
Dan acara uap untuk Gita pun selesai kini Gita sudah di antar ke kamarnya. Setelah di dalam kamar, Gita mengeringkan rambutnya di bantu Fitri. Gita terlihat nampak segar, saat di lihat sehabis di uap,dengan air panas.
Sampai pukul 6 pagi, perias pengantin Gita pun, kini sudah datang. Gita menggunakan MUA pengantin yang di utus dari bunda Yuni, agar Gita semakin terlihat cantik.
Kini Gita duduk manis didepan perias, dan para perias pun sudah membuka alat tempur untuk make over wajah Gita agar terlihat cantik saat menjadi pengantin.Step demi step wajah Gita di poles. Dari foudation, bedak padat, eyeshadow,blus on, lipstik,pensil alis, dan perlengkapan lain nya.
Begitu pun juga ibu Siti, ibu nya Gita, beliau sudah di makeup. Dan pak Jaka hanya menggunakan Setelan jas hitam, dengan sepatu pantofel hitam, dan peci hitam.
Poles demi polesan sudah menempel di wajah Gita, alisnya pun sudah terbentuk sempurna, dan di bagian mata tak lupa di beri kombinasi warna eyeshadow. Tak lupa eyeliner, dan maskara pun di pakai kan, serta bulu mata Anti badai pun di pakaian ke bagian mata Gita. Pipi Gita sudah merah merona, dan bibir Gita pun di beri warna cantik.
Setelah bagian wajah Gita sudah di makeup, kini Gita mengganti baju pengantin nya. Setelah itu Gita di pakaikan hijab di kepalanya, dengan di pakaikan jarum pentul di sisi kiri kanan belakang.
Kini Gita nampak cantik sebagai pengantin wanita, ayah dan ibunya pun nampak terharu melihat anak semata wayangnya kini akan di persunting oleh seorang pria.
Gita menggunakan baju pengantin adat Betawi, kebaya putih brukat dengan kain panjang batik sidamukti. Gita juga berkerudung putih berkonde sawi asin. Berikut pakaian yang biasa dipakai oleh pengantin perempuan adat Betawi.
Gita pun menggunakan Siangko, yang
Merupakan cadar atau penutup wajah yang terbuat dari emas atau
perak.
Bu Siti yang sudah selesai dirias pun juga sudah cantik. Pak Jaka pun sampai tak mengenal istrinya, sudah lama pak Jaka tak melihat istrinya di rias seperti pengantin.
"Masya Allah cantiknya kamu Bu, ayah merasa kalau kita yang jadi pengantin nya". Goda pak Jaka ke Bu Siti.
__ADS_1
"Iih ayah apa apaan sih malu tau ibu". Jawab Bu Siti dengan tersipu malu.
Saat Gita keluar kamar Bu Siti dan pak Jaka pun berdiri melihat anaknya nampak cantik.
" Masya Allah ini anak ayah Jaka, apa ketukar kali ya Ama perias pengantin nya yang di dalam." Pak Jaka coba mengintip para perias pengantin yang tersenyum kearah pak Jaka. Lalu melihat sang putri yang tersenyum malu-malu." Ya ampun Bu ini bener anak kita, lah cantik banget anak ayah Jaka, Masya Allah." Kata pak Jaka yang menitikan air mata, karena terharu.
" Ayah ko nangis, ayah kenapa? Ayah sedih karena Gita mau nikah.?" Pak Jaka menggelengkan kepalanya, dan tersenyum.
" Nak ayah tidak sedih, karena kamu ingin nikah. Tapi ayah terharu, merasa dan bahagia. Akhirnya ayah bisa menyaksikan kamu menikah nak, kamu sekarang sudah besar, sebenarnya ayah sangat berat kehilangan kamu nak. Tapi sudah kewajiban ayah melepaskan kamu dan merelakan kamu untuk menjadi seorang istri yang baik untuk suami kamu . Kamu tetap putri kecil ayah, walaupun kelak kamu mempunyai seorang anak, kamu akan menjadi putri kecil ayah dan ibu nak." Kata kat pak Jaka dan di angguki oleh Bu Siti, membuat Gita terharu mendengar nya, dan air mata Gita pun mengalir dan basah di pipi.
" Jangan nangis nak, nanti bedak kamu luntur. Ayah pegel nungguin kamu di rias doang lama Banget dari tadi
di dalam." Ucapan pak Jaka membuat Gita jadi tersenyum.
" Ayah... " Ucap Gita dengan manjanya, dan Gita pun langsung memeluk ayahnya. Pak Jaka pun membalas pelukan dari Gita.
" Ibu kenapa menangis.?"
" Ibu menangis kerena terharu nak, Putri ibu yang kemarin masih di gendong Gendong kini akan menjadi seorang istri dan ibu untuk Jessy. Tapi selama nya kamu akan jadi Putri kecil ibu dan ayah nak." Gita pun tersenyum dan mengangguk ke arah ibunya." Nak jadilah istri yang shalihah, nurut sama suami, jaga kepercayaan suami kamu, jaga keluarga kamu. Saling mengisi,dan saling melengkapi, satu sama lain. Saling memahami, saling menghargai, dan jadilah ibu yang baik, untuk Jessy dan anak anak kamu kelak." Kata Bu Siti yang memberikan nasihat untuk putrinya.
Gita pun menangis mendengar nasihat nasihat yang di berikan kepada ibunya.
" Iya Bu, insya Allah Gita akan menjadi ibu dan istri yang baik untuk keluarga Gita nanti. Dan insya Allah Gita akan melakukan nasihat yang telah ibu berikan ke Gita. Semoga kelak keluarga Gita menjadi keluarga yang di Ridhoi oleh Allah SWT. Amin ." Ucap Gita, dan di aminkan. Oleh ke dua orang tua nya.
" Yasudah yuk kita berangkat, semuanya sudah siap kan. Kita datang jangan sampai pengantin prianya datang duluan, sampe minum kopi duluan kan gak lucu." Ucap pak Jaka membuat semua orang tertawa mendengarnya.
__ADS_1
Kini di luar rumah Gita sudah banyak orang yang menunggunya. Tentunya rombongan palang pintu yang pak Jaka sediakan untuk sambutan kedatangan sang calon pengantin.
Di depan rumah Gita ada 4 mobil yang sudah menunggu. Ada mobil Suaminya Fitri, ada mobil saudara saudara Gita, ada mobil tetangga Gita, dan pastinya mobil rombongan palang pintu.
Reni duduk bersama Gita dan keluarganya, karena hanya Reni yang bisa menenangkan Gita saat ini yang sedang gerogi.
Reni dan Fitri pun juga di rias, Reni nampak cantik. Reni yang tomboi berubah menjadi putri cantik dan feminim. Ikut menggunakan kebaya dengan warna susu coklat, hanya saja rambut Reni yang di buat sanggul moderen. Dengan aksesoris bunga di kepala Reni, terkesan sangat cantik dan manis.
Begitu pun Fitri yang di rias sama seperti Reni, membuat sang suami pun terpana melihat istrinya cantik.
"Sayang kamu cantik banget.?"
" Ooh ya, trimakasih sayang". Jawab Fitri dengan tersipu malu.
" Iya sayang kamu cantik, tanya saja sama putri kamu yang bawel ini". Lalu Chika pun mengangguk kan kepalanya.
" Mamah, cantik Chika cayang mamah". Chika pun mencium pipi Fitri..
Gita pun yang melihat mereka bertiga hanya tersenyum. Dan Reni merasa jengah melihat Fitri dan suaminya itu, yang terlihat lebay bagi Reni .
Sedangkan Bu Siti dan pak Jaka hanya tersenyum melihat kelakuan keponakannya itu selama di dalam mobilnya.
Kini mobil Gita dan para rombongan, sudah sampai di gedung tempat resepsi pernikahan Gita dan Gilang. Dan terlihat Sepertinya mobil Gilang sudah sampai di gedung terlebih dahulu.
Kini Gita dan keluarga sudah keluar dari dalam mobil. Gita nampak anggun dengan baju pengantin yang telah di gunakan. Gita di pegangin oleh kedua orang tua nya, Bu Siti pun nampak cantik dengan kebaya untuk orang tua,dan pak Jaka pun nampak gagah dengan setelan jas hitamnya.
__ADS_1
Gita berjalan dengan hati hati, terlihat aura terpancarkan di wajah Gita. Sampai seluruh mata tertuju kepada mempelai wanitanya. Gita bejalan dengan anggun dengan sepatu yang dia gunakan tidak terlalu tinggi.
Bersambung...