Cinta Anggita

Cinta Anggita
Kedatangan Hilda


__ADS_3

Entahlah Riko memang benar benar sudah jatuh hati dengan Gita. Walaupun banyak yang bilang kalau Gita itu gadis yang bertubuh besar tidak cocok dengan nya. Tidak membuat Riko malu, karena bagi Riko dia gadis yang berbeda dengan gadis lain.


Mungkin benar banyak yang bilang kalau cinta itu buta, ya Riko sudah buta akan cintanya kepada Gita. Gadis yang bertubuh gemuk, sahabat dari adiknya tersebut. Walaupun hubungan yang mereka jalani tidak lama, tapi bisa membuat nama Anggita selalu melekat di hatinya.


Flashback of.


Sambil menatap langit malam yang gelap. Mungkin sama dengan hati nya yang saat ini kelabu.


"Kenapa hati ini belum bisa rela Git, melepas kamu dengan pria itu. Apa memang saatnya gue membuka hati gue buat yang lain". Kata Riko bicara sendiri di gelapnya malam.


"Ya elo harus bisa dong ka lupain Gita dan membuka hati elo buat yang lain. Elo kan ganteng Masa susah move on dari Gita, memang sahabat gue itu keren ya bisa bikin para mantan susah move on dari dia. Hihihi..." Tiba-tiba saja Reni menyambar ucapan kakaknya sambil meledek.


Membuat Riko kaget dan menunjukkan wajah kesalnya. Sedangkan Reni masa bodo dengan wajah kakak nya yang terlihat marah.


"Ikut campur aja si kamu dek, bisa kan salam dulu atau manggil kakak dulu. Maen Nyamber aja bisa nya, dasar bocil"..


"Lagian elo Ka malem malem begini sendirian di bawah pohon, ngomong sendirian lagi. Kalau tiba tiba yang dari atas pohon turun dan nemenin elo ngomong gimana ka.?" Kan ga lucu ka.


"Siapa bilang ga lucu, lucu dek. Kakak ajak curhat yang nemenin kakak, kalau perlu kakak pantekin paku biar jadi cewek cantik". Jawab Riko asal, membuat Reni tertawa.


" Ka penyesalan datang di akhir kan. Mangkanya dulu kalau elo suka sama Gita, kenapa di rahasiain segala sih. Ayah, ibu, gue sebagai adik elo, senang kalau elo sama Gita. Apalagi Gita sahabat gue, sahabat baik gue Ka. Dan sekarang dia udah jadi milik orang ka, elo harus bisa rela lepas Gita ka." Kata Reni lalu membuang nafas nya ." Ka elo itu keren ganteng lagi, Lo pasti bisa dapetin gadis kaya Gita, bahkan lebih dari Gita. Tapi inget gadis baik baik ka, jangan yang kaya Bu Mutia". Reni meledek kakak nya dengan menyebut nama mantan pacarnya.


" Dek ,elo ko bawa bawa nama dia". Riko menunjukkan wajah kesalnya ke Reni.


"Ya habis nya kakak bisa pacaran sama cewek monster kaya Bu Mutia. Iihhh.... Gak kebayang kalau kakak beneran jadi sama dia ka". Jawab Reni bergidik ngeri .


" Pokoknya kakak jangan ganggu hubungan Gita dengan mas Gilang. Walaupun kita adik kakak , tapi aku gak mau ya, Kaka jadi pembinor." Ancam Reni ke kakak nya.


"Ya ga mungkin lah dek, kakak jadi pembinor. Tapi menunggu janda nya kakak siap dek." Jawab asal Riko membuat Reni memukul lengan kakak nya, dan Riko terkekeh.

__ADS_1


"Sembarangan Lo ka kalau ngomong, kakak mau kalau istri kakak di tunggu jandanya sama pria lain.?"


"Gak lah, lagian kakak cuma bercanda dek. Kakak senang kalau liat Gita bahagia, tapi kalau dia di sakiti kakak siap menunggu nya gitu dek maksudnya".


"Sama aja ka, kalau kakak itu nungguin dia". Jawab Reni dengan marah.


"Sudahlah dek jangan di bahas lagi, ganggu aja si jadi bocah". Kata Riko lalu bangun dari duduknya, dan masuk ke dalam rumah.


Sedangkan Reni di luar di tinggal sendirian sama kakaknya.


" Dasar cowok bucin, giliran tuh cewek ada yang nikahin baru nyesel. Gak Ka Riko gak Andi sama nya ". Kata Reni yang bicara seorang diri, lalu Reni pun ikut masuk ke dalam rumahnya.


Keesokan harinya Gita yang masih berada di rumah ayahnya, hari ini mereka akan kembali ke kediaman rumah pak Hendra.


Saat siang hari Gita, Jessy, dan Gilang, mereka sedang berpamitan ke pak Jaka dan Bu Siti.


" Ayah, ibu kami pulang ya, Nanti kita main lagi. Insyaallah nanti kita nginap lagi di sini". Pamit Gilang ke dua mertuanya.


"Iya yah insya allah lusa kami berangkat." Jawab Gilang.


"Ya sudah kalian hati hati jika nanti berangkat ke sana nya. Inget jaga kesehatan buat kalian, terutama untuk cucu kakek yang cantik ini". Kata pak Jaka sambil mencubit pipi Jessy karena gemas.


Sedangkan Jessy hanya tertawa.


"Yasudah ayah ibu kita pamit ya, ayah ibu juga jaga kesehatan di sini. Walaupun Gita tidak tinggal di sini kalian tetap jaga kesehatan ya." Pesan Gita untuk kedua orang tuanya.


"Iya nak, ibu dan ayah akan jaga kesehatan. Kamu tidak perlu khawatir sama kami, kalian juga jaga kesehatan. Terutama kamu nak, harus sehat untuk keluarga kamu". Pasan ibu Siti ke Gita, dan Gita mengangguk kan kepalanya.


Gilang Gita dan Jessy pun pamitan dengan mencium tangan pak Jaka dan Bu Siti. Dan mereka pun masuk ke dalam mobi, dan melaju kendaraannya menuju kediaman rumah pak Hendra.

__ADS_1


Kini mobil mereka sudah sampai di rumah orang tua Gilang, pak Hendra dan Bu yuni sudah menanti kedatangan anak cucu dan menantu nya..


Saat sore harinya, bunda Yuni,dan Gita sedang di dapur membantu Bi Inah di dapur. Ya mereka akan memasak untuk menyambut kedatangan Hilda yang sedang di jemput oleh Gilang di bandara.


Gita juga membuat cake tiramisu permintaan Jessy dan suaminya. Dan kebetulan seluruh keluarga Gilang menyukai cake tiramisu, jadi Gita membuat cake tersebut.


Dan semua hidangan pun sudah selesai,dan sudah di letakan di atas meja. Dan mereka tinggal menunggu kedatangan Gilang yang menjemput Hilda.


Jessy Pun juga ikut dengan papah dan Opa nya untuk menjemput Tante nya. Dan kini Gita sedang membersihkan diri, karena habis berkutik di dapur bersama mamah mertuanya.


Dan di luar sudah terdengar sura deru mesin mobil, bunda Yuni sudah menanti kedatangan anak gadisnya yang tinggal di luar negri. Dan sekarang putri nya akan tinggal di sini menemani orang tuanya, karena kuliah nya pun sudah selesai.


Bu Yuni sudah menanti di depan pintu, dan terlihat suami,cucu dan dua anaknya yang keluar dari dalam mobil.


Putri nya pun menghampiri bu Yuni, dengan senyum bahagia melihat wajah ibunya yang sudah tak lagi muda.


"Hallo,Good night mom." Sapa Hilda putri semata wayang Bu Yuni dan pak Hendra.


"Hallo, anak bunda" . Bu Yuni pun memeluk putri yang sudah lama tidak bertemu." Bagaimana kabar kamu nak di sana, kamu sehat kan nak. Bunda kangen nak sama kamu, apa kamu tidak kangen dengan orang tua kamu.?"


" I'm good mother, and of course I also miss you very much."Kata Hilda dengan memeluk bunda nya yang sudah lama tidak bertemu. Ada rasa rindu yang Hilda rasakan kepada orang tua nya.


Lalu Hilda melihat keliling tidak melihat kakak iparnya." Mother, where is Gilang's sister's wife, I don't see her?" Tanya Hilda yang sudah tidak sabar ingin melihat kakak iparnya itu.


" Ow kakak ipar kamu sedang bersih bersih badan, tadi habis membantu bunda masak di dapur. Yuk masuk ,kita makan malam sama sama ." Hilda pun mengangguk dengan ajakan bunda Yuni.


" Semua aku ke atas dulu ya, memanggil Gita.?" Pamit Gilang dan di angguki oleh semuanya.


Lalu Gilang menaiki anak tangga, mencari istrinya. Dan terdengar suara gemericik air di kamar mandi, tanda istrinya sedang berada di dalam tandas.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2