
"Aamiin... Trimakasih ya Ren, memang elo temen gue yang paling baik. Selalu support gue, dan sebenarnya gue juga maunya gitu. Gak mau pacaran kalau bisa mah langsung nikah aja, ngapain pacaran lama lama ujung ujungnya ngejaga jodoh orang lain". Gita terkekeh dengan ucapannya sendiri.
"Aammiiin.... " Jawab Reni dengan semangat, dan terkekeh. Sampai mereka berdua jadi pusat perhatian, para pengunjung Mall melihat mereka berdua.
Saat mereka sedang asik menikmati minuman, sambil mengobrol. Tak lupa Gita dan Reni merasa tak asik kalau tak cekakak cekikikan, karena bagi mereka itu ibarat bumbu dalam cerita mereka.
Dan di saat itu juga ada tiga orang, yang sedang memperhatikan Gita dan Reni . Dua pria dewasa dan satu gadis kecil.
Ya tiga orang itu adalah Gilang, Jessy, dan Lukman. Mereka memperhatikan dua orang gadis yang sedang asik bercerita,disertai gelak tawa mereka.
Jessy tersenyum senang karena melihat Gita dan Reni di tempat yang sama. Lalu Jessy menggoyangkan tangan Gilang dan Lukman.
"Pah, om. Itu bukan nya ka Gita dan KA Reni ya. Waah akhirnya ketemu di sini, Yuk kita kesana samperin ka Gita dan ka Reni". Belum juga mendengar jawaban dari papah dan om nya Jessy sudah langsung menghampiri dua gadis itu.
"Ka Gita, ka Reni". Teriak Jessy dan berlari menghampiri Gita dan Reni.
"Loh, Git itu Jessy. Lah itu pak bos dan mas Lukman". Reni terkejut saat mendengar suara Jessy.
Gita dan Reni pun melambaikan tangannya ke arah Jessy. Kini Jessy memeluk pinggang Gita, dan Reni pun membelai rambut Jessy.
Jessy tersenyum karena bertemu Gita dan Reni. Lalu Lukman dan Gilang menghampiri mereka.
"Loh kalian di sini juga.?" Tanya Lukman.
"Iya mas". Jawab Gita.
"Yasudah ka Gita, KA Reni kita jalan jalan bareng aja. Ya kan pah, om uman?" Tanya Jessy yang melihat ke arah Gilang dan Lukman.
Tentu Lukman setuju dengan ajakan keponakan nya itu, kan ada Reni pacarnya.
Sedangkan Gilang memberikan jawaban hanya dengan senyuman saja ke Jessy.
Dan mereka pun melanjutkan jalan jalan nya bersamaan. Jessy menggandeng tangan Gita dan Reni, dan di kawal dengan dua pria yang tampan dah gagah.
__ADS_1
Jessy selalu menggandeng tangan Reni dan Gita. Tak pernah lepas, Jessy mengajak ke suatu tempat permainan. Dengan senangnya gadis kecil itu bermain dengan dua gadis dewasa.
Di sana Jessy mengajak dua gadis itu ke tempat permainan time zone. Gilang dan Lukman saling berpandangan, "kenapa masuk ketempat permainan seperti ini". Tanpa banyak bicara ya mereka mengikuti tiga gadis itu masuk.
Di tempat permainan Jessy sangat antusias ingin memainkan permainan nya. "Pah,aku mau main di sini. Pah kita beli koin nya yuk, Jessy ingin main bersama ka Gita dan ka Reni". Jessy menggoyangkan tangan Gilang,dan Gilang pun mengangguk menuruti permintaan Jessy.
Gilang pun membeli koinnya di stand tempat pembelian koinnya. Setelah dapat di berikan ke Jessy, dan wajah Jessy begitu ceria. Melihat koin yang di berikan papahnya cukup banyak, jadi Jessy bisa main sepuasnya.
Jessy pun mengajak Reni dan Gita, dan Jessy menunjuk satu permainan. Dan sekarang mereka berdiri di depan game street basketball.
Gita melihat permainan itu dengan tersenyum,inget waktu sekolah dirinya, Andi dan Reni suka bermain mainan ini sewaktu pulang sekolah.
"Ka Gita Jessy ingin main ini". Jessy membuyarkan lamunannya.
"Yakin kamu mau main ini Jes.?" Tanya Gita,dan Jessy mengangguk." Bagaimana memang kamu sampai sayang, kan tinggi". Jessy menggelengkan kepalanya. Dan semua tersenyum melihat jawaban Jessy yang menggelengkan kepalanya, serta bibir di majuin.
"Tenang sayang papah gendong kamu, ga usah khawatir kamu pasti bisa main". Kata Gilang, yang langsung menggendong Jessy. Gilang pun tersenyum karena Jessy juga tersenyum.
"Om kita lomba yuk, aku, papah dan ka Gita di sini, om uman sama ka Reni di situ". Kata Jessy menunjuk tempat yang sama di samping nya itu.
"Ayo boleh siapa takut, tapi kalau Jessy kalah Jessy gak boleh nangis ya.?" Ledek Lukman,dan di angguki oleh Reni dengan tersenyum.
"Oke pasti aku menang, kan ada papah aku". Jessy membanggakan papahnya.
Gita pun tersenyum mendengar ucapan Jessy, dan Gilang melihat senyuman itu di bibir Gita.
Lalu tiba-tiba Jessy minta turun dari gendongan papahnya." Pah Jessy turun ya, aku yang kasih nilai aja." Gilang pun mengangguk dan menurunkan Jessy dari gendongan nya.
Dan Lukman yang melihat Jessy minta turun, lantas tersenyum. Seolah-olah Lukman dan Jessy mengerti akan maksud dari keponakan nya itu.
Kini koin sudah di masukan, Gita sudah siap untuk mengambil bolanya. Begitu pun dengan Lukman dan Reni, sudah siap untuk mengambil bolanya. Dan bola basket pun sudah keluar satu persatu.
Lalu Gita mengambil bolanya,lalu di lemparkan ke dalam ring.
__ADS_1
Dan bola yang Gita pegang, ternyata masuk ke dalam ring sedangkan Reni tidak. Gilang pun juga sama masukkan bola kedalam ring ternyata masuk. Begitu seterusnya, mereka bermain sampai waktu habis.
Dan ternyata permainan itu di menangkan oleh Gilang dan Gita." Yeee kita menang". Gita tersenyum bahagia dan reflek memegang tangan Gilang. Saking senangnya, Dan Gilang pun tersenyum melihat Gita melakukan itu.
Eeheem.. Reni berlaga batuk, dan itu membuat Gita tersadar. Dan langsung melepaskan pegangan tangan bos nya.
"Maaf pak". Gita pun menunduk dengan rasa malunya.
Lukman menyenggol lengan Reni, dan Reni hanya menyengir menunjukkan gigi nya.
Sedangkan Jessy terkekeh melihat om nya melotot ke arah Reni." Kita main tempat lain yuk Ka". Jessy menggandeng tangan Gita, menuju tempat permainan lainnya.
Kini Jessy berdiri di tempat permainan mengambil boneka dengan di japit.
"Om ambilkan boneka itu dong om, Jessy mau boneka itu". Rengek Jessy, dan Lukman pun mengangguk. Menuruti permintaan keponakan nya itu.
Untuk kali ini Lukman yang memainkan permainan itu, Lukman berusaha menjapit boneka pilihan Jessy.
Lukman pun memainkan itu, dengan ekspresi macam macam rupa, dengan memicingkan matanya, lidah di keluarkan sedikit, lalu menahan nafasnya, serta dengan kening berkerut. Setelah dua kali gagal, dan yang ketiga kalinya. Haaap... Langsung dapat boneka yang Jessy ingin kan.
Jessy pun berloncatan karena kegirangan. " Trimakasih om, om uman memang keren". Lalu Jessy mencium pipi om nya itu.
Lukman pun tersenyum menyombongkan dirinya. Dan Gilang hanya memutar kedua matanya, karena jengah melihat Lukman yang sangat percaya diri sekali.
Setelah semua permainan Jessy mainkan, bukan hanya Jessy. Tetapi Gita, Reni, Lukman dan Gilang pun juga ikut main.
Dan ternyata Jessy melewati permainan dance. Jessy tersenyum saat ada dua orang gadis bermain permainan itu dengan gerakan dance.
"Jessy untuk permainan ini, jangan minta om dan papah kamu buat main ini ya. Kalau om jelas tidak bisa, nah kalau papah kamu. Nanti yang ada papah kamu sudah tidak seperti es balok lagi, papah kamu nanti jadi lentur dan gemulai". Kata Lukman dengan nyeleneh, dapat tatapan tajam dari Gilang.
Jessy,hanya tersenyum mendengar om nya bicara seperti itu. Termasuk Reni yang ikut tersenyum, dan Gita berusaha menahan senyumnya. Karena takut bos nya marah, tapi Gilang melihat sedikit senyuman tersemat di bibirnya Gita.
bersambung...
__ADS_1