Cinta Anggita

Cinta Anggita
Ikutan


__ADS_3

Namun saat pandangan Gita lagi ngeliat hapenya. Tiba-tiba saja pltak...Pltakk... Pltak..... Pltak....Aaaau....empat butir telur mendarat di kepala Gita, dan Gita mengaduh karena sedikit sakit dan kaget.Seeerr... Byuuurrrrr, Gita dapat semburan terigu dan siraman air dari teman temannya.. Aaaaaa...Gita pun berteriak, dan Joko, Rizal, mpo Ati,Gina Fahri,termasuk Reni pun tertawa.


Tiba tiba Lukman ,Gilang dan Jessy pun datang. Karena mendengar suara teriak Gita. Jessy pun tertawa melihat ka Gita nya yang penuh dengan tepung.


Aaaaa" Kalian jahat ya Awas ya". Semua orang pun menjauh dari Gita ,agar tidak ada yang di peper oleh Gita bekas ceplokan dari teman teman nya.


Lalu Gita berlari menarik Joko, si biang kerok, yang mengatur semua rencana itu. Joko sudah di pegang," mau kemana loh hah.... Elo biang keroknya ya". Joko hanya tertawa yang Gita sudah memegang dirinya sangat kencang.


"Ampun Git, jangan Gita sayang.


Dengan wajah dendam nya Gita menempelkan bekas tepung yang basah yang berada di badannya.


Lalu Gita memberikan bekas tepung yang ada di badannya ke wajah Joko."Sayang sayang ni sayang pala loe peyang..." Lalu Fahri pun memberikan tepung ke arah Gita .


" Nih Git, tepung nya loe bisa bales Joko". Kata Fahri dengan terkekeh.


Lalu Gita meraup tepung yang Fahri berikan lalu di peper juga ke Joko, dan semua tertawa melihat bentuk wajah Joko yang penuh dengan tepung.. Setelah itu Joko baru di lepaskan oleh Gita.


Lalu Gita memegang tangan Fahri, "trimakasih fahri. Elo menyerahkan diri Lo, buat gue kasih tepung juga". Kata Gita dengan yang ingin menempelkan tepung nya ke Fahri.


"Ampun Git,,". Fahri dengan terkekeh.


"Nggak ada kata ampun, nih rasain." Gita mengacak-acak wajah Fahri dengan tepung. Hingga wajah Fahri putih dengan tepung.


Fahri pun menepuk baju nya yang putih putih karena tepung. Dan tertawa karena Gita ngejar-ngejar Reni, Tapi Reni malah lari ke belakang Lukman.


"Pak Lukman, pak Gilang jangan bantuin Reni, nih dia dalang di balik ini semua." Gita mengejar Reni ke hadapan Lukman.


"Mas tolongin aku dong, ni Gita dah kaya nenek sihir aja si.Hahahaha....." Reni meledek Gita dengan menunjukan lidah nya ke arah Gita.

__ADS_1


Lalu Gita melihat bosnya memberikan kode kepadanya. Lalu tiba-tiba Reni di tahan oleh bosnya yaitu Gilang. Alhasil semua orang tertawa karena bos nya turun tangan membantu Gita.


"Pak, pak ko bantuin Gita si. Aaaaa ...".Gilang menahan tangan Reni .


"Hahahaha rasain, elo dalang dari rencana ini." Nikmati ya sahabat ku, oyoyoyoy..." Gita meledek Reni lalu mukanya di lumuri tepung.


Alhasil muka Reni dan Gita penuh dengan tepung, ya walaupun Gita si yang paling parah. Tapi Gita tidak marah dengan rencana teman teman nya.


Lalu tiba tiba Gilang ikutan menumpah kan sisa tepung yang masih tersisa di atas kepala Gita, "hahahaha Maaf ya Git, masih ada sisa tepung nya mubazir kalau ga di habiskan". Semua pun tertawa ternyata bos nya ikutan buat ngerjain Gita.


Lalu tiba Lukman membawa air lalu di guyur ke Gita. Alhasil Gita pun berteriak" Aaaaaaaaaaa..... Pak Lukman pak Gilang jahat banget sih. Pak Lukman juga ikutan aja ngeguyur Gita, kan Gita nggak bawa salinan. Aaaaaa". Lalu Gita menunjukan wajah ingin muntah, karena akibat bau amis dari telor tadi.


Jessy pun ikut tertawa melihat Gita yang di guyur, Gita pun juga ikut tertawa melihat Jessy menertawakan dirinya. Dan Gita pun juga menertawakan dirinya sendiri Yang tidak jelas, karena badannya penuh seperti adonan kue.


Lalu Lukman menahan Gita untuk tidak pergi. "Kita foto Git, abadikan kamu yang lagi belepotan tepung". Kata Lukman dengan terkekeh.


"Iihh jahat banget pak Lukman, saya lagi belepotan gini di foto". Gita protes karena tidak mau.


Alhasil semua pun kumpul ke Gita dan berfoto bersama, dengan scurity yang mengambil foto nya.


Sebenarnya Gilang tak tega melihat Gita yang seperti itu,namun kapan lagi liat momen lucu seperti itu. Kesannya jahat tapi kan jarang jarang, Gilang tersenyum melihat Gita yang sudah cemberut.


"Udah ya udahan jangan di guyur lagi. Aku mau bersihin amis banget ini." Semua pun mengangguk dan tertawa melihat tubuh Gita hampir semuanya putih. Gita pun masuk ke arah toilet, untuk membersihkan wajah dan rambutnya.


Setelah cukup bersih Gita pun keluar dengan rambut basah, Gita pun menggunakan seragam kerja nya.


Gita sedikit menyisir rambutnya,lalu di jepit bagian poni sampingnya menggunakan jepitan rambut.


Gilang memperhatikan Gita tanpa berkedip,bagi Gilang, Gita nampak cantik tanpa make-up sedikit di wajahnya.

__ADS_1


Gilang pun mengalihkan pandangannya ke yang lain. " Ow iya kalian semua ada tukang bakso, kalau kalian mau minta saja biar saya yang traktir kalian."


Semua orang pun merasa senang karena bos nya mentraktir baso. Akhirnya mereka semua pun memesan bakso dan memakannya dengan lahap . Bos nya yang dulu seperti beruang kutub lagi, sekarang sudah lebih baik. Walau kadang suka menunjukkan wajah datarnya.


Keesokan harinya Gita dan Reni kembali beraktivitas, Jessy pun juga ikut dengan papahnya katanya ingin bertemu Gita. Tiba tiba siang hari Gilang memanggil Gita untuk keruangan kerjanya.


Tok... Tok... Tok.. Terdengar jawaban dari dalam. Dan Gita pun masuk keruangan Gilang, di sana ada Jessy yang sedang duduk bersama papahnya.


Jessy pun tersenyum ke arah Gita tentu Gita pun membalas senyuman Jessy.


"Duduk Git". Gilang menyuruh Gita duduk di kursi di depannya.


Gita pun duduk seperti apa yang Gilang suruh.


"Maaf pak, bapak memanggil saya ada apa ya?"


" Begini Git," belum Gilang ngomong Jessy sudah menyelak omongannya papahnya.


"Ka Gita aku si yang nyuruh manggil ka Gita buat kesini". Kata Jessy dengan menyengir ke arah Gita. Lalu Gita melihat ke arah Gilang, dan Gilang pun mengangguk kan kepalanya.


"Kenapa Sayang, kamu memanggil kakak ". Gita berucap di hadapan Jessy yang menghampiri Gita.


"Aku kangen sama ka Gita, aku ingin ajak KA Gita main. Kita main yuk jalan jalan, dari kemarin aku main sama bibi, Oma dan Opa saja. Baru kemarin aku jalan sama papah karena papah sibuk". Cerita Jessy dengan wajah memelas, membuat Gita tak tega melihatnya.


"Terserah kamu Git, kamu bisa tidak. Saya juga bingung harus bilang apa ke Jessy. Mangkanya biar dia aja yang bilang ke kamu Git, bisa atau tidaknya".


Gita pun melihat wajah, Jessy yang penuh harap. Akhirnya Gita pun mengangguk kan kepalanya, dan Jessy yang melihat Gita mengangguk merasa sangat bahagia." Yeee.. Trimakasih ya ka Gita, akhirnya ka Gita mau main sama aku. Yeee...." Jessy begitu bahagia saat Gita mengangguk kan kepalanya.


"Memang nya Jessy ingin main kemana si sayang Hem..." Gita sambil membelai rambut Jessy, semua itu tak lepas dari pandangan Gilang.

__ADS_1


" Begitu dekatnya Jessy dengan Gita, aku harus apa,apa yang harus aku lakukan ya Robb. Ku pasrahkan semuanya kepadamu, jika memang gadis di depan mataku ini jodoh ku dekatkan ia kepada kami. Jika bukan maka ikhlas kan hati Jessy untuk menerimanya."Hati Gilang yang selalu berkecamuk, saat melihat Jessy begitu dekat dengan Gita. Apalagi mimpinya yang membuatnya semakin gelisah. Huffh.... Gilang hanya bisa membuang nafasnya saja .


__ADS_2