
Gita pun menatap suaminya dengan tatapan penuh selidik,dan curiga dengan kata kata Suaminya itu. Gita membelalakkan matanya, karena paham dengan gerak gerik dan kata kata Suaminya itu.
Gita pun tertawa sangat geli, dia baru paham dengan kode-kode Gilang itu. Ibarat nya artis senior pak Hj Bolot, dan hj Malih, yang Kalau ngomong gak pernah nyambung. Gita jadi geli sendiri dengan suaminya tersebut, yang gak nyambung sama pertanyaan Gita.
" Kenapa kamu tertawa Git.?" Gilang menatap heran Gita.
"Kamu ngapain di situ, emang kamu pikir olahraga pagi seperti apa mas. Mas aku bilang ayo olah raga pagi, tapi bukan olah raga pagi di tempat tidur." Gita terkekeh." Kita keluar keliling mas di kampungan sini, sepertinya seru jalan jalan pagi ajak Jessy juga".
Gilang nampak malu,dengan istrinya. Terlihat sekali kalau dirinya sangat agresif, terlanjur basah, basah sekalian. Terlanjur ketahuan, main aja sekalian.
Gilang Berlaga santai,dan so cool. Lalu Gilang mendekati Gita, dengan menggendong Gita dan membawa Gita ke tempat permainan yang Gilang sudah rencanakan.
"Kamu berani meledek suami mu, kamu berani menertawakan suami kamu juga. Jangan harap bisa lepas kamu Anggita, sebelum kamu aku hukum". Gilang memberikan senyuman menyeringai ke Gita.
Gita menggelengkan kepalanya dengan cepat, Gita yakin sesuatu akan terjadi pada dirinya. Gilang pun menggelitik Gita, hingga tawa Gita memenuhi ruangan kamar mereka.
Awalnya Gilang memang menggelitik Gita, tapi selanjutnya Gilang mengajak olah raga pagi seperti apa yang Gilang inginkan. Pagi pagi mereka sudah mengeluarkan Peluh yang membasahi tubuh mereka.
Gilang merasa senang sebelum olah raga bersama anak istri yang sesungguhnya. Gilang sudah pemanasan terlebih dahulu berdua dengan istrinya, Gilang merasakan senang dan bahagia. Tapi tidak dengan istrinya, justru Gita sebaliknya dia memajukan bibirnya,karena kelelahan. Atas perbuatan dan ulah suaminya, belum jalan pagi, Gita sudah di buat lelah oleh Gilang.
Kini mereka sudah mandi,dan bersih bersih. Belum sampai siang Gita sudah mandi dua kali. Untung untuk pemandiannya ada air panas nya, jadi saat mandi pagi hari tidak terasa dingin..
Tapi kalau sehari bisa keramasan 3 atau 4 kali, bisa bisa Gita flu.
Kini Gilang mengajak istri dan anaknya berjalan dan olah raga pagi. Mengelilingi Kapung di dekat penginapan mereka, Gilang pun mengajak Rama anaknya kang Asep, untuk ikut menemani Jessy.
Selama di Bandung Gilang bukan hanya mengajak liburan atau bulan madu saja dengan Gita saja. Gilang juga mengecek tempat usahanya dan melihat hasil laporan selama Gilang tinggal.
Setelah urusan kerjaan selesai Gilang mengajak anak dan istrinya liburan. Ketempat wisata di Bandung, yang bahkan belum Gita kunjungi.
Sampai seminggu lamanya mereka di sana, sampai mereka puas liburan nya. Dan kini waktunya mereka bersiap siap untuk kembali ke Jakarta.
Saat di perjalanan mereka beristirahat untuk sekedar makan siang. Saat mereka sedang menikmati makanannya, tiba tiba ada seorang gadis mendekat ke meja mereka.
"Hai Gilang". Sapa gadis itu,
__ADS_1
Gilang pun melihat siapa yang memanggil namanya.
"Hai, Leni".
Gita pun melihat gadis itu di hadapan Gilang, gadis itu melihat Gita dan Jessy. Gita tersenyum Namun gadis itu tak membalas senyum justru malah menunjukkan wajah sombong nya.
"Apa kabar.?" Dengan senyum di buat semanis mungkin.
" Baik Len". Gilang pun menjabat tangannya, tapi gadis itu malah cipika-cipiki Gilang.
Jessy melihat adegan itu, dan Jessy melihat ke arah Gita. Gita yang ingin makan pun tak berselera melihat adegan yang membuatnya kesal.
Gilang melihat ekspresi wajah istrinya sudah tidak enak. Gilang pun langsung menghampiri istrinya,dan memperkenalkan Gita ke Leni.
" Len, kenalkan ini istri aku. Namanya Anggita". Leni pun bersalaman kepada Gita namun dengan tatapan tak suka melihat Gita.
" Aku Leni, temannya Gilang". Gita pun juga menunjukkan sikap masa bodo nya dengan Leni.
"Ow iya Gilang, teman teman mau ngadain reuni, kamu ikutan yuk.?" Tanya Leni mengalihkan pembicaraan.
"Minggu besok. Ikutan yuk, kumpul kumpul Lang. Semenjak kamu di Jakarta kamu gak pernah kumpul sama teman-teman."
"Aku gak janji, soalnya kalau weekend udah jatah kumpul dengan anak dan istri."
"Gitu banget si kamu Lang, kan acaranya malam. Bisa dong kumpul kumpul". Bujuk Leni, dengan merangkul lengan Gilang dengan manja.
Gita sudah jengah dengan sikap gadis yang bernama Leni itu. Memberikan contoh yang tidak baik untuk Jessy, dan akhirnya Gita pun pamitan untuk mengajak Jessy ke luar.
"Mas kalau kamu masih lama dengan teman kamu ini, aku dan anakmu ingin keluar lebih dahulu. Aku gak mau anakku melihat pemandangan yang tidak baik untuknya". Kata Gita dengan ketus, lalu Gita menggandeng tangan Jessy untuk keluar dari tempat itu.
Gilang tau kalau Gita sedang marah, Gilang pun ingin menyusul Gita. Namun tangannya di tahan oleh Leni.
" Maaf Len lepas tangan kamu, aku sudah menikah. Aku tidak bisa kumpul dengan kalian lagi, buat aku yang utama keluarga. Permisi..." Gilang pun langsung melepaskan tangannya dari tangan Leni. Lalu mengejar Gita dan Jessy.
Saat sampai parkiran, Gilang memegang tangan Gita." Gita kamu jangan marah, aku minta maaf Git". Gita hanya diam dengan apa yang Gilang ucapkan.
__ADS_1
Gilang paham ada Jessy di dekatnya.
" Jessy sayang, kamu masuk ke mobil dulu ya. Papah ingin bicara sama mamah dulu, Jessy paham kan sayang.?" Jessy pun mengangguk kan kepalanya.
Jessy masuk ke dalam mobil dengan AC yang menyala, dan Jessy pun memainkan game yang ada di handphone nya.
"Aku minta maaf sayang, aku mohon kamu jangan marah ya.?" Sambil menggenggam tangan Gita.
" Iya aku maafin kamu, aku hanya gak suka dia menunjukkan contoh ya gak baik untuk Jessy."
"Iya aku juga kaget dia seperti itu".
"Kaget, tapi enak kan di pe*uk dan di ci*m seperti tadi.?"
"Gita".
"Udah mas jangan di bahas lagi, aku juga sudah maafin kamu. Lagian tuh cewek nya aja yang kegatelan , main peluk milik orang sembarangan."
Gilang tersenyum mendengar omongan Gita." Kamu cemburu.?"
"Ya aku cemburu lah, aku ini normal. Melihat kami di peluk sembarangan sama orang, pasti cemburu. Kalau seandainya aku di perlakukan seperti itu sama cowok lain bagaimana.?"
"Aku hajar dia disitu juga di hadapan kamu." Jawab Gilang dengan serius, membuat Gita bergidik takut.
"Yasudah kita balik yuk. Aku lelah mas, karena ulah kamu aku jadi kurang tidur selama di Bandung." Rayu Gita membuat Gilang tersenyum dan mengangguk kan kepalanya.
Akhirnya mereka pun masuk kedalam mobil,dan melanjutkan perjalanan menuju Jakarta.
Lima jam perjalanan dari Bandung ke Jakarta, lebih cepat dari pada kemarin saat berangkat. Kini mereka semua sudah sampai di rumah orang tua Gilang.
Tentunya bunda Yuni dan pak Hendra merasa senang, karena anak cucu dan menantu sudah datang dengan selamat.
Bu Yuni pun langsung menghampiri cucunya,lalu memeluk cucunya yang sangat ia rindukan.
Bersambung....
__ADS_1