
Gilang hanya tersenyum. " Kamu tidak sama sekali merepotkan saya Git, itu sudah kewajiban saya menolong sesama. Apalagi kamu itu karyawan saya,dan kamu juga sudah membantu Jessy. Jadi impas kan,tidak ada kata merepotkan dan menyusahkan. Dan satu lagi jangan pernah segan untuk meminta tolong sama orang, karena kita memang harus tolong menolong. Kalau kamu tadi mengambil minum sendiri terus jarum infus kamu lepas bagaimana, mau kamu nanti di tusuk jarum lagi." Gita langsung menggeleng kan kepalanya dengan cepat. Padahal Gilang hanya menakuti Gita saja.
Lalu pak Jaka dan Bu Siti pun datang.
" Maaf nak Gilang kami agak lama, tadi kami sekalian shalat ashar".
" Iya pak tidak apa-apa".
Lalu tiga orang perawat pun datang keruangan Gita, memberi tau kalau Gita akan pindah kamar inapnya.
Setelah Gita pindah kamar, Gilang pun pergi untuk ke musholah yang berada di rumah sakit itu untuk shalat. Setelah shalat Gilang hendak kembali ke kamar Gita di rawat. Namun Gilang mendengar seperti ada yang memanggil namanya, saat Gilang menoleh ternyata Lukman dan Reni.
"Assalamualaikum ". Salam Reni dan Lukman.
"Loh kalian di sini.?"
"Iya pak, saya kesini ingin kasih Bayu salin untuk ayah,ibu dan Gita.?" Jawab Reni yang sudah membawa tas besar di tangannya.
"Iya mas, tadi saya nganterin Reni buat ngambil baju salin untuk bapak dan ibunya Gita." Lukman pun juga membantu jawab.
"Yasudah yuk ke ruangannya Gita." Ajak Gilang yang berjalan lebih dulu,di depan Lukman dan Reni.
Reni mengikuti bos nya melangkah, mereka memasuki lift, tertulis lantai 5. Dan saat keluar lift bertulisan kamar VIP, lalu belok kiri bertulisan VIP 02.
Tok...Tok... Tok. Gilang mengetuk pintu,dan membukanya. Terlihat Gita sedang di suapi makan oleh ibunya, Gita Bun menolak untuk di suapi karena ada temannya.
"Ya ampun Gita". Lalu Reni mencium tangan kedua orangtuanya Gita. Begitupun juga Lukman yang bersalaman dengan orang tua Gita.
Reni pun memeluk Gita,ada perasaan sedih bagi Reni. Karena sahabat sakit, sampai di rawat seperti ini." Ya ampun, temen kesayangan gue. Sekarang bagaimana keadaan elo, nih nyokap gue nitip ini buat elo. Bubur kacang hijau kesukaan elo, cepetan sembuh ya".
__ADS_1
Gita hanya mengangguk dan tersenyum dengan bibirnya yang masih pucat.
"Git, cepat sembuh ya. Reni mikirin kamu terus dari pagi tadi".
Gita mengangguk." Trimakasih mas Lukman, iya saya juga ingin sehat. Enggak enak di rumah sakit, pakai alat ini segala lagi". Sambil menggerakkan tangannya yang di pasang infusan.
"Iya mangkanya cepat sehat lagi". Lalu Reni pun menoleh ke arah Bu Siti. " Bu sini biar aku saja yang nyiapin Gita, sekalian ada yang ingin aku bicarakan sama Gita". Bu Siti pun paham, akhirnya mereka pun pergi meninggalkan Gita dan Reni di dalam kamar.
Reni menatap wajah Gita yang terlihat sembab bagian matanya." Elo kangen Andi Git.?" Gita menunduk lalu mengangguk." Jadi elo udah beneran membuka hati loe buat Andi."
Gita mengangkat wajahnya melihat kearah Reni." Elo nggak percaya Ren, gue udah membuka hati gue sejak kita ke pantai. Tapi kenapa di saat gue udah pasti sama hati gue, dia hilang tanpa kabar Ren. Lo inget David juga dulu seperti itu. Nyatanya dia punya pacar di belakang gue Ren, gue nggak mau Andi kaya gitu ". Air mata yang ia coba tahan akhirnya gugur juga.
"Ya udah sekarang loe fokus sama kesehatan elo, masalah Andi nanti kita tanya ke kakak nya ya.?" Reni memberikan saran,dan Gita pun mengangguk." Teman gue gak boleh cengeng, harus kuat apa yang gue pernah bilang ke Elo". Gita pun menghapus air matanya, lalu mengangguk dan tersenyum.
Dan kini sudah jam tujuh malam, Reni Lukman dan Gilang pun sudah izin pamit untuk Pulang. Hanya tinggal keluarga Gita saja yang menemani Gita di rumah Sakit. Gita terus mengirim pesan kepada Andi namun tidak pernah ada jawaban dari Andi.
✉️Ndi kamu ko gak ada kabar,aku sakit kamu gak khawatir biasanya kamu yang slalu khawatir tentang aku.
Kedua orang tua Gita sebenarnya merasa khawatir dengan keadaan anaknya, tapi mereka tidak bisa membantu hanya Gita yang bisa menyelesaikan masalahnya sendiri.
Keesokan pagi harinya, ada seorang laki-laki yang menjenguk Gita." Tok... Tok...Tok.."Assalamualaikum..."
"Waalaikumsallam, eeh Riko, masuk ko. Kirain siapa.?" Kata pak Jaka yang menyuruh Riko masuk .
Riko pun masuk lalu duduk di sofa ." Memang bapak pikir siapa?" Tanya Riko yang meletakan bungkusan di atas meja.
"Oh iya pak, Bu ini tadi ibu menitipkan makanan untuk kalian. Di makan ya pak,Bu jangan sampai kalian juga sakit karena menjaga Gita."
"Trimakasih Riko atas makanan nya. Nanti kami makan tenang saja.Ow iya kemarin kamu kemana aja tidak pernah ngeliat batang indung Riko.?" Ledek pak Jaka.
__ADS_1
"Iya kemarin saya sibuk ngirim barang,pulang udah malam. Ya jadi habis pulang kerja Riko istirahat ". Jawab Riko dengan nada sopan.
Pak jaka dan Bu Siti pun akhirnya membuka bungkusan nasi yang di berikan dari ibunya Riko. Dan menikmati sarapannya dengan nikmat.
Saat pak Jaka dan Bu Siti sedang makan, Gita pun terbangun. Dan mencari seseorang untuk di minta tolong, Riko pun menghampiri Gita." Ka Riko.?" Tanya Gita.
Riko pun tersenyum." Iya ini aku Git, kamu mau apa, apa ada yang kami inginkan.?"
Gita pun mengangguk."Gita mau minum, ibu mana?"
"Ibu makan, ayo kakak bantuin buat minum". Riko pun mengambil minuman lalu membantu Gita untuk minum.
"Trimakasih ka." Gita pun menyudahi minum nya."kakak tidak kerja?"
"Nanti siang Git, kakak semalam pulang kerja ibu memberi tahu kalau kamu di rawat. Mangkanya kakak langsung kesini, kebetulan ibu nyuruh aku bawakan sarapan untuk ayah ibu kamu."
"Trimakasih Ka, maaf sudah merepotkan kamu".
"Di sini tidak ada kata merepotkan Git, yang ada saling tolong. Kamu cepetan sehat nya, ow iya kakak punya sesuatu buat kamu." Riko mengambil sesuatu dari dalam tasnya.lalu menujuk kan kepada Gita." Nih untuk kamu, waktu itu waktu aku lagi jalan-jalan dari tempat kerja. Aku lihat ini, aku beli dua buat Reni satu, dan buat kamu satu."
" A Anggita, Wah trimakasih ya ka, ini bagus banget. Reni di belikan huruf apa ka?"
"Ya huruf R dong Git, aku pakai kan ya ke tangan kamu". Gita pun mengangguk.
Lalu Riko memasang kan hadiahnya di tangan Gita, lalu Gita tersenyum dengan apa yang Riko berikan.
Sebenarnya saat di saat Riko memberikan minum ada orang lain yang melihat adegan itu. Namun dia mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam kamar Gita, jadi dia hanya melihat dari kaca saja.
__ADS_1
" Siapa dia, kenapa begitu dekat sama Gita dan keluarganya. Kenapa dada ini begitu sesak melihat Gita dekat dengan cowok itu, astaga Gilang ingat dia itu sudah punya pacar jangan coba coba nikung hubungan orang". Orang itu bicara seorang diri, Ya pria itu adalah Gilang . Gilang pun akhirnya hanya menunggu di kursi depan.
Saat pak Jaka ingin keluar,pak Jaka terkejut karena ada Gilang yang duduk kursi depan.