
Dan sebenarnya,tanpa sepengetahuan mereka semua, sebenarnya Gita juga mendengar apa yang David ucapkan ke verra. Dan semua tentang taruhan dan memanfaatkan dirinya. Saat Gita ke belakang sekolah, saat dirinya sedang mengambil tas nya yang di sembunyikan di belakang gedung sekolah, oleh anak anak yang sering jail kepadanya. Namun saat Gita hendak kembali Gita mendengar semuanya, dan itu benar-benar membuat Gita sakit hati.
Gita pun keluar dari belakang lemari yang sudah reot, lalu menghampiri David dan verra. Dengan mata yang sudah sembab dan air mata yang sudah membasahi pipinya. Saat Gita keluar, David dan Verra sedang berci*man. Karena Verra hendak melarikan diri, jadi David menarik Verra dan men*ium bibir Verra agar tidak kabur dari nya.
David dan Verra pun terkejut, saat melihat Gita yang sudah berdiri di hadapan mereka. Dan terutama David dia merasa tidak enak hati, dan Merasa tak tega dengan Gita. Gita mengelap air matanya,dan dagu nya yang basah karena air matanya.
Dan kejadian itu juga di saksikan oleh Reni,Andi dan Arya. Mereka menyaksikan Gita memergoki David dan Verra di belakang gedung sekolah.
"Apa benar Dav,kamu suka sama aku karena taruhan, dan berpacaran dengan aku hanya ingin memanfaatkan aku aja Dav". Kata Gita dengan suara yang tak jelas karena rasa sesak nya.
"Git, maaf karena kamu sudah mendengar semua nya,aku akan jujur sama kamu. Ya memang aku dekat sama kamu karena aku kalah taruhan, dan aku dekat dengan kamu karena aku ingin memanfaatkan kamu. Tapi aku tidak tega karena kamu terlalu baik Git, dan aku juga tidak mau kehilangan Verra pacar aku selama ini". David menjelaskan semuanya kepada Gita.
Sedangkan Verra hanya tersenyum sinis melihat Gita yang sudah rapih seperti itu. Verra merasa senang melihat Gita sakit hati oleh David.
" Hai Gita, gue bilangin ke elo, Jadi cewe jangan bodoh bodoh banget karena cinta. percaya diri Lo cukup besar juga, Dengan postur body Lo yang besar, dan kepintaran Lo, semakin membuat elo semakin B*go jadi cewek. Nggak mungkin lah cowok gue yang ganteng ini lebih memilih elo, yang berbadan besar. Jadi selamat merasakan rasanya sakit hati". Kata Verra yang pergi, menggandeng tangan David, dan meninggalkan Gita seorang diri.
Saat verra dan David keluar dari belakang gedung sekolah ,Reni, Andi dan Arya mengumpat di samping tembok, jadi tak terlihat oleh Verra yang terburu-buru meninggalkan belakang gedung .
Dan di saat Verra dan David sudah jauh, barulah mereka menghampiri Gita yang sedang menangis seorang diri.
"Gita" Reni menepuk pundak Gita, dan Gita yang sedang menunduk pun,melihat ke arah atas, dan melihat Reni yang menepuk pundaknya.
Gita pun segera menghapus air matanya, dan tersenyum kecut kearah Reni dan temannya." Mau apa kalian kesini, ingin ketawain gue, karena gue merasa cewek bodoh seperti apa yang cewek itu bilang".
__ADS_1
Reni menggeleng kan kepalanya," kita nggak kaya gitu Git, kita ingin bantu elo. Elo jangan sedih ya ada kita, yang nggak akan manfaatkan elo, seperti apa yang elo bilang barusan".
"Iya Git elo percaya sama kita ya". Kata Arya yang mencoba menenangkan Gita.
"Percaya," Gita tersenyum sinis." Seperti gue percaya sama David, dan nyatanya dia manfaat kan gue aja. Apa kalian juga sama kaya dia.?" Kata Gita yang mulai tak terkontrol emosi nya.
"Emang ya elo tuh cewek keras kepala, buat apa kita manfaatkan elo. Denger ya kalau kita cuma manfaat kan elo buktinya apa.? Dan elo terlalu bodoh sama namanya cinta, udah berapa kali kita bilang David itu bajin*an , dia cuma manfaat kan elo aja. Tapi elo nggak percaya kan sama kita, terus udah kaya gini elo marah. Dasar cewek batu, keras kepala". Kata Andi dengan nada marah dan membentak Gita, membuat Gita menutup telinga nya.
"Cukup, gue memang bodoh, keras kepala dan cewek batu. Dan apa peduli elu ke gue, bukan nya elo nggak pernah suka sama gue". Kata Gita yang menunjuk ke arah Andi. Membuat Andi hanya diam,dan Gita pun berlari meninggalkan mereka semua.
Sejak kejadian itu Gita tidak masuk sekolah, Gita sakit seminggu lamanya dia tak bersekolah. Tidak ada yang tau alamat rumah nya, Karena Gita juga pindahan rumah baru.
Kini Gita sudah mulai masuk sekolah, tetapi Gita menjadi lebih pendiam,dan tertutup. Sudah tidak tegur sapa lagi dengan Reni,yang di lakukan Gita hanya diam di kelas dan ke perpustakaan saat bel istirahat.
Hingga suatu ketika, saat Andi sedang berjalan menuju ke perpustakaan. Andi melihat Verra dan teman teman nya sedang berkumpul, dan berbicara seperti merencanakan sesuatu. Dan Andi pun diam diam mengikuti mereka, dan mendengar pembicaraan mereka.
" Bagaimana saat ekskul besok, kita kerjain Gita yuk, dia lagi patah hati. Sepertinya seru dah". Kata Verry yang punya niat buruk ke Gita, entah apa yang di rencanakan tapi Andi segera pergi dari tempat itu. Karena takut ketahuan oleh Verra dan temannya.
Tepat di hari yang sudah di rencanakan Verra, Andi diam diam sudah berada di sekolah dari pagi pagi. Benar saja satu kelasnya Verra berniat ingin mengerjai Gita, tepat pelajaran ekskul di sekolah selesai Gita di kunci di dalam toilet, dan saat guru ekskul pulang, seluruh anak anak kembali berkumpul di lapangan. Gita berteriak meminta tolong namun tak ada yang mendengar. Lamu toilet pun di matikan, hingga Gita Merasa ketakutan akan kegelapan. Dan saat pintu toilet terbuka dan Gita segera berlari keluar, namun pas di lihat di lapangan banyak teman-teman di kelas sebelah berkumpul. Dengan ekspresi wajah yang tak enak di lihat, Gita segera membuka pagar. Namu saat Gita membuka pagar, pagar pun terkunci, dan semua teman teman pun tertawa. Gita merasakan perasaan yang tak enak, dan Gita melihat dua murid perempuan menarik tangan Gita.
"Ada apa ini, kenapa kalian pegang tangan gue seperti ini. Mau apa kalian?". Kata Gita yang mulai panik.
" Tidak usah takut Gita, kita mau main main sma elo sebentar ya, jangan takut sayang." Kata salah satu gadis yang memegangi tangan nya Gita.
__ADS_1
" Lepasin gue". Kata Gita yang sudah mulai ketakutan, dan matanya pun sudah berembun.
" Ucuk.. ucuk .. Jangan nangis ya sayang, kita mulai permainan nya sekarang. Kita hitung 1.... 2..... 3". Bbbyyyuuuuurr... Terdengar suara air yang tertumpah. Dan seluruh anak anak pun tertawa terbahak-bahak melihat tubuh Gita yang basah.
Tubuh Gita basah,dan baju yang di gunakan pun basah semua hingga tubuh Gita pun terlihat karena Gita yang menggunakan baju berwarna putih. Alhasil terlihat semua lekuk tubuh,dan pakaian dalam yang Gita gunakan. Seluruh murid laki-laki semua melihat lekuk tubuh Gita yang nampak sempurna untuk di lihat. Ada yang sebagian laki laki menelan ludahnya, dan ada sebagian yang mengalihkan pandangannya. Tapi tidak untuk murid perempuan mereka tertawa kegirangan.
Gita sudah menangis, dan menutup tubuhnya dengan menyilang kan tangannya di bagian tubuhnya.
" Hai bagaimana enak tidak mandi, enak kan, bagaimana merasa paling cantik dan seksi ya di lihat oleh anak laki-laki.
Dan elo itu seperti apa ya, dengan badan besar,dan basah kuyup Gini lagi. Uuupss... Sorry". Kata Verra yang bikin malu Gita di depan teman-temannya.
Andi yang melihat Gita seperti itu merasa tak tega, akhirnya Andi pun keluar dari persembunyian nya. Sebenarnya Andi merasa geram karena Reni tak datang , bukannya Reni tak datang Reni tidak bisa masuk. Akhirnya Reni pun kerumah guru yang rumah nya dekat situ., Untuk memberitahu kalau Gita sedang di bully satu kelas.
Andi pun berjalan dengan wajah marah, menuju tempat di mana Gita sedang di permalukan." Cukup... Apa yang kalian lakukan sama Gita, kalian membully Gita seperti ini. Kalau posisi Gita itu ada pada kalian, apa kalian mau. Dan elo Verra, jangan mentang-mentang elo orang kaya, seenaknya elo bikin malu Gita seperti ini. Dengerin ya kalian ngelakuin seperti tadi gue udah rekam,dan gue kirim ke semua guru. Siap siap elo Semua dapat panggilan dari guru." Andi pun berlutut di depan Gita, dan membuka jaketnya, untuk menutupi tubuh Gita.
Gita hanya menangis,dan menunduk. Gita merasakan amat ketakutan akan kejadian itu." Git, ini gue Andi. Sekarang elo nggak perlu takut lagi ada gue di sini, elo aman." Gita menatap wajah yang memanggil namanya, benar yang ada di hadapannya adalah Andi, orang yang selama ini cuek dan dingin sama Gita kini menolong dirinya.
Andi yang melihat wajahnya Gita sudah pucat, serta bibir yang bergetar,dan air matanya yang terus mengalir, membuat dirinya merasa tak tega." Benar benar kalian semua, elo semua bukan manusia tau nggak, bikin teman elo kaya gini. Apa salah Gita sama elo semua". Kata Andi dengan sangat marah dan mata memerah.
Andi pun langsung memeluk tubuh Gita, dan Andi sempat mendengar suara Gita " Andi terima kasih". Setelah itu Gita tak sadarkan diri.
Para guru dan penjaga sekolah pun datang, dan membuka pagar sekolah. Dan memberikan hukuman kepada seluruh murid murid nya.
__ADS_1
Flashback of.