
"Ok papah Jessy tidak akan nakal ko. Yuk Ka Reni ka Gita." Kata Jessy dengan semangat,yang menggandeng tangan Reni dan Gita.
Gita dan Reni pun mengangguk." Kalau begitu kami permisi duluan ya pak Gilang , yuk pak Lukman". Pamit Gita.
"Duluan ya pak, yuk pak Lukman." Pamit Reni pula.
Reni pun mengeluarkan kuda terbang milik nya ke luar pagar. Gita pun mengangkat tubuh Jessy untuk duduk di tengah tengah, lalu kemudian baru Gita naik di belakang..
"Dadah ... Papah...". Teriak Jessy dari atas motor. Gilang pun tersenyum melihat tingkah laku anak nya.
" Sepertinya cocok sama Gita tuh mas ". Ledek Lukman ke Gilang .
"Cocok kepala mu, sembarangan kalau ngomong". Ucap Gilang.
Ya sebenarnya antara Gilang dan Lukman itu sebenarnya masih ada hubungan darah. Mamah nya Lukman adalah adiknya dari pak Hendra Wijaya, ayah dari Gilang Wijaya. Karena memang tidak ada yang tau kalau mereka berdua itu adik sepupu. Dan Jessy itu adalah keponakan dari Lukman. Semua itu Lukman yang meminta untuk menutupi kalau dirinya bersaudara dengan pak Wijaya.
Dan sebenarnya Lukman dia juga mempunyai usaha sendiri. Sebelum dirinya bekerja bersama Pamannya. Karena Pamannya sendiri yang meminta Lukman untuk membantunya di tempat paman nya sebagai pengawas.
"Loh ko sembarangan si mas. Bukannya Jessy susah ya buat Dekat dengan gadis yang mas Gilang kenalkan." Ucap Lukman, yang membuat Gilang menoleh kearah nya.
"Saya tidak mau berharap biar Allah yang menentukan boy, kamu sendiri ngapain belum pulang apa Reni target mu sekarang". Kata Gilang dan menebak tentang Lukman dan Reni.
"Hahaha... Mas tau saja, iya Reni target saya mas". Kata Lukman dengan tawanya .
"Dasar kamu tuh, yasudah mas mau pulang kamu mau ikut nggak saya mau ketempat papah. Dan seperti nya saya akan menginap di sana, karena harus jemput putri kecil. Kamu temani mas ya, jemput Jessy kan ada Reni juga." Ajak Gilang dan meledek Lukman dengan wajah datarnya.
"Tidak mas saya mau control toko saya dulu. Kemarin saya nggak kesana. Mas itu harus ada yang di ubah dari diri mas. Tau nggak?". Kata Lukman, membuat Gilang penasaran.
"Ubah,apa yang saya harus ubah dari diri saya boy." Gilang Mandang penampilan nya sendiri.
"Ekspresi mukanya mas tuh harus di ubah jangan dingin gitu. Harus kaya saya murah senyum. Jadi menarik untuk gadis". Ledek Lukman .
"Terserah,itu ciri khas saya boy. Udah ah saya mau pulang."Gilang pun masuk kedalam mobil.
Dan mobil Gilang pun melaju meninggalkan Lukman. Dan Lukman pun sama menyusul mengendarai mobilnya meninggal kan tempat kerjanya.
****
Balik ke Gita.
Kuda terbang milik Reni sudah mendarat tepat di depan rumah Gita. Reni ,Gita, dan Jessica pun turun dari motornya. Lalu Reni dan Jessy pun ikut masuk ke dalam rumah Gita.
Kedua Bu Siti dan pak Jaka melihat ada gadis kecil,ikut bersama Gita dan Reni nampak bingung." Gita anak siapa ini yang kamu bahwa cantik banget." Tanya ibu Siti, yang menghampiri Jessy.
__ADS_1
Jessy pun mencium tangan pak Jaka dan Bu Siti." Assalamualaikum,, nama aku jesica, panggil saja aku Jessy."
Pak Jaka dan Bu Siti tersenyum melihat Jessy yang begitu lucu dan menggemaskan.
"Ayah, ibu, Jessy ini anak pak Gilang bos Gita dan Reni yang baru. Sebelum nya kakeknya Jessy yang pegang usahanya, sekarang di kelola oleh papahnya Jessy.
Tadi Jessy ingin ikut main ke sini". Gita menjelaskan tentang Jessy.
"Iya Jessy boleh kan main ke sini". Tanya Jessy dengan suara lucunya.
Pak Jaka dan Bu Siti pun tersenyum."boleh dong sayang yuk masuk. Ibu senang malah ada Jessy datang main kesini. Yuk masuk sebentar lagi magrib, kita shalat Jessy shalat kan." Yang di angguki oleh Jessy.
Terdengar suara adzan magrib dari toa musholah dan masjid. Keluarga Gita,Reni, dan Jessy pun menunaikan kewajiban nya.
Setelah shalat jessy menunggu di ruang tamu bersama Reni dan pak Jaka sambil menonton tv dan bercanda. Terdengar suara tawanya Jessy oleh Gita yang berada di dapur bersama ibunya.
"Git, Jessy main kesini mang ibunya tidak nyariin dia". Tanya Bu Siti dengan menyiapkan makanan untuk di makan Jessy.
"Ibu nya sudah tidak ada Bu, semenjak Jessy berusia satu tahun. Karena kecelakaan Itu yang aku tau si dari pak Lukman . Jawab Gita sembari masak
"Ya ampun kasian ya Git, anak semanis dia kurang kasih sayang dari ibu. Memang ayahnya belum menikah lagi untuk cari pengganti nya. Kasian kan Jessy Git". Tanya ibu Siti lagi sembari memasak dengan Gita.
"Gita tidak tau Bu, sudah aaah.. Jangan di bahas lagi bu. Kita tidak boleh tau masalah ataupun urusan orang lain." Kata Gita yang mengingatkan ibunya.
"Astaghfirullah.... Maaf ya Allah... Ya sudah lupakan ganti topik pembicaraan.
Lalu benda pipih milik Gita pun berbunyi. Terlihat di layar kaca nya tertulis Andi.
Di klik warna hijau oleh Gita.
π "Hallo assalamualaikum..Ya Andi,"
π.......
π"Iya baterai nya lowbat, nggak bawa Chasan. Kirim pesan aja ya NDI."
π.....
π"Iya pasti di bales ko.
π....
π''Aku juga sama" kata Gita dengan senyum senyum.
__ADS_1
π....
π"Iya welll..... Waalaikumsallam..." Gita pun menutup panggilan nya.
Bu Siti melihat anaknya senyum senyum sendiri,hanya menggeleng kan kepalanya.
Klung... Terdengar bunyi dari gawai gita. Pesan dari Andi .
Andi βοΈ
"Yank kamu lagi ngapain sekarang?.
Gita βοΈ
"Aku lagi masak untuk makan malam ayah Yank kenapa".
AndiβοΈ
"Ko masak malam memang ibu nggak masak. Maaf ganggu jadi nya.π
Gita βοΈ
"Iya ibu tadi pergi jadi baru sempat masak. Ya sudah aku lanjut lagi nanti ya balas ya Sayang ". Gita dengan senyum senyum sendiri.
AndiβοΈ
"Iya sayangπ
Lalu Gita melanjutkan masak nya kembali dengan sangat senang dapat pesan dari Andi. Ibu Siti pun hanya menggeleng kan kepalanya melihat Gita yang stiap kali membuka gawai nya slalu tersenyum.
Setelah makanan nya sudah matang, lalu di cicipi oleh Gita." Eeemmm.... Enak pasti Jessy suka sama masakan ini ". Lalu Gita mengambil tempat untuk meletakkan makanan nya. Masakan Gita dan Bu Siti kini sudah matang dan di letakkan di meja makan.
Lalu Gita memanggil Jessy, Reni dan ayahnya untuk makan. Di meja makan sudah tersedia capcay, ayam goreng, tempe tak lupa sambalnya.
" Wow enak banget kaya nya masakan kamu Git. Ayo Jessy kita makan masakannya KA Gita ". Kata Reni dengan duduk di kursi yang di meja sudah terlihat makanan yang menggugah selera.
"Ya sudah ayo makan sama ayah juga lapar ni melihat masakan KA Gita dan ibu." Ucap sang ayah membuat semua tersenyum.
" Jessy juga mau aaahh... Jessy makan ya Ka Gita, ibu." Kata Jessy yang semangat.
" Iya sayang makan lah. Kaka juga sama mau makan. Kamu bisa kan makan sendiri. Tapi sebelum makan jangan lupa baca doa dulu ya." Yang di angguki Gita dan doa pun di pimpin oleh Jessy. Setelah baca doa mereka pun makan bersama .
Jessy pun merasa sangat bahagia. Jessy makan dengan lahap membuat semuanya tersenyum melihat tingkah lucu Jessy .
__ADS_1
Bukan karena Jessy tak pernah memakan makan seperti itu. Jessy semangat karena merasa bahagia bisa kenal dengan mereka.
bersambung...