
"Ndi lepasin tangan aku, sakit Ndi. Jangan kaya gini Ndi, kalau istri kamu liat aku nggak enak ndi". Gita berusaha menggerakkan tangannya agar terlepas. Namun gagal, Gita berharap ada yang datang dan menolong dirinya dari Andi.
Saat Andi sedang berusaha menjelaskan semuanya, Tapi Gita hanya memejamkan matanya dan telinga nya. Saat Andi bicara, karena Gita tak mau melihat dan mendengarkan apa yang Andi ucapkan. Tiba tiba pintu terbuka, dan ada seseorang yang membuka pintu ruangan itu. Dan saat Gita melihat ternyata seorang pria yang Gita kenal, dan Gita pun tersenyum kearahnya.
" Mas Gilang". Nama yang keluar dari mulut Gita, dan Andi terkejut Gita memanggil dengan sebutan itu.
Andi pun langsung melepaskan tangannya Gita, dan Gita pun berlari kearah Gilang. Gita menubruk tubuh Gilang lalu memeluknya." Trimakasih sudah datang aku takut".Gilang pun juga terkejut dengan sambutan Gita,yang memeluknya.
Gilang pun langsung membalas pelukan Gita dan membelai rambutnya.
"Sekarang kamu sudah aman, kamu tidak apa-apa Git.?" Gita pun mengangguk masih dengan posisi yang sama. Entah kenapa Gita sangat nyaman, tapi memang Gita sedikit takut saat Andi seperti itu.
Andi yang melihatnya seakan tak percaya. Kalau Gita berlari memeluk bosnya itu apa lagi memanggil dengan sebutan mas Gilang.
"Lepasin Gita, jangan cari kesempatan kamu memeluk Gita seperti itu". Andi berkata dengan nada marah.
Gilang tersenyum sinis." Kamu lihatlah sendiri Gita sangat ketakutan dengan kamu. Saya ingatkan kamu, jangan kasar dengan Gita. Lagian kamu sudah ada istri tapi masih mengejar Gita, apa maksudnya. Kamu sadar yang kamu lakukan ini salah, kamu bisa melukai banyak orang. Bukan hanya Gita,tapi istri, dan kedua orang tua kamu".
"Jangan ikut campur, itu urusan saya bukan urusan kamu. Lagian kamu itu hanya bos nya saja, bukan siapa siapa Gita. Jadi jangan pernah ikut campur, urus saja urusan kamu itu". Kata Andi masih dengan nada emosi.
Tangan Gilang terkepal sangat kuat menahan emosinya. Dan Andi tersenyum sinis kearah Gilang." Kenapa tak Terima, iya kan kamu hanya bos nya saja".
__ADS_1
"Andi cukup, kamu urus saja rumah tangga kamu itu. Dan susul sana istri kamu, dia pasti sudah menunggu kamu". Ucap Gita yang membela bos nya itu.
"Git, kamu membela dia. Dia hanya bos kamu, bukan siapa-siapa kamu Git".
" Memang kamu siapa aku, kamu bukan siapa-siapa aku lagi. Kamu hanya mantan dan hanya masa lalu aku aja. Memang kenapa kalau dia bos aku, dan memang kenapa juga kalau dia ini lebih berarti buat aku". Jawaban Gita membuat Andi diam seribu bahasa.
Dan untuk Gilang,dia menunjukkan senyum kemenangan kearah Andi.
"Kamu dengar kan Gita bilang apa, kamu hanya masalalu nya. Dan jelas ini akan menjadi urusan saya karena Gita bukan milik kamu lagi, tapi Gita ini milik saya. Jangan pernah ganggu Gita lagi, camkan itu ". Lalu Gilang menggenggam tangan Gita, Dan Gilang membawa Gita pergi dari Andi.
Gilang menggenggam tangan Gita begitu erat. Dan Gita hanya mengikuti Gilang.
Semua pengunjung toko melihat Gita dan Gilang yang saling bergandengan tangan. Dan santai Gilang menggandeng tangan Gita ketempat yang cukup sepi.
" Git, kamu tidak apa-apa kan. Kamu tidak di apa apakan sama mantan kamu itu, kenapa pula dia sudah mempunyai istri masih mengejar kamu Git.?" Tanya Gilang dengan nada khawatir.
Gita menggelengkan kepalanya." Aku tidak apa-apa, trimakasih lagi lagi sudah menolong aku . Aku juga tidak tau kenapa Andi sekarang bisa seperti itu". Jawab Gita yang masih sedikit ada rasa takut.
"Beneran kamu tidak apa-apa Hem... Apa mau saya antar pulang saja. Kami terlihat sedikit pucat, saya antar kamu pulang ya". Gita menggelengkan kepalanya menolak untuk di antar Pulang.
" Tidak usah mas, nanti Reni khawatir. Dan pasti nanti Jessy nyariin mas Gilang. Lebih baik kita susul mereka saja, aku sudah tidak apa-apa". Gita pun tersenyum lalu berjalan untuk menyusul Jessy dan Reni.
__ADS_1
Namu baru dua langkah Gilang menarik tangan Gita. Dan Gita pun menoleh kearah Gilang.
" Git apa saya boleh tanya sesuatu ke kamu.?" Gita mengangguk kan kepalanya." Apa kamu masih mempunyai perasaan sama mantan kamu itu, kenapa kalau kamu masih mempunyai rasa, Kenapa kamu menolak dia. Sedangkan dia rela meninggalkan istrinya untuk kamu.?"
Gita menatap wajahnya Gilang." Aku tidak sejahat itu, aku masih punya hati nurani. Kenapa aku menolak, karena jika seandainya posisi aku ada pada istrinya. Aku pasti merasakan sakit hati. Karena Andi selalu mementingkan dan peduli dengan pacarnya, bukan dengan istrinya. Ya walaupun dia yang sudah merusak hubungan aku dan Andi, tapi itu semua hanya kecelakaan, bukan murni kesalahan dari gadis itu. Dan itu pertanda kalau aku dan Andi memang sudah tidak berjodoh. Dan aku tidak mau membalas itu semuanya, karena aku bukan orang yang pendendam. Dan mungkin Allah akan memberikan aku jodoh yang baik untuk ku nanti". Kata Gita yang sudah mulai sedikit tenang dan senyuman yang menghiasi bibirnya Gita.
Gilang pun turut tersenyum." Bagus kalau kamu berfikir seperti itu, karena kita harus berjalan dan menatap ke depan, karena itu masa depan kita. Jangan pernah menoleh kebelakang karena itu adalah masa lalu, masa lalu yang harus di tinggal kan. Jadikanlah masa lalu kita itu sebagai pengalaman kita, agar kita tidak terjatuh ke lobang yang sama, untuk kedua kalinya". Gita pun mengangguk dan tersenyum mendengar ucapan bos nya.
"Git, apa benar yang kamu ucapkan ke Andi tadi.?" Tanya Gilang dan Gita berfikir dia bicara apa ke Andi.
"Apa ya, Gita lupa". Jawab Gita dengan cengengesan. Sebenarnya Gita tau cuma Gita pura pura lupa.
"Saya tau kamu pasti pura pura lupa. Saya hanya ingin kamu itu menjadi milik saya, dan saya itu berarti untuk kamu. Seperti apa yang kamu ucapkan ke Andi. Dan saya tidak mau mengulang pertanyaan saya ini, dan saya akan meminta jawaban dari kamu. Tapi saya juga tidak mau ada kata penolakan untuk saya dari kamu. Saya hanya butuh satu jawaban dari kamu yaitu iya, paham kamu". kata Gilang yang mengungkapkan isi hatinya.
Gita membelalakkan matanya, serta mulutnya yang terbuka. Lalu Gita mengedip ngedipkan matanya, karena Gita terkejut dengan ucapan dari bosnya itu." Tapi itu.....". Saat Gita ingin menjawab, Gilang sudah menyelak pembicaraan Gita.
"Saya tidak butuh jawaban itu sekarang dari kamu Git, tapi pastinya jawaban kamu itu akan saya tagih. Tapi saya tidak ingin ada penolakan dari kamu. Untuk sekarang ayo kita ketempat Jessy, pasti mereka menunggu kamu. Pasti kamu lapar kan, saya tidak ingin kamu sakit ayo...." Gilang pun menggenggam tangan Gita, dan menuntun Gita untuk kumpul dengan Jessy, Reni, dan Lukman.
Dan Gita hanya mengikuti langkah Gilang walaupun Gita ingin protes dengan perkataan bos nya itu. Dengan bibir yang terus menggerutu, karena merasa kejebak dengan ucapannya sendiri.
bersambung.
__ADS_1