
"Lanjutin yang tadi, gak mungkin aku menundanya sampai besok Git. Sudah nanggung banget, tega kamu ." Gilang menujuk kan wajah melas nya.
Gita hanya terkekeh melihat wajah suami nya yang terlihat sangat kusut. Karena aksinya tertunda karena ada anak-anak nya.
Gita pun tersenyum dan mengangguk kan kepalanya. Dan Gilang pun merasa senang dengan anggukan dari istrinya itu. Tanpa basa-basi Gilang pun mengambil Start. Dan akhirnya mereka pun bergumul di bawah selimut, melanjutkan permainan yang sempat tertunda.
***
Kini Gilang memboyong istri dan ke dua anaknya, untuk berjalan jalan menuju salah satu mall di kawasan Jakarta Selatan. Kini Jessy dan Abi menikmati permainan Time Zone masih di kawasan mall tersebut. Setelah puas Jessy dan Abi bermain, kini mereka pun mencari restauran. Karena Gita sudah merasa lapar, maklum lah Gita kini berbadan dua jadi ingin nya makan terus.
Namun saat sedang berjalan ada seorang wanita cantik, dengan rambut panjang sepinggang memakai dress berwarna merah menghampiri Gilang.
"Gilang..."
"Laras.." Dengan cepat wanita itu bersalaman dengan Gilang lalu bercipika cipiki.
Gilang melihat ekspresi wajah istrinya,yang melihat ke arah Gilang dengan tatapan tajam.
"Kamu di sini Lang, sudah lama kita tidak ketemu.?"
"Ii iya, kebetulan lagi sama anak dan istri." Gilang pun langsung memegang tangan Gita.
Ada ekspresi tak suka dari wanita itu." Ow ini istri kamu, salam kenal. Saya Laras teman sekolah SMA Gilang, dulu waktu sekolah kita pernah menjalin hubungan." Sengaja gadis itu mengucapkan kata hubungan kepada Gita, agar Gita merasa kesal.
Gita hanya tersenyum mendengar itu."Ow kamu mantan pacar Suami ku, berarti bekas pacar nya ya. Tapi sekarang mas Gilang nya sudah punya saya dan tiga anak, sama yang di kandungan saya." Sambil tersenyum ngeledek." Ow iya Kalau begitu kami mau makan dulu ya, anaknya mas Gilang ingin makan dulu. Jadi maaf gak bisa temani kamu ngobrol, yuuk sayang, yuk nak." Sambil menggandeng dua anaknya, dan Gilang di tinggal.
"Maaf Laras, aku harus menyusul istri ku dulu." Gilang pun langsung berjalan dengan cepat menghampiri istrinya.
Sedangkan Laras dia sangat kesal.
"Istri Gilang, Gilang ko seleranya jadi seperti itu. Mendingan aku kemana-mana cantik seksi, sedangkan dia mana ada seksi seksi nya. " Sambil ngedumel gadis itu masih melihat Gilang yang berjalan menyusul istrinya.
Saat Gilang menyiapkan kursi untuk Gita, tapi Gita memilih duduk di tempat lain. Dan itu di tempati oleh Jessy.
Selama makan pun Gita hanya diam tak banyak bicara. Justru yang banyak cerita itu Jessy dan Abi, mereka asyik bercerita.
"Abi kamu duduk sini sayang, biar cerita dengan Jessy lebih seru". Abi pun mengangguk lalu pindah duduk di samping Gita.
Gita yang sedang asyik makan kentang goreng,dan di cocol dengan sausnya. Tidak menghiraukan suaminya di samping nya, karena matanya mengarah ke handphone nya.
Dengan jail nya Gilang menggeser kentang goreng nya di depannya. Saat Gita ingin mengambilnya kentang goreng, namun tidak ada. Saat Gita ingin melihat, sudah ada kentang goreng, Gilang sudah mengambilnya lalu mengarahkan ke mulut Gita.
"Yuk di makan, aku suapi ya kentang goreng nya." Sambil memegang kentang goreng, dan tersenyum.
Karena kentang goreng nya sudah berada di depan mulut Gita, Gita pun memakan nya. Dan dengan sengaja, Gita menggigit tangan suaminya itu.
"Aaaw... Ko di gigit sih.?"
" Biarin, aku sebel sama kamu ". Dumel Gita membuat Gilang tersenyum.
__ADS_1
"Ya udah kamu boleh gigit lagi, pilih mau tangan atau...." Gilang bicara pelan, dan Gilang pun juga memajukan bibirnya." Aku siap loh menerima hukuman kamu."
Gita pun membelalakkan matanya, mendengar ucapan Suami nya.
" Itu Mau nya kamu".
"Ya iyalah sayang. Masa di tolak hukuman seperti itu kalau di tolak mubazir". Sambil menaikkan kedua alisnya.
"Iidiih... Sejak kapan sih mas, kamu jadi pintar merayu.?"
"Sejak nikah sama kamu, di tambah lagi melihat Lukman yang suka merayu Reni saat di pabrik". Gita pun akhirnya terkekeh mendengar Gilang bicara seperti itu." Eeh senyum, gitu dong senyum."
"Lagi kamu ada ada aja. Kamu sering ngintip Lukman merayu Reni ya.?"
"Gak sering, jarang jarang juga. Yasudah aku suapi lagi ya makan nya." Gita pun mengangguk.
Saat Gilang dan Gita mulai membaik. Laras pun datang kembali dan duduk di samping Gilang.
"Hai.. Maaf ganggu. Gilang aku minta no telpon kamu dong, jadi enak kalau kita mau mau adakan reunian lagi. Kemarin kamu gak datang kan."
"Ya sudah sini aku tuliskan nomor nya." Laras pun memberikan handphone nya ke Gilang, lalu Gilang mengetik di handphone milik Laras.
Dengan perasaan kesal Gita pun berdiri dan menghampiri Jessy dan Abi.
"Nak ayo kita balik." Sambil memegang tangan kedua anaknya, Gita membawanya meninggalkan Gilang.
Setelah mencatat nomor telpon, Gilang pun mengejar menyusui istri dan anaknya. Sedangkan Laras tersenyum senang karena mendapatkan nomor Gilang.
"Keterlaluan, mas Gilang memberikan nomor handphone nya ke mantan pacarnya." Gita hanya bisa bicara dalam hati saja.
Gita yang terus tersenyum, saat bersama anak anaknya. Namun hatinya merasa kesal, Gita bisa menutupi rasa kesalnya dari kedua anaknya.
Gilang yang mencari istri dan anaknya, hanya melihat Abi dan Jessy yang sedang berdiri membeli minuman. Gilang tersenyum akhir menemukan mereka.
Gilang menghampiri anaknya.
"Kalian Beli apa sayang. Loh mamah kalian kemana.?"
"Beli minuman pah, tadi kata mamah. Mamah kepalanya pusing, jadi kita berhenti di sini." Jawab Abi, yang sambil memegang tangan Jessy.
"Apa mamah kamu pusing, di mana mamah kamu nak.?" Tanya Gilang dengan rasa khawatir nya, lalu Abi menujuk ke arah seorang wanita duduk di kursi sambil memegangi perutnya.
"Papah aku mau itu". Tunjuk Jessy, ke arah penjual takoyaki.
Gilang pun mengangguk lalu berjalan untuk memesan makanan yang Jessy pinta." Mas pesan tiga porsi ya."
"Iya pak". Kata penjual nya.
Mata Gilang melirik Terus ke arah Gita.
__ADS_1
Saat Gita sedang duduk ada seorang Pria menghampiri Gita. Orang itu terus memandangi arah Gita, dan menghampiri Gita.
"Kamu Gita kan.?"
"Iya, kamu siapa ya.?"
"Kakak kelas kamu Ardi. Inget gak, waktu kamu terkunci di kamar mandi aku yang menolong kamu". Gita pun nampak mengingat, saat mengingat nya Gita pun tersenyum.
"Aaaahhh.... Iya iya aku ingat, kamu yang nolongin aku. Saat aku terkunci di kamar mandi di sekolah kan." Dan pria itu mengangguk dan tersenyum."Maaf ya aku baru ingat".
" Gak apa-apa Git, lagian udah lama juga. Ow iya bagaimana kabar kamu, dan teman kamu itu, siapa namanya.?"
"Reni maksud kamu."
"Aah iya, bagaimana kabarnya dia sekarang."
"Baik ka, dia sudah menikah dengan ipar ku ka".
"Ow begitu, eeh ngomong ngomong kamu sama siapa sendirian aja.?"
Saat Gita ingin menjawab sudah ada yang menjawab lebih dulu.
"Gita tidak sendirian, dia sama saya dan anaknya." Ardi dan Gita pun terkejut saat ada yang menjawab pertanyaan Ardi.
Sambil meletakkan minuman nya, Gilang pun membelai rambut Gita dengan lembut.
"Ow iya Ka Ardi, ini Suami ku, dan anak anak ku. Mas ini kakak kelasku, Reni dan Hilda di sekolah." Kata Gita yang memperkenalkan Ardi ke Suaminya.
"Ow jadi ini kakak nya Hilda Git. Salam kenal mas". Ardi pun mengajak bersalaman dengan Gilang,dan di balas dengan Gilang." Maaf mas, saya tadi melihat Gita sedang duduk. Saya seperti mengenal nya,eh ternyata benar dia itu Anggita adik kelas saya. Jadi mas ini kakak nya Hilda.?" Gilang pun mengangguk.
"Iya saya kakak nya Hilda, jadi kamu kenal Hilda adik saya.?
"Bukan hanya kenal mas, saya pernah punya hubungan sama adik anda". Sambil tersenyum.
"Ow mantan rupanya.?" Jawab Gilang, dan Ardi mengangguk kan kepalanya, dan tersenyum.
Saat ingin menjawab pertanyaan Gilang, handphone milik Ardi berdering. Ardi pun mengangkat panggilan telpon itu, setelah selesai Ardi menghampiri Gita dan Gilang.
"Maaf sebelumnya,saya harus segera menyusul mamah saya. Kalau ada kesempatan boleh kita bertemu lagi.?"
Gilang memberikan selembar kartu namanya." Ini milik saya, kalau ada keperluan bisa hubungi saya."
Ardi pun mengambil kartu nama itu.
"Baik, trimakasih ya. Kalau begitu saya permisi, Assalamualaikum...."
"Waalaikumsallam...'
Gilang terus memperhatikan wajah Gita yang tersenyum melihat Ardi yang berjalan menjauh.
__ADS_1
Ekhem.... Kaya nya ada yang mengingat masa lalu tuh?" Sindir Gilang dan Gita pura pura tak menghiraukan perkataan suaminya itu.
bersambung...