Cinta Anggita

Cinta Anggita
Tiga masalalu


__ADS_3

"Hai.. Git, kamu di sini. Ya ampun Git,sudah lama kita tidak ketemu dan akhirnya bertemu di sini." Dan David pun duduk di samping Gita dan Fitri." Hai gue David teman sekolah Gita waktu SMA". David memperkenalkan diri nya ke Fitri.


Fitri pun memperkenalkan diri nya ke David. Saking terpesona nya Fitri memberikan senyuman ke arah David, hingga Dimas yang melihat nya langsung memanggil dirinya.


Dimas menunjukkan wajah tak suka ke Pria itu, termasuk ke istri nya. Lalu Fitri pun menghampiri suaminya yang seperti nya terbakar api cembokur.


Dan di situ hanya ada David dan Gita saja, Gita bingung harus bicara apa memang begitulah Gita. Kalau dekat dengan orang tak dikenal hanya diam, apa lagi orang nya itu yang pernah nyakitin Gita dan sampai Gita di bully.


"Bagaimana Git kabarnya.?"


"Baik, kamu sendiri bagaimana kabarnya.?"


"Sudah lama gak ketemu Git, tapi sekali nya ketemu, kamu makin cantik". David ngegombal, Gita bukan nya senang bikin melayang justru malah membuatnya jengah.


"Trimakasih, kalau begitu aku permisi ya mau mengambil sesuatu". Gita pun hendak bangun dari duduknya, namun David justru menahan tangan Gita.


"Kamu mau kemana sih Git, kita ngobrol dulu". David sambil menahan tangan Gita.


"David lepas tangan kamu". Sambil melihat kearah David.


"Kamu kenapa si Git. Kenapa seperti nya kamu menghindar dari aku.?"


"Kenapa Gita menghindari kamu, karena Gita itu menghargai karena ada suaminya di sini.?" Tau tau Gilang main asal menjawab pertanyaan David.


"Mas Gilang". Gita terkejut di sampingnya ada suaminya.


"Lepasin tangan kamu, dari tangan istri saya." Gilang menunjukkan tatapan membunuh ke arah David.


David pun melepaskan tangannya Gita darinya. Lalu Gilang yang menggandeng tangan Gita dengan sangat erat.


" Saya peringatkan kamu, jangan pernah mendekati Gita apalagi sampai mendekati dirinya. Karena Gita istri saya paham kamu". Gilang sambil menunjuk wajah David dengan tatapan marah.


Lalu Gilang pun langsung merangkul pinggang istrinya, dan membawa Gita pergi dari David.

__ADS_1


Belum juga selesai dengan David, Gilang sudah melihat kedatangan seseorang yang tidak di sukai olehnya. Siapa lagi kalau bukan Andi.


Namun untuk kaki ini, Andi bersama dengan seorang gadis yang ia genggam tangan nya. Andi cuek dengan Gilang dan Gita, dia melewati begitu saja, sedangkan istrinya Andi memberikan senyum ke arah Gita, dan Gita pun membalas senyuman nya itu.


Walaupun Andi mengajak istrinya namun tatapan mata nya,masih mengarah ke Gita. Dan itu benar benar membuat Gita merasakan tak nyaman.


"Git, habis ini kita balik ya. Ini acara pernikahan Lukman dan Reni, tapi kenapa aku yang was was. Karena masa lalu kamu semua ada di sini, bisa bisa aku yang gak nyaman." Ucap Gilang dengan berbisik di telinga Gita.


" Iya mas, habis ini kita balik ya. Tapi sebelum pulang aku mau makan dulu laper aku mas".


"Yasudah kamu makan dulu, nanti kita balik selesai kamu makan. Kamu mau aku ambilin makanan nya atau kamu bisa sendiri.?"


"Aku sendiri aja mas, bisa ko. Tadi aku habis minum obat nyerinya, jadi ga terlalu sakit." Gilang pun mengangguk mendengar ucapan istrinya.


" Yasudah aku mau sama Jessy dulu ya, dia mau balik sama siapa.?" Gita pun mengangguk kan kepalanya. Lalu meninggalkan Gita dan berjalan menghampiri Jessy dengan keluarganya.


Akhirnya Gita pun berdiri dan berjalan menuju tempat prasmanan, yang menyediakan banyak hidangan.


Gita mengambil makanannya,apa yang dia ingin ambil. Dari nasi, daging teriyaki, krecek, dan sayur sop, tak lupa juga kerupuk udang nya. Setelah Gita sudah mengambil makanannya,tiba tiba saja ada anak kecil dari tamu undangan yang tak sengaja menyenggol lengan Gita.


" Maaf ya mba, anak saya menyenggol mba. Jadi tumpah makanan nya dan pecah, sekali lagi maaf ya". Ibu itu memohon kepada Gita dengan rasa bersalahnya.


Gita pun tak tega karena ibunya terus meminta maaf, karena Gita hanya diam. Di kira ibu itu Gita marah, padahal Gita lagi merasakan kaki terasa ngilu kembali. Karena pecahan piring itu mengenai kaki nya Gita, jadi Gita menahannya.


" Gak apa-apa Bu, biarkan namanya juga anak kecil. Jangan di marahi anaknya Bu Kasian, saya tidak apa-apa". Kata Gita yang melihat ibu itu memarahi anaknya. Sambil meringis Gita menahan rasa sakit nya.


"Trimakasih ya nak, sekali lagi saya minta maaf." Gita pun tersenyum dan mengangguk. Setelah itu ibu itu membawa anaknya meninggalkan Gita.


" Gita kamu kenapa, ya ampun. Ayo bangun aku bantu kamu, biarkan piring ini nanti di bersihkan awas nanti kena kaki kamu". Tiba-tiba Riko di sampingnya membantu Gita untuk berdiri." Git, kaki kamu itu berdarah". Sambil menunjuk ke arah kaki Gita.


.


" Tidak usah ka, nanti aku obati sendiri. Bantu aku buat duduk saja di situ ka". Pinta Gita sambil menunjuk ke sebuah kursi didekat nya.

__ADS_1


Riko pun mengangguk, lalu membantu Gita untuk duduk di kursi yang Gita tunjuk.


"Kamu tunggu sini ya Git, aku ambilkan obatnya".


"Jangan ka". Belum selesai Gita bicara, ruko sudah pergi mengambil kotak obat.


Riko datang dengan membawa kotak obat,lalu duduk berlutut di depan Gita.


" Jangan ka biar aku saja nanti".


"Nanti infeksi Git, Kalau ga di obati cepat cepat." Riko melihat kaki Gita yang di berikan plaster." Loh kaki kamu kenapa Git, ya sudah biar aku obati ya sekalian.?"


" Tidak perlu, karena Gita sudah mempunyai suami. Jadi itu sudah tugas suaminya, bukan kamu yang bukan siapa-siapa". Saat Riko mendengak kan kepalanya, ternyata suara itu adalah Suara suami Gita.


"Maaf saya hanya berniat membantu nya saja". Kata Riko merasa tak enak hati.


"Trimakasih atas bantuan anda, tapi saya rasa tidak perlu. Karena Gita itu sudah ada yang mengurus dan menjaganya, dan sekali lagi terimakasih". Gilang berbicara dengan wajah dinginnya.


" Ayo Git kita pulang, aku sudah bilang sama semuanya kita pamit duluan." Gita pun mengangguk. Lalu Gilang membantu istrinya untuk berdiri dan membantu istrinya.


Gita pun pamitan kepada orang tua nya, terutama kepada pengantin yang sedang duduk di pelaminan.


" Reni, mas Lukman gue pamit pulang duluan ya, sorry". Kata Gita dan di angguki oleh Reni dan Lukman.


"Ya Git, kamu istirahat ya. Trimakasih loh, sudah nemenin acaranya sampai malam, padahal kamu lagi kurang sehat".


"Iya Git, lu istirahat ya, Trimakasih loh." Ucap Reni ikut menimpali ucapan suaminya.


"IYa, yasudah aku balik ya". Lalu Gita pun turun dari pelaminan Reni Lukman.


Lalu Gita dan Gilang kini sudah berada di dalam mobil, dan Gilang pun mengendarai mobil. Selama di dalam mobil, mereka tidak ada yang saling bicara. Gilang hanya diam dan fokus dengan mengendarai mobilnya.


Sampai di rumah pun Gita masih di diami oleh suaminya. Walaupun Gilang mengobati luka di kaki istri nya, tapi Gita di cuekin oleh suaminya. Setelah luka Gita sudah di obati,lalu Gilang masuk ke kedalam tandas.

__ADS_1


Sedangkan Gita yang masih berada dalam kamarnya,dan berada di atas tempat tidur. Nampak murung dengan sikap suaminya, Yang kembali mendiami dirinya dengan kejadian seharian ini.


bersambung......


__ADS_2