Cinta Anggita

Cinta Anggita
Acara di mulai


__ADS_3

Gilang tersenyum melihat tangan Gita yang menyentuh lengannya.


"Git kalau tangan saya kamu pegangin seperti ini bagaiman saya mau buang itu cicaknya", Gita melihat tangannya yang memegangi lengan bosnya, Gita langsung melepaskan tangannya dari lengan Gilang."sepertinya cicak itu sudah mati, kamu punya tisu, saya buang itu cicaknya". Gita pun mengangguk dan pergi mengambil tisunya yang berada di tas nya.


Setelah mengambil tisu,lalu tisu itu di berikan kepada Gilang. Lalu Gilang pun berjalan menuju di mana cicak yang sudah mati itu.Gilang mengambil cicak yang sudah mati itu, menggunakan tisu lalu berjalan untuk membuang cicak nya.


Setelah cicak itu di buang Gilang pun mencuci tangannya, dan kembali ke tempat Gita. Lalu Gita mengelap mikrofon itu menggunakan tisu basah dengan ekspresi bergidik geli.


"Kenapa Git, segitu nya kamu sama cicak mati aja?" Ledek Gilang, membuat wajah Gita nampak kesal.


"Namanya juga geli ,iiihh... Nyebelin jadi bos begini" Kata Gita yang ngedumel sendiri, dengan suara yang sangat pelan.


"Apa Git, kamu bilang apa barusan?" Tanya Gilang yang mendengar Gita bicara dengan suara sangat kecil.


"Hahaahah... Nggak pak saya bilang, untung ada pak Gilang yang membantu saya." Jawab Gita dengan cengengesan.


Gilang hanya tersenyum, dan Gita pun membalas senyuman nya Gilang. " Ko pak Gilang semakin kesini jadi sering senyum ke gue ya,ko gue jadi ke geeran begini ya?" Ucap Gita dalam hati.


Gilang masih tersenyum melihat Gita.


"Git." panggil Gilang.


"Iya pak ?" Jawab Gita yang hendak memegang mikrofon.


"Kamu cantik banget". Jawab Gilang memuji Gita.


"Haah..." Jawab Gita dengan wajahnya yang tersipu malu, karena bos nya memuji dirinya."bapak tadi bilang apa, maaf saya ga fokus yang pak gilang bilang?" Pura pura tak mendengar.


Gilang pun dengan wajah yang datar melengos kan wajahnya," saya tidak bicara apa-apa Git, hanya perasaan kamu saja kali". Gilang pun langsung pergi.

__ADS_1


"Enggak aah,,, gue belum tuli emang tadi dia kaya bilang sesuatu. Kaya muji gue, geer banget yaa gue. Udah lah, bos nggak jelas." Gita hanya berani bicara hanya lewat dalam hati.


Gita pun hanya menunjukkan wajah kesalnya di belakang Gilang .


Lalu tiba-tiba Gita melihat dua mobil masuk ke parkiran pabrik, dan turun lah anak kecil dari dalam mobil itu. Cukup banyak anak kecil yang keluar dari mobil, beserta gurunya yang ikut mendampingi anak muridnya.


Anak anak berkumpul ada yang berlari mendekati badut berkostum sapi yang tak lain adalah Joko dan Raffa.


Para badut badut itu berjoget-joget membuat semua anak kecil tertawa terbahak-bahak melihat nya.


Lalu sang guru pun mengajak anak muridnya untuk masuk,dimana Gita dan Gina sudah menunggu dengan senyuman yang manis. Di sana sudah tersedia kursi kursi untuk duduk , dan sebagian anak ada yang duduk dan ada juga yang masih melihat badut badut sapi yang turut menghiburnya.


Kini giliran Gita dan Gina bekerja untuk menghibur. Anak anak sudah duduk manis di kursi yang sudah di sediakan.


"Kita mulai ya adik adik manis, kakak ucap kan, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh." Ucap salam Gita dan Gina, dengan semangat untuk pembukaan acaranya.


"Waalaikumsallam warahmatullahi wabarakatuh". Dan di jawab oleh para guru dan murid dengan serempak.


Lalu Gina pun tersenyum dan melambaikan tangannya, dengan tersenyum ramahnya" hai semua ".


"Hai ka Gina, hai Ka Gita ". Jawaban para anak anak kecil dan para guru.


"Bagaimana kabar adik adik semuanya,semoga selalu sehat sehat ya. Oh.. Iya ka Gina, ternyata adik adik dari Cinta Bunda ini cantik cantik,dan ganteng ganteng loh". Tanya Gita dengan selalu tersenyum, yang sebagai pembawa acaranya.


"Benar banget ka Gita, ternyata anak anak dari cinta Bunda ini cantik cantik, ganteng ganteng, dan pastinya keren keren juga loh ternyata. Apa lagi guru gurunya ya, semua cantik cantik semuanya, terlihat wajah wajah yang selalu sabar menghadapi anak didik nya yang keren ya Miss." Jawab Gina yang ikut menimpali ucapan Gita.


Dan terdengar suara tertawa dari para guru dan para muridnya, ada yang menjawab" iya dong", ada pula yang mengacungkan ibu jarinya kearah Gita dan Gina.


" Nah sekarang ka Gita mau tanya nih sama adik adik semua, kalian tau tidak, kalian berkunjung kesini itu mau apa sih?" Tanya Gita dengan jari telunjuknya yang di goyang goyangkan, serta tersenyum kepada para guru dan anak anak yang sedang duduk di kursi.

__ADS_1


"Membuat coklat" teriak para anak murid dengan semangatnya.


"Siapa yang suka coklat acungkan jari tangan nya ". Kata Gina, yang ikut bertanya.


Dan semua anak anak pun mengancungkan jari telunjuk nya, dan berteriak," akuuuuu..... "


Gita dan Gina pun ikut tersenyum, Gina dan Gita begitu kompak sebagai pembawa acara untuk kunjungan anak anak.


Dan Gilang yang berada di ruangannya pun hanya tersenyum melihat Gita dari depan layar komputer nya. Ya Gilang hanya melihatnya dari CCTV-NYA. Karena Gilang akan datang saat di akhir acara saja.


(Enak banget ya jadi Gilang. Hahaha....)


***


Balik ke Gita dan Gina.


"Siapa di antara adik adik yang malas sikat gigi hayoo..." Dan mata Gita mengarah ke anak anak, dan ekspresi anak anak semuanya pun sangat lucu. Ada yang menggelengkan kepalanya, ada yang menunjuk ke arah temannya, ada yang tertawa dan ada pula yang menutup mulutnya karena merasa dia yang malas untuk menyikat giginya .


Gina,Gita ,dan para guru pun semua terkekeh melihat kepolosan anak anak kecil.


"Nah kalau adik adik semua sebelum tidur, kalian harus sikat gigi terlebih dahulu ya sebelum tidur. Karena apa,? Karena banyak kuman kuman yang mengumpat pada gigi kalian jadi sebelum tidur kalian harus apa....?" Kata Gita, yang mengarahkan ke anak anak untuk menjawab." Sikat gigi,,, pintar kalian semua. Jadi sebelum tidur kalian harus sikat gigi ya. Kan kalian habis makan coklat, es krim dan lain lain."


Sekalian menunggu yang di bawah anak divisi siap. Karena ada bahan bahan tambahannya request dari anak dan wali murid, Yang anak anak sukai. Lalu Reni datang memberikan kode kepada Gina dan Gita kalau sudah siap semua. Dan Gita pun mengangguk.


Anak anak sudah mulai tidak bisa diam , akhirnya Gina pun memanggil anak anak untuk duduk manis.


"Adik adik semua, siapa yang mau membuat coklat nya hayo?"


Semua anak kecil berteriak" aku... Aku..."

__ADS_1


"Nah kalau kalian semua ingin membuat coklat kalian harus duduk manis dulu. Nanti ada teman teman Kaka yang akan mendampingi kalian, dan ka Gina yang akan menjelaskan nanti , dan ada juga teman kakak yang akan membantu adik adik Semua untuk membuat coklatnya. Nah sekarang Kaka panggil namanya satu persatu untuk berdiri dan berbaris." Gita menyebutkan daftar nama, yang telah Gina minta dari para guru yang akan di panggil namanya.


__ADS_2