Cinta Anggita

Cinta Anggita
Flashback 2


__ADS_3

Gita berbalik arah, menuju salah satu mall. Di mana mall itu tempat favorit nya Gita dan Reni kalau lagi nongkrong, waktu belum menikah.


Gita berjalan sendiri memasuki mall tersebut. Namun alangkah terkejutnya saat melihat Hilda dengan Tyo sedang jalan berduaan.


"Hai kakak ipar". Goda Hilda dan Tyo.


"Kalian berdua di sini juga". Hilda dan Tyo mengangguk.


"Loh, katanya kamu mau sama KA Gilang jalan nya. Kenapa ini sendiri dimana Ka Gilang.?" Tanya Hilda.


"Kakak kamu gak bisa nemenin, kata nya sedang bertemu dengan seseorang." Hilda dan Tyo mengangguk kan kepalanya.


"Yasudah bareng kita aja, enak kan ada temannya.?"


"Jadi obat nyamuk gak nih aku nanti, kalau sama Kalian.?" Goda Gita


"Gak lah, memang kita ngapain. Yuk kita lanjut jalan, habis itu kita makan.?" Kata Tyo, dan di angguki oleh Hilda.


Dan Gita pun setuju, akhirnya mereka pun jalan bertiga. Setelah Gita dan Hilda berbelanja, mereka pun mampir ke sebuah restauran untuk makan siang.


Saat mereka ingin mencari tempat duduk, pandang Tyo melihat seseorang yang dia kenal. Tyo melihat ke arah Gita yang sedang fokus ke handphone nya. Lalu Tyo menyenggol lengan Hilda, Hilda pun melihat ke arah Tyo.


"Ada apa si mas.?"


"Lihat sebelah sana.?" Sambil berbisik-bisik, dan menujuk ke arah sudut ruangan.


Hilda mengikuti arah yang Tyo tunjuk, alangkah terkejutnya ternyata di sana ada Gilang dengan seorang wanita. Hilda menutup mulutnya dengan telapak tangannya, Tyo meletakkan jari telunjuk ke mulutnya untuk diam. Hilda pun mengangguk kan kepalanya.


"Hilda, mas Tyo aku ke toilet dulu ya."


"I.. iya Git".


"Kamu kenapa.?"


"Tidak kenapa-kenapa."


"Yasudah aku ketoilet". Hilda dan Tyo mengangguk kan kepalanya.


Karena letak toilet nya tidak jauh dari tempat mereka. Dan tidak rame pula Gita segera masuk ke dalam toilet nya.


Tyo dan Hilda saling menatap. Dan terus memperhatikan Gilang dengan wanita itu disebelahnya.


"Bener bener mas Gilang kebangetan, dia gak bisa nemenin malah sama cewek. Siapa si tuh cewek.?" Hilda merasa geram." Kamu tidak kenal mas, siapa gadis itu.?"

__ADS_1


Tyo diam tidak menjawab pertanyaan kekasihnya itu.


"Mas aku tanya kamu loh, siapa gadis yang bersama kakakku itu.?" Hilda mulai kesal.


"Sebenarnya,dia itu Niken. Teman aku Lukman dan kakak kamu waktu SMA, seangkatan kita. Tapi selain itu dia itu mantan pacar kakak kamu sayang."


"Jadi dia mantan pacar mas Gilang.?" Tanya Suara Gita di belakang mereka.


Hilda dan Tyo terkejut mendengarnya.


Hilda melihat mata Gita sudah memerah dengan tangan yang sudah terkepal. Saat Gita ingin menghampiri, gadis yang bersama dengan Gilang berdiri. Sepertinya gadis itu ingin pergi. Namun sebelum pergi gadis itu cipika-cipiki di pipinya Gilang.


Bagai terjepit batu besar Gita merasa sesak di dadanya. Air matanya pun kini sudah mengalir, menyaksikan adegan itu. Tyo dan Hilda bingung harus berbuat apa.


Saat gadis itu pergi dan di saat itu juga Gilang menoleh ke belakang karena Gilang mendengar seperti suara Tyo dan Hilda sejak tadi. Alangkah terkejutnya saat Gilang melihat wajah istrinya di sana.


"Ya ampun Gita, dia di sini. Pasti dia ngeliat Niken seperti tadi." Ucap Gilang dalam hati.


Gilang dan Gita saling menatap dari jauh, mata Gita memerah karena menangis. Di saat Gilang ingin menghampiri, Gita pun pergi meninggalkan tempat itu.


Gilang berlari menghampiri Hilda dan Tyo." Kalian di sini.?"


"Iya tadi kita gak sengaja ketemu Gita. KA itu.?" Hilda minta penjelasan.


Namun Gilang mengacuhkan nya, Gilang segera mengejar istrinya yang pergi karena salah paham.


Gilang pun segera berlari menyusul arah Gita Pergi. Gita pergi ke arah pintu keluar, Gilang terus memanggil nama istrinya.


"Gita..."


Gita yang melihat suaminya mengejar nya, Gita segera berlari. Sampai Gita melihat taksi, Gita pun memberhentikan mobil taksi nya. Gita pun langsung masuk kedalam mobilnya.


Gilang yang melihat istrinya masuk ke dalam taksi, segera mengetuk kaca mobil itu.


"Sayang, dengerin aku dulu. Kamu salah paham sayang, Gita bisa jelaskan semuanya ke kamu. Aku mohon sayang dengerin aku dulu." Gita tak menghiraukan panggilan suaminya.


"Jalan pak.!" Ucap Gita.


Lalu Gilang mengetuk kaca kemudi nya.


" Pak berhenti saya bilang, jangan jalani mobilnya, saya mohon pak.!" Supir taksi nya pun mengangguk. Gilang membuka pintu mobilnya, lalu duduk di samping Gita. Gita hendak keluar, namun apalah daya, Tangan nya di genggam oleh Gilang saat ini.


" Jalan Pak". Supir itu mengangguk kan kepalanya, lalu Gilang memberikan alamat rumahnya. Supir itu pun mengangguk kan kepalanya.

__ADS_1


Di saat ini yang Gilang butuhkan rumah nya untuk menjelaskan tentang kejadian yang membuat Gita salah paham.


Gita enggan melihat suami nya yang kini berada di sampingnya. Gilang menatap istrinya yang hanya melihat ke arah luar, sambil menggenggam tangan istrinya.


Gilang saat ini benar-benar takut, kalau istrinya sampai benar-benar pergi seorang diri. Tidak ada kata yang keluar dari Gilang atau Gita, yang terdengar hanya suara Isak tangis dari Gita.


Kini mereka sudah sampai di depan rumah. Gita keluar lebih dulu meninggalkan Gilang yang masih di dalam mobil. Gilang sengaja seperti itu, agar tidak membuat istri nya tambah marah.


"Yang sabar ya pak, wanita memang seperti itu, suka salah paham". Kata pak supir yang tak tega melihat wajah Gilang sedih.


"Iya pak, trimakasih sebelum nya. Ow iya pak tunggu sebentar ya.?" Supir itu mengangguk.


Lalu Gilang pun turun, lalu menemui pak Rahmat. Gilang meminta tolong ambilkan mobilnya di mall, minta di antar taksi yang Gilang tumpangi.


Pak Rahmat paham, pasti ada sesuatu yang terjadi. Pak Rahmat pun mengangguk kan kepalanya, lalu pergi menggunakan taksi yang Gilang tumpangi tadi.


Setelah pak Rahmat pergi, Gilang pergi menyusul Gita yang kini berada di dalam kamarnya.


Gilang melihat Gita yang berada di bawah selimut. Gita menutupi dirinya di balik selimut. Gilang masuk lalu mengunci pintu kamarnya, lalu berjalan mendekati istrinya.


Gita yang sedang menangis di balik selimut nya, terlihat pundak Gita bergetar di balik selimut nya.


"Aku minta maaf, sudah membuat kamu menangis. Tapi aku mau jelasin ke kamu semuanya, agar kamu gak salah paham sayang." Tidak ada jawaban dari Gita.


"Aku memang tadi ketemuan sama seseorang, namun orang itu sudah pulang. Dan saat itu juga Niken datang, dan dia duduk di situ. Aku gak bohong sayang, aku harap kamu percaya".


Gita pun langsung mengubah posisi nya menjadi duduk,dengan mata yang sembab, karena habis menangis.


Gilang tersenyum melihat nya, Gilang pun menyentuh tangan Gita, namun Gita menolak untuk di sentuh tangan nya.


"Aku minta maaf". Gita menatap wajah suaminya dengan tatapan tajam karena kesal.


"Siapa Niken itu.?" Suaranya Gita hampir tak jelas, mungkin efek habis menangis. Gita pun bicara masih sesenggukan.


"Bukan siapa-siapa Gita sayang". Jawab Gilang dengan lembut.


"Siapa Niken itu mas, mantan kamu kan.?"kata Gita dengan tatapan marah.


"I..Iya itu hanya masalalu sayang, aku sudah tidak punya hubungan apapun dengan nya".


"Ya mantan dan masalalu, tapi di ci...um olehnya kamu tak menolaknya kan.?" Menyindir Gilang.


"Aku juga tidak tau sayang kalau dia melakukan itu".

__ADS_1


" Gak tau ko menikmati seperti tadi".


Gita pun segera bangun dan turun dari tempat tidurnya meninggalkan Gilang yang masih duduk menatap Gita pergi.


__ADS_2