Cinta Anggita

Cinta Anggita
Acara lamaran


__ADS_3

Kini semua rombongan Gilang dan Lukman sudah sampai di rumah Reni.


Di kediaman Reni pun, sudah ada para warga yang menyambut kedatangan para tamu. Rombongan pun bersalaman dengan para tetangga. Ada sebagian tetangga Reni yang mengenal Gita, yang ikut rombongan calonnya Reni.


Kini semua parsel pun sudah di berikan ke keluarga Reni, dan Gita pun membantu nya. Saat Gita berada di dalam kamar untuk meletakkan parcel, Gita bertubrukan dengan Riko.


" Astaghfirullah, maaf maaf ya tidak sengaja ". Riko yang menunduk tidak melihat kalau yang di senggol itu Gita.


" Iya Ka Riko tidak apa-apa". Jawab Gita, Riko pun melihatnya ternyata Gita yang ia senggol.


" Gita jadi kamu, maaf ya Git, aku tidak sengaja." Kata Riko merasa bersalah.


" Tidak apa-apa ka, namanya juga lagi repot dan rame wajar". Ucap Gita dengan tersenyum, Dan Riko pun terpesona dengan senyum manisnya Gita." Kalau begitu aku permisi ya ka". Pamit Gita, yang langsung meninggalkan Riko yang masih terdiam.


Lalu Reni yang melihat kakaknya diam melamun langsung menepuk pundak nya." Iya Git". Namun saat Riko menoleh merasa terkejut ternyata Reni yang menepuk pundaknya.


" Kenapa ka, ko nyebut nama Gita.? Susah move on". Ledek Reni membuat Riko menatap tajam ke arah Reni." Gak takut gue Ka, sama tatapan elo. Kalau tatap mata ojan baru gue takut, takut salah sasaran ". Ledek Reni dengan sangat garing, dan Reni pun keluar duduk dengan para tamu.


" Kenapa susah banget si move on dari Gita. Astaghfirullah, maaf ya Allah". Riko berkata pada diri sendiri, dan mengusap wajahnya. Lalu kembali keluar, dan berkumpul dengan para tamu.


Riko berkumpul dengan yang lainnya, Gita pun duduk di samping Gilang dan Jessy.


Kini acara pun di mulai, setelah sambutan dari pihak keluarga Lukman, kini sesepuh yang bernama pak HJ Umar. Bertanya ke keluarga Reni dan pak RT setempat sebagai saksi dari pihak keluarga Reni.


" Lukman apa calon kamu mempunyai kakak laki-laki.?"


"Punya pak haji". Jawab Lukman.


"Yang mana calon kakak ipar kamu Man". Tanya pak Umar.


Riko pun sambil berlutut mendekat ke arah pak Hj Umar." Saya pak haji, kakak nya Reni."


Pak Hj Umar pun melihat dengan membenarkan posisi kaca mata nya.


"Kamu Calon kakak iparnya Lukman, tampan juga kamu." Lukman,dan Riko pun terkekeh." Apa kamu siap di Langkahi oleh Reni adikmu, jika pria di hadapan kamu ini mempersunting adik mu dalam waktu cepat.?"


"Siap pak haji, saya sama sekali tidak keberatan jika adik saya satu-satunya akan di persunting oleh seorang pria". Jawab Riko dengan serius .

__ADS_1


" Apa yang kamu minta dari calon adik ipar kamu ini.?"


" Saya hanya minta, jaga adik saya, jangan sakiti adik saya. Sayangi adik saya, karena dia adik saya yang sangat saya sayangi". Jawab Riko dengan sungguh sungguh.


" Bagaimana Lukman permintaan seorang kakak untuk adik iparnya.?" Tanya pak Hj Umar, dengan melihat ke arah Lukman.


" Saya bukan hanya berjanji, tapi saya akan berusaha dan membuktikan untuk menjaga, melindungi dan menyayangi adik kamu. Seperti kamu menyayangi adik kamu Reni". Jawab Lukman dengan sungguh sungguh, sebagai seorang pria. Riko pun mengangguk kan kepalanya.


" Nah kalau begitu Riko, ada yang akan Lukman berikan untuk kamu sebagai kakaknya Reni. Lukman akan memberikan pelangkah untuk kamu, karena Lukman akan menikahi adik kamu. Karena kamu akan di langkah oleh Reni adik kamu.?" Ucap pak Hj Umar, dan di angguki oleh keluarga Lukman dan Reni.


" Tapi pak saya tidak meminta pelangkah untuk adik Saya ini, Saya ikhlas pak." Ucap Riko.


" Iya paham kamu ikhlas, tapi ini adat di tempat kita. Kalau ada kakak laki-laki yang belum nikah, dan akan di langkah,kita bayar pelangkah nak. Pasti keluarga kamu paham nak, akan hal itu." Ucap pak Hj menjelaskan ke Riko. Lalu Riko melihat ke arah keluarga nya yang menganggukkan kepalanya,ke arah Riko.


" Bagaimana nak Riko.?"


Riko pun mengangguk." Baik pak haji, saya terima pelangkah nya". Ucap Riko, Lukman pun tersenyum ke arah Riko. Begitu pun Riko dia membalas senyum nya ke Lukman.


Lalu pak Hj Umar pun memberikan amplop berwarna coklat ke arah Riko.


"Saya Terima ya pak haji, trimakasih". Riko pun mencium tangan pak Hj Umar.


Lalu bersalaman dengan Lukman.


" Trimakasih mas Lukman, saya terima uang pelangkah nya dari mas Lukman".


" Sama sama Riko, maaf saya mengasih pelangkah tidak banyak hanya sekedarnya saja. Semoga kamu bisa memanfaatkan dengan baik.?" Ucap Lukman dan Riko mengangguk, Riko dan Lukman pun bersalaman.


" Alhamdulillah". Ucap semua orang yang berada di ruangannya itu, termasuk Reni dia terharu melihat kakaknya yang ternya sangat menyayangi dirinya.


Kini lanjut pak Hj memberi tahu, Lukman akan memberikan pelangkah kampung. Dan pak Hj pun memberikan ke RT setempat. Dan mereka pun bersalaman.


Acara selanjutnya adalah pemasangan cincin di jari manis kiri Reni. Wajah Reni dan Lukman pun terlihat bahagia, dan Lukman pun memberikan buket bunganya ke Reni. Setelah acara pemasangan cincin selesai mereka pun mengabadikan momen Mereka dengan berfoto.


Namun matanya Riko sesekali melihat ke arah Gita yang begitu dekat dengan tunangannya dan anak kecil.


Setelah foto foto mereka pun menikmati hidangan yang sudah di sediakan oleh keluarga Reni.

__ADS_1


Pak Jaka dan Bu Siti yang turut hadir di acara lamaran Reni, ikut menemani keluarga Gilang berbincang. Pak Hendra walaupun beliau orang terpandang, tapi beliau selalu berbaur dengan banyak orang. Tidak pernah memilih milih dalam berbicara. Begitupun Lukman yang sedang berbincang dengan keluarga Reni. Gita yang sedang bersama Jessy , di temani oleh Reni. Sedangkan Gilang juga ikut berbincang dengan pak Jaka dan pak Hendra.


Kini acara lamaran Lukman dar Reni pun sudah selesai, dan keluarga Lukman pun pamitan untuk pulang.


" Mas aku balik sama ayah dan ibu ku ya? Kan dekat rumah ku, kalau aku ikut kamu nanti kejauhan kamu nganterin aku lagi, kasian kamu cape mas". Ucap Gita, dan Gilang pun mengangguk.


Akhirnya Gilang masuk ke dalam mobil, dan Gita tidak ikut dengan Gilang dan keluarga.


Setelah mobil Gilang sudah tak terlihat, Gita menghampiri ayah dan ibunya.


Namun sebelum itu Gita bertemu dengan Riko. " Git, aku ingin bicara sama kamu boleh.?"


Gita pun mengangguk." Boleh di mana mas, jangan jauh jauh ya.?"


" Gak ko, di situ aja ya". Kata Riko yang menunjuk dua buah kursi, karena kursi di rumah Riko di pindahkan ke luar.


Riko dan Gita pun duduk di kursi yang berada di halaman Reni. Gita pun juga duduk di kursi di samping Riko.


Riko bingung harus bicara apa, tiba tiba saja apa yang dia ingin tanya ke Gita Gilang begitu saja.


" Ka Riko mau bicara apa.?" Tanya Gita.


" Eem... Git apa pria itu adalah calon suami kamu.?" Gita pun mengangguk.


" Aku pikir kamu masih merasa sakit hati, apa yang di lakukan anak tengik itu ke kamu". Kata Riko, membuat Gita kembali mengingat akan Andi.


" Ka jangan ingat itu lagi ya. Jujur aku sedikit sedikit bisa melupakan tentang Andi." Jawab Gita, dengan raut wajah berubah menjadi murung.


" Git, sebenarnya aku masih berharap sama kamu. Entah kenapa aku berat melupakan kamu, tapi sepertinya aku kalah cepat dengan dia." Ucap Riko membuat Gita sedikit terkejut.


" Ka tapi..." Gita belum selesai bicara Riko sudah menyelak omongannya Gita.


" Iya Git, aku paham. Aku telat, kini kamu sudah terikat dengan pria itu. Yang lebih mapan ya Git, dari pada aku yang hanya karyawan biasa. Andai saja waktu bisa berputar kembali Git, kakak akan mempersunting kamu dengan cepat. Mungkin kini kamu sudah menjadi istri aku Git".Gita menunjukkan wajah sedih mendengar Riko bicara seperti itu. Saat Riko mengucapkan Gita memilih Gilang karena Gilang yang mapan.


Padahal Gita tidak pernah memilih cowok dari materi, jika seandainya saja Riko yang lebih dulu melamar Gita, Mungkin Gita akan menerima Riko. Ucapan Riko membuat Gita kembali mengingat akan ucapan Citra kalau Gita cewek matre. Memanfaatkan Jessy untuk memikat Gilang.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2