
"Ren titip ini ada yang gue mau omongin sama Gita". Kata Andi yang memberikan gitar nya ke Reni.
Reni pun mengambil gitar dari Andi." Ya udah gue masuk duluan ya,inget jangan macem macem". Kata Reni dengan senyuman meledek. Lalu mereka berdua berjalan meninggalkan Gita dan Andi.
"Gita, kenapa kamu nangis tadi heeemmmm....?" Tanya Andi yang merapihkan sebagian rambut Gita yang tertiup angin, karena Gita menggunakan topi kupluk yang di berikan Andi.
Gita menggeleng kan kepalanya, " aku nggak kenapa kenapa, kan tadi aku bilang aku kesel kamu nyanyiin lagu itu. Kamu tau aku suka lagu itu tapi kamu nyanyiin bikin aku jadi mellow, kan jadinya aku lebay Ndi. Kenapa kamu nyanyiin lagunya Ndi". Kata Gita dengan cemberut.
" Nggak lebay ko sayang, itu juga suara hatiku ke kamu. Kamu itu istimewa Git buat aku,kamu tau aku dulu seperti apa. Tapi kamu meluluhkan dan kau hancur kan semua egoku, sikap dingin ku sama kamu.
Flashback on
Dulu di sekolah SMA Budi Bangsa, di mana sekolah itu adalah sekolah favorit bagi murid-murid. Sekolah yang terkenal di mana murid murid yang berprestasi.
Hingga suatu hari datanglah murid pindahan dari Bima Tun**al, pindah ke sekolah Budi ban*sa. Murid yang sedikit pendiam, pintar ,dan berbadan besar, namun mempunyai wajah yang manis.. gadis itu duduk di bangku kelas dua,dan gadis itu bernama Anggita.
Gita pun memperkenalkan dirinya di depan kelas, setelah memperkenalkan dirinya Gita duduk di bangku tengah,di mana teman sebangkunya seorang gadis yang ceria Bernama Reni Anggraini.
__ADS_1
Saat jam istirahat Gita sedang duduk menyendiri di dalam kelas,ia sedang membaca buku pelajaran. Dan tiba tiba datang Reni dengan dua orang laki-laki di belakang nya." Hai,,, Gita ko di sini sendirian, kamu nggak istirahat gitu ke kantin?". Tanya Reni yang bertanya saat dirinya masuk ke dalam kelas, dan melihat Gita duduk sendirian di kelas yang asyik membaca buku.
Gita tersenyum dan menggeleng kan kepalanya." Tidak Reni, aku bawa bekal ko, dan aku juga harus belajar pelajaran yang sudah tertinggal di sekolah ini.
"Ow iya Git, ini kenalin dia satu kelas sama kita, cuma dia duduk di sana" menujuk di bangku belakang di arah kanan Gita ." namanya Arya, dia pacar gue, hihihi.... Ohh iya yang ini namanya Andi,dia teman gue juga kita satu sekolah dari SMP". Reni memperkenalkan Arya dan Andi ke Gita.
Gita pun bersalaman ke Arya, dan Arya pun memperkenalkan dirinya ke Gita," Hai Git,salam kenal ya." Gita pun mengangguk.
Tapi saat Gita bersalaman dengan Andi, justru Andi malah menghindar. Tangan Gita pun di turunkan kembali, dan tersenyum kecut. Reni melihat Gita merasa tak tega karena Andi cuekin jabatannya Gita." Maaf ya Git,dia orang nya memang seperti itu". Kata Reni Merasa tak enak hati.
Gita tersenyum" tidak apa-apa ko Reni, aku tidak tersinggung ko, yasudah aku mulai belajar lagi ya". Gita duduk kembali, dia menoleh ke arah Andi, lalu kembali melanjutkan membacanya.
Namun sampai di depan kelas pun Andi masih cuek dengan Gita, tetap dingin akan sikapnya ke Gita. Namun sama Gita di acuhkan begitu saja akan sikap Andi yang cuek dan dingin.
Kini satu tahun berlalu Gita bersekolah, sekarang Gita pun sudah duduk di bangku kelas tiga SMA. Dan Gita pun sudah mempunyai banyak teman juga, sekaligus ada seorang murid laki-laki yang menyukai Gita. Tapi tidak dengan Andi yang masih cuek dan bersikap dingin, walaupun suka duduk bareng dengan Reni, tapi Andi tak pernah sekalipun mengobrol dengan Gita.
Kekasih Gita mempunyai wajah yang tampan dan Murid laki laki itu terkenal playboy, yang bernama David. Tapi entah Kenapa semenjak dengan Gita, anak itu sudah jarang dekat dengan banyak gadis.
__ADS_1
Semenjak dengan David, Gita menjadi jauh dengan Reni, bukan Gita menjauh tapi itu hanya perasaan Reni saja. Bahkan Reni dan Arya pun sudah menjelaskan bahwa David itu bukan cowok baik baik, namun sama Gita tidak di anggap serius ucapan Reni.
Hingga suatu ketika Reni, Arya dan Andi melihat David dengan seorang gadis di belakang gedung sekolah. Mereka sedang berci*man, dan berkata bahwa hubungannya dengan Gita hanya sebuah taruhan. Hanya untuk memanfaatkan dirinya, karena Gita itu anak yang pintar.
Di belakang gedung sekolah, David sedang bertengkar dengan seorang gadis yang cantik." Sayang dengerin aku dulu, aku jelasin semuanya sama kamu.
" Jelaskan apa hah.. Sepertinya kamu juga sudah nyaman sama gadis gendut kaya dia. Bukankah taruhan itu hanya sampai dua atau tiga bulan ya, setelah itu kamu dan dia putus. Kenapa ini udah sampai lima bulan kamu masih jalan sama dia. Lebih baik kita putus aja Dav". Kata gadis itu yang menolak tangannya di sentuh oleh David.
"Verra dengerin aku dulu, aku juga ingin putus sama dia tapi nunggu waktu yang tepat. Tidak kaya gini sayang kamu harus ngerti dong, aku dekati dia hanya ingin memanfaatkan dia saja". Kata David yang masih menahan tangan verra.
Saat David dan verra sedang bertengkar,Reni,Andi dan Arya mendengar semuanya yang David ucapkan dari bibirnya.
Reni pun bertekad akan memberitahu ke Gita, namun di halangi oleh Andi." Jangan Reni, elo jangan kasih tau dia, biar dia sendiri yang tau kelakuan cowok bajin*an kaya David.
"Gue nggak mau kalau Gita di manfaatkan sama cowok berengsek kaya David,loe harusnya jangan kaya gitu sama Gita, dia anak baik Ndi. Loe inget kan saat elo di tuduh ngerebut Cantika dari Alex. Dan Alex ngeroyok dan mukulin Lo, kalau Gita nggak nolongin elo, mungkin elo bakalan bonyok babak belur. Dan siapa yang udah obati luka Lo di ruang UKS, Gita Ndi, Gita yang obatin luka Lo. Kenapa elo sampai nggak peduli sama dia Gini.." kata Reni dengan emosi, dan itu membuat Andi menundukkan kepalanya karena merasa bersalah.
Dan sebenarnya,tanpa sepengetahuan mereka semua, sebenarnya Gita juga mendengar apa yang David ucapkan ke verra. Dan semua tentang taruhan dan memanfaatkan dirinya. Saat Gita ke belakang sekolah, saat dirinya sedang mengambil tas nya yang di sembunyikan di belakang gedung sekolah, oleh anak anak yang sering jail kepadanya. Namun saat Gita hendak kembali Gita mendengar semuanya, dan itu benar-benar membuat Gita sakit hati.
__ADS_1
Gita pun keluar dari belakang lemari yang sudah reot, lalu menghampiri David dan verra. Dengan mata yang sudah sembab dan air mata yang sudah membasahi pipinya. Saat Gita keluar, David dan Verra sedang berci*man. Karena Verra hendak melarikan diri, jadi David menarik Verra dan men*ium bibir Verra agar tidak kabur dari nya.
bersambung....