
Reni yang melihat temannya ke atas dengan citra dan Mutia.. Reni pun merasa curiga ..
"Gita kenapa kamu mendorong citra.. kamu kerja mau jadi preman pasar. Kalo mau jadi kaya gitu jangan di sini di pasar kamu." Mutia membentak Gita.
"Ternyata Diam nya kamu. Ternyata punya sikap yang gak baik seperti preman. kamu akan jadi contoh yang buruk untuk karyawan di sini".
"Maaf Bu sepertinya yang akan menjadi contoh gak baik itu Citra sendiri. karena memang dia yang gak bisa memberikan contoh". jawab Gita
"Gita loh tuh kurang ajar ya, bisa nya memutar balikkan fakta, dasar gajah." Citra sambil tersenyum ngeledek...
"Terserah kalian mau ngatain saya apa, saya gak peduli. Saya di sini kerja, bukan nya minta minta duit sama kalian."
"Kamu itu juga kerja hasil di ajak sama Reni .. kalau ga ada dia, kamu juga ga akan masuk di sini Gita. jadi jangan sombong kamu." Mutia mulai memojokkan Gita.
"Ada apaan ini, ko Gita di serbu gini. Ada masalah apa Git.. Terus pake nama saya di bawa bawa "Reni mendengar namanya di sebut ikut masuk ke ruangan bu Mutia...
"Kamu engga usah ikut campur Reni.. Teman kamu itu udah kaya preman, maen dorong orang sampai jatuh, saya lihat sendiri..
" Bener itu Git, lo dorong Citra sampai jatuh". Reni meminta penjelasan kepada Gita...
"Iya gue dorong dia, tapi gue dorong dia ada alasan nya". Jawab Gita membela dirinya.
"Ada apa ini rame rame.?" Datang lah pak Lukman dari arah luar...
" Ini pak karyawan kesayangan bapak ini kelakuan nya kaya preman. Main dorong orang sampai jatuh, dari tangga lagi. Gak bisa begini terus, lebih baik kasih Surat Peringatan ke dia pak." Bu Mutia mengadu kepada Lukman.
" Saya Tidak bisa kasih surat peringatan sembarangan. Saya juga butuh bukti yang nyata, nggak bisa mendengar dari sebelah saja". Jawab Lukman dengan melihat Mutia dan Citra.
"Anggita apa benar kamu Dorong citra sampai terjatuh.?" Tanya Lukman
"Iya pak".Anggita mengakui nya.
"Tuh dia ngaku kan". Kata Bu mutia yang main serobot bicara.
" Tapi saya dorong dia ada alasannya, dia yang mulai. Citra menghadang kaki saya, lalu saya terjatuh. Apa saya gak boleh membela diri saya sendiri pak." Penjelasan Gita
" Alasan, hei badan kamu tuh besar, jalan saja sering jatuh. Enak saja menyalakan orang lain".Bu Mutia sambil meledek Gita .
Gita hanya diam, karena dia jadi mengingat di bully waktu sekolah ..
" Cukup, ibu harusnya memberi ke Adilan untuk Gita menjelaskan. Bukan menghina badannya. Saya kenal sama Gita bukan hanya di tempat ini. Saya kenal betul Gita seperti apa, saya kenal Gita sejak sekolah. Jadi ibu gak pantas menghina teman saya". Reni merasa geram, Reni ga terima sahabat nya di hina seperti itu...
__ADS_1
" Baik saya akan cari bukti untuk masalah ini, dan saya juga mau ke Adilan. "Reni pun turun untuk mencari bukti kejadian tadi, saat Reni turun dengan muka marah. Semua karyawan memperhatikan, ada yang merasa takut ada yang hanya tersenyum meledek.
" Reni, bagai mana si Gita". Fahri menghampiri Reni.
"Fahrii kamu kenapa nanya Gita, apa kamu tau tentang kejadian Gita dan Citra.?" Tanya Reni yang melihat wajah Fahri itu membuat tanda tanya untuk Reni
" Iya mba saya tau kejadian tadi, Gita enggak kenapa-kenapa kan Ren. karena saya ga tega melihat Gita sampai terluka gitu"..fahri memberi tahu tentang keadaan Gita ..
"Luka maksud kamu luka apa". Reni memicingkan matanya dan makin penasaran dengan ucapan Fahri..
"Gita tadi jatuh kaki nya di jaga Citra Reni..Gita terjatuh dan terbentur meja. Tadi saya liat ada memar di dahi nya." Fahri menjelaskan semuanya.
" Baik kamu ikut saya ke atas yuk, bantu Gita. kalo engga Gita akan dapet surat peringatan". Jawab Reni, dan Fahri pun terkejut
"Apa mba, ayoo mba saya jelaskan ke atas, kalo Gita itu ga salah".
Setelah Fahri dan Reni sampai atas, wajah Citra terlihat pucat...
" Kenapa kamu bawa Fahri kesini, dia sedang kerja Reni ".Bu Mutia marah
"Ya saya tau Fahri sedang kerja, tapi saya butuh dia untuk bukti. Kalau teman saya gak salah. Bapak liat ya," Reni mendekati Gita, lalu di buka sebagian rambut Gita yang menutupi dahinya...
"Lihat ada memar di kening Gita".
" Ini yang saya akan jelaskan, Gita ga salah yang salah Citra. Dia mencegat kaki Gita, Sampai Gita jatuh, dan terbentur meja. Lalu saya punya bukti dari Fahri kalau Gita ga salah..." Jawab Gita.
Dan Fahri menjelaskan kejadiannya dari awal karena memang waktu kejadian Fahri memang dari luar, dan melihat kalau Citra cari masalah ke Gita...
Citra dan Bu Mutia panik karena bukti sudah ada... Justru yang akan dapat surat peringatan itu Citra. karena dia tidak bisa memberikan contoh yang baik untuk karyawan lainnya.
"Bagaimana Bu mutia, masih kurang bukti nya.. Saya masih ada bukti lagi loh yang akan buat Gita itu ga bersalah. Justru kalian yang akan bersalah bahkan bisa dapat surat peringatan." Reni menantang Bu Mutia ...
"Bagaimana Bu Mutia, masalah ini, bukti sudah ada. Apa saya laporkan ke pak Hendra Wijaya untuk kasus ini. Masalah nya ibu memang keberatan untuk Gita di pindahkan di produksi".pak Lukman angkat bicara...
Malah pak Hendra sudah tau kelakuan buruk ibu kepada semua karyawan. Ibu itu tidak profesional dengan kerjaan, ibu membawa masalah pribadi ke tempat kerja. Dan selama ini saya mencoba menutupi itu semua, kalau memang sudah seperti ini maaf Bu saya sudah tidak bisa membela.. Anda yang akan kena tegur oleh pak Hendra atau pak Gilang selaku wakil dari pak Hendra sendiri..".
"Citra kamu minta maaf sama Gita.. Gita saya selaku pengawas kamu..Saya minta maaf atas kejadian ini Saya mohon maaf sebesar-besarnya,Citra kamu minta maaf cepat..." ucap Bu Mutia ke citra
" Iya Bu... Git gue minta maaf ya atas kejadian ini. Gue tulus minta maaf sama lo, mohon jangan di besar besar kan" . Citra meminta maaf, tapi tidak tulus dari hati...
"Iya gue maafin.."Gita memaafkan, sama juga gak dari hati ..
__ADS_1
"Maaf ya Git, maafkan saya.. sekali lagi". Bu Mutia meminta maaf.
"Iya Bu saya maafkan..." Gita memaafkan..
"Ya sudah citra ,Fahri kamu turun balik kerja ". Jawab lukman.
"Iya pak.."Jawab dari Fahri dan Citra.
"Gita saya minta maaf ya, atas kejadian hari ini. Ow iya kamu obati dulu luka Kamu,biar ga infeksi."kata pak Lukman..
"Iya pak saya maafkan Iya nanti saya obati saya permisi dulu ya pak Lukman".
"Iya kamu kerja hati hati ya."
"Iya pak .Gita lalu berjalan ke ruang produksi.."
Lain kali ibu menghakimi teman saya tanpa bukti,dan mencari kesalahan nya. Saya yang akan maju lebih depan, untuk membantu nya . Saya tau ibu membela Citra, karena Citra itu keponakan ibu kan.. Sama kaya saya, saya akan membela Gita, karena dia teman baik saya." Lalu Reni keluar dari ruangan Mutia.
Pak Lukman hanya bisa menggelengkan kepalanya, karena melihat tidak profesional cara Mutia kerja. Lalu pak Lukman pergi keluar mencari Reni...
" Reni kamu mau kemana.?"pak Lukman mencegah Reni pergi.
"Saya mau melihat teman saya yang sedang terluka, permisi pak.."Gita pun meninggalkan Lukman dan mencari Gita di ruangan produksi.
"Reni...." pak Lukman memanggil Reni, namun Reni tak menghiraukan panggilan itu.
Reni berjalan cepat ke ruangan dimana Gita bekerja .
"Gita .." Reni menghampiri Gita...
" Reni elo ngapain ke sini, kerjaan elo juga masih banyak kan.."Gita yang lagi menyiapkan cetakan berhenti sejenak..
"Ayo ikut, obati luka elo dulu." Reni menarik tangan Gita...
" Ga mau apaan sih, gue mau kerja.." Gita malah mengusir Reni..
" Susah banget si lo, itu luka bisa infeksi tau.
kalau ga di obati buru buru, elo mau kalau orang tua elo panik saat liat luka elo ". Jawab Reni dan Gita nampak berfikir.
Gita hanya menggeleng kan kepala.
__ADS_1
" Yaudah yuk obati dulu luka elo" ..lalu tangan Gita di tuntun sama Reni, untuk di obati...
bersambung........