Cinta Anggita

Cinta Anggita
Galau nya Gita


__ADS_3

Ya pria dewasa itu adalah Gilang. Entah kenapa saat mendengar bahwa hubungannya Gita dan Andi kandas, ada suatu kelegaan di hatinya. Mungkin terdengar nya jahat, tapi Gilang tidak merusak atau mendoakan agar hubungan mereka putus. Gilang hanya mengikuti alur kehidupan yang ia jalani, Gilang hanya berserah diri hanya pada Tuhan masalah jodoh nya.


Mungkin kalau dirinya sendiri dia sendiri yang menentukan jalan hidupnya, dengan gadis mana yang akan dia pilih. Tapi ini tidak, dia tidak mau egois kalau masalah mencari pendamping hidup. Karena Gilang memiliki putri kecil, yang harus ia perhatikan. Dan berusaha agar gadis kecilnya itu tak merasakan kehilangan akan kasih sayangnya.


Saat Gilang masuk kedalam kamarnya,pintu kamarnya pun terbuka. Dan nampak gadis kecil berusia 6 tahun menghampiri dirinya, dengan senyum kearah Gilang.


Gadis kecil itu pun langsung memeluk tubuh Gilang."Pah Jessy kangen sama ka Gita, besok aku ikut ya ke tempat papah boleh ya pah .?"


" Kamu ke kamar papah hanya ingin bilang ini ke papah, Hem...?" Gilang mencubit pipi putri nya dengan gemas.


"No papah, Jessy ke kamar papah, Jessy juga ingin tidur Sama Papah. Jessy Nanya Ka Gita, karena Jessy kangen sama ka Gita.?"


Gilang nampak berpikir bagaimana caranya bicara agar Putri nya mengerti." Begini sayang, Ka Gita nya sedang sakit sayang. Nanti saja kalau ka Gita sudah sehat, kamu boleh main deh kesana.?"


" Ka Gita sakit apa pah.?"


"Sakit apa yah, papah kurang tau sayang. Ya sudah jadi tidur sama papah nya tidak." Jessy pun mengangguk." Yuk bobo, papah sudah ngantuk, tuh mata kamu Sudah lima wat". Jessy pun naik ke kasur dan tidur bersama papahnya. Dan akhirnya Gilang pun tertidur bersama putri kesayangannya.


Keesokan harinya,Gita tidak berangkat kerja. Mungkin karena keadaan tubuhnya yang kurang sehat, akibat patah hati yang Gita rasakan.


Seperti biasa Reni menjemput Gita, namun kata Bu Siti, Gita tidak masuk kerja. Mau tak mau Reni pun mengendarai motornya, dengan perasaan sedikit sedih. Karena patah hati Gita sampai sakit. Andi yang dulu selalu melindungi Gita, kini justru dia yang membuat hati Gita terluka.


Setelah sampai tempat kerja pun seluruh teman-teman Gita, hampir semua menanyakan Gita kenapa tidak masuk. Dan Reni pun menjawab Gita sakit, stiap ada yang bertanya tentang Gita.


Reni mengirim pesan ke Gita pun tak di balas oleh Gita. Dan Reni berniat ingin kerumahnya Gita malam nanti, dan kebetulan Reni tau kalau orang tua Gita tidak ada dirumah.


Dari mana Reni tau ya kalau orang tua Gita tidak ada dirumah, Othor sendiri aja kaga tau yang buat ceritanya.hihihi....


???


Tau lah Thor, gue Ama Gita masih satu RT, gimana sih Loe yang bikin cerita gue, elo juga yang lupa. Wkwkwkwk ..

__ADS_1


****


Ya ibunya Gita ada pengajian ibu-ibu di RT setempat, ngaji nya juga bareng ibunya Reni. Itu di rumah pak Toha, RT baru di kampungnya Reni dan Gita.


Sedangkan pak Jaka sedang ada selamatan di rumah Rahmat, yang akan mengadakan haul orang tua pak Rahmat. Soal nya ayah Reni pun juga di undang selamatan di rumah pak Rahmat.


Balik ke Gita, Gita memang tidak masuk. Gita merasakan tubuhnya sedikit Demam. Orang tua Gita hanya takut kalau putri nya sakit seperti kemarin. Karena Gita orang nya suka menahan kalau tubuhnya sakit .


Kembali ke Andi.


Kini Andi sedang melamun, memikirkan keadaan Gita." Maaf Git aku sudah membuat kamu terluka, sekarang bagaimana keadaan kamu. Apa kita masih bisa berhubungan baik seperti kemarin Git, kamu seperti nya sudah kecewa dengan aku." Wajah Andi penuh dengan penyesalan.


Dan benar saja sehabis shalat Isya, Reni datang kerumahnya Gita.


Tok... Tok.... Tok. Reni mengetuk pintu rumah Gita." Assalamualaikum...."


"Waalaikumsallam.." Jawab dari dalam. Cklak.... Terdengar suara kunci di putar. Dan terlihat bu Siti yang membukakan pintu rumahnya. Bu Siti tersenyum kepada Gita, lalu Reni pun mencium tangan Bu Siti." Bu Gita nya ada.?"


"Ow Gita ada Ren, dia tadi habis shalat, terus makan. Sekarang ada di kamarnya, tadi habis minum obat."


Namun saat Reni ingin memegang gagang pintu kamar, Bu Siti menarik tangan Reni. Dan mengajak Reni ke depan teras soalnya ada sesuatu yang ingin di tanyakan oleh Bu Siti."Nak, maaf ibu ingin tanya.? Sebenarnya Gita kenapa si, ko dari tadi ibu liat dia murung aja. Tidak seperti biasanya, dia bengong sendirian, tau tau dia sedih aja. Bahkan hanya dengan Chika dia tersenyum, dengan kita dia kembali diam. Reni ibu takut, rasa depresi Gita datang lagi, kenapa si Reni jawab pertanyaan ibu.?" Wajah Bu Siti nampak sedih, Reni yang melihatnya pun merasa tak tega.


"Eeemmm.... Maaf Bu sebelumnya, Reni takut nanti ibu sedih kalau Reni ceritain."


"Ren ibu lebih sedih melihat Gita yang Hanya diam di dalam kamarnya. Biasanya dia kalau sakit itu, sedikit manja dengan ayahnya,kadang sama ibu nya. Dia suka minta beli makanan ini, itu. Tapi ini dia hanya diam."


Reni pun akhirnya menceritakan semuanya kepada Bu Siti, dan Bu Siti menunjukkan wajah tak percayanya. Dan Bu Siti pula menunjukkan wajah sedihnya." Ya Allah anak ku. Jadi hampir sebulan Andi tidak bertemu Gita, karena dia mengalami kecelakaan, dan di suruh bertanggung jawab untuk menikahi anak gadis si korban. Kasian sekali kamu nak, semoga kamu mendapatkan pria baik,dan sayang sama kamu dengan tulus." Lalu Bu Siti menyuruh Reni untuk masuk, untuk menemani Gita." Yasudah Reni kamu masuk nak, kamu hibur Gita."


Reni pun mengangguk, lalu masuk kedalam rumah nya Gita. Setelah sampai kamar,Reni membuka pintu kamarnya. Reni melihat Gita yang sedang memainkan gitar nya, sambil memandang langit malam. Ya Gita sedang menyanyikan lagu, dengan memainkan gitarnya. Dengan jendela kamarnya terbuka, melihat indahnya cahaya bulan. Gita menghayati setiap bait lagu, penuh dengan penghayatan.


*****

__ADS_1


Betapa ingin ku berlari (berlari)


Dan terlepas dari dirimu


Tapi semakin ku mencoba


Aku ingin kembali


Kau mengambil hatiku


Jadikannya kelabu


Kau menghancurkan semua impian


Yang tersimpan sejak dulu


Kau racuni cintaku


Hingga menjadi benci


Tak lelah aku setia


Tersiksa sendiri


Kau mengambil hatiku


Jadikannya kelabu


Kau hancurkan segala impian


Reni yang baru masuk mendengar Gita yang menyanyikan setengah lagunya. Reni duduk di samping Gita, terlihat mata Gita yang masih sedikit sembap.

__ADS_1


Gita pun berhenti memainkan gitarnya, karena Reni mengambil gitar nya dari Gita. Gita hanya diam yang melihat Reni merebut gitar nya. Lalu Reni melihat tangannya Gita yang sudah memerah karena memainkan kunci gitar, sepertinya Gita sudah lama memainkan gitarnya.


Gita tersenyum kecut, akan kedatangan Reni. Reni hanya bisa menatap sahabatnya,ya mungkin ini salahnya juga. Karena Reni secara tidak langsung membantu Andi untuk jadian bersama Gita..


__ADS_2