
"Heheheh.... Sayang kamu jangan cemburu dong.?"
"Bukan cemburu tapi jengah ko punya suami kelakuan ngikutin aku banget". Jawab Reni membuat Lukman terkekeh.
Dan itu membuat perhatian orang di ruangannya itu.
Mama Henny yang melihat kelakuan menantu dan anaknya itu hanya menggelengkan kepalanya saja. Karena semenjak Reni menikah dengan Lukman, mereka berdua kalau sedang berkumpul. Seperti kakak beradik ada saja kejahilan dari mereka berdua. Dan mamah Henny bukan menegur Reni malah memarahi Lukman. Karena Lukman itu memang sikapnya tengil, hanya di luar saja diam garang. Tapi di rumah dia menjadi tengil dan jahil, bukan hanya Mamahnya saja di jahilin. Tapi Reni pun sering kena jahil, Mangkanya Reni suka kesal dengan jahilnya Lukman itu.
Tapi sikap Lukman tak sepenuhnya jahil, dia itu memperlakukan mamah dan istrinya baik. Memperlakukan rasa sayang dan hormat nya ke mamah Henny, dan menyayangi Reni sebagai istrinya. Lukman memposisikan dua wanitanya itu sangat istimewa.
Sejak adanya Reni tinggal bersama mamah Henny rumah pun tak terasa sepi, tambah Reni orangnya selalu ceria. Jadi mamah Henny bisa terhibur.
Waktu sudah menunjukkan malam hari, seluruh keluarga Gilang sudah kembali. Dan hanya ada ibu Siti dan pak Jaka, yang di pinta Gita untuk menginap. Ya karena besok pagi Gilang akan berangkat ke Bandung untuk cek usahanya di Bandung. Bu Siti dan pak Jaka di pinta untuk menemani Gita dan Jessy di rumahnya selam dua atau tiga hari.
Tentunya pak Jaka dan Bu Siti tidak keberatan, karena itu permintaan dari menantu dan anaknya.
Dan kini mereka sudah berada di dalam kamar masing-masing.
Gita yabg berada di dalam kamar nampak murung, karena besok pagi Gilang akan berangkat.
"Sayang, kenapa ko diam saja.?"
"Mas, kenapa aku gak boleh ikut si sama kamu.?"
Gilang tersenyum dengan istrinya yang merajuk ingin ikut." Hei... Jadi kamu merajuk karena ingin ikut. Masya Allah... Sayang dengar ya, aku di sana bukan hanya satu titik saja. Aku juga ngecek tempat usaha aku, kalau kamu ikut aku takut kecapean. Aku janji gak akan lama aku usahakan dua hari balik ke Jakarta."
"Janji mas hanya dua hari gak lebih kan mas.?"
"Gak sayang, kalau kamu ikut justru nanti aku takut lama. Lama nya karena betah berduaan sama kamu, kita honeymoon lagi.?" Goda Gita membuat nya tersenyum.
"Apaan si mas kamu tuh, itu terus.?"
__ADS_1
"Loh harusnya bagaimana, yasudah sekarang kita tidur ya." Gita pun mengangguk, kini Gita berada di dekapan suaminya.
Namun Gilang tidak bisa tertidur, karena Gita mengendus aroma tubuh suaminya. Dan Gilang pun membuka matanya kembali, Gita hanya tersenyum melihat suaminya yang terbangun.
"Kenapa kamu belum tidur sayang Hem...?"
"Belum bisa mas..." Gita membelai dada bidang suaminya, dengan menulis nulis menggunakan jarinya.
Gilang tersenyum, karena Manahan rasa geli nya. Gilang menahan tangan Gita, karena sudah tidak bisa menahan geli. Gita terkekeh melihat wajah suami nya memerah, akibat menahan rasa geli.
Gilang pun membalas ke Gita, Gita di buat geli Dengan Gilang yang menciumi wajah istrinya. Semakin lama ciuman itu Menjadi mendamba, dan semakin lama permainan mereka di lanjutkan ke permainan intim.
author gak bisa menjelaskan, biar kalian saja yang paham akan adegan mereka. Wkwkwk....
Keesokan paginya, Gita mengalami mual mual kembali. Dan itu membuat Gilang sebagai suaminya merasa tak tega, jika harus meninggalkan Gita dalam keadaan seperti ini.
"Git jujur aku sebenarnya tak tega ninggalin kamu dalam keadaan begini.
"Apaan sih kamu mas, jangan lebay. Masa iya Reni dan mas Lukman di sini. Kalau kamu mau berangkat,yasudah berangkat. Dan hati hati di perjalanan nya, kalau aku begini gak lama ko. Lagian aku nanti ingin nyuruh Reni kesini dan Fitri, boleh kan mas. Aku ingin ajak mereka rujakan, aku Lagi ingin makan rujak sama mereka. Boleh ya mas, please....?" Gita sambil menunjukkan wajah memohon kepada suaminya.
Gilang sebagai suaminya merasa tak tega." Yasudah boleh tapi ingat jangan kebanyakan ya, nanti perut kamu panas. Dan inget kamu gak boleh beli rujak sendiri ada Bu Ida minta tolong sama beliau. Atau kamu minta belikan sama pak Rohmat ya, paham kan sayang.?" Gita pun mengangguk.
"Tapi aku lagi ingi mas Lukman yang beliin rujakan nya. Mas kamu telpon mas Lukman ya untuk belikan rujaknya. Dan satu lagi aku ingin cendol beras, tapi aku ingin Makan nya di mangkuk Abang nya yang mangkuknya kecil itu."
Gilang mendengar nya merasa heran dengan istrinya itu.
"Git, ini kamu ngidam apa ingin ngerjain orang.? Tega bener kamu, minta Lukman buat beli rujak, dan beli cendol beras. Segala makan nya ingin di mangkok Abang nya segala.?"
"Mas, memang aku ingin mas Lukman yang beli. Entahlah aku ingin mas Lukman membelikan makanan dan minuman itu. Kalau perlu Abang cendolnya di bawa kesini aja suruh mas Lukman ya mas.?" Rengek Gita,membuat Gilang tak tega.
"Iya... Iya ... Iya aku telpon dulu Lukman nya, sebentar".
__ADS_1
Tut...Tut...Tut. panggilan pun terangkat.
📞"Assalamualaikum".
📞"Waalaikumsallam, kenapa si mas pagi pagi udah telpon. Matahari belom setinggi ubun ubun.?" Dengan suara yang masih serak, ciri khas orang bangun tidur.
📞"Sorry, ini sebenarnya saya juga tak enak bilang nya. Ini permintaan Gita.?"
📞"Memang Gita kenapa,kenapa harus Lukman. Memangnya Gita ingin apaan si, sampai pagi pagi telpon segala.?" Sambil mengacak-acak rambutnya.
📞" Gita ingin minta kamu belikan rujakan, dan minta belikan cendol beras. Dan Gita ingin makan cendolnya di mangkok abangnya yang kecil itu. Kalau perlu abangnya di bawa kerumah ya Man.?"
📞"Apaa... Rujakan. Gita minta beliin rujakan pagi pagi mas.? Astaghfirullah.... Yang suaminya Gita itu, elu atau gue si mas.?" Lukman merasa frustasi.
📞" Gita ingin nya kamu man.? Lagian kamu tau sendiri saya mau berangkat ke Bandung, kalau saya......" Gilang belum selesai bicara, handphone nya sudah di rebut Gita." Hallo mas Lukman gak mau ya, Gita minta tolong itu. Kalau memang gak mau ya sudah gak apa-apa biar aku beli sendiri aja sama ayah.."
📞"Iya iya Git, nanti saya belikan rujakan untuk kamu ya. Kamu jangan jalan sendiri, bisa bisa saya kena kultum 7 hari 7 malam sama bunda, mamah dan ayah Hendra. Terutama suami kamu tuh si beruang kutub. Yasudah nanti mas ajak Reni ya buat beli pesanan kamu itu, untuk calon keponakan saya itu. Kamu diam diam di rumah jangan kemana-mana ya, nanti biar mas belikan". Dan itu membuat Gita tersenyum lebar, karena merasa bahagia.
📞" Serius mas, mas Lukman mau Carikan pesanan aku itu. Trimakasih ya mas Lukman.?"
📞" Sama sama Git.." belum Lukman bicara sudah terdengar suaranya Gilang.
📞"Trimakasih Man, kalau begitu saya tutup panggilan telpon nya. Assalamualaikum...."
📞"Waalaikumsallam..." Pip panggilan pun terputus.
' Heran yang bikin sama siapa, laki nya siapa, kenapa harus gue yang kena imbasnya. Haaah.... Bini nya yang ngidam gue yang kena. Reni semoga kamu cepat hamil ya. Nanti kamu minta sama beruang kutub itu. Untuk memenuhi masa masa ngidam kamu. Biar mau di repot kan, biar dia ngerasain apa yang gue rasain.." Dumel Lukman seorang diri.
Lalu Lukman pun bangun dan masuk ke dalam tandas untuk bersih bersih tubuhnya. Karena sudah tidak bisa tidur kembali akibat panggilan telpon itu.
Reni yang sebenarnya sudah terbangun sejak suaminya mengangkat panggilan telpon dari Gilang. Dan Reni hanya tersenyum mendengar suaminya ngedumel seorang diri.
__ADS_1
Bersambung....