu aku keluar ya. kamu di sini kan, aku sama pak Lukman keluar dulu ya. Ayoo.... Pak lukman." Reni mengajak pak Lukman.


tentu saja Lukman merasa senang, keluar bersama Reni. Sudah lama Lukman ingin mengajak Reni untuk makan di luar selalu menolak, karena setiap harinya Reni selalu bersama Gita. Kedatangan Jessy suatu keberuntungan untuk Lukman.


Dan akhir nya mereka pun keluar.


Reni dan Lukman pun berjalan meninggalkan Gita,Gilang dan anak bosnya.


Setelah Reni dan Lukman keluar. Jessy masih menempel terus bersama Gita.


"Tapi Git, kamu mau makan siang Git". Gilang merasa tak enak hati.

__ADS_1


"Tidak apa apa pak,kalau begit saya permisi pak, ayo Jessy". Gita menggandeng tangan Jessy bersamanya.


Gilang nampak bingung dengan kedekatan Jessy dengan Gita, karena untuk Jessy susah sekali buat Deket sama orang baru di kenal. Tapi jika dengan Gita dia bisa begitu dekat.


Saat di ruang belakang untuk istirahat, Jessy duduk di samping Gita." Jessy sudah makan belum tadi?" Tanya Gita membuka makan siang serta lauk untuk di makan.


"Belum ka, Tapi makanan nya sudah di beli tadi. karena aku melihat ka Gita jadi aku tinggal deh makanan aku,hihihi..." Jawab Jessy dengan tawa nya.


"Kamu kan baru pulang sekolah,memang tidak lapar. Apa kamu mau makan makanan kakak, ini kakak loh yang masak sendiri. Kakak masak ayam kecap, dan capcay, kira kira kamu suka nggak ?" Tanya Gita dan Jessy pun mengangguk.


" Oohh... Ya Jessy suka kebetulan banget ya. Tapi sebelumnya baca doa dulu ya, kamu bisa kan doa sebelum makan?"


"Bisa dong ka dengerin ya. Allahuma bariklana fiima rozaktana waQina azza bannar.. Amiin..." Gita dan Jessy pun mengusap wajahnya.


Lalu Gita menyuapi Jessy makanan dengan sendok dari tangannya. Dan Jessy pun membuka mulutnya." Ayooo...Aaaaaaa....aaaammm..."Kata Gita saat mulut nya sudah terisi makanan. "Bagai mana enak tidak?"Tanya Gita.


"Oooh... Ya jadi kamu Sama papah kamu makanan kesukaan nya sama dong". Gita menimpali cerita Jessy, dan Jessy pun mengangguk.


"Kak, ko dari tadi kakak nyuapin aku terus, kakak belum makan. Sini Gantian ya aku yang nyuapin kak Gita"Jessy pun ikut memegang sendok dan menyuapi Gita dengan makanan. Mereka makan bersama sesekali Gita tertawa mendengar Jessy bercerita.


Tentunya saat mereka sedang tertawa, apa lagi saat Jessy bercerita dan tertawa dengan jenaka,membuat Gita ikut tersenyum. Ada seseorang yang sedang memperhatikan mereka di depan layar komputer dengan tersenyum. Yang tak lain adalah Gilang Wijaya.


Gilang melihat kedekatan Jessy dengan Gita begitu heran. Karena memang sebenarnya ketika Jessy di perkenalkan dengan teman wanita Gilang,Jessy tak pernah cocok. Bahkan Jessy sempat sakit karena tak mau makan, jika sang papah bertunangan dengan seorang gadis, yang begitu tak di sukai oleh Jessy.


"Kenapa Jessy bisa begitu dekat dengan Gita, padahal dia baru kenal dengan Gita baru kemarin. Seperti sudah kenal lama".Gilang pun masih memandangi layar komputer dengan tersenyum.


Setelah Jessy selesai makan bersama Gita,Jessy pun pamit kepada Gita." Ka Gita aku ke tempat papah dulu ya, tapi nanti aku kesini lagi boleh kan".Tanya Jessy dengan suara yang lucu dan senyum yang manis.


"Kamu tanya papah kamu boleh apa tidak nya, kalau kakak si boleh saja". Jawab Gita sambil menoel hidung Jessy.

__ADS_1


"Iya Ka,aku ketempat papah dulu ya ka". Kata Jessy lalu mencium pipi Gita, dan Gita pun kaget melihat anak bos nya itu bisa sedekat itu dengan dirinya.


Dan Membuat Reni dan Lukman terheran melihat anak bos nya bisa dekat dengan Gita.


Jessy pun berjalan meninggalkan ruangan tempat Gita, Reni dan pak Lukman istirahat.


"Eeehhh... Maimunah Lo kenal sama Jessy anak pak bos di mana dan kapan, ko bisa Deket gitu?" Tanya Reni dan di angguki oleh Lukman.


"Iya kamu kenal di mana Gita,terus kamu bisa Deket banget sama Jessy lagi. Setahu saya Jessy itu orangnya susah buat Deket sama seseorang, kenapa sama kamu bisa Deket begitu.


Sedangkan Gita yang di tanya hanya menaikan kedua bahunya.


Lalu waktu istirahat pun sudah habis,dan seluruh karyawan pun mulai dengan aktivitas nya kembali. Dan pak Lukman kembali ke atas bersama Reni. Dan Gita melanjutkan pekerjaan nya begitu yang lainnya .


Lalu tiba tiba pak Lukman turun,dan masuk ke ruang Gita. "Semuanya ini orderan baru datang dan ini catatan yang harus kalian bikin, ini yang di catatan di buat nya besok aja ya. Soalnya entar sore kita briefing dulu ya, soalnya nanti kita kedatangan tamu". Kata pak Lukman sambil menyerahkan catatan ke Gita.


"Tamu dari mana pak " kata Joko yang masih mencetak.


"Tamu anak anak biasa kunjungan dari sekolah TK Cinta Bunda Mereka belajar cara membuat coklat". Pak Lukman menjelaskan." Ow... Iya Git seperti biasa kamu yang buat coklat untuk buah tangan mereka. Buat yang seindah mungkin ya, kamu kan pintar tuh nanti perlengkapan untuk membuat bahan nya saya kasih dan sekalian catatan nya ." Kata pak Lukman, yang di angguki oleh Gita.


"Memang nya kapan pak kunjungan anak anak itu" .Tanya Fahri.


" Sepertinya lima hari dari hari ini, saya harap kalian tetap kompak dan semangat ya. Karena bagian packaging sudah di sampaikan oleh Bu Mutia saya menyampaikan pada kalian. Dan saya akan menyampaikan ke bagian finishing dulu ya. Trimakasih sebelum dan semangat untuk kalian Ok". kata pak Lukman.


"Siap pak". Jawab serentak.


Lalu Gita menempel kan catatan pembuatan yang akan di kerjakan di Mading,agar semua bisa melihat apa saja.


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2