
Dan akhirnya Lukman pun juga ikut masuk kedalam, dan masuk ke kamar mereka masing-masing.
Sedangkan di dalam kamar, seorang pria sedang tersenyum saat Gita yang sudah masuk kedalam kamarnya. Pria itu adalah Gilang, dia tersenyum saat Gita mengikuti ucapannya,saat menyuruh masuk ke dalam jangan diluar..
Adzan subuh pun telah berkumandang, Gita kini sudah selesai habis dari dalam tandas. Dan kini Gita melakukan shalat dua raka'at nya. Setelah selesai shalat Gita berpapasan dengan Gilang, yang hendak ke dapur. Karena letak dapur, dan tempat shalat jarak nya dekat.
Dan mata mereka lagi lagi saling bertemu. Lalu Gita tersadar, dan Gita hanya menundukkan kepalanya. Lalu Gita berjalan meninggalkan Gilang,dan masuk kembali ke dalam kamarnya. Dan Gilang pun melanjutkan niatnya untuk membuatkan kopi.
Lalu Bu Yuni pun keluar dari dalam kamarnya." Loh Bun, baru bangun.?" Tanya Gilang yang sedang mengaduk kopinya.
" Tidak Lang, bunda baru selesai shalat. Kamu sedang buat apa sayang.?" Bunda mengintip anak nya mengaduk kopi." Ow kamu buat kopi, sampai kapan Lang kamu bikin kopi sendiri. Udah cepat cari istri biar kamu ada yang buatin kopi pagi pagi.?"
Gilang berdecak." Apa sih Bun, pagi pagi topik nya itu lagi, itu lagi. Nanti juga kalau udah waktunya pasti ada bun ." Gilang mencium aroma kopinya, lalu menyeruput kopinya sedikit sedikit.
" Yasudah buktiin dong ucapan kamu. Jangan bisanya menggandeng tangan dan maksa tuh cewek aja." Ledek bunda Yuni, membuat Gilang jadi tersedak.
Uhuk... Uhuuk... Uhuuk.... Sambil menepuk-nepuk dadanya, lalu mengelap kopi yang berceceran di meja dengan tisu. Lalu Gilang melirik sang bunda yang sedang membuat minuman untuk sang suami.
Lalu mamah Henny pun datang menghampiri bunda Yuni." Pagi semua, lagi bikin apa nih.?" Sapa mamah Henny
" Bikin minuman Hen, kamu mau bikin minuman atau sarapan..? Jawab Bu Yuni.
"Minuman aja dulu mbak." Lalu mamah Henny melihat Gilang yang melihat baju Gilang basah terkena kopi." Baju kamu kenapa Lang, kena kopi.?" Gilang hanya mengangguk .
"Itu Henny, dia terkejut saat aku bilang, Cepat cari istri. Biar ada yang bikinin kopi,dan jangan hanya bisa memaksa buat menggandeng tangan nya saja". Ledek bunda. Dan mama Henny hanya tersenyum melihat kejahilan kakak iparnya ke anaknya itu.
__ADS_1
'' Sudah aku mau ganti baju dulu." Gilang pun berjalan meninggalkan bunda dan tanteh nya itu, ke kamarnya untuk mengganti baju.
Lalu saat Gilang dan Lukman beserta para orang tua sedang duduk di teras depan. Gita, Reni, mpo ati ,dan ada Jessy di tengah tengah Reni dan Gita. Mereka berjalan melewati Gilang dan Lukman yang sedang duduk bersama orangtuanya.
"Loh kalian mau kemana, Jessy kamu mau kemana sayang, sudah cantik begitu..?" Tanya bunda ke sang cucunya, yang sudah menggandeng tangan Gita." Ini susu kamu di minum dulu sayang."
"Aku mau jalan jalan pagi sama ka Gita,ka Reni, dan ibu Ati". Ucap Jessy yang sudah semangat. Lalu Jessy pun menghampiri papahnya dan meminum susunya yang sudah di buat neneknya
"Iya Bu, kita hanya ingin jalan-jalan saja. Kita kan di rumah jarang seperti ini, dan mumpung lagi di sini. Jadi kita jalan jalan menikmati udaranya yang masih segar". Kata Gita yang di angguki oleh Reni dan mpo Ati.
"Ow begitu, kalau seperti itu kita boleh ikut gak sama Kalian.?" Gita dan Reni saling berpandangan dan tersenyum.
"Boleh Bu, masa ga boleh. Justru makin seru kalau kita bareng bareng". Jawab Reni. Membuat dua mamah mamah itu Merasa senang.
"Yasudah kalian tunggu sebentar ya, ada yang bunda mau ambil." Mereka pun menunggu bunda Yuni yang masuk kedalam mengambil sesuatu.
Apalagi Gita dan Reni, yang hanya menggunakan setelan sweater abu abu, dan sepatu sneakers. serta rambut yang di kuncir satu kebelakang seperti buntut kuda.
Mereka menyusuri sungai jalan setapak demi setapak,melihat pemandangan yang asri dan menghirup udara segar.
"Senang banget ya Git, kita kaya gini. Udah lama juga kita ga liburan ke tempat ini terakhir kita sama....." Reni menggantung ucapannya.
"Iya ya, kita udah lama juga ga liburan ketempat seperti ini. Udah lah jangan di inget untuk sekarang ini tentang dia". Ucap Gita yang tidak mau mengingat tentang dirinya bersama Andi.
Sedangkan Jessy, mpo Ati, bunda Yun dan mamah Henny pun mereka jalan di depan. Mpo Ati terlihat sedang mengobrol dengan mamah Henny dan Bunda Yuni.
__ADS_1
"Git memang elo belum bisa ngelupain Andi. Elo harus membuka hati elo untuk pria lain, biar elo bisa move on.?" Tanya Reni yang masih berjalan di samping Gita.
"Ngelupain kenangan sama dia Ren.?" Gita mengulang pertanyaan Reni, dan Reni mengangguk." Jujur aja kalau buat ngelupain kenangan bersama Andi, belum bisa Ren. Tapi gue lagi berusaha buat move on dari Andi. Elo tau kan kita kenal udah lama sama dia, gak mungkin gue bisa ngelupain kenangan kenangan kita begitu cepat Ren. Gue hanya berusaha untuk move on dari Andi, dan hati gue juga selalu terbuka untuk pria yang dekat sama gue". Gita tersenyum saat mengingat ucapan bos nya yang memaksa akan perasaannya.
Reni ikut tersenyum." Gita, kalau memang ada yang suka sama elo, dan ngajak serius apa elo mau.?"
"Jujur ya, gue nggak mau pacaran lagi Ren, kalau bisa mah kalau sudah saling kenal mau langsung nikah ajalah." Kata Gita dengan terkekeh, sebenarnya Gita sedikit malu mengucapkan itu. Tapi memang itu yang dia inginkan,tidak mau berpacaran terlalu lama.
Gita sudah lelah dengan nama nya berpacaran, walau ujung ujungnya hanya membuat dosa saja. Setelah itu di tinggalkan, atau di tinggal nikah, sakit nya di hate..
"Serius Git, wah elo bakalan punya panggilan baru. Dengan panggilan Mamah Jessy, dan nyonya Gilang, terus tuh di depan ada mamah mertua dan calon anak elo Git.". Kata Reni, dengan berbisik-bisik di akhir Kalimat nya. Sambil terkekeh, membuat Gita membelalakkan matanya.
Suuuuttt.... Gita meletakan jari di mulut nya menyuruh Reni berhenti ngeledek.
"Reni, bener bener ya ember banget mulut elo. Diem diem gak, ini di kampung orang tapi kelakuan elo itu". Kata Gita dengan berbisik dan menekap mulut Reni dengan telapak tangannya, karena geregetan sama kelakuan Reni.
Mmmmppphhhh... Mmmpph.... Teriak Reni yang tak bersuara, karena mulutnya di tutup sama Gita.Namun tangan Reni menunjukkan huruf V, Tanda dia mau berdamai dengan Gita.
"Janji loe gak banyak omong di sini, gue gak enak sama Bu Yuni. Mulut elo ember banget si Ren, bikin malu aja si". Omel Gita,dan Reni mengangguk. Dengan tangannya membentuk huruf V.
Untung suasana masih sepi, walaupun ada yang lewat satu atau dua orang. Tapi tidak menghiraukan mereka berdua, mungkin karena mereka orang jauh jadi cuek saja.
Akhirnya Gita pun melepaskan tangannya, dari mulut Reni.
Reni menarik nafasnya, lalu membuangnya dengan kasar. Haah.... Haah... Haaah... " Gila loe Git, elo mau bikin gue metong Git. Kalau nafas gue habis gimana, bisa bisa gue metong beneran Git. Sebelum menikmati indahnya sorga dunia gue udah metong sama elo". Ucap Reni di buat buat lebay.
__ADS_1
"Lebay loe Ren, nafas elo abis gue suruh Joko buat kasih nafas buatan untuk elo. Kalau elo metong tinggal di kubur aja, gitu aja ko susah banget". Jawab Gita dengan ketus.
"Sembarangan loh Git, sekate Kate aja kalau ngomong". Reni memanyunkan bibirnya, dan Gita hanya terkekeh melihat Reni kesal.