
"Dasar Ema nggak ada akhlak, bisa bisanya berhalu tentang gue. Punya sepupu kelakuan ora bener". Kata Gita mengoceh sendiri di dalam kamarnya.
Lalu Gita pun meninggalkan chika yang sedang tertidur untuk mandi. Dan Gita pun memanggil ibunya untuk menjaga Chika tidur di Kamar nya.
Saat Gita berada di dalam kamar mandi Gita mendengar suara adzan sedang berkumandang. Jadi Gita pun sekalian mengambil air wudhu saat selesai mandi.Setelah selesai mandi Gita pun kembali ke kamarnya, dan segera melakukan shalat magrib. Setelah shalat magrib Gita bergantian menjaga Chika dengan ibunya yang akan shalat magrib. Karena sang ayah shalat magrib di mushollah.
Dan waktu menunjukan jam delapan malam, Gita mengantarkan keponakan nya yang paling bawel kerumahnya." Assalamualaikum Fit, " Gita pun menggendong Chika yang tertidur.
Karena pintu tidak di kunci,dan Fitri yang sedang melipat pakaiannya.
"Waalaikumsallam" Fitri yang melihat Gita yang datang membawa anaknya segera meninggalkan pekerjaan nya." Eeh... Taro di mari aja Git" Fitri menunjukan tempat Chika tidur.
"Happ.." dengan hati hati Gita meletakan Chika di kasurnya. "Hiks... Hiks..." Terdengar suara chika, lalu sama Gita di tupuk tepuk paha Chika, "Uuussh... Uuussh...." Lalu Chika pun tidur kembali.
"Fit, gue balik, anak loe tadinya gue nggak mau anterin biar dirumah aja sama gue. Tapi gue takut dia nangis." Ucap Gita yang hendak keluar dari kamarnya Chika.
"Mangkanya Lo buru buru nikah, kalau Lo suka anak kecil. Kan enak tau udah rumah tangga mah, punya keluarga sendiri." Kata Fitri yang mengompor ngomporin Gita, dan senyum meledek.
"Ish..Ish tuh omongan itu Mulu, gue mah nikah kalau udah waktunya pasti tanteh. Yang penting tanteh do'akan saya saja " kata Gita dengan terkekeh.
"Tanteh tanteh, emang gue tanteh lo s*we loh". Kata Fitri dengan wajah kesalnya. Dan Gita hanya tersenyum lalu pergi meninggalkan rumah Chika.
__ADS_1
****
Ke esok harinya,di pagi hari Gita sudah bersiap-siap. Gita pun juga tak seperti biasanya,Gita berhias menggunakan make-up. Serta rambut yang juga di luruskan dan di gerai. Menggunakan baju berwarna hitam, serta jeans dan sepatu flat. Membuat Gita nampak cantik dan terlihat manis. Gita tersenyum manis melihat penampilannya dari cermin yang berada di kamarnya.
Lalu Bu Siti pun masuk ke dalam kamarnya Gita,dan melihat sang anak sudah rapih, dan terlihat berbeda." Aduh duh duh, putri ibu geulis pisan". Puji Bu Siti ke putri semata wayangnya.
Gita nampak tersenyum dan melihat ke arah sang ibu."Trimakasih Bu, kan hari ini ada kunjungan Bu. Dari sekolah T* Cinta Bunda, dan aku juga yang jadi pembawa acaranya.
"Wow bagus dong nak, kamu jadi pembawa acaranya. Semoga acaranya lancar ya nak Ow iya ibu baru ingat kan Chika sebentar lagi ulang tahun. Kata Fitri, ayahnya Chika ingin mengadakan ulang tahun Chika. Kamu di suruh jadi pembawa acara ulang tahunnya, bagaimana kamu mau tidak nak jadi MC nya kata Fitri". Kata Bu Siti yang menyampaikan yang Fitri bilang tentang ulang tahun Chika.
"Ow iya si bawel ulang tahun ya, iya Bu nanti kabarin lagi aja. Pasti Bu aku mau, kan buat Chika keponakan sendiri. Ko Si Fitri smlm nggak bilang ke aku ya, malah meledek nikah Mulu tuh orang. Hadeeeuuuhhh... Mahmud bener bener." Kata Gita yang bercerita ke ibunya, Bu Siti yang mendengar nya justru terkekeh.
Lalu di luar terdengar suara motor Reni, lalu terdengar suara orang mengucapkan salam." Assalamualaikum".
"Aaah ibu bisa aja, hihihi...." Jawab Reni disertai cengengesan.
Lalu Gita keluar dari dalam kamarnya. Reni yang melihatnya pun tersenyum ." Widiih cantik banget Bu, mau kondangan nih ceritanya".
" Bukan mau kondangan tapi gue mau mau nyanyi dangdut families di kampung sebelah. Biar banyak yang nyawer, gue Dateng dari pagi. Walaupun acara ntr siangan.hahahaha.... Nanti di sana gue dempul lagi muka gue. Puas loh..." kata Gita yang juga ketawa ngakak dengan ucapannya sendiri.
Reni pun tertawa mendengar ucapan Gita. Ibu Siti hanya tersenyum mendengar Gita dan Reni sedang bercanda." Sudah sudah bercanda nya sekarang sarapan dulu kalian. Reni udah sarapan belum, kalau belum sekalian makan di sini aja." Kata Bu Siti yang menawarkan Reni buat sarapan.
__ADS_1
"Iya Bu jadi enak ini Reni". Jawab Reni dengan cekikikan.
"Alah,pake malu malu. Padahal girang kan Lo. Ywdah yuk makan, takut kesiangan ini". Lalu mereka pun sarapan bersama, dengan lauk yang sudah membuat Reni menelan ludahnya. Karena kalau Gita dan ibunya yang masak pasti enak.
Kini Gita dan Reni pun sudah di jalan menuju pabrik, dan kini mereka sudah sampai di tempat kerja mereka. Reni pun memarkirkan kuda terbang nya dengan aman.
Gita pun berjalan menuju absenan, lalu meletakkan tas nya ke dalam loker. Setelah itu Gita dan Reni pun berjalan menuju ruangan produksi, di mana teman teman nya sudah berada di sana. Seperti biasa Gita and the geng selalu kumpul di teman nya mengobrol yang nggak berfaedah dan bercanda seperti biasa. Gina pun ikut gabung ya semenjak kejadian Gina bertengkar dengan Citra, Gina bergabung dengan team Gita and the geng. Karena menurut Gina anak produksi itu orangnya juga asyik asyik.
Waktu sudah menunjukkan jam delapan pagi, mereka pun sedang bersiap-siap mempersiapkan perlengkapan anak anak kecil yang akan datang. Fahri meletakkan sabun pencuci tangan untuk anak anak mencuci tangan sebelum masuk ke ruangan. Karena memang yang harus di utamakan adalah kebersihan.
" Fahri semangat ya ". Ucap Gita yang berjalan memberikan semangat kepada Fahri teman satu produksi.
"Iya Git, Lo juga semangat. Kan elo jadi MC nya jadi loe yang harus semangat menghibur anak-anak." Fahri pun ikut menyemangati dengan mengepalkan tangan kanannya.
Saat Gita hendak keluar untuk mengecek mikrofonnya. Saat memegang mikrofon,tiba tiba cicak lewat di tempat di mana mikrofonnya. Gita pun berteriak karena cicak itu di sentuh oleh cicak, alhasil Gita pun berteriak." Aaaaaaaaaa.... Aaaa... Aaa". Gilang yang baru nyampe pun berjalan dengan cepat menghampiri Gita.
"Kenapa Gita,ada apaan?" Gilang bertanya ke Gita yang sedang berteriak. Gita pun reflek langsung memegang lengan Gilang Dangan kencang.
"Ii... Itu ada cicak pak di mikrofon, iiiihh..." Kata Gita yang bergidik ngeri. Namun tangan nya juga tak melepaskan lengan bos nya itu.
Gilang tersenyum melihat tangan Gita yang menyentuh lengannya.
__ADS_1
"Git kalau tangan saya kamu pegangin seperti ini bagaiman saya mau buang itu cicaknya", Gita melihat tangannya yang memegangi lengan bosnya, Gita langsung melepaskan tangannya dari lengan Gilang."sepertinya cicak itu sudah mati, kamu punya tisu, saya buang itu cicaknya". Gita pun mengangguk dan pergi mengambil tisunya yang berada di tas nya.
Setelah mengambil tisu,lalu tisu itu di berikan kepada Gilang. Lalu Gilang pun berjalan menuju di mana cicak yang sudah mati itu. Gilang mengambil cicak yang sudah mati itu, menggunakan tisu lalu berjalan untuk membuang cicak nya.