Cinta Anggita

Cinta Anggita
Mengunjungi rumah mertua


__ADS_3

Saat Gilang melepaskan ciumannya, barulah Gita bernafas lega.


"Dasar kamu baru di cium begitu saja sudah menahan nafas. Kalau kamu kehabisan nafas bagaimana Git. Kan tidak lucu Git, ada berita tentang korban kehabisan nafas karena berci*man terlalu lama oleh suaminya." Kata Gilang yang meledek Gita. Membuat Gita memajukan bibirnya karena kesal dengan ledekan suaminya.


" Mas kamu tuh, jauh dari yang aku kira. Aku kira kamu tuh..." Belum selesai Gita bicara Gilang sudah memotong pembicaraan Gita.


" kamu kira aku apa Git.... Aku diam, garang, terus apa kamu suka panggil aku kalau di pabrik. Ooh kamu suka panggil aku beruang kutub kan, dan es balok. Kamu pikir orang yang mempunyai sikap dingin dan cuek seperti aku ini, akan cuek juga dengan urusan ranjang dan ciuman Git. Kamu salah Git, dia akan lebih panas jika sudah berurusan dua kata itu. Apa kamu mau buktinya Git.?" Kata Gilang dengan menunjukan senyum nakalnya, dan Gita menggelengkan kepalanya. Karena melihat suaminya sudah melangkah mendekat, sambil membuka kancing baju nya.


Lalu Gita berjalan mundur agar menghindari suaminya. Gita berbalik badan dan berjalan semakin cepat,agar bisa keluar dari kamarnya. Karena jika dia terus berada di dekat suaminya,akan panjang urusannya. Tidak jauh dari urusan yang ekhem ekhem ....


Gita berjalan menuju pintu kamar, namun di susul oleh Gilang. Namun sayangnya pintu kamar pun terkunci, dan Gilang pun tersenyum kemenangan.


" Aaah pintu nya pakai di kunci segala si sama mas Gilang. Haaaa urusannya pasti dah ga lain". Ucap Gita dalam hati, yang sudah pasrah dengan kelakuan suaminya itu.


Gilang tersenyum." Kenapa sayang, mumpung gak ada orang di rumah. Jessy, bunda, dan ayah sedang keluar sama mamah Henny. Mumpung masih pagi, kita olah raga dulu yuk. Pemanasan sayang kita bercocok tanam dulu, mumpung masih pagi, kali aja tumbuh subur". Kata kata Gilang membuat Gita merasa geli sendiri mendengar suaminya bicara fulgar . Sebenarnya Gilang sendiri merasa geli dengan ucapannya itu.


Tanpa banyak bicara Gilang langsung menggendong Gita ala bridal style, lalu membawanya ke ranjang mereka. Lalu Gilang pun melanjutkan olah raga pagi,dan bercocok tanam di pagi hari.


Begitu pun juga Gita, yang pasrah akan kelakuan suaminya itu. Gilang memimpin olahraga pagi hari, serta bercocok tanam di pagi hari. Untuk hasil yang bagus serta dengan bibit unggul nya.


Dan kini urusan bercocok tanam dan olahraga pagi sudah selesai. Gilang terlihat segar dan bahagia, tapi tidak dengan Gita yang terlihat lemas karena di gas terus oleh Gilang tiap hari.


Setelah selesai dengan urusan dan masalah bercocok tanam selesai. Kini Gita dan Gilang sudah selesai. Tentunya Gilang terlihat segar dengan rambut basah nya. Tidak dengan Gita yang semakin cemberut, apa lagi dengan tanda merah di bagian lehernya yang semakin bertambah.


Gita melihat isi lemari, yang sudah di lengkapi isinya oleh suaminya, dengan segala macam pakaian,dan keperluan Gita. Sengaja Gilang lakukan itu, agar Gita kalau hendak menginap kerumah orang tua tidak perlu membawa baju banyak.

__ADS_1


Gita mencari baju dengan menggunakan handuk saja, tentu Gilang senyum senyum melihat istrinya menggunakan seperti itu. Saat Gilang memperhatikan Gita dengan tersenyum Gita langsung melototi Gilang, dengan bibir Gita yang di majukan, karena melihat suaminya menunjukkan tatapan liar nya.


Gilang justru malah terkekeh, melihat istrinya seperti itu. Dari pada istrinya makin maju lagi tuh bibirnya,Gilang pun keluar dari kamarnya.


"Dasar cowok tuh ya, dikit dikit ranjang. Bener kata Mak lenjeh,( Fitri, mamahnya Chika). kalau pengantin baru, seorang istri gak boleh keluar kamar sedikit, harusnya di dalam aja nemenin dia." Dumel Gita seorang diri.


Gita menemukan sebuah baju yang dia cari. Gita mengambil atasan berwarna hijau botol,dengan leher yang panjang, jadi bisa menutup bagian lehernya yang merah.


"Alhamdulillah akhirnya ketemu juga baju yang begini, lengan nya juga tidak terlalu panjang. Lumayan bagus lah, cobain aaah ... Semoga pas di badan aku". Kata Gita dengan membawa baju dengan berwarna hijau botol tersebut.


Kini baju sudah terpasang di tubuh Gita, dengan bawahan jeans. Gita pun kini menggunakan make-up yang tak terlalu tabal dan warna lipstik yang cantik. Kini Gita pun berdiri di depan cermin dan tersenyum.


" Waah ... Ko pas banget si aku pakai. Warna nya aku juga suka". Kata Gita dengan berdiri di depan cermin sambil tersenyum memperhatikan penampilan nya.


Kini Jessy dan Gilang masuk kedalam kamar,dimana melihat Gita yang sudah rapih dan nampak cantik.


Gilang pun terpesona melihat Gita yang nampak cantik, terlihat sangat cantik.


" Kamu sudah pulang sayang.?"


" Sudah mah. Ooh iya mah, kata papah kita mau main kerumah nenek Siti,dan kakek Jaka ya.?" Gita pun mengangguk kan kepalanya dan tersenyum." Asyik akhirnya aku main ke sana lagi.?? Mah kita menginap di sana yuk, sepertinya seru deh.?"


" Serius kamu mau nginep sayang.?" Tanya sang papah,dan Jessy pun mengangguk.


" Serius dong pah, apa lagi kata kakek nanti aku mau di ajak ke pasar malam. Kata kakek ada Komidi putar pah, nanti kita lihat yuk pah, ya mah.?" Kata Jessy dengan antusias nya.

__ADS_1


Gita melihat ke arah Gilang untuk memperoleh Jessy. Gilang pun paham dengan tatapan istrinya itu. Gilang pun mengangguk, dan tersenyum ke arah Jessy dengan membelai kepala putri nya itu.


" Boleh sayang". Jawab Gilang. Jessy pun berloncatan karena merasa senang.


Kini Gilang, Gita dan Jessy sudah berada di dalam mobil. Menuju rumah orang tua Gita, yang tak lain mertua Gilang. Dan mobil Gilang sudah masuk di perkampungan rumah Gita, belok kiri masuk lah di halaman rumah bapak Jaka.


Pak Jaka yang sedang duduk di bale sambil bersandar, dengan memegang kipas bambu anyam. Melihat ada sebuah mobil masuk ke halaman rumah nya, pak Jaka pun merubah posisi nya menjadi duduk. Ekspresi wajah pak Jaka berubah menjadi ceria,karena melihat anak, menantu dan cucunya datang.


" Gita". Pak Jaka pun langsung berdiri dan memanggil istrinya yang sedang di dalam, dengan teriakannya.


" Bu,,, ibu sini bu, ada tamu liat siapa Yang datang.?" Bu Siti pun terbirit-birit menghampiri pak Jaka yang teriak seperti orang kebakaran jenggot nya.


" Ada apaan si yah, ibu sampai buru buru nyamperin ayah.?"


" Noh liat siapa yang datang, si boto inten ayah Jaka Dateng". Sambil menunjuk ke arah Gita.


Bu Siti pun tersenyum dan mengangguk melihat, anak menantu dan cucunya datang. Gilang membukakan pintu untuk Jessy dan Gita. Dan saat Gita keluar dari mobil dengan membawa bingkisan di tangan nya, serta senyuman yang dia berikan untuk kedua orang tuanya.


" Assalamualaikum". Ucap Gilang, Jessy dan Gita.


"Waalaikumsallam warahmatullahi wabarakatuh". Jawab salam dari pak Jaka dan Bu Siti dengan amat bahagia.


Gita mencium tangan Bu Siti, lalu memeluknya. Ada perasaan rindu yang Gita rasakan saat memeluk ibunya. Sedangkan Gilang dan Jessy mencium tangan pak Jaka, pak Jaka memeluk menantu dan cucunya itu.


Lalu bergantian Gita mencium tangan pak Jaka, Gilang dan Jessy mencium tangan Bu Siti.

__ADS_1


Gita memeluk tubuh gemuk ayahnya, begitu pun pak Jaka yang memeluk dan membelai rambut putri nya yang amat dia rindukan.


__ADS_2