
Gita mencium tangan Bu Siti, lalu memeluknya. Ada perasaan rindu yang Gita rasakan saat memeluk ibunya. Sedangkan Gilang dan Jessy mencium tangan pak Jaka, pak Jaka memeluk menantu dan cucunya itu.
Lalu bergantian Gita mencium tangan pak Jaka, Gilang dan Jessy mencium tangan Bu Siti.
Gita memeluk tubuh gemuk ayahnya, begitu pun pak Jaka yang memeluk dan membelai rambut putri nya yang amat dia rindukan.
"Ayah dan ibu bagaimana kabar kalian, ibu dan ayah sehat kan tidak sakit.?" Tanya Gita saat melepaskan pelukannya dari ayahnya.
" Ibu dan ayah Alhamdulillah sehat nak, hanya saja ayah mu kesepian tidak ada kamu yang buat di jahilin ". Kata Bu Siti yang meledek suaminya yang berada di samping Gita.
" Gak,ayah gak kesepian tuh biasa saja. Ibu mu saja Git, yang berlebihan ngadu ke kamu nya". Jawab pak Jaka yang mengelak atas aduan istrinya itu.
Semuanya y jadi tersenyum melihat pak Jaka yang salah tingkah dengan ucapannya itu. Ucapan dengan isi hatinya tak sejalan. Padahal tadi pak Jaka lah yang teriak teriak kegirangan saat melihat Gita datang , namun pak Jaka mengelak.
"Ow iya duduk dulu yu, sini cucu kakek yang cantik. Duduk sama kekek nenek sini". Kata pak Jaka yang mengajak
Jessy duduk di tengah-tengah mereka.
Gita dan Gilang pun juga duduk, begitupun juga Jessy yang duduk di tengah-tengah pak Jaka dan Bu Siti.
" Nih kue untuk ayah ibu, sekalian untuk si centil Chika ya Bu." Gita pun memberikan bungkusan kue ke ibunya, dan Bu Siti pun menerima pemberian Gita.
" Kamu Kenapa repot repot si Git pakai bawa kue segala".
"Tidak apa-apa Bu, lagian Gita tau ayah pasti suka iseng kan nyari makanan untuk teman kopinya." Bu Siti pun tersenyum." Ow iya Bu, Gita, mas Gilang dan Jessy ingin menginap di sini boleh kan Bu yah.?"
" Serius kalian mau menginap, Lang kamu mau nginap di sini.?" Gilang pun mengangguk, pak Jaka tersenyum." Tentu boleh, kalau kalian mau menginap. Ayah jadi ada temannya, Apa lagi kedatangan cucu kakek yang pintar dan cantik ini. Kakek sangat bahagia, rumah makin rame, apa lagi ada Chika makin rame pasti." Kata pak Jaka dengan bahagia.
" Tapi kek, Jessy ingin main sama kakek. Kakek pernah bilang ingin ajak Jessy ke tempat yang ada komedi putar. Jadi ya ke nanti kita kesana, boleh ko sama mamah dan papah". Pak Jaka melihat ke arah Gilang dan Gita, dan dapat anggukan kepala dari mereka berdua.
" Jadi dong sayang, nanti malam kita kesana sama nenek juga ya. Ow iya sekalian kita ajak Chika ya, kita main Komidi putar, kita naik kuda kudaan,dan kapal kapalan. Apa Jessy ingin naik kincir angin,yang tinggi, Jessy beranikan naik nya.?"
" Berani dong ke, iya kan Pah Jessy berani naik kincir angin yang tinggi.?" Tanya Jessy dan di angguki Gilang.
Pak Jaka pun tertawa melihat sikap percaya diri dari Jessy. Gita yang melihatnya pun sangat bahagia, karena dapat melihat ayah dan ibunya tertawa bahagia. Begitu pun Gilang,yang merasa bahagia, melihat anaknya tertawa bahagia. Karena mendapatkan keluarga lengkap, tidak ada lagi kesepian untuk putri kecilnya itu.
"Yasudah kalau begitu kalian lanjut ngobrol ya, ibu buatkan minuman untuk Gilang dulu." Bu Siti pun masuk kedalam dengan membawa kue nya, sekalian ibu membuatkan minuman untuk Gilang.
__ADS_1
Dan terdengar suara dari arah belakang.
" Anteh Gita Dateng, anteh Gita Dateng." Suara anak kecil yang cempreng.
Gita pun menoleh benar saja anak kecil berlari sangat lucu menghampiri Gita, Gita pun langsung menghampiri Chika.
Chika pun langsung minta gendong pada Gita, Gita pun mengangkat tubuh Chika yang mungil dan sangat menggemaskan.
Melihat Chika dengan rambut di kuncir dua, dengan di beri poni rambut,dan di beri jepitan kupu kupu kecil.
Gita pun langsung mencium pipi Chika dengan gemas, sampai Chika tertawa karena merasa geli. Gilang pun tersenyum melihat istrinya bahagia, dan senyuman nya yang menghiasi bibirnya.
" Baru datang Gita.?" Tanya Dimas suami dari Fitri.
" Iya Ka, Fitri mana Ka.?"
"Lagi mandi ,baru sempat mandi. Dari tadi Chika ga mau di tinggal ibunya." Gita pun mengangguk.
"Mas, aku masuk kedalam ya sama Jessy dan Chika." Gilang pun mengangguk kan kepalanya." Jessy sayang ikut masuk yuk, kita ke kamar sama Chika". Ajak Gita dan Jessy pun mengangguk. Lalu Gita menggandeng tangan Jessy untuk masuk ke dalam.
Sedangkan Gilang masih duduk bersama ayah mertua dan Dimas yang kini sudah menjadi sodara iparnya. Mereka bertiga pun saling mengobrol entah lah apa yang mereka bicarakan.
Karena suaminya sudah di buatkan minuman terlebih dahulu sebelum Gilang datang.
" Tidak apa-apa Bu, nanti Dimas gampang bisa bikin sendiri." Ucap Dimas dengan sopan. Dimas pun juga sama menganggap Bu Siti dan pak Jaka seperti orang tua kandung.
Dan akhirnya Bu Siti pun pamit untuk masuk menemani Gita di dalam kamarnya, yang sedang bermain dengan anak kecil di dalam.
Karena sejak kecil Dimas sudah di tinggal wafat oleh ayahnya, dan baru beberapa bulan yang lalu ibunya pun menyusul. Sedangkan dirinya hanya anak tunggal, jadi Dimas menganggap pak Jaka dan Bu Siti seperti orang tuanya.
Datang lah Fitri dengan wajah segar, karena dirinya selesai mandi. Fitri datang seperti mendengar suara Gita, adik sepupu nya yang ingin dia jahili.
" Eeehh.... Ada pengantin baru datang.?" Sapa Fitri yang sok akrab ke Gilang, tapi Gilang tidak masalah dengan itu.
"Iya Fit, ini baru datang". Jawab Gilang dengan sopan, Dan Fitri pun tersenyum.
" Mas, Chika kemana.? "
__ADS_1
"Chika di dalam Fit, sama Gita dan Jessy". Kata pak Jaka yang membantu menjawab pertanyaan Fitri, dan Dimas pun mengangguk.
Sedangkan Fitri hanya beroo saja, lalu pergi menyusul ke kamar Gita.
Sedangkan di dalam kamar Gita, terdengar suara tawa. Mereka sedang menertawakan Chika yang bernyanyi sambil berlenggak lenggok di depan Gita dan Bu Siti. Sampai suara tawa mereka pun terdengar sampai luar.
Cklak.... Pintu kamar terbuka, dan terlihat wajah Fitri yang sedang menyengir seperti kuda.
" Mamah, mamah". Panggilan dari mulut Chika,serta tepuk tangan karena merasa senang mamahnya datang.
Fitri pun ikut bergabung dengan mereka sambil tertawa-tawa, mendengar Jessy yang bernyanyi dan menari. Serta di ikuti oleh Chika di sampingnya dengan berlenggak lenggok, dan bahkan sampai terjatuh di atas kasur Gita. Membuat semuanya pun menjadi tertawa melihat Chika yang sangat menggemaskan itu.
Jessy pun juga ikut tertawa,kini Jessy sudah mudah berbaur dengan orang-orang. Tidak seperti dulu yang selalu menyendiri, itu karena Gita mengajaknya untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan.
Kini sudah sore hari, Gilang dan Jessy sedang beristirahat di kamar Gita. Sedangkan Gita kini sedang mengobrol bersama Fitri. Tapi semakin lama Fitri mulai rese dan jiwa jahilnya mulai kumat.
" Git, bagaimana jadi nyonya Gilang Wijaya.? Tanya Fitri sambil menaik turun kan alisnya.
" Gimana apa ya si Mak lenjeh, heran gue dan punya teman rese, sampe punya kakak sepupu juga rese." Dumel Gita dengan menepuk jidatnya. Sedangkan Fitri hanya terkekeh mendengar panggilan baru dari Gita.
" Harus nya Lo tuh seneng, di kerumunin sama orang rese kaya gue dan Reni. Yang selalu menghibur Lo di saat hati Lo rapuh. Hehehehe". Ledek Fitri dengan terkekeh. Dan gita pun tersenyum dengan terpaksa ke arah Fitri.
" Bagaimana Git, enak ga jadi pengantin baru. Apa lagi nih musim hujan, beuuh pasti di luar dingin di kamar elo doang ya panas. Hihihi". Ledek Fitri ke Gita, membuat Gita malu mendengar nya. " Itu pake baju lehernya panjang gitu, Pasti nutupin tanda merah Ya di leher Lo. Kalau gue liat liat, papahnya Jessy itu gahar loh Git, pasti banyak gambar ikan ****** di leher Lo Git. Coba Git buka dikit bentuk ikan nya kaya gimana". Ucap Fitri dengan memaksa ingin liat tanda merah di leher Gita.
Wajah Gita sudah merah menahan malu, dan kesal juga dengan sepupunya itu.
"Apa si Fitri, ke to the po kepo. Bisa gak si Lo ga kepo, sama urusan dalam negri. Dasar emak ema lenjeh, kepo." Gita pun bangun dari duduknya, lalu pergi meninggalkan Fitri seorang diri.
Sedangkan Fitri hanya tertawa, melihat
Gita yang salah tingkah dan malu malu.
Fitri tidak tersinggung dengan ucapan Gita seperti itu, karena dia tau Gita hanya malu di ledekin seperti itu. Mangkanya Gita pura pura kesal agar bisa menghindar darinya.
Bersambung....
**Hai hai hai.... Trimakasih buat kalian yang sudah membaca cerita ku yang receh ini. jujur aja author senang banget, ada yang memberikan like, hadiah dan vote. semua itu buat author jadi lebih semangat lagi buat bikin cerita nya.
__ADS_1
...Dan tak pernah bosen juga , author ingetin jangan lupa tinggalkan jejak 👍 kalian, komentar nya yang positif ya. kalau memang berkenan boleh juga kasih hadiah dan Vote nya. Author ucapkan banyak banyak terimakasih buat kalian, semoga kebaikan kalian di balas oleh Allah SWT.. Amiin. terimakasih 🙏🙏🙏🙏👍🤗🤗**...