
Gita pun berlutut di depan Jessy, dengan mata yang mengembun dan senyuman manis untuk Jessy.
"Jessy sayang, Jessy tidak perlu sedih. Karena Jessy anak baik, dan Allah pasti mengabulkan doa doa Jessy. Dan jika memang kamu merasakan itu, KA Gita bersedia menjadi mamah untuk Jessy. Dan Ka Gita , insyaallah akan cintai dan sayangi Jessy sepenuh hati kakak. Apa kak Gita boleh menjadi mamah untuk Jessy, kalau boleh, apa kakak boleh minta di peluk oleh Jessy sekarang." Jessy pun yang ikut terharu, lalu tersenyum. Dan langsung memeluk tubuh Gita dengan erat, dan yang melihat acara lamaran itu, plus ada drama permintaan dari gadis kecil itu. Berhasil membuat para ibu-ibu dan bapak-bapak ikut terharu, karena permintaan tulus dari gadis kecil.
Gilang menghapus air matanya di ujung matanya, Gilang mendengar seperti itu sungguh hati nya terasa tersentuh. Karena memang Jessy merengek untuk mengatakan sesuatu kepada Gita, ternyata Jessy ingin mengatakan kata kata itu ke Gita. Sungguh itu di luar dugaan Gilang dan keluarga.
Setelah Jessy mengucapkan kata-kata, kini acara pemasangan cincin. Gita bingung karena tadi Gilang bilang cincin yang kemarin Gilang pasang kan di suruh simpan. Dan di depan orang orang Gilang memasang kan cincin pertunangannya di jari manis sebelah kiri Gita, dan Gilang juga memberikan buket bunga mawar merah .
Stelah acara lamaran, seluruh keluarga menikmati makanan yang sudah di sediakan oleh keluarga Gita.
Jessy duduk di tengah-tengah Gilang dan Gita, beralaskan karpet di lantai. Dan para tamu pun juga duduk di karpet sambil menikmati hidangan.
Setelah selesai acara lamaran itu selesai. Dan tanggal pernikahan pun sudah di tetapkan, oleh kedua belah pihak. Dan pernikahan pun akan di lakukan sebulan kemudian, setelah acara lamaran Lukman dan Reni. Semua sudah di urus oleh Gilang, pihak keluarga Gita tidak perlu repot-repot karena semua sudah di urus oleh keluarganya Gilang.
Dan pernikahan Mereka pun akan di lakukan di gedung yang sudah di sediakan.
Setelah acara penetapan tanggal pernikahan, kini seluruh keluarga besar Gilang pun juga berpamitan untuk pulang.
Dan setelah Keluarga Gilang pulang, dan para bapak bapak masih mengobrol. Dan para ibu-ibu pun juga sedang memotong kue lamaran, untuk di bagi bagikan ke para tetangga. Sudah jadi tradisi seperti itu, kue di bagi bagiin ke tetangga. Kalau ada yang mempunyai anak yang belum nikah, dengan makan kue lamaran itu, semoga nyusul dan cepat di lamar.
Gita pun kini sudah berada di dalam kamarnya, Gita merebahkan tubuhnya di kasur.
"Aaaaahhh..... Lega nya, bisa tiduran di kasur.
Tok... Tok... Tok.... Kriieekk.. pintu terbuka dari luar. Dan ternyata Fitri yang datang ke kamar Gita.
Ussst.. uusst. Gita menengok ke arah yang memanggil dengan bersuit suit.
Lalu Gita melanjutkan memejamkan matanya. Fitri pun masuk dengan tersenyum lalu duduk di kasurnya Gita.
__ADS_1
"Ngapain elo kesini, anak elo udah tidur.?"
"Udah di temenin sama ayahnya, gue kesini cuma iseng aja mau cerita ke elo Git".
" Cerita apaan si Fit, emang gak bisa besok aja elo ceritanya. Mata gue udah sepet banget mau tidur".
"Yaelah Git, gue cuma mau bilang sama elo aja...." Fitri belum selesai bicara, Gita sudah tertidur pulas." Eeit... Bocah gue lagi ngomong dia malah tidur." Akhirnya Fitri pun keluar kamarnya Gita.
Dua hari kemudian Gita dan Reni sudah kembali bekerja, dan beraktivitas seperti biasa.
Saat masuk ke dalam ruangan produksi.
"Cie cie yang habis lamaran seger betul tuh muka, bagaimana lancar Git.?" Tanya mpo Ati, yang sedang mengambil cetakan.
"Alhamdulillah lancar Mpo. Ini kue dan buah nya untuk kalian makan bareng bareng." Sambil meletakkan sebuah tas berisikan makanan dan buahan.
"Wadaw makanan enak ini Git, elu bawa ini banyak di rumah emang masih ada.?" Tanya Joko, yang membuka isi tas itu, dan mengambil kue nya dan langsung di lahap.
"Ya sudah kalian makan kue nya." Lalu Gita berjalan mendekati Fahri, dan Rizal. Namun Fahri malah menghindar dari Gita. Gita merasa heran dengan sikap Fahri yang diam itu.
"Zal nanti di makan ya kue nya".
"Siap Gita tenang nanti kue nya gue makan. Ow iya selamat ya lamaran nya semoga lancar sampai ke pelaminan". Jawab Rizal, bersalaman dengan Gita, memberikan selamat.
"Iya amiin.....Trimakasih Zal atas ucapan nya. Fahri, tuh ada kue, jangan lupa di makan ya.?"
" Hem... " Jawab Fahri yang sedang mengambil cetakan. Lalu pergi menghindari Gita.
Gita yang merasa seperti di acuhin merasa heran dengan sikap Fahri. Joko, mpo Ati dan Rizal saling melihat.
__ADS_1
"Fahri kenapa si Zal, dia ko dingin banget sama gue. Emang gue punya salah sama dia.?" Gita masih belum tau kalau Rizal memang suka sama dia, karena yang dia tua ya hanya Rizal saja yang pernah ngutarain isi hatinya.
Selama bekerja pun Fahri juga sedikit dalam bicara. Lalu Fahri pun meninggalkan tugasnya, karena ingin ke toilet.
Dan Gita juga ingin ke atas mengambil bahan baku untuk bahan tambahan coklatnya. Namun saat Gita naik anak tangga dan mengambil bahan baku tambahan, Citra pun mendekati ke arah Gita.
"Siang Bu bos". Gita melihat ke arah Citra.
"Ga usah bilang Gitu Citra, biasa aja".
" Kan memang elo calon istri bos, Gue gak salah kan. Oow iya rencana elo berhasil ya selamat dah". Citra tersenyum sinis.
Gita gak paham apa yang di maksud Citra, Kenapa citra bicara seperti itu.
" Maksud elo apa ya.? Rencana berhasil, maksudnya apa Cit, rencana apa yang elu maksud.?" Gita akhir nya meletakan barang yang dia bawa.
"Rencana yang elo buat, deketin anak bos. Dan berhasil juga sekarang dapetin pak bos si duda keren itu. Pinter banget ya permainan elo mulus, dan sekarang elo juga udah di lamar untuk jadi mamahnya sekaligus istri, dari anak pemilik pabrik ini." Gita mengepalkan kedua tangannya, Manahan rasa kesalnya." By the way, elo pakai pemanis apa. gue mau dong ikutan, biar ada cowok tajir yang lamar gue".
Plak... Gita menampar wajah Citra.
" Elo Denger ya, gue bukan cewek yang seperti itu. Gue gak terima kalau gue di bilang manfaatin Kedekatan Jessy hanya untuk menarik perhatian pak Gilang. Gue sayang sama Jessy tulus, bukan seperti apa yang elo bilang". Kata Gita dengan nada marah.
Citra tersenyum sinis. Gue bukan cewek bodoh Git, gue tau model cewe macam elo. Manfaatin perhatian elo untuk menggaet pak Gilang kan. Dan rencana elo berhasil ". Prook... Prook... Prook Citra bertepuk tangan." Elo berhasil Git".
"Terserah elo deh Cit, elo mau ngomong apa. Yang jelas gue gak seperti apa yang elo bilang. Oow mungkin elo ngiri sama gue, karena gue lebih beruntung dari pada elo. " Gita berusaha memanas manasi Citra.
"Berengsek loe ya, dasar cewek ma*re". Citra berusaha mengangkat tangannya ingin menampar Gita .
Namun di tahan oleh seseorang, yaitu Fahri.
__ADS_1
"Apa apaan si kalian berdua, ini tuh di tempat kerja masih aja berantem". Fahri memisahkan Gita dan Citra.