Cinta Anggita

Cinta Anggita
kehilangan.


__ADS_3

Monica di larikan ke IGD,Gilang bingung harus bagaimana takut terjadi sesuatu kepada istrinya. Gilang pun menelpon keluarga Gilang yang berada di Jakarta.


Setelah menelpon,Gilang masih dengan panik menunggu untuk dokter keluar dari ruangan itu.


Sekian lama Gilang menunggu para dokter keluar, dokter yang di tunggu pun keluar. Gilang menghampiri dokter itu"Dok, bagaimana keadaan istri saya di dalam dok, istri saya selamat kan". Kata Gilang yang tak sabar ingin tau keadaan istrinya.


Dokter itu hanya menundukkan kepalanya"Maaf tuan kami sudah sekuat tenaga untuk menyelamatkan istri anda, namun gagal, benturan yang ada di kepala istri anda sangatlah kuat,membuat istri anda tak bisa di selamatkan.


Bagaikan tersambar petir, Gilang merasa tak percaya dengan kepergian istrinya itu.


"Ma... Maksud dokter istri saya sudah tiada dok".Kata Gilang yang masih tak percaya dengan ucapan sang dokter.


"Iya tuan istri anda sudah meninggal dunia,akibat mengeluarkan darah yang cukup banyak dan benturan yang cukup keras membuat istri Anda tak dapat di selamatkan. Kami turut berbelasungkawa atas istri anda,semoga anda tabah merelakan kepergian istri anda tuan, saya permisi tuan". Sambil dokter pun menjelaskan dan menepuk pundak Gilang, setelah itu dokter pun pergi meninggalkan Gilang sendiri..


Lalu Gilang menghampiri istrinya yang tertidur di brankar, tubuhnya tertutup kain putih. Gilang buka kain putihnya di bagian kepalanya, lalu Gilang dapat melihat wajah sang istri yang begitu tenang,dengan tersenyum.


"Kenapa kau pergi lebih cepat Monica bagaimana dengan anak kita, apa yang harus ku jawab kepadanya nanti. Saat dia belum mengerti, akan kematian kamu ini. Kamu berjanji akan merawat Jessy bersama-sama, tapi kenapa kamu pergi". Gilang menghapus air matanya agar tak terjatuh KA jasad Monica.


"Aku ikhlas merelakan diri mu pergi. Dan aku juga akan menjaga, dan mendidik anak kita penuh dengan kasih sayang. Kamu yang tenang ya sayang, sekarang kamu sudah berkumpul dengan keluarga mu di sana. Pasti kamu sangat bahagia".


Dengan menahan tangisnya dan mencoba untuk kuat dan tersenyum Gilang pun mencium kening sang istri sudah tidur dengan sangat lelap..


Dan Gilang pun tersadar dari lamunan nya,saat sang anak mengigau memanggil dirinya. Air mata yang mengalir begitu saja ketika Gilang mengingat kepergian sang istri. Segera Gilang hapus air matanya.


Lalu Gilang pun kembali memeluk gadis kecil nya. Dan ikut terlelap ikut bermimpi dengan sang anak.


****


Keesokkan hari nya Gilang bangun sebelum subuh dan bersiap siap untuk pergi ke masjid untuk shalat subuh berjamaah. Setelah shalat subuh di masjid Gilang pun pulang bersama para warga lain.


Ya Gilang walaupun sibuk serta membantu usaha papahnya dan usahanya yang di Bandung. Gilang tak pernah lupa akan kewajiban nya sebagai seorang muslim.

__ADS_1


Lalu sehabis pulang dari masjid Gilang beraktivitas olahraga di rumah. Hingga terdengar suara yang memanggilnya.


"Papah..."sang putri lah yang memanggil Gilang


"Hai cantiknya papah sudah bangun ternyata,sudah sarapan belum si cantiknya papah ini Hem...." Sambil menggendong sang anak di belakang.


Sang anak tentunya sangat senang jika di gendong oleh papahnya,"hahaha.... Jessy belum sarapan pah,Jessy nunggu papah,ayoo pah kita sarapan sama sama". Kata sang anak yang posisi masih di gendong oleh sang papah.


"Oke kita sarapan Sama Sama bersama Oma dan opa".Lalu Gilang menggendong Jessy sampai di ruang makan Jessy di turun kan di bangku yang berada di samping dirinya.


Sedangkan di ruang makan sudah ada pak Hendra dan Bu Yuni yaitu istri dari pak Hendra Wijaya,ibunda dari Gilang .


"Opah,omah,nanti Jessy mau jalan loh sama papah". Kata Jessica dengan sangat bahagia


"Oow... Enak dong kamu jalan jalan sama papah". Ucap Bu Yuni dengan tersenyum.


"Ya sudah kamu sarapan dulu susu nya jangan lupa di minum ya.Opah mau cucu opah sehat,ayo minum susunya."pinta opah sambil menikmati sarapannya.


Setelah sarapan Gilang dan Jessy bersiap siap untuk pergi ke tempat yang Jessy inginkan.


Ya Gilang ingin mengajak Jessy kemana pun yang Jessy pinta. Jessy minta ke tempat wisata yang ada di Jakarta. Tempat wisata yang terdapat wahana bermain.


***$


Kembali ke Gita dan Andi .


Gita sudah bersiap-siap karena Andi hari ini akan mengajak Gita jalan berdua. Itulah pertama kalinya Andi bisa mengajak Gita pergi berdua, bagaimana tidak dimana ada Gita di situ ada Reni. Tentu saja Andi sangat bahagia.


Saat Gita sedang merapihkan penampilan nya. Sang ibu pun menghampiri Gita, ibunya yang melihat anaknya yang sedang senyum senyum di depan cermin pun ikut tersenyum.


"Ehkhemm.... Anak ibu mau kemana ini sudah cantik banget" Kata Bu Siti dengan tersenyum menghampiri anaknya.

__ADS_1


"Eeh.... Ada ibu hihihi.... Iya Bu Gita mau jalan sama Andi."kata Gita dengan senyum malu-malu.sambil merapihkan rambutnya yang di kuncir kuda.


Bu Siti pun tersenyum tersenyum melihat senyum malu-malu Gita seperti itu." Ibu boleh tanya nak sama kamu". Tanya ibu yang duduk di kasurnya Gita.


"Boleh ibu mau tanya apa sama Gita tanya aja". ucap Gita dan tersenyum,lalu duduk di samping sang ibu.


"Kamu lagi Deket ya sama Andi ,maksud ibu kamu punya hubungan sama Andi. Setahu ibu kan kamu cuma bersahabat dengan Andi,tapi semalam ibu melihat tingkah kalian itu malu malu membuat ibu bertanya sama kamu Git,. Tanya ibu Siti sambil menyentuh tangan Gita. Terlihat dari wajahnya Gita yang nampak malu malu


"Eeemmm..... Iya Bu sebenarnya Gita dan Andi itu pacaran Bu,Andi ternyata suka sama Gita diam diam sudah cukup lama. Sebenarnya Gita juga bingung mau jawab apa,tapi Andi terlalu baik Bu untuk di sakiti. Menurut ibu bagaimana penilaian ibu ke Andi " tanya Gita ke ibunya dengan tersenyum.


"Menurut ibu juga sama Andi itu orang baik,pasti kamu juga suka kan sama Andi ,bukan karena kasian sama Andi kalau kamu tolak iya kan"kata ibu Gita dengan tersenyum meledek. Dan di angguki oleh Gita karena Gita sudah sangat malu cerita tentang Andi dan Gita sudah pacaran.


Saat Gita dan ibunya sedang bercerita terdengar suara motor di luar rumah Gita.


Dan terdengar suara seseorang mengucapkan sallam.


"Assalamualaikum..."Suara Andi mengucapkan salam.


"Waalaikumsallam "suara jawaban salam dari dalam..


Pintu pun terbuka terlihat senyuman dari Gita dan ibunya dari dalam.


Andi pun membalas senyuman nya." Hai Git". Sapa Andi dan Andi pun mencium tangan ibu Siti ibunya Gita .


"duduk dulu Andi, Gita kamu siapin minuman untuk Andi". kata Bu Siti yang di angguki oleh Gita. Lalu Gita pun masuk untuk menyiapkan minuman untuk Andi.


"eeemmmm.... Bu, Andi ingin minta izin untuk ngajak Gita keluar, Andi ingin ngajak jalan Gita , apa boleh bu?" kata Andi yang meminta izin ke ibunya Gita.


membuat ibu Siti tersenyum,"memang Andi anak yang baik dan sopan".kata Bu Siti dalam hati.


bersambung...

__ADS_1


^^^jangan lupa tinggalkan jejak trimakasih 🙏 😄^^^


__ADS_2