
Bu Siti melihat Andi dengan tersenyum" iya Andi boleh,sama Reni juga memang perginya". Kata Bu Siti kepada Andi.
"Tidak si bu hanya Andi dan Gita saja yang jalan "..kata Andi sambil tersenyum dan garuk-garuk kepalanya yang tak gatal.
Ibu Siti hanya ber ooo saja. Sambil melihat Andi yang sepertinya sedikit malu. Andi biasanya datang main sebagai teman. kali ini berbeda sebagai pacar dari anaknya, dan Bu Siti dapat mengerti.
Lalu Gita datang dari dalam dengan membawa minuman untuk Andi,dan ada cemilan pula..
"Ayo di minum dulu Andi minuman nya Gita loh yang bikinin minuman nya untuk Andi, ibu mau kedalam dulu ya". kata Bu Andi yang beranjak berdiri dan masuk kedalam.
Lalu Andi meminum minuman yang di buat Gita, sambil di seruput minuman berwarna hitam pekat itu. Ya Gita membuat kan Andi kopi karena itu minuman kesukaan Andi. Andi melihat Gita dengan tersenyum." ini kopi kamu yang buat Git". kata Andi lalu menyeruput kopinya lagi.
"Iya kenapa nggak enak ya pait ya buatan aku". Kata Gita dengan perasaan takut, krena takut nggak enak kopinya.
Andi tersenyum dan menggeleng kan kepalanya." enggak ko ini enak loh kopi nya,liat dong aku minum nya berkali kali". kata Andi dengan mengedipkan matanya ke arah Gita.
"Iiissh... Gombal banget dah.." kata Gita yang menoleh kearah lain, dengan menahan senyumnya
Setelah Adi selesai dengan urusannya minum kopinya, Gita dan Andi pun pamitan.
"Bu, Andi pinjem Gita dulu ya".kata Andi yang meledek Bu Siti lalu mencium tangan ibunya Gita.
Andi Dapat bonus hadiah cubitan juga dari Gita." Aaawww....Aaww... Sakiit Gita, cubitan nya kaya cubitan tuan krab tau nggak". Andi pun meringis dapet cubitan dari Gita sambil di usap usap bekas cubitan Gita, semuanya pun ikut tertawa.
"IBu Gita dan Andi jalan dulu ya". Kata Gita ke ibunya sambil mencium tangan ibunya. Lalu merek berdua pun menaiki motor meninggalkan rumah Gita.
Sedangkan di tempat lain,ada seorang gadis kecil yang sedang memanggil papahnya.
" Paaaahh.....Sudah selesai belum ,Jessy sudah siap Nih". Tepat di depan kamar Gilang, Jessy sudah menunggu dengan sangat cantik .
Cklak,,pintu pun terbuka, Gilang membuka pintu dengan tersenyum melihat sang putri sudah cantik." Eehh...Anak papah sudah cantik aja, papah sudah rapih, ayooo... Kita berangkat". Kata Gilang yang menggandeng tangan sang anak .
__ADS_1
Tiba di tepat yang Gilang dan Jessica tuju, tempat wisata wahana permainan di Jakarta, semua permainan pun Jessy nikmati tak lupa Gilang pun mengikuti kemana sang anak inginkan...Dari naik bebek bebekan, kincir, dan semua wahana pun di naiki nya. Tetapi hanya permainan untuk seumur jessy saja yang Gilang izin kan, yang tidak membahayakan Jessy.
Dan setelah permainan Jessy selesai, Jessy bilang ke papahnya jika ia ingin sekali buang air kecil."Pah Jessy ingin ke toilet". kata Jessica sambil memegang tangan Gilang.
"Aaahhh...kamu mau ke toilet aduh yuk kita cari toilet nya di mana".Kata Gilang sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Lalu Gilang bertanya kepada salah satu petugas di situ, dan diberi tau letak toilet tersebut. Dan Gilang melihat toilet itu lumayan rame dan hampir wanita,yang sedang mengantri untuk ke toilet.
"Haduuhh.....Lumayan rame lagi, dan makhluk nya perempuan semua. Nggak mungkin aku ikut ngantri nganter Jessy sampai situ". Kata Gilang yang berbicara dalam hati.
"Jessy kamu kebelet banget ya, lumayan rame lagi nak,.Papah nggak bisa nemenin kamu kalau begini." Kata Gilang dengan wajah bingung nya.
"Yah.... Terus bagaimana dong pah,aku udah kebelet banget pah. Yasudah Jessy saja sendiri ya,tidak apa-apa ko aku bisa aku kan sudah besar."Kata Jessy dengan tersenyum.
"Serius kamu bisa sendiri ke dalam,kalau ada apa-apa kamu teriak ya sayang."Kata Gilang yang di angguki oleh Jessy.
Lalu Jessy ikut mengantri, karena Jessy paling kecil di situ dan hampir yang mengantri itu orang dewasa. Jessy pun mengantri di antrian belakang..
Balik ke Gita dan Andi..
Gita menikmati semua permainan tersebut. Dari kincir kreta gantung dan segala macam permainan lainnya."iih... Andaikan Reni bisa ikut sama kita pasti tambah seru ya kan Andi". Kata Gita berjalan bergandengan dengan Andi.
Lalu Andi dan Gita duduk di salah satu bangku yang di sediakan di wahana permainan. Lalu Andi duduk sambil meminum dengan minuman botol. Gita pun juga sama ikut minum seperti Andi.
"Enggak seru, pasti nanti kamu mau nya sama Reni terus, Sama aja aku sendirian. Kan kita lagi kencan Git, masih aja mikirin Reni". Jawab Andi dengan melihat wajah Gita.
Gita yang dapat tatapan manis dari Andi jadi salah tingkah. "Ngeliatin nya biasa donk Andi". Kata Gita yang menutup wajah Andi dengan telapak tangan nya.
"Kenapa si Git hem... Kan ngeliatin pacar sendiri bukan pacar orang". Kata Andi dengan menggenggam tangan Gita.
"Dasar gombal, begini ya Andi yang aku kenal sebagai sahabat aku. Setelah jadi pacar pinter gombal, jangan jangan kamu diam diam tukang gombal ya atau raja gombal".Gita ngeledek Andi dengan terkekeh.
__ADS_1
"Jelas jelas di sana tuh aku disebut Cuka bancut kadaluarsa Git. Tau kan cuka itu asem,di tambah bancut,udah kadaluarsa juga. Masya Allah ketauan kan asem nya bagai mana tuh tampang aku di sana. Aku di nilai gitu Git di sana" . Andi menepuk jidatnya. "Bagaimana mau di sebut raja gombal, gombal juga cuma sama kamu aja Git".
"Mangkanya kamu itu jangan asem asem punya muka, senyum dikit donk Andi. Kamu tuh kalau senyum manis tau nggak, Coba senyum nya mana aku mau liat".Gita menyuruh Andi tersenyum.
Andi pun mengikuti apa yang Gita suruh,Andi tersenyum di hadapan Gita. " Nah begitu dong senyum, kan manis di lihat nya . Jangan kaya beruang kutub punya muka datar banget ekspresi nya". Ledek Gita.
"Pinter geledek kamu ya sekarang ,sama aku lagi, hemm...." Andi mengusak usak rambut Gita.
Lalu tepat di bangku di belakang Gita ada sekelompok anak gadis remaja yang memperhatikan Andi, dengan terus memandang Andi.
Andi yang tersenyum kepada Gita, justru cewek cewek yang di belakang Gita yang salah tingkah."tuh kan cowok itu kalau udah senyum manis banget,liat deh dia senyum ke sini..
Lalu tiba-tiba salah satu cewe.Di antara sekelompok cewek-cewek yang duduk di dekat Gita mendekati Andi. Saat kebetulan Gita sedang membeli jajanan.
"Hai ka, boleh nggak aku kenalan sama Kaka. Aku intan,nama Kaka siapa?
Aku yang duduk di sebelah situ tadi". Lalu gadis itu mendekati tangannya ke depan Andi.
Andi bingung harus bagaimana." Nama saya andi". lalu Andi pun memperkenalkan namanya dan bersalaman, dengan tersenyum tipis.
Andi yang melihat kalau Gita sedang melihat dirinya dengan gadis di hadapannya. Andi takut Gita salah faham, Andi pun melepaskan tangannya dari tangan gadis itu. "Maaf saya mau kesana permisi ".kata Andi yang meninggalkan gadis itu sendiri.
Andi menghampiri Gita yang sedang berjalan mendekati dirinya.
"Git, kamu sudah beli jajanan nya.?" Tanya Andi yang hanya dapat anggukan Gita.
"Habis ini kamu mau kemana lagi.?" Tanya Andi lagi dan hanya dapat jawaban kedua pundaknya Gita dinaikkan.
"Huuufh..." Andi pun membuang nafasnya. "pasti dia ngambek ni, kebiasaan Gita kalau ngambek pasti nggak mau ngomong." Kata Andi dalam hati. Lalu Andi bertanya kembali ke Gita.
"Habis ini kita makan ya,biar perut kamu ke isi makanan, dari tadi cemilan terus yang kamu beli". Dan lagi lagi Gita hanya mengangguk.
__ADS_1
Membuat Andi pusing harus bagaimana lagi, Membuat Andi frustasi.
bersambung...