Cinta Anggita

Cinta Anggita
orang tua tunggal


__ADS_3

Selama di atas motor Gita dan Andi pun mengobrol,dengan tangannya yang masih memeluk pinggang Andi.


"Git,aku senang banget ternyata kita itu jadian,masih berasa kaya mimpi tau ga si Git".Tanya Andi


"Iya Andi nggak nyangka, ternyata kamu nyimpan perasaan kamu selama ini ya Andi".kata Gita


"Iya Git aku menyimpan perasaan aku sudah terlalu dalam Sampai aku sudah tak kuat lagi untuk bernafas saking dalamnya ku simpan".kata Andi sambil tersenyum.


kata kata mu Ndi membuat author rasanya melayang. wkwkwkw....


Mereka pun saling mengobrol sampai tak terasa motor Andi Sampai di rumah gita,mereka pun turun dari motor,lalu Andi dan Gita duduk di teras rumah Gita.


Lalu pintu rumah Gita pun terbuka datang lah ibunya Gita dari dalam rumah.


"Eehh....ada Andi,lagi main Andi di tempat kakak mu?". Kata ibu Gita


Andi pun bangun dari duduknya,dan mencium tangan ibunya Gita.


"Iya Bu Andi lagi libur jadi main kesini, belum tidur bu,oh iya bapak kemana Bu ko nggak kelihatan".Kata Andi


"Bapak sudah tidur andi,ibu juga tadi sedang tidur Cuma mendengar suara kamu dan Gita datang ibu jadi bangun lagi,Git kamu bikin minuman buat Andi dulu donk".kata ibu Siti menyuruh Gita untuk membuatkan minuman untuk Andi.


"Iya Bu,Andi kamu tunggu dulu ya,aku buatkan minuman untuk kamu dulu".kata Gita yang dia angguki oleh andi


Bu Siti dapat melihat di wajah Gita dan Andi seperti ada sesuatu. Stelah minuman yang di buat gita dan Gita pun duduk di samping Andi,dan Bu sita dapat melihat kalau mereka berdua itu nampak malu,tidak seperti biasanya. Bu Siti pun yang faham langsung menghindar.


"Andi,Gita ibu masuk dulu ya mau istirahat,kalian ngobrol lah, ingat ya Gita pintu jangan lupa di kunci".Kata ibu Siti memberi tahu Gita.


"Iya Bu nanti Gita kunci pintunya,ibu kalau mau istirahat, istirahat aja sudah malam juga ibu udah cape seharian kerja".Jawab Gita


Lalu ibu Gita pun masuk kedalam rumah, tinggal lah Gita dan Andi di teras rumah.

__ADS_1


Andi menggenggam tangan Gita dan di balas dengan Gita,Andi merasa senang apa yang dia kejar sekarang dapat, Andi pun tersenyum.


"Andi,aku boleh tanya sama kamu ". Tanya Gita ke Andi


"Boleh sayang kamu mau tanya apa si Hem..."Kata andi yang masih menggenggam tangan nya Gita.


"Kamu suka sama aku sejak kapan, kamu enggak malu kalau jalan sama aku. Nggak malu dikata jalan monster, aku kan gendut nggak cantik pula. Di bandingkan dengan mantan kamu..."kata Gita yang belum selesai bicara. karena tangan Andi yang menutup mulutnya


"Stop Git,aku nggak mau dengar kamu nyebut masa lalu, aku nggak mau Gita. Jika kamu ingin tau kapan aku suka sama kamu,aku nggak tau Git, pokoknya sudah lama aku jatuh cinta sama kamu, tapi kamu yang enggak peka sama perasaan aku Git. Terus jika kamu mau tanya memang aku enggak malu jalan sama kamu. kenapa aku harus malu kamu, kamu itu enggak kaya monster kamu tuh enggak gendut Git. Justru itu kelebihan kamu di balik itu kamu itu lucu, manis,baik. kadang yang aku suka dari kamu, manja kamu itu git. Kamu manja di depan orang tua kamu,Reni bahkan kadang depan aku ,bikin gemes." Andi menyentuh tangan Gita."Udah ya jangan nanya nanya yang enggak penting kaya gitu. Ow iya Git besok kamu libur kan kita jalan yuk berdua aja tanpa ada Reni, bagaimana kamu mau kan." kata Andi menjawab panjang lebar .


Nia pun mengangguk.


"Iya Maaf ya aku janji nggak akan nanya yang macam macam sama kamu,ya sudah kalau kamu mau ajak aku jalan tapi kamu bilang ya sama ibu besok kalau kita mau jalan".Gita pun menjawab dengan tersenyum.


Ternyata saat mereka bicara ada ibu Siti yang memperlihatkan Andi dan Gita sedang mengobrol. Ibu Siti senang jika Andi memang menyukai Gita, Lalu ibu Gita pun langsung masuk ke kamarnya.


"Git memang kamu pernah suka ya sama Abang nya Reni". Tanya Andi yang membuat Gita kaget dan bingung untuk menjawab.


"Ga perpanjang si cuma aku ingin tahu aja Git, boleh kan aku tau aku penasaran soalnya aku nggak pernah tau."kata Andi yang masih penasaran akan cerita Kakak nya Reni .


"Janji ya jangan marah, iya aku suka sama kakaknya Reni namanya Riko,dia itu cowok yang baik. kita sempat jadian nggak lama hanya dua bulan saja, Itu juga tanpa sepengetahuan Reni. Dia tau nya aku ngefans sama kakaknya, sebenarnya aku jadian sama kakaknya,dan kita putus karena kakaknya kerja jauh. Udah begitu ceritanya nya, kamu nggak marah kan Andi".Gita menceritakan masa lalunya ke Andi.


"Ow ko Reni bisa nggak tau ya kalau kamu pacaran sama kakaknya,"tanya Andi.


"Kita kan jadian diam diam,kita tuh kalau jalan tanpa sepengetahuan Reni."kata Reni yang tersenyum mengingat masa lalu dengan raka,lupa jika dia cerita ke Andi yang sekarang sudah jadi pacar nya.


"Senang donk pacaran sama Riko itu, ngapain aja pacaran sama dia."Andi sudah mulai kesal oleh Gita yang malah mengingat hubungan nya dengan Riko.


Gita yang tersadar sama pertanyaan Andi pun menatap Andi dengan marah.


"Maksud kamu apaan Andi aku ngapain sama Riko ,kamu mikir yang enggak enggak ya". Jawab Gita yang mulai kesal.

__ADS_1


"Abis kamu senyum senyum sendiri gitu lupa kalau ada aku dan udah jadi pacar kamu".kata Andi yang ikut kesal.


Lalu Gita menarik tangannya dari Andi,


"Tadi aku bilang sama kamu jangan marah, dan kamu yang mulai aku jelaskan kamu marah,kamu aja nggak suka aku cerita tentang masa lalu kamu. Tapi kamu malah minta cerita tentang dia."kata Gita yang mulai kesal sama Andi.


"Aku minta maaf Git,aku janji nggak akan minta Cerita tentang masa lalu kamu,jangan marah lagi donk."kata Andi.


"Janji ya Andi ".kata Gita,yang di angguki oleh Andi.


Mereka pun berbaikan.


Lain dengan cerita Andi dan gita


lain juga di tempat seorang pria yang sedang duduk menyendiri di atas balkon.


****


Di sebuah rumah yang besar ada seorang pria yang sedang menyendiri dia atas balkon. Pria itu adalah pak Gilang Wijaya. Dia sedang memikirkan tentang permintaan kedua orangtuanya untuk menikah kembali. Sedangkan anaknya tak ingin jika ayah nya menikahi lagi, apa lagi dengan pilihannya. Tiba tiba saja kepalanya terasa pening,dan saat Gilang sedang memikirkan permintaan orang tua nya, terdengar suara ketukan pintu.


Tok...tok..tok...


"Papah aku boleh masuk nggak."Tanya seorang gadis kecil berusia lima tahun.


"Boleh sayang sini masuk,aduh anak papah yang cantik belum ngantuk sayang, sudah malam loh".Kata Gilang yang menggendong putri kecilnya.


"Belum pah,iya pah aku boleh tidur sama papah kan". Kata gadis kecil itu.


"Boleh donk sayang masa nggak boleh si anak papah mau tidur di kamar papah." Jawab Gilang dan membawa Putri kecilnya ke kasur.


Begitulah Gilang jika sudah di rumah nya ia menjadi orang tua tunggal untuk anaknya. ia akan berperan sebagai seorang ibu yang sabar dan perhatian kepada anaknya ,dan sebagai sosok ayah yang tegas dan tetap penyayang apa lagi dengan anak semata wayangnya yang cantik dan lucu..

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2