Cinta Anggita

Cinta Anggita
Gita sakit


__ADS_3

Sedangkan Gilang yang berada di dalam mobil pun ia senyum senyum sendiri, mengingat kejadian nya bersama Gita tadi.


Setelah Sampai rumah, Gilang pun menggendong Jessy yang tertidur, lalu di bawa ke kamar tidurnya. Setalah itu Gilang kembali ke kamarnya, Gilang bersih bersih badannya setelah itu Gilang merebahkan badannya di kasur.


Gilang senyum senyum mengingat kejadian saat Gita terjatuh dengan ekspresi yang lucu.. Gilang pun akhir tertidur karena rasa ngantuk melanda dirinya.


Dua Minggu sudah berlalu, hari demi hari Gita melewati waktu dengan semangat dah bahagia.


Entah kenapa tapi kini Gita terlihat galau karena sang pacar sudah dua Minggu mereka tak bertemu, ya kini Gita sudah membuka hati untuk Andi ya mereka sudah menjalin hubungan nya selama tujuh bulan. Dan nyatanya Andi berhasil mengubah perasaan Gita dari sahabat menjadi Cinta.


Minggu kemarin Andi memberikan kabar kalau andi sedang berada di luar kota, karena Andi diajak atasan nya untuk ikut pertemuan bersama koleganya. Tapi kini sudah seminggu lebih Andi masih belum memberi kabar ke Gita.


Kini di ruang produksi pun Gita sedang mencetak coklat, karena sebentar lagi akan ada pengiriman untuk keluar kota. Dan Gita akan lembur untuk menyelesaikan target pembuatan nya, dan tim produksi pun meyelesaikan tugasnya sampai jam enam.


Dan setelah itu mereka membatu untuk packing barang yang akan di kirim, ya memang di situ semua harus saling membantu. Setah jam delapan malam pun semua kerjaan Gita dan kawan kawan pun selesai, dan itu membuat tim merasa sedikit lega.


Ukhuuk.... Ukhuuk... Uuukhukk.... Tiba-tiba Gita batuk.


" Gita elo sakit". Tanya Reni yang melihat wajah Gita terlihat lelah.


"Sepertinya iya soalnya badan gue Gerges gini Ren." Gita mengusap bahu nya.


"Kayaknya kamu kecapean Git, dari kemarin lembur. Kalo badan kamu kurang sehat jangan di paksain Git". Lukman pun ikut bicara." Yasudah kerjaan ini dah selesai kamu pulang aja".


"Sayang kamu pilang aja, udah malam. Takut kamu lelah nanti sakit juga, aku juga habis ini pulang ko." Reni pun mengangguk dan akhirnya Reni dan Gita pun pulang.


Reni pun mengantarkan Gita pulang, ayah dan ibu Gita pun sedang menonton tv, terdengar suara orang membuka pintu


" Assalamualaikum..." Gita menutup pintu kembali.

__ADS_1


"Waalaikumsallam..Eehh baru pulang nak." Gita pun mengangguk lalu mencium tangan kedua orangtuanya.


Wajah Gita terlihat pucat." Kamu sakit Git, ko pucat wajah kamu nak?"


" Hanya lelah aja Bu, Gita masuk ya mau istirahat". Gita pun melangkah masuk kedalam kamarnya.


"Kamu sudah makan beloman Git?" Tanya sang ayah.


"Udah yah, tadi di beliin makan di tempat kerja. Gita masuk kamar dulu ya mau istirahat ". Kedua orangtuanya Gita pun mengangguk.


Gita pun masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat. Sebenarnya Gita merasakan perutnya yang sedikit sakit, tapi Gita juga merasakan panas di badannya. Akhirnya Gita pun tertidur karena sudah tidak kuat menahan badan.


Keesokan harinya Gita izin untuk tidak masuk kerja, suasana produksi pun sedikit sepi karena Gita tidak masuk.


Sedangkan Gita yang berada di dalam rumahnya hanya tiduran saja di kasurnya. Entah kenapa tubuhnya semakin lemas, dan ibunya pun juga merasa khawatir, karena Gita tidak keluar kamarnya.


"Dikamar aja ya Bu, Gita lemas tidak kuat buat ke depan". Bu Siti pun mengangguk,lalu mengambil makanan untuk Gita makan.


Setelah mengambil makanan Bu Siti pun masuk kembali ke kamar Gita, Bu Siti melihat Gita yang sedang duduk memegang hp nya nampak melamun. Lalu Bu Siti menyuapi Gita makan, karena memang terlihat Gita seperti lemas.


" Nak kamu kenapa si, hp nya di simpan dulu nak. Minum obat dulu, kalau badan kamu sakit dari kemarin ya bilang atuh sama ibu jangan diam aja atuh geulis." Bu Siti nampak khawatir dengan Gita.


Gita tersenyum dengan bibir yang pucat.


"Bu Gita nggak apa-apa ko, Gita cuma sakit biasa. Minum obat parasetamol juga udah baikan". Gita menenangkan ibunya." Sekarang Gita minum obat, Gita istirahat nanti Gita sehat lagi ".


" Ya kamu minum obatnya dulu, nak ibu tau kamu pasti kangen ya sama Andi." Bu Siti memberikan obat kepada Gita, lalu Gita meminumnya." Mungkin Andi sibuk kali nanti Andi pasti kesini ko". Bu Siti menghibur Gita.


"Ibu ini bicara apa sih," Gita dengan tersenyum." Dari kemarin aku sudah tidak enak badan. Yasudah Gita mau istirahat ya Bu". Lalu Gita pun merebahkan badannya kembali.

__ADS_1


Siang hari, Gita pun terbangun dari tidurnya, karena Gita ingin buang air kecil. Namun entah kenapa tubuhnya sangat lemas, Gita ingin bangun namun tubuh Gita semakin lemas. Handphone Gita pun terjatuh dari atas meja, karena Gita habis melihat apa ada balasan pesan dari Andi atau tidak, namun nyatanya tidak ada balasan apapun darinya. Dan tanpa sengaja Gita menekan nomor Gilang. Dan Gilang yang kebetulan lagi memegang handphone nya pun, mendapat panggilan dari Gita pun segera di angkat.


📞"Hallo, assalamualaikum Git". Tidak ada jawaban dari Gita, hanya terdengar suara seseorang yang memanggil ibu. Dengan nada yang lemah.


"Ibu,, bu. Tolongin Gita. Lalu terdengar suara seseorang berteriak, Ya Allah Gita kamu kenapa nak.


Gilang yang mendengar seperti itu merasa terkejut." Hallo Git, Gita kamu tidak apa-apa kan." Gilang menunjukkan wajah khawatir, panggilan pun Gilang matikan.


Gilang mengambil kunci mobil lalu keluar dari ruangannya. Lukman yang melihat Gilang keluar dari ruangannya dengan tergesa gesa lantas bertanya." Mas, ada apa. Ko sepertinya mas Gilang panik, ada masalah sama Jessy". Gilang pun menggelengkan kepalanya.


" Tidak, mas ada urusan mendadak. Nanti mas ceritain ke kamu, mas tinggal dulu". Lalu Gilang pun berjalan sangat cepat dan masuk kedalam mobilnya. Lalu melaju kendaraan nya dengan cepat.


Sedangkan di rumah Gita, saat Gita Berada di dalam tandas. Gita juga meminta ibunya untuk menemani nya. Saat Gita keluar dari dalam tandas, entah kenapa tubuh Gita Tiba tiba lemas dan Gita pun ambruk terjatuh.


Bu Siti pun begitu panik, karena Bu Siti tidak kuat membawa Gita sendirian, akhirnya Bu Siti memanggil keponakan nya si Fitri. Karena pak Jaka sedang shalat Zuhur di mushollah.


Tok tok tok, Bu Siti mengetuk pintu rumah Fitri, Fitri yang kebetulan habis ngelonin Chika pun langsung membuka pintu rumahnya." Iya Bu ada apa".


Bu Siti dengan wajah paniknya." Fitri tolong ibu, adik kamu Gita pingsan saat habis dari kamar mandi". Sambil menangis Bu Siti menjelaskan.


"Ya ampun,ayo Bu kebetulan Chika udah tidur. Ayo Fitri bantuin, ayah Jaka kemana bu?" Fitri dan Bu Siti pun berlari untuk menolong Gita.


"Ayah Jaka di mushollah Fit."


Setelah masuk rumah Fitri pun langsung menghampiri Gita yang tak sadarkan diri di lantai." Ya Allah Git, bangun Git". Fitri menepuk pipi Gita, namun Gita tak merespon." Ayo Bu kita pindahkan Gita ke kamar." Bu Siti pun mengangguk.


Lalu Bu Siti dan Fitri pun mengangkat tangan Gita, lalu di letakkan di pundak dan berusaha mengangkat tubuh Gita agar berdiri. Bu Siti pun dengan air mata yang bercucuran pun menyentuh pinggang Gita.


Lalu tiba-tiba terdengar suara orang mengucapkan salam, ternya pak Jaka yang pulang dari mushollah. Pak Jaka terkejut karena istrinya dan keponakan nya memapah tubuh Gita yang memejamkan matanya.

__ADS_1


__ADS_2