Cinta Anggita

Cinta Anggita
Tatapan tak suka


__ADS_3

" Lah iya ya, ini kue enak banget. Yang waktu itu Gilang bawain kan ya.. Buka Lang nanti bapak suruh buatkan kopi untuk Gilang." Kata pak Jaka dengan senang karena Gilang orang nya humble. dan stiap kali Gilang datang pak Jaka selalu mengajak main catur atau gaple,dan Gilang selalu bersedia menemani. Dan pak Jaka sekarang jadi mempunyai teman main catur setiap Gilang datang.


Gita datang dan menghampiri Gilang.


" Mas kamu sudah datang, maaf aku tadi sedang di dalam kamar. Dengarkan lagu jadi tidak tau kalau kamu datang". Kata Gita.


" Gita mah emang begitu Lang,kalau udah di dalam kamar betah Banget. Apa lagi tuh kupingnya suka dia Sempel, tau pake apaan tuh di kupingnya. Kalau belom di toel juga lama lama merem matanya".kata pak Jaka, dan Gita hanya cengengesan.


Gilang hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Tidak apa apa pak, saya juga dulu seperti itu. Gita ini ada kue, yang ini kue untuk Reni. Dan ini untuk keluarga kamu, ayah kamu kan lagi minum kopi kamu sediakan untuk ayah kamu sekalian".


Sambil memberikan dua bingkisan ke Gita.


Gita pun mengangguk, lalu Gita pun masuk ke dalam. Gita pun kembali keluar dengan membawakan kopi dan kue yang di tata di piring, untuk Gilang dan ayahnya.


Tak.. tak... Gita meletakan kopinya, beserta kue nya, di atas meja.


Gilang yang masih fokus di depan pak Jaka dengan menatap papan catur. Gita melihat ayahnya yang sedikit frustasi, karena ayahnya seperti kalah.


" Skak mat". Gilang tersenyum tanda kemenangan. Karena bidak raja milik pak Jaka, di makan oleh bidak milik Gilang. Pak Jaka lengah karena miliknya sudah di serang dengan bidak Gilang.


Pak Jaka menggaruk garuk kepalanya yang tak gatal.


" Aaahh kalah lagi, pusing jadi nya Lang". Pak Jaka merasa frustasi.


Gilang tersenyum melihat pak Jaka yang terlihat kesal. Begitupun juga Gita, dia terkekeh. Gita melihat rambut ayahnya yang acak-acakan, karena di usak usak sendiri.


" Sekali lagi Lang , main catur nya. ko bisa kalah ya, sekali lagi ya Lang penasaran masa bisa kalah. Kebetulan aja kali kamu Lang menang, biasanya bapak yang menang ". Ucap pak Jaka tak Terima kalau dirinya kalah.


Gilang tersenyum dan mengangguk kan kepalanya. Lalu bidak catur pun di tata kembali, dan mereka pun mulai permainan caturnya.


" Mas, aku siap siap dulu". Gilang melihat ke arah Gita dan mengangguk kan kepalanya. Gita pun kembali masuk ke dalam rumah, untuk mengganti baju dan bersiap siap.


Gilang pun melanjutkan permainannya, bersama pak Jaka..Pak Jaka dan Gilang pun sama-sama menyeruput kopinya, Gilang hanya menggelengkan kepalanya melihat pak Jaka yang kesal karena merasa dirinya Sepertinya akan kalah lagi .

__ADS_1


"Skak mat, maaf pak, bapak kalah lagi." Lagi lagi pak Jaka kalah, karena king nya sudah di makan oleh bidak kuda milik Gilang.


Pak Jaka menurunkan kedua pundaknya, merasa lemas. Serta mengusap wajahnya, dan menggaruk kepalanya merasa frustasi.


Gilang hanya tersenyum melihat calon mertuanya seperti itu. Lalu Gita pun datang." Mas Gilang jadi tidak.?"


" Jadi Git, kamu sudah siap.?" Gita pun mengangguk." Pak, saya pamit ya. Kapan kapan nanti kita main lagi". Kata Gilang yang pamitan dengan calon mertuanya.


Pak Jaka pun mengangguk.


" Yasudah, tapi nanti kita main catur nya Lang. Penasaran masa bapak kalah. Yasudah kalau kalian mau berangkat, kalian hati hati". Jawab pak Jaka.


Gita dan Gilang pun pamitan, dan mereka pun mencium tangan pak Jaka. Karena Bu Siti sedang membantu dirumah Reni, jadi hanya pak Jaka yang ada di rumah.


"Yah, Gita dan mas Gilang pamit ya. Assalamualaikum". Pamit Gita, pak Jaka pun mengangguk.


" Waalaikumsallam, kalian hati hati ya". Kata pak Jaka , Gilang dan Gita pun mengangguk.


Lalu Gita dan Gilang masuk kedalam mobil, dengan membawa bingkisan untuk di antarkan kerumah Reni.


Kini mobil pun melaju menuju kerumah Reni.


"Assalamualaikum". Salam Gita.


Lalu keluar Reni dari dalam kamarnya.


" Waalaikumsallam". Jawab Reni yang terkejut kalau bos nya juga ikut bersama Gita." Eeh mas Gilang, masuk mas, Gita ajak masuk mas Gilang ke dalam. Ibu Lo ada di dalam sama nyokap gue". Gilang dan Gita pun akhirnya masuk dan duduk di ruang tamu Reni.


" Reni, ini untuk kamu". Kata Gilang menyodorkan bingkisan ke Reni.


" Maaf Gita tidak bisa bantuin kamu, bunda dan Jessy minta Gita untuk ke rumah". Kata Gilang merasa tidak enak hati.


"Tidak apa-apa mas, kan di sini sudah di bantuin sama ibunya Gita. Wajar kalau Gita ketempat mas Gilang, kan Gita calon nya mas Gilang. Calon kakak ipar saya juga, hihihi". Jawab Reni asal jeplak.


Gilang hanya tersenyum, sedangkan Gita hanya memutar kedua bola matanya, karena merasa jengah dengan kata kata Reni. Dan Reni hanya terkekeh melihat Ekspresi Gita.

__ADS_1


"Syukur kalau kamu mengerti Reni, saya merasa bersalah sebenarnya".


" Santai aja mas, Reni orang nya woles ko". Jawab Reni, membuat Gilang tersenyum." Ow iya kalian mau minum apa nih, biar Reni buatkan.?" Reni hendak bangun dari duduknya.


"Tidak usah repot-repot Reni, kami sebentar lagi balik". Kata Gilang, dan Gita pun mengangguk. Akhirnya Reni pun duduk kembali.


Saat Gita ingin bicara, ada seseorang yang dari luar masuk kedalam rumah nya Reni. Seorang pria yang menatap Gita yang berada dirumahnya dengan senyuman. Namun saat melihat Gilang yang berada di samping Gita, senyuman pria itu pudar.


" Kakak dari mana.?" Tanya Reni.


" Dari rumah kong bedul dek". Jawab tanpa ekspresi, tapi pandang nya ke arah Gita. Dan Gilang dapat melihat tatapan itu dari mata pria yang berada di samping Gita.


" Ow, Ka Riko kenalkan ini calon nya Gita. Namanya mas Gilang, dia ini kakaknya mas Lukman calon aku." Reni memperkenalkan Gilang ke kakaknya.


Riko menatap Gilang dengan wajah dingin, menatap ke arah Gilang. Begitu pun juga Gilang, Wajahnya menunjukkan wajah datarnya. Mereka saling menatap dengan tatapan tak suka.


Gita dan Reni saling menatap.


" Kakak sudah kenal dek, waktu dirumah sakit, jenguk Gita". Jawab Riko dengan menatap wajah Gilang.


" Ow kakak sudah kenal". Riko pun mengangguk, melihat ke arah Reni dengan tersenyum.


Lalu Bu reka dan Bu Siti pun datang dari dalam dapur.


" Eeh Gita kamu datang". Sapa Bu reka, ibunya Reni.


" Gita, kamu sudah datang. Ayah lagi apa nak.?" Tanya Bu Siti.


"Ayah tadi si abis main catur sama mas Gilang, mungkin ayah sekarang lagi istirahat." Jawab Gita dan Gilang pun Mengangguk.


" Riko, kamu sudah ke rumah engkong kamu. Nganterin makanan yang tadi.?" Tanya Bu Reka ke Riko.


" Sudah Bu, ow iya kalau begitu Riko ke kamar dulu ya. Yuk semuanya saya pamit". Pamit Riko, dengan mata nya masih menatap Gilang.


Dan Gilang pun juga terus memandangi arah Riko, yang sedang menatap dirinya.

__ADS_1


Gita tau itu, kalau Gilang sedikit tak suka dengan Riko. Dan Gita tau kalau Riko juga tak suka dengan Gilang, dan Riko juga masih menyimpan rasa ke Gita. Mangkanya Riko menatap Gilang dengan tatapan tak suka nya.


Bersambung....


__ADS_2