Cinta Anggita

Cinta Anggita
Permintaan pak Hendra,dan Lukman


__ADS_3

Kini ibu mertua dan menantu sedang berkutat di dapur untuk membuat nasi goreng. Pesanan dari para Pria.


Setelah nasi goreng sudah matang, kini Gita menata nasi goreng nya . Lalu di letakan di atas meja makan.


Gita pun menaiki anak tangga menuju kamarnya,untuk memanggil suaminya. Serta ke dua anaknya, untuk sarapan pagi sama sama.


Baru sampai anak tangga terakhir, Ali dan Jessy sudah sampai di depan pintu kamar menuju lantai bawah.


"Eeh... Anak mamah yang cantik dan ganteng sudah mandi. Yasudah kalian sarapan dulu ya, mamah masak nasi goreng. Tapi kalau kalian gak mau makan nasi dulu, mamah juga sudah buatkan susu. Kalau gitu mamah mau panggil papah dulu ya, lagi kurang sehat soalnya.


" Iya mah, Trimakasih ya mah. Kalau begitu kami ke bawah dulu ya mah". Pamit Ali dan Jessy. Gita pun mengangguk kan kepalanya.


Dan dua bocah kecil itu berjalan menuju ruang makan. Dan Gita lanjut untuk masuk ke kamarnya, di sana suaminya masih meringkuk di bawah selimut.


Gita berjalan mendekati suaminya,dan membangun kan nya.


"Mas, bangun yuk. Katanya tadi minta nasi goreng, aku sudah buatkan tuh di meja makan." Sambil membuka gorden agar cahaya matahari masuk kedalam kamarnya.


Mata Gilang terbuka karena silau akan cahaya matahari, Gilang menyipitkan matanya kembali.


"Sayang, tutup dulu silau banget. Kepala ku jadi terasa pusing."Gita pun hanya tersenyum mendengar ucapan suaminya.


"Ko malah tersenyum aku ngomong, kepala aku pusing sayang.?"


Gilang sudah bangun namun masih malas malasan. Gita pun menghampiri suaminya, dan mengusap lembut wajah suaminya.


" Tadi katanya minta buatin nasi goreng, Ayo bangun dong mas." Gilang melihat istrinya pun tersenyum.


Lalu Gilang menujuk nujuk bibirnya yang di majukan. Gita menyipitkan matanya, menatap dari kode suaminya itu.


"Maksudnya apaan tuh begini.? Kan semalam sudah mas, masa mau lagi.Masih pagi loh mas, di bawah juga lagi nungguin kita". Kata Gita yang wajahnya sedikit menghindar dari wajah suaminya. Sedangkan wajah Gilang sudah mendekat kearah istri nya. Dengan tersenyum yang tau tau maksudnya, hanya suami nya kah yang tau maksud senyuman nya itu.


"Memang kamu pikir aku mau ngapain si sayang, aku cuma ingin seperti ini saja ko. Tapi kalau kamu mau lebih juga boleh, kita lanjutkan yang semalam." Kata Gilang dengan tersenyum nakal, dengan mata yang di kedipkan ke arah istrinya itu.

__ADS_1


"Mas kan semalam udah loh, pake nambah segala lagi. Memang kamu gak kasian sama ini". Sambil mengusap perutnya sendiri." Kemarin bunda bilang kan hilang nya gairah bercinta mas, biasanya kalau suaminya yang ngidam. Tapi kamu seperti nya gak berubah tetap saja Taksum(Otak Mes*m)." Gita menjelaskan dengan bibir yang di majukan.


Membuat suaminya terkekeh melihat istrinya seperti itu. Gilang pun langsung mengecup bibir istrinya, karena merasa gemas.


Bagi Gilang, semenjak Gita mengandung. Gilang jadi semakin sayang ,apalagi bentuk tubuh istrinya yang padat membuatnya semakin gila. Bagaimana bisa Gilang hilang rasa gairah berci*ta nya dengan Gita. Kalau dengan Gita yang seperti itu saja sudah membuatnya candu.


Tidak perlu lah bagi Gilang, Gita menggunakan baju lembur malam nya. Dengan menggunakan daster aja sudah membuat Gilang suka dan tergila-gila dengan istrinya itu.


"Yasudah yuk kita sarapan, aku sudah gak sabar makan nasi goreng buatan kamu". Sambil mencium pipi istrinya, Gilang pun memegang tangan Gita untuk turun dari tempat tidurnya.


"Kamu sudah gak pusing mas.?"


"Gak, kan tadi sudah dapat vitamin dari kamu". Gita hanya tersenyum melihat tingkah suaminya, yang semakin lama semakin romantis.


Kini Gilang sudah berada di ruang makan, dan menikmati nasi goreng buatan istrinya itu. Bukan hanya Gilang, kedua mertuanya dan juga putra putrinya pun juga ikut makan dan menikmati makanan mereka.


Saat mereka sedang menikmati sarapannya, datang lah Lukman, Reni, mamah Henny.


"Assalamualaikum...."


"Ya Henny, makan bareng sini yuk. Nih Gita bikin nasi goreng." Sambung Bunda.


"Sini mamah, mas Lukman, Reni. Kebetulan aku masak banyak". Timpal Gita.


"Iya Git trimakasih, ini Lukman pagi pagi begini nyari nasional uduk. Mana ada, apa lagi masih suasana lebaran.?"


"Tau kamu Man, kasian istri kamu dan mamah. Makan mah, Reni makan sini, biarin Lukman. Kalau dia lapar pasti makan nanti". Ledek Gilang.


"Gak apa-apa mas, kasian mas Lukman. Dari semalam makan apa aja susah." Kata Reni membuat mertua nya ikut mengangguk kan kepalanya.


Lukman yang duduk di kursi melihat nasi goreng buatan Gita, Lukman langsung mengambil piring dan menyendok nya.


"Buatan kamu Git.?" Gita mengangguk.

__ADS_1


" Aku makan ya, sepertinya enak.?" Lukman langsung menyantap nasi goreng nya. Dengan sangat lahap, membuat mamah Henny dan Reni tersenyum.


Dan Semua pun melihat Lukman makan dengan sangat lahap, seperti orang yang tak pernah makan.


"Makan pelan pelan Man, Nanti kamu keselek loh nanti." Kata mamah Henny.


"Tapi beneran loh ini, nasi gorengnya enak. Kamu tau kan Reni aku liat makanan males banget dari semalam." Reni pun mengangguk kalau apa yang di ucapkan suami benar.


"Mas Lukman ngidamnya Sampai seperti itu ya.? Mas Gilang malah makan Mulu dari semalam.?" Ledek Gita melihat ke arah suaminya yang sudah nambah makan nasi gorengnya.


"Iya Git, aku juga bingung. Semalam aja mas Lukman hanya minum teh hangat aja, baru dia tidak muntah. Setiap apa yang di makan selalu di keluarkan."


"Yasudah kalian juga makan lah, man kamu makan yang banyak." Lukman pun mengangguk kan kepalanya.


Dan kini Reni dan mama Henny pun ikut sarapan bersama. Setelah sarapan mereka berkumpul di ruang keluarga.


" Henny nanti siang katanya Ridwan mau datang.? Dan yang mas tau, putri nya yang dulu di bawa istrinya, kini sudah di temukan. Dan kata nya dia akan datang bersama anak dan menantunya kesini.?" Pak Hendra memulai pembicaraan.


"Ow yah mas, tapi aku gak tau tentang hal itu.?"


"Ya iyalah kamu gak tau, kamu kan selalu menghindar dari dia. Henny sampai kapan kamu sendiri, sekarang tanggung jawab kamu ke Lukman sudah selesai. Anak kamu sudah mempunyai keluarga sendiri." Mama Henny hanya diam dengan pertanyaan yang kakaknya berikan." Lukman izinkan mamah kamu menikah kembali, agar mamah kamu tidak sendirian."


"Lukman tidak pernah melarang mamah untuk menikah kembali. Justru Lukman mengizinkan mamah menikah, agar mamah tidak sendirian kalau aku dan Reni menginap di rumah mertua. Sebenarnya Lukman selalu khawatir dengan mamah, kalau sendirian di rumah."


"Lukman mamah tidak kenapa-kenapa, mamah tidak kesepian. Kalau kamu gak ada, kan mamah bisa main kesini". Mamah Henny mengelak. Memang sebenarnya mamah Henny juga merasa kan apa yang Lukman ucapkan.


"Terus kalau ada yang mencoba niat baik sama kamu. Apa kamu juga akan menolaknya Henny, jujur mas sebagai kakak kamu juga merasakan apa yang Lukman ucapkan. Setidaknya ada yang melindungi kamu, saat Lukman tak ada Henn.?" Mamah Henny hanya diam tak menjawab ucapan kakaknya.


"Trimakasih mas, mas sudah peduli sama Henny. Nanti akan aku pikirkan kembali." Mamah Henny pun langsung berdiri dan meninggalkan semua keluarga nya.


Semua mata pun melihat kepergian mamah Henny yang meninggal keluarga. Terutama Lukman merasa sangat bersalah dengan ucapannya, yang setidaknya setuju dengan ucapan pamannya. Yang memaksa Mamah nya untuk menikah kembali.


"Ayah Hendra maaf ya, Lukman ingin nyusul mamah. Sayang kamu di sini ya, aku ingin menyusul mamah". Semuanya pun mengangguk .

__ADS_1


Akhirnya Lukman menyusul mamah Henny yang pergi meninggalkan mereka semua. Dan mamah Henny menyendiri di kamar yang di mana kamar mamah Henny, Kalau setiap mamah Henny menginap di sana.


Bersambung...


__ADS_2