Cinta Anggita

Cinta Anggita
Menggenggam tangan Gita


__ADS_3

Sama dengan pria yang di sana, dia sedang berdiri di atas balkon kamarnya. Menatap lurus kedepan, dengan bibirnya melengkung berbentuk senyuman.Cahaya bulan menyaksikan senyuman dari pria yang sedang menikmati indahnya malam.


"Saya merasakan ini kembali setelah sekian lama. Saya pernah merasakan ini dulu, saat saya bertemu dengan kamu Monica. Tapi ini yang ke dua kalinya saya merasakan rasa ini, hanya dengan Gita. Rasa bahagia yang saya rasakan, saya kembali seperti pertama kali jatuh cinta.


Ya Tuhan kalau memang dia jodohku, dekatkanlah dia kepadaku. jika memang bukan, ikhlas kan lah hati ini, dan hati Jessy anak ku. Sebenarnya ku mencoba rasa ini, berawal hanya untuk Jessy". Tiba tiba Terdengar suara seseorang memanggil nama nya.


Dan saat Gilang menoleh ternyata bunda Yuni yang memanggil dirinya." Ada apa bun.?"


" Gak ada apa-apan, bunda hanya ingin kesini. Anak kamu juga sudah tertidur. Mungkin dia lelah karena seharian bermain. Oh iya Lang memang tadi kalian bertemu Gita, soal nya Jessy tadi cerita. Kata nya tadi bermain bersama ka Gita, dan Ka Reni..? Ucap sang bunda menemani Gilang di atas balkon." Nak ko Gita nya ga di ajak mampir kesini.?"


"Gita nya lelah Bun, tadi bermain seharian sama Jessy. Kasian jika harus di ajak main kesini, mungkin nanti Gita main akan kesini. Lagian lusa mama bisa ketemu, di tempat liburan." Ucap Gilang di sela ucapan tersematkan sedikit senyuman di bibirnya.


Bu yuni pun hanya menatap mata sang anak dalam dalam. Merasa prihatin dengan kondisi anaknya yang selalu menyendiri di kala malam hari. Dan sering berdiri di luar teras kamarnya dia atas balkon. Berteman malam dan semilir nya angin, di temani cahaya bulan dan bintang yang menyaksikan kesendirian nya.


"Nak mau sampai kapan, kamu seperti ini. Selalu sendiri, bunda merasa tak tega dengan kamu. Setiap kali ada yang dekat dengan kamu, tapi anak kamu tidak mau. Dan bunda juga tidak mau juga sayang , sampai kamu salah memilih ibu sambung untuk anak kamu Lang. Bunda juga tida tega sayang sama kamu nak, setiap malam hanya berdiri di luar sini seorang diri". Ucap sang bunda dengan mengusap punggung tangan Gilang.


"Bunda, jangan khawatir. Do'akan saja untuk ku, semoga aku bisa mendapatkan gadis sekaligus ibu sambung untuk Jessy. Dan semoga Jessy bisa menerima nya." Gilang tersenyum sambil mencium tangan sang bunda.


"Pasti sayang, bunda pasti akan selalu mendoakan kebahagiaan kamu dan Jessy. Memang nya sudah ada calon nya sayang.?"


Gilang mengangguk kan kepalanya dan tersenyum." Doa kan saja ya Bun, semoga ini pilihan yang tepat untuk ku dan Jess".


Wajah Bu Yuni pun berbinar." Serius nak, kamu sudah ada pilihan. Pasti bunda akan selalu mendoakan kamu dengan pilihan kamu, semoga memang itu yang terbaik untuk mu dan Jessy. Bunda hanya bisa mendoakan kamu saja nak".


"Ya Bun, sekarang bunda tidur istirahat ya. Aku juga sudah mulai ngantuk." Ucap Gilang dan bunda pun mengangguk.

__ADS_1


Dan Bu Yuni pun meninggalkan Gilang dan masuk kedalam kamarnya. Begitu pun juga Gilang yang pergi meninggalkan balkon kamarnya.


Dua hari kemudian si depan pabrik sudah ada satu bus besar, dari pabrik milik Gilang. Karena tempat yang akan mereka tuju adalah kawasan puncak di Bandung. Dan dari cabang lain pun nantinya akan berkumpul di sana.


Teman teman pabrik pun sudah standby, dan termasuk Reni dan Gita dengan gitar yang berada di pundaknya. Dan mobil Gilang dan Lukman pun memasuki depan pabrik. Terlihat yang keluar dari dalam mobil pak bos dan Bu bos besar, siapa lagi kalau bukan pak Hendra. Dengan istri dan adiknya, yaitu ibu dari Lukman.


Seluruh karyawan pun bersalaman dengan pak Hendra, karena pak Hendra sosok bos yang tegas dan baik hati. Jadi karyawan pun hormat dengan beliau.


"Hahaha saya sampai terharu, melihat kalian menyambut saya seperti ini. Padahal bos kalian yang sekarang itu Gilang kenapa kalian menyambut saya seperti ini." Kata pak Hendra yang mengangkat kacamata nya, dan mengusap air matanya sambil terkekeh.


" Bagaimana pun bapak juga atasan kami pak, tanpa bapak mana mungkin kami bisa bekerja di sini. Dan semoga bapak dan keluarga selalu di berikan kesehatan. Ucap Fahri yang mewakili teman teman semua..


"Amiinn.... Terimakasih juga saya jadi tersanjung. Dan tanpa kalian semua usaha saya ini bukan apa-apa. Saya minta kalian tetap semangat ya, dan bekerja sama untuk menyelesaikan tugas kalian. Dan kami pun tidak akan sayang untuk memberikan bonus untuk kalian, yang selalu bekerja keras,dan selalu bekerja sama. Dan sekarang kalian nikmatilah liburan kalian semua ini, dan semoga kalian akan Semangat untuk bekerja kembali". Ucap pak Hendra dengan ramah pada karyawan nya.


"Iya pak trimakasih pak kami jadi semangat loh".kata Joko dengan asal nyeletuk,membuat pak Hendra terkekeh mendengar ucapannya Joko.


Pak Hendra, bunda Yuni dan mamah Henny pun sudah masuk kedalam mobilnya. Tinggal Lukman, Jessy dan Lukman yang masih di luar bersama Reni dan Gita.


" Yank kamu di mobil sama aku ya.?" Bujuk Lukman ke Reni, sambil memegang tangan Reni.


"Aku terserah Gita mas, kamu kan ada pak Gilang dan Jessy.?" Jawab Reni merasa tak tega sama kekasih nya itu.


Padahal tadi mamah nya Lukman juga menyuruh di mobil bareng Lukman saja. Tapi Reni gak mau kalau Gita juga tidak ikut.


Sedangkan di sebrang sana Jessy sedang merengek menyuruh papahnya buat ngajak Gita. Saat melihat Gita ingin berjalan masuk kedalam bus . Dan Lukman pun juga pasrah, berharap rengekan nya Jessy tepat sasaran. Dan berhasil mengajak Gita untuk di mobil bersama nya, agar Reni juga bisa ikut di mobil.

__ADS_1


"Pah, ajak Ka Gita di mobil kita, kalau nggak aku ikut Sama ka Gita saja di bus itu aja ah.. Pasti di sana lebih seru dan Rame ada Ka Gita,ka Reni, di tambah lagi ada om Joko,dan om Fahri. Iiih pasti seru dah pah". Kata Jessy yang hendak mengambil tas nya di dalam mobil.


Dan Gilang menghalangi." Diam kamu di sini, biar papah suruh ka Gita di mobil. Papah gak mau kamu di bus, kamu tetap di mobil sama papah dan om Lukman. Biar ka Reni dan KA Gita ikut kita". Mendengar itu Lukman kegirangan bukan main.


" Yes, bukan Gilang namanya kalau tega melihat Jessy merengek." Ucap Lukman sambil mengepalkan tangannya naik turun karena berhasil mengajak Reni di mobilnya. Dan Reni hanya tersenyum melihat kekasihnya bertingkah seperti itu.


Gilang pun menghampiri Gita di dalam bus, dan melihat Gita yang duduk di dekat Fahri. Gita yang sedang tertawa bersama Fahri, merasa kaget kalau bos nya naik ke mobil bus. Gilang pun menghampiri Gita, dan langsung memegang tangan Gita.


"Git, kamu dan Reni ikut ke mobil saya. Jessy tidak mau ikut, kalau kamu di bus ini. Ayo turun, mana tas kamu, biar saya bawakan." Semuanya pun merasa terkejut dengan bos nya yang memaksa Gita untuk ikut di mobilnya.


"Tapi pak, saya tidak enak sama teman teman yang lain.?" Gita mencoba menolak secara sopan.


Namun Gilang justru menatap dengan tatapan membunuh." Inget tidak ada penolakan, teman kamu juga pasti membolehkan kamu di mobil saya. Ayo cepat, jangan lama." Ucap Gilang dengan wajah garangnya. Dan Gita melihat ke arah teman teman nya, dan mereka menganggukkan kepalanya.


"Yasudah Git, gak apa-apa kamu di mobil sana. Di sini ada Joko,dan Fahri. Ada Gina, Rizal dan Dina juga. Kamu dan Reni temani Jessy saja kasian." Kata mpo Ati yang ikut menimpali.


Dan Gilang pun mengangguk,lalu tersenyum ke arah mpo Ati.


Dan akhirnya Gita pun mengambil tasnya dan ikut bersama Jessy." Yasudah pak saya ikut di mobil pak Gilang." Ucap Gita dengan terpaksa, dan Gilang pun tersenyum.


Lalu Gilang pun entah dia sadar atau tidak dia menggandeng tangan Gita di depan para karyawan nya hingga pusat perhatian seluruh karyawan di dalam bus nya. Ada yang menganga, ada yang menutup mulutnya sendiri, ada yang menunjukkan wajah terkejutnya. Karena melihat adegan yang tak pernah di lihat secara live di depan mata. Bis nya yang seperti beruang kutub menggenggam tangan Gita yang hanya karyawan nya saja.


bersambung...


Maaf ya semua hanya bisa update 1 cerita saja. karena kondisi badan masih kurang Fit banget.

__ADS_1


...Semoga kalian tetap sehat ya, karena cuaca tak menentu. Agar author semangat lagi jangan lupa komentar dan like jempolnya ya, trimakasih 🙏🙏😄...


__ADS_2