Cinta Anggita

Cinta Anggita
Mutia dan Gita


__ADS_3

Tapi sebelum kembali Gita ingin ke toilet lebih dulu. Untuk menghilangkan sesak yang ada di dadanya. Namun saat ingin masuk ke toilet Gita bertemu dengan Reni sahabat nya. Gita pun tidak jadi masuk ke dalam toilet. Dan air mata pun yang terjatuh di pipinya segara ia hapus agar Reni tidak curiga.


"Hei Maimunah dari mana Lo. Ko dari arah atas?" Tanya Reni yang masih belum melihat wajah Gita .


"Ya tadi gue nyari pak Lukman, tapi nggak ada . Yaudah gue masuk dulu kebelet". Dari situ Reni melihat mata Gita merah seperti habis menangis.


"Lo kenap Git . Jangan bohong dari gue, gue liat mata Lo merah. Lo habis nangis Git.." Tanya Reni yang bisa menebak gerak gerik Gita.


"Enggak apaan sih Lo. So tau banget sih Lo Ren. Gue nggak kenapa-kenapa juga." Jawab Gita dengan menghindar tatapan Reni.


"Gita Gita lo mau bohong sama gue. Jawab nggak sebelum gue cari tau sendiri Lo kenapa. Lo ada masalah sama Andi biar gue tanya kenapa sampai Lo di bikin nangis." Gita pun langsung menggeleng kan kepalanya.


"Jangan Andi nggak salah. Tapi ini tuh tentang kakak Lo Reni." Mendengar jawaban Gita Reni kaget kenapa mesti kakak nya yang harus di bawa bawa .


"Kenapa jadi kakak gue. Ayo ikut gue,, biarin kerjaan Lo ntr gue bilang ma boss." Jawab Reni dengan mengandeng tangan Gita ke ruangannya. Saat hendak menaiki anak tangga. Gita berhadap hadapan dengan Bu Mutia.


"Mau kemana kalian, selesai kan kerja kalian. Gita balik ke tempat kamu, ni cetakan nya. Kamu balik keruangan kamu Sekarang kamu buat coklat lollipop nya. "Dengan memberikan cetakan dan tersenyum sinis ke arah Gita.


Reni dapat melihat tatapan mata Bu Mutia kepada Gita. Dan Gita menatap Bu Mutia.


Reni bingung sebenarnya ada apa ini. Dan kenapa Kakak nya di bawa bawa dengan Bu Mutia termasuk sahabatnya. Benar benar membuat kepala nya pusing.


"Ya sudah Gita Lo lanjut dah. Bu Mutia di minta sama pak Lukman buat bantuin saya kan hitung barang." Tanya Reni ke Bu Mutia Yang tak suka membantu tugas Reni.


"Loh itu kan tugas kamu. Kenapa saya harus bantuin." Jawab Bu Mutia dengan sombongnya.


"Hello... Bu Mutia di sini kita sama sama kacung. Yang di suruh suruh sama bos, jadi kita harus kerja sama. Bukannya ibu juga pernah bilang itu masa lupa. Lagian ibu juga di bayar buat kerja bukan buat santai santai kaya bos ya kan. Kalau ibu tidak mau ya tidak apa-apa, saya masih bisa kerjakan sendiri. Tinggal saya bilang aja sama pak Gilang ibu tidak mau bantuin". Kata Reni dengan menahan tawanya.

__ADS_1


Gita pun juga menahan tawanya mendengar perkataan sahabat nya itu ke Bu Mutia. Mutia yang melihat Gita menahan tawa. Karena meledek dirinya tentunya tak terima.


"Gita kenapa kamu senyum senyum?" Tanya tak suka Mutia kepada Gita.


"Loh saya kenapa. Mulut mulut saya orang mah bebas mau senyum atau ketawa ngakak. Reni gue turun dulu ya. Hahahaha....." Dalam langkah Gita. Dirinya tertawa, sengaja Gita lakukan agar Mutia kesal.


Mutia pun berjalan keruangan nya meninggalkan Reni dengan perasaan dongkol. Reni pun tentunya tersenyum kegirangan melihat Mutia itu kesal. Karena Mutia itu kalau kerja hanya bisa menyuruh, tanpa mau membantunya. Padahal dia hanya asisten Lukman yang benar-benar orang yang berpengaruh di tempat nya. Sedangkan Lukman masih mau membantu pekerjaan teman teman semua. Dia hanya mau membantu jika hanya ada pak Gilang saja.


Gita berjalan melangkah menuju ruang produksi. Sebelum sampai ruangan Gita berhenti sejenak. Gita menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya Secara perlahan. Agar rasa sesak yang dia rasakan hilang. Lalu Gita berjalan kembali menuju ruangannya.


Gita masuk ke ruangan produksi di sana teman teman Gita melihat ke arah mata Gita yang sedikit memerah seperti orang yang habis menangis. Gita masuk masuk tanpa bicara hanya tersenyum membuat teman teman nya merasa aneh pada Gita.


Semua teman teman Gita saling memberi kode,ada yang menggerakkan dagunya ke arah Gita, ada yang menaikkan kedua pundaknya, dan ada yang menggelengkan kepalanya.


Gita duduk di bangku belakang dan melihat Rizal yang sedang mengandung coklat berwarna putih. "Zal gue nggak bikin coklat lollipop dulu besok aja ya. Badan gue juga kayak nya nggak enak gitu. Tuh coklat bisa Lo oper ke mpo Ati..


Gita menggeleng kan kepalanya."nggak kenapa-kenapa ko Zal. Cuma masalah sedikit. Trimakasih ya udah peduli sama gue". Kata Gita dengan tersenyum.


"Lo kenapa si Git. Kalau ada masalah di sini, cerita ke kita. Kali kita bisa bantu jangan diam gitu Gita. Nanti kalau Lo sakit gimana kalau Lo terus mikirin tuh masalah tanpa Lo ceritain." Entah kenapa ucapan Rizal mengingat kan Kata kata seseorang.


Dan tiba-tiba air mata Gita mengalir begitu saja. Gita pun berjalan kebelakang ruang produksi dengan cepat. Agar teman teman nya tidak melihat kalau Gita sedang menangis. Rizal langsung menghampiri Gita.


"Gita serius Lo Kenapa sampai nangis gini lagi. Apa Lo ada masalah sama tuh nenek sihir ya." Tanya Rizal dan Gita pun mengangguk.


"Iya gue tadi abis sedikit adu mulut sama tuh Mak Lampir. Selama ini gue diam aja Zal. Tapi gue tadi kesel aja. Gue tanya baik baik ada pak Lukman. Mau tanya cetakan doank. Eehh di jawab nya ngeselin. Sampe bilang gue kegenitan ke gatelan lah emang gue ngapain di sini. Segitu nya dia nggak suka sama gue Zal." Cerita Gita, yang masih duduk di taman belakang .


"Segitu nya tuh nenek sihir". Baru ingin melanjutkan bicara, terdengar suara pak Gilang dan pak Lukman datang. Segeralah Rizal bangkit dari duduknya.

__ADS_1


"Gita, kamu ko disini. Kamu sudah di kasih kan sama Bu Mutia untuk coklat lollipop nya?" Tanya Lukman. Lukman dan Gilang memperhatikan Gita seperti habis menangis.


"Gita kamu Kenapa ada masalah?" Tanya Gilang.


"Iya pak sudah di kasih. Ooh.... Tidak pak, cuma badan Saya seperti nya kurang sehat." Jawab Gita yang sesekali mengalihkan pandangannya ke bos nya.


"Tapi kamu masih bisa buat kerja tidak. Kalau tidak kamu pulang aja istirahat Git." Tanya pak Lukman.


"Kuat pak, tapi saya di finishing dulu ya." Jawab Gita ke pak Lukman.


"Ya sudah, Git ikut kita dulu yuk. Ada yang ingin saya tanyakan ke kamu." Kata Lukman. Yang di angguki oleh Gita.


Dan Gita mengikuti pak Gilang dan pak Lukman. Dan ternyata Fahri juga ikute dengan Gita. Dan mereka mengikuti ke ruangan pak Gilang di sana sudah ada Reni, dan Bu Mutia.. Bu Mutia yang melihat Gita masuk ikut masuk pun memandang dengan tatapan sinis. Dan mereka pun berkumpul dalam satu ruangan. Dan mereka pun mengadakan meeting untuk acara kunjungan anak anak.


Hingga waktu menunjukan waktu jam empat. Waktunya jam Gita dan Fahri pulang. Akhirnya meeting pun selesai. Gita dan Fahri pun kembali ke ruangannya.


Sebelum sampai ruangan Fahri bertanya". Gita tadi kamu kenapa, kamu seperti abis menangis. Sehabis minta cetakan Lollipop ko nangis."


" Ow... Tidak apa-apa Fahri. Biasa Bu mutia kan memang seperti itu.Yuk kita liat temen temen sudah selesai apa belum." Jawab Gita, dan Fahri tau pasti ada yang di rahasiakan oleh Gita . Fahri hanya mengangguk kan kepalanya saja


Saat Fahri dan Gita turun produksi sudah bersih." Widiih ... Udah bersih nih." Ledek Fahri ke Joko.


"Iya dong, tadi meeting apa Git, Fahri?" Tanya Joko


"Itu yang kunjungan kan pak bos kita ini kan baru jadi butuh penjelasan seperti apa". Gita menjelaskan ke Joko sekaligus duduk di bangku kumpul dengan teman-teman.


Dan seperti biasa saat teman teman nya sudah pulang. Hanya Gita yang masih di taman belakang dengan mendengarkan musik. Untuk menghilangkan jenuh menunggu Reni.

__ADS_1


__ADS_2