Cinta Anggita

Cinta Anggita
Mengantar Gita pulang


__ADS_3

" Beneran apa aja Git," kalau di buatin air asem kamu minum juga?"


"Gilang". Dapat tatapan tajam dari Bunda nya.


"Insya Allah saya minum pak. Itu kan juga rezeki. Orang udah buatin minum untuk saya cape cape masa nggak di minum kasian atuh pak yang buatin minuman nya." Jawab Gita dan membuat Gilang diam tak bisa menjawab dengan Kata kata.


Gilang dapat tatapan menyeramkan dari wajah sang bunda, Gilang hanya diam melihat ekspresi bunda Yuni. Sebenarnya Gilang takut juga dengan tatapan sang bunda, namun di tutupi dengan wajah garangnya. Tengsin kan di depan karyawan nya, Gilang mengeluarkan ekspresi cengir kuda nya kan ga lucu juga. Hahahaha...


Cukup lama Gita menemani Jessy sejak pulang dari rumah sakit, kini waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam. Sehabis makan malam Gita menemani Jessy,dari makan minum obat dan bercerita. Menemani hingga Jessy pun tertidur, dan kini Gita berniat pamitan untuk pulang. Gita yang berada di dalam kamar Jessy pun, akhirnya bisa keluar pas dilihat kalau gadis kecil yang seharian minta di temani dirinya, kini sudah tertidur.


Gita bangun dari tempat tidur Jessy, dan berjalan dengan hati hati, agar Jessy tidak terbangun .Cklak... Suara pintu terbuka, Gita membuka pintu pun juga sangat hati-hati. Lalu Gita melihat seluruh keluarga Wijaya sedang berbincang di sofa.


Gita menuruni anak tangga dari kamar Jessy ke ruangan di mana keluarga Wijaya sedang berbincang.


Keluarga pak Wijaya pun juga melihat Gita menuruni anak tangga menuju kebawah.


Bu Yuni pun memberikan senyuman hangat kepada Gita, begitu pun pak Hendra, hanya wajah Gilang saja yang tak menunjukkan ekspresi apapun.


"Permisi maaf Bu Yuni,pak Hendra,dan pak Gilang. Saya ganggu ngobrol kalian semua. Saya cuma mau izin pamit pulang, kebetulan Jessy juga sudah tidur, dan sudah malam juga saya mau


pamit pulang." Ucap Gita yang merasa tak enak hati, berdiri di hadapan keluarga Wijaya.


"Ow Jessy sudah tertidur Git, maaf ya Git jadi merepotkan kamu. Kami tidak tau harus mengucapkan apa lagi. Kamu mau datang jauh jauh untuk menemui Jessy yang berada di rumah sakit. Dan mengikuti permintaan nya untuk ikut kesini. Sekali lagi maaf ya Git, pasti kamu lelah deh." Kata Bu Yuni dengan berjalan mendekat ke arah Gita dan menyentuh tangan Gita, dan senyuman hangatnya seorang ibu.


Terlihat wajahnya yang penuh dengan kesabaran dan kelembutan terpancarkan di wajahnya, walaupun usia tak lagi muda, namun wajah cantiknya masih terpancar.


"Tidak Bu, saya tidak lelah sama sekali. Hanya menemani Jessy saja. Setiap hari malah setiap pulang kerja, hampir setiap hari di rumah juga ada keponakan sepupu yang suka datang kerumah dan suka main di rumah. Malah kadang banyak anak kecil yang suka datang kerumah untuk main. Jadi untuk menemani Jessy seperti ini tidak lelah sama sekali bagi saya." Ucap Gita yang juga membalas senyuman ke Bu Yuni.


" Ow ya, kamu suka sama anak kecil ya Git. Sampai sampai rumah kamu anak kecil pada main di sana. Berarti kamu punya hati yang tulus Git, sama anak kecil. Anak kecil itu biasanya peka banget Git sama orang yang benar-benar tulus sama tidak nya." Bu Yuni memuji Gita, membuat Gita hanya bisa tersenyum dan tersipu malu mendengar pujiannya Bu Yuni.


Gita terkekeh mendengar ucapan Bu Yuni." Trimakasih atas pujiannya. Saya memang menyukai anak kecil, karena bagi saya mereka lucu lucu. Begitupun juga dengan ayah dan ibu saya , mereka juga suka kalau dirumah ada anak kecil pada main. Apalagi pas Jessy Main di rumah saya, keluarga saya sangat senang ."

__ADS_1


"Memangnya kamu anak tunggal Git, tidak punya adik atau kakak gitu?" Tanya Bu Yuni .


Gita pun menggelengkan kepalanya." Tidak punya Bu, saya anak tunggal. Saya dulu punya adik, usia enam tahun. Tapi sekarang adik saya sudah tidak ada, dia sudah bahagia di surga. Allah lebih sayang dia". Ucap Gita yang teringat kembali sang adik. Terlihat wajah sedih nya di wajah Gita.


Bu Yuni merasa tak enak hati." Maaf ya sayang, bunda tidak tau, bunda jadi bikin kamu sedih karena mengingat adik kamu. Maaf ya Git.


"Tidak apa-apa Bu, kan ibu tidak tau, jadi wajar ibu bertanya." Jawab Gita dengan menunjukan senyumnya.


Seluruh keluarga Gilang pun memang melihat wajah sedih di wajah Gita. Namun Gita berusaha menutupi nya dengan tersenyum.


Lalu pak Hendra bertanya" Git kamu pulang dengan apa? Biar Gilang yang antar kamu pulang ".


Pak Hendra berbicara dengan mata nya mengarahkan ke Gilang. Dan Gilang hanya mengangguk, Gita tidak memperhatikan bosnya yang mau mengantarkan dirinya pulang.


"Ow tidak usah pak Hendra,saya pulang naik ojol saja. Saya sudah pesan juga ojol nya jadi tidak perlu pak Gilang nganterin saya." Jawab Gita yang mata nya melihat aplikasi hijau gambar motor terbang di handphone nya.


Lalu Gilang berdiri dan berjalan dan berdiri di samping Gita, tanpa sepengetahuan Gita.." Cancel saja ojol nya". Gita pun tersentak karena tiba tiba bos nya berada di sampingnya.


"Hati hati ya Gita". Bu Yuni dan pak Hendra hanya tersenyum melihat wajah ketakutan nya Gita dapat tatapan dari Gilang.


Gita pun berjalan meninggalkan keluarga Wijaya, Gilang hanya menggelengkan kepalanya.


Saat sampai pintu depan rumah Gilang , Gita berjalan menuju pagar rumah Gilang , untuk menemui sang ojol. Namu saat Gita berjalan beberapa langkah, tangan Gita di tarik seseorang dari belakang. Dan karena Gita tidak hati hati jadi kaki Gita tersandung oleh sepatunya sendiri. Dan akhirnya Gita hampir terjatuh, " aaaaaaa...." Dan Gilang pun dengan sigap menahan tubuh Gita, dan mereka saling menatap satu sama lain.


****


( Di bayangan otor si posisi begini biasanya sering ada musik. Tew tew tew teeeew....Itu tuh yang di film sinetron berlogo ikan terbang.wkwkwk....


kalau nggak, kadang kadang suka ada lagu India yang di film kucek kucek baju ne. Yang begini ni liriknya.


Tum Paas Aaye, Yoon Muskuraaye

__ADS_1


Tumne Na Jane Kya, Sapne Dikaaye


... Udah ya jangan di lanjutin lagu nya, Othor kaga boleh denger musik sama lagu India dikit bawaannya pengen joget Mulu💃💃.


****


Lanjut ke Gilang dan Gita.


Mereka masih saling memandang, namun tiba-tiba bunyi panggilan dari handphone Gita berbunyi. Gita pun langsung tersadar, dan mereka pun saling melepaskan pegangan mereka. Dan mengalihkan pandangannya ke lain tempat. Jantung Gilang berdebar begitu cepat,dan Gilang masih merasakan nya.


Begitupun juga Gita, jantung nya berdebar sangat cepat seperti orang yang sedang lari maraton.


Lalu Gita mengambil handphone nya,yang berada di dalam tasnya.


Gita pun mengangkat panggilan telpon ternyata dari ojol yang sudah menunggu di depan pagar rumah pak Hendra.


📞"Ha.. Hallo mas". Jawab Gita gugup.


📞" Mba saya sudah sampai di alamat yang mba pesan. Mbak nya di mana ya?" Kata sang ojol.


📞"Ok. Mas saya keluar sebentar ya, tunggu ya sebentar.


Panggilan pun terputus.


"Permisi pak saya pamit assalamualaikum". Ucap Gita dan Gita pun bejalan menuju pagar. Dan pagar pun di buka oleh security.


Dan di luar terlihat ojol yang sudah menunggu Gita.


Lagi lagi Gilang menahan tangan Gita. Dan Gita melihat tangannya tarik oleh Gilang, dan Gilang melihat wajah Gita dengan tatapan ingin membunuh.


"Kamu pulang sama saya, Saya antar kamu, harus mau tidak ada penolakan." Ucapan Gilang masih dengan wajah garangnya.

__ADS_1


__ADS_2