
Saat Gilang membuka lemari, ada sebuah kotak kecil berwarna hitam berukir. Kotak itu terjatuh tepat di kaki Gilang,saat Gilang membuka kotak itu ada satu benda kecil dan kertas kecil.
Tangan Gilang bergetar,saat melihat benda kecil tersebut. Air matanya pun terjatuh saat melihat benda kecilnya menunjuk kan dua garis berwarna merah.
Bibir Gilang bergetar, tak sanggup mengeluarkan kata-kata.
"Gita ternyata kamu, ya Allah. Maafkan hamba,sudah kasar dengan istri hamba." Tangan Gilang kembali bergetar saat membuka selembar kertas.
Untuk suamiku tersayang ❤️
Mas aku tadi jalan, aku membeli alat ini. Awalnya ku tak yakin menggunakannya, aku takut mas. Namun aku coba karena akhir-akhir ini aku ngerasa tubuh aku ngerasain aneh. Aku gak sabar langsung mencoba alat ini mas, ternyata hasilnya membuat ku bahagia. Ternyata hasilnya garis dua warna merah, aku senang banget mas saat tau, pasti kamu juga senang kan.? Aku akan jadi calon ibu baru, dan kamu jadi papah untuk yang ke dua kalinya dari anak kita. Hihihi... Aku jadi makin sayang sama Kamu, kamu laki laki baik yang aku kenal. Walaupun kamu cemburuan, tapi aku suka. Dan aku juga akan menjaga perasaan kamu mas, aku harap kamu akan selalu percaya sama aku ya mas. Karena aku tidak suka sampai kamu meragukan aku loh. Dan untuk Jessy pasti dia sangat senang karena doa nya di kabulkan oleh Allah. Besok aku ingin ajak kamu. Aku ingin kamu orang pertama yang mengetahui kehamilan ku ini.
Salam sayang dari istri yang mencintai kamu.
By: Anggita.
Gilang memeluk surat itu sangat erat.
"Maafkan aku Git, laki laki macam apa aku ini. Gara gara Bella memberikan foto ini, istri sendiri ku sakiti. Gita kamu dimana Sayang". Lalu Gilang keluar mencari Bu Ida, ternyata tak ada. Lalu Gilang keluar mencari pak Rohmat, untuk menanyakan keberadaan istri nya.
"Pak Rohmat". Pak Rohmat, menghampiri majikan nya.
" Iya mas Gilang, ada apa. Ada yang bisa saya bantu.?" Tanya pak Rohmat, yang melihat mata majikan nya merah.
"Pak Rohmat, bapak liat istri saya.?"
"Iya pak, tadi mbak Gita keluar naik taksi online." Mendengar istrinya pergi naik taksi online, Gilang langsung panik.
" Taksi, istri saya naik taksi.? Bapak btau kemana istri saya bilang.?"
" Mba Gita sama istri saya mas. Katanya mau ke dokter, soalnya semalam mba Gita tak sadarkan diri. Baru tadi pagi sadarkan diri nya, semalaman istri saya nemenin istri mas Gilang." Mendengar itu Gilang merasa frustasi, mendengar kalau istrinya pingsan. Gilang mengusap wajahnya, lalu membuang nafasnya yang membuatnya sesak.
Lalu Gilang mengambil handphone nya, lalu mencari nomor ibu Ida.
__ADS_1
Tuuut....tuuut... Panggilan pun terangkat.
"Hallo assalamualaikum, Bu Ida. Saya ingin tanya apa istri saya sama ibu.?"
"Iya mas, mba Gita sama saya. Kami sedang berada di rumah sakit Kartini, dan Mba Gita sedang di ruang tunggu."
"Oke kalau begitu saya kesana ya Bu, trimakasih sudah memberi tahu. Terimakasih ya saya tutup, assalamualaikum."
"Waalaikumsallam..." Pip panggilan telpon pun terputus. Tanpa pikir panjang, Gilang masuk ke mobi, dan melaju kendaraannya menuju rumah sakit .
****
Kembali ke Gita
Di ruangan tunggu Gita sedang duduk bersama Bu Ida. Rasa bosen yang Gita rasakan, tanpa memegang handphone di tangannya.
"Ibu Anggita.." panggil salah satu perawat magang di rumah sakit tersebut.
"Iya... " Jawab Gita, lalu berdiri dan jalan masuk keruangan bidan.
"Ibu Anggita usia 24 tahun.?" Gita mengangguk kan kepalanya.
"Apa sebelumnya ibu pernah memakai alat kehamilan.?"
"Iya Bu kemarin sore, dan tadi pagi saya mencobanya kembali. Dan ini hasilnya Dok". Gita memberikan hasil testpack nya ke dokter. Dokter itu pun tersenyum dan mengangguk kan kepalanya.
"Baik kalau begitu nanti kita lihat ya ibu. Apa ini Kehamilan anak pertama Bu.? Dan anak ke dua betul Bu.?" Gita mengangguk kan kepalanya lagi.
"Iya Dok, betul."
"Nama suami Gilang Wijaya, usia 31 tahun. Betul Bu Anggita.?"
"Iya Bu betul". Jawab Gita.
__ADS_1
Lalu dokter itu melihat tidak ada yang ikut menemani nya." Di mana suami ibu, apa bapak nya tidak ikut menemani ibu.?"
Gita nampak berpikir apa yang harus di jawab." Suami saya ada di...."
"Di sini Bu, saya di sini". Terlihat wajah Gilang di balik pintu, dengan nafas yang tersengal-sengal.
Dokter itu pun mengangguk." Baik silahkan duduk di samping istrinya pak".
Gilang pun berjalan mendekati istrinya, lalu mengecup kepala Gita." Maaf sayang".
Gita ingin menangis mendengar suaminya bicara seperti itu.
Dokter nya pun tersenyum melihat Gilang yang tak malu mengecup kepala istrinya di depan dokter dan perawat.
Gilang pun duduk di samping Gita, dengan tangannya menggenggam tangan Gita. Karena Gita sedang memegang dress di atas lutut nya, Gilang menggenggam tangan Gita. Gita hanya diam tak membalas genggaman tangan Gilang.
" Jadi bagaimana dok.?"
"Ya.. hasil dari alat kehamilan istri anda memang positif. Tapi kita lihat lagi ya pak, soalnya wajah istri bapak ini sangat pucat." Gilang melihat wajah Gita memang terlihat pucat, dan matanya yang sembab mungkin efek habis menangis." Kita lihat lagi ya lewat hasil USG nya.
Gita merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Lalu Gita mengangkat bahu nya agar Perutnya terbuka. Lalu Gita di oleskan Clear ultrasound gel, lalu untuk pemeriksaan dokter menggunakan Doppler atau USG. Jelly USG selain berfungsi sebagai pelumas juga memperjelas suara obyek yang diperiksa, yang kemudian ditangkap oleh alat Doppler atau USG.
Lalu Gilang melihat di layar USG. Dokter menunjukkan di sebuah layar terdapat titik kecil.
"Bapak dan ibu bisa lihat kan, . Dan di sini kita lihat usia kandungan ibu sudah masuk usia enam Minggu. Jadi kandungan di usia dini sangat rentan, jadi bapak nya jangan membuat Mamah nya sedih nih, Karena akan berpengaruh untuk perkembangan janinnya."Di saat dokter mengucapkan itu, Gilang melihat wajah Gita. Gita yang memang melihat wajah suaminya langsung melengos menatap lain." Di usia ini ibu juga akan mengalami mual yang membuat ibu tak nyaman. Di sini juga peran Suami harus memberikan perhatian yang ekstra, karena istrinya hamil yang pertama jadi suami harus memberikan perhatian ke istrinya."
"Iya Dok." Jawab Gilang dengan tersenyum memberikan senyuman ke arah Gita.
Setelah habis control kehamilan Gita, mereka pun langsung kembali ke rumah. Gilang memikirkan HB istrinya sangat rendah. Dan itu akan berpengaruh untuk kehamilannya.
Walaupun obat dan vitamin sudah di berikan dokter, tapi Gilang ingin kasih perhatian yang terbaik untuk istrinya.
Di dalam mobil pun Gita enggan ingin duduk di dekat suaminya, Gita lebih memilih duduk di belakang bersama Bu Ida. Gilang pun pasrah dengan sikap istrinya itu, Apalagi sekarang Gita sedang mengandung, Gilang akan lebih sabar lagi. Untuk menebus kesalahannya yang sudah emosi dengan Gita.
__ADS_1
Kini mereka pun sudah sampai di rumah. Saat Gilang membuka pintu,dan membantu Gita untuk keluar dari mobil. Gita menolak, Gita justru meminta bantuan dari Bu Ida. Di sini Bu Ida merasa tak enak hati dengan majikannya itu.
Bu ida membawa Gita Sampai masuk ke dalam kamarnya, setelah itu Bu Ida pun keluar. Gilang yang menunggu Bu Ida untuk meminta bantuan kepada Bu Ida.