
Setelah filmnya selesai, lampu menyala dan Andi dapat melihat Gita. Yang memakai headset di telinganya, dan menutup matanya. Dengan tangannya yang memegang tangan Andi sangat kencang, seperti menahan rasa takut.
Lalu Andi baru ingat jika Gita itu takut sama film horror. Lalu Andi memejamkan matanya lalu memukul kening dengan pelan karena kesalahannya ke Gita."Kenapa bisa lupa kalau Gita itu takut sama film ini, ini tuh semua gara gara Reni. Dia bilang Gita udah nggak takut lagi sama film beginian. Habis mau bagaimana lagi,Gue ngajak Reni dan pak Lukman masa nonton film romantis kan nggak lucu. Boleh lah gue dan Gita pacaran,lah Reni dan pak Lukman kan enggak, jadi ngerasa bersalah sama Gita". Ucap Andi Dalam hati nya.
Lalu Andi menyentuh pipi Gita ,lalu Gita membuka mata nya. Melihat Andi yang sedang tersenyum kepadanya,lalu Gita tersenyum tipis ke Andi.
Lalu Gita menyimpan headset nya ke dalam tas,lalu dia bertanya"udah habis film nya,yuukk kita pulang udah malam". Gita pun bangkit dari duduknya, begitu pun Lukman,Reni dan Andi.
Reni dan Lukman sudah jalan duluan di depan, tinggal Andi dan Gita yang masih di belakang. Andi mencoba menyentuh tangan Gita ,namun Gita menghindar.
"Gita kamu mau kemana".tanya Andi
"Toilet". Jawa Gita acuh.
Gita pun masuk kedalam toilet
Andi bingung harus bagaimana. "Pasti Gita marah".Andi mengusap wajahnya dan membuang nafasnya dengan kasar.
Reni yang melihat Gita yang seperti itu sudah tau pasti Gita marah.. Lalu Reni menepuk pundak andi, lalu Reni pun masuk ke dalam toilet.
Kebetulan toilet lumayan penuh, tinggal Gita yang menunggu toilet kosong. Reni pun mendekati Gita," Lo marah git sama Andi ". Tanya Reni .
Kebetulan orang yang di dalam toilet keluar.
" Marah kenapa si, ya udah gue masuk dulu kebelet".kata Gita yang langsung masuk ke toilet..
"sebenarnya gue sedikit kesal sama Andi dan Reni,sudah tau gue nggak suka nonton film kaya gitu masih aja di tonton".Cuma Gita enggak mau kalo rasa kesalnya itu terlihat. Nama nya teman pasti tau kalau teman nya yang lain lagi kesal, mangkanya Reni menyusul Gita dan mencoba jelaskan.
Dan Reni pun ikut masuk gantian setelah orang yang di dalam selesai .
Setelah mereka selesai dan keluar bersama,"Gita Lo serius nggak marah sama Andi kan".tanya Reni.
__ADS_1
"Memang kenapa si Lo nanya gue Nggak marah sama Andi, memangnya kenapa kalau gue marah sama Andi".Tanya Gita
"Ya soalnya gue yang salah gue nyuruh Andi buat beli tiketnya tuh film, dan gue bilang kalau Lo udah berani nonton film genre horror biar Lo berani dan ga takut lagi". Jawab Rani jujur dengan menunduk..
"Apa jadi Lo yang nyuruh Andi buat beli tiket tuh film nya,dengan alasan gue udah berani,berani dari mana , HONGKONG. Kenapa bukan Lo aja yang jadian sama Andi biar bisa nonton samaan. Jawab Gita dengan kesal.yang seharusnya enggak ingin kesal malah kepancing...
"Gita".Reni terus memanggil Gita,namun di acuhkan.
Sampai di depan Andi dan pak Lukman Gita hanya tersenyum tipis,Gita menghargai adanya pak Lukman.
"Gita ". panggil Reni.
namun di potong oleh Gita.
"udah malem kita balik ya". Pinta Gita,yang di angguki pak Lukman dan Andi.
Andi bertanya sama Reni melalui kode, jawaban Reni kalau Gita marah, Andi hanya menepuk jidatnya.
"Loh kuda Lo kemana Reni,ko Bareng pak Lukman".tanya Gita
"Kuda gue di bawa sama Abang tampan gue, idola Lo dulu uupss... Sorry sorry ya ". Ucapan terakhir Reni justru membuat Andi kesal .
"ow ya Andi trimakasih ya atas traktiran nya". kata pak Lukman yang si angguki dan senyum an oleh Andi
Reni dan Gita melihat wajahnya Andi merah nahan kesal, mungkin Andi cemburu.
"Dasar Reni gila ,mulut lemes, bisa bisanya keceplosan depan Andi".Gita merasa kesal.
"Hehehe.... Gita,Andi, gue balik duluan ya,maaf Git, Andi sorry ya,oohh iya trimakasih ya traktiran nya".Reni pun pamitan dengan cengir nya karena sudah salah ngomong..
Gita yang melihat Andi yang terlihat kesal langsung pura pura manggil.
__ADS_1
"Andi sebentar mau beli minum dulu". sebenarnya Gita bingung harus bagaimana. Mangkanya Gita beli minum biar bisa mikir jernih.
"Kamu mau beli minuman apa,kamu haus engga".tanya Gita dengan suara imutnya, sebenarnya Gita males, dan jijik sendiri dengan suaranya yang di imut imutin.
Tapi selama berteman sama Andi, Gita slalu begitu stiap kali Andi sedang kesal sama orang lain. Dengan Gita begitu Andi kadang suka tersenyum..
"Apa aja kamu tau kan minuman yang aku suka". Jawab Andi dengan senyuman nya yang tipis, namun di jawab dengan suara lembutnya. dan di angguki oleh Gita.Dan Gita memesan dua minuman untuknya dan Andi
Setelah minuman nya sudah jadi Andi membayar minuman nya,lalu pergi menggandeng tangan Gita.
Gita dan Andi menuju parkiran tempat Andi memarkirkan kuda terbang nya ..
Saat Andi ingin maniki kuda terbang, Gita memanggil Andi. "Andi ko dari tadi diem aja kenapa,kamu marah sama aku ya".Gita memegang tangan Andi.
"Aku enggak marah sama kamu Git,aku cuma kesal aja sama apa yang di bilang Reni tadi di akhir katanya".Kata Andi yang mulai buka suara.
"Itu Reni hanya asal ngomong Andi udah jangan di pikirin lagi ya,Reni kan orang nya asal ceplas ceplos" .kata Gita yang mencoba menjelaskan.
"Git, justru kalo Reni yang suka ceplas-ceplos itu yang jujur, kan keseringan begitu Git, kamu tau kan Gita. Kita udah kenal udah lama Gita jadi kita tau sifat di antara kita bertiga, terus apa bener yang di bilang Reni, kalau kamu suka sama kakaknya".kata Andi yang nada nya sedikit kesal.
Lalu Gita membuang nafasnya dengan kasar,lalu Gita menoleh ke arah lain, Gita lagi nggak mau berdebat. " Harusnya kan gue yabg marah, kenapa jadi dia yang marah begini.." Gita menggerutu dalam hatinya.
Andi yang sadar sama nada nya sedikit kesal, langsung berhenti dan nyesel udah kesal sama Gita yang hanya masalah sepele. Lalu Andi melihat Gita yang memandang arah lain bukan ke wajahnya merasa sangat bersalah.
Lalu Andi memanggil Gita dan menyentuh tangan nya."Git,kita pulang ya,sudah jangan di bahas lagi kita pulang sekarang udah malam".Ajak Andi dan Gita hanya mengangguk saja.
Lalu Andi memakai kan helm ke Gita,dan Andi menaiki motornya dan Andi pun mengendarai motornya untuk mengantarkan Gita pulang.
Sebenarnya Gita ga mau pegangan ke Andi hanya tangan Andi yang menarik tangan Gita ke perutnya untuk pegangan, seolah olah Gita seperti memeluk Andi.
Saat Andi membayar parkiran pun,Andi masih memegang tangan Gita yang hendak melepaskan pegangannya. Sebenarnya Gita malu karyawan parkir melihat Andi dan Gita sambil senyum senyum.cuma Andi nya merasa cuek dan masa bodo.Dia nggak mau ngelepasin tangan Gita ..Ya jadi Gita hanya menoleh kearah lain agar enggak semakin malu..
__ADS_1
bersambung