
Dan para tertua pun semuanya ikut Terkekeh, tapi tidak dengan Gilang Gita Lukman dan Reni. Terutama dengan Gilang yang menggenggam tangan Gita dengan sangat erat. Serta Gita dengan pandangan nya yang menunduk, saat bertatap muka dengan Lukman.
"Ya sudah karena kalian sudah saling mengenal. Kalau begitu Ica, Andi, ayah kumpul dengan om kalian dulu ya." Ica dan Andi pun mengangguk.
Kini Mereka semua berjalan kearah taman. Untuk membicarakan apa yang selama ini sudah terjadi. Kini mereka sudah berada di halaman, Agar para orang tua tidak mendengar apa yang mereka bicarakan.
"Ndi, bagaimana kabar kamu.?" Tanya Lukman, membuka obrolan.
" Baik mas, ternyata dunia sempit ya. Ternyata mas Lukman, kakak sepupu istri saya. Dan kami semua ternyata saling bersaudara.?"
"Iya, karena bersaudara jadi saling menjaga perasaan saudaranya." Celetuk Gilang membuat suasana menjadi hening.
" Mohon maaf atas kejadian waktu itu. Sejak kejadian itu saya sadar, kalau saya salah. Dan sekarang saya sadar, istri saya amat berarti untuk saya. Saya mohon mas Gilang, maaf kan kesalahan saya. Apa lagi istri saya sekarang sedang mengandung." Kata Andi menjelaskan semuanya membuat semuanya terkejut mendengarnya.
Istrinya Andi pun membantu bicara.
" Semuanya maaf, saya sebagai istri dari mas Andi mohon maaf kepada semuanya. Dengan berjalannya waktu, sekarang yang aku lihat sikap mas Andi sudah berubah menjadi lebih baik. Mungkin atas kejadian malam itu. Mas Andi jadi tersadar, kalau apa yang ia inginkan tidak semuanya harus di dapatkan. Aku mohon dengan adanya masalah di antara kalian di masalalu. Ku harap tidak membuat hancurnya persaudaraan baru kita ini. Jujur saja kami baru mengetahui kalau kalian itu adalah saudara-saudara aku. Aku kira aku hanyalah seorang gadis yang hidup sebatang kara, dan menyebabkan hancurnya hubungan di antara kalian semuanya. Aku mohon maafkan aku, dan jangan salahkan mas Andi." Kata Ica istrinya Andi dengan wajah rasa bersalahnya.
Andi yang mendengar itu langsung menggenggam tangan istrinya. Lalu menghapus air matanya. Dengan memberikan isyarat menggelengkan kepalanya, agar tidak menangis lagi.
__ADS_1
Mereka pun semuanya saling berpandangan. Dan terutama Gilang,ia menatap wajah istrinya lekat lekat. Gita pun mengerti akan tatapan suaminya itu, Gita membalas dengan senyuman. Hingga Gilang pun mengangguk kan kepalanya dan membalas senyuman istri nya.
"Ica, kamu tidak perlu merasa bersalah. Mungkin ini takdir Allah, yang tidak mungkin kita bisa untuk menolaknya. Yang berlalu biarlah berlalu, yang sudah terjadi biarlah. Sekarang kita sudah menemukan kebahagiaan kita, kita jalani saja kehidupan kita yang sekarang ini. Dan sekarang yang terpenting kita terus berjalan menatap lurus kedepan. Jangan pernah menoleh kebelakang, kalau kita ingin hidup bahagia. Sekarang kita buka lembaran baru kita ya, dan kita buat lembaran baru kita seindah mungkin." Gita pun langsung memegang lengan suaminya.
"Andi kini kita sudah mempunyai masing-masing pasangan. Kita jaga hati pasangan kita,kita buang memori kita yang pernah kita jalani berdua. Aku sudah mempunyai Suami yang baik dan sayang sama aku. Dan aku juga sudah mempunyai 3 anak sama yang di kandungan ku ini. Dan begitu pun Juga kamu, sudah mempunyai istri yang cantik baik. Apalagi sekarang istri kamu sedang mengandung anak kamu, Kamu harus bisa menjaga nya, jangan buat dia sedih."
Reni Lukman mengangguk dengan ucapannya Gita. Dan Andi pun juga mengangguk kan kepalanya. Merasa n b apa yang Gita ucapakan memang benar adanya.
"Ndi, jadikan masalalu kamu itu sebagai pengalaman kamu. Jangan ulangi kembali apa yang sudah terjadi. Kamu akan tetap jadi teman kami, tapi kamu harus bisa menjaga arti kata pertemanan."Kata Lukman yang menimpali ucapan Gita. Dan Andi pun mengangguk." Dan untuk kamu Ica, kami juga ikut senang. Ternyata anak om Ridwan bertemu kembali, dan sekarang kamu bukan orang lain. Kamu saudaraku dan saudara kami semua, jadi jangan bilang lagi kamu itu sebatang kara ya.!"
Ica pun mengangguk, Reni dan Gita pun menghampiri Ica. Andi pun mundur untuk dua gadis yang mendekati istrinya.
"Aku senang ternyata kamu itu saudaranya mas Lukman, suamiku. Kita akan nambah personil grop lagi nih". Kata Reni dengan terkekeh.
"Benar kata mas Andi kalian itu adalah gadis gadis yang baik." Kata Ica dengan tersenyum bahagia.
Dan 3 pria itu kini tersenyum, melihat 3 wanita hamil itu saling berpelukan seperti Teletubbies.
Andi pun kini berjalan menghampiri Gilang, dan berhadapan dengan Gilang. Gilang yang memang mempunyai wajah dingin, begitupun juga Andi. Mereka sama-sama mempunyai wajah dingin,jika berada di antara orang yang tidak dekat dengan mereka. Lukman pun menghampiri Gilang dan Andi, karena Lukman takut terjadi sesuatu dengan mereka berdua.
__ADS_1
"Mas, saya minta maaf. Atas kesalahan saya, dan Kejadian malam itu di luar kendali saya. Saya sadar saya sangat bersalah, saya sudah melakukan hal yang bodoh. Dan sejak kejadian malam itu saya sadar, kalau sikap saya memang benar benar bersalah. Saya mengejar gadis yang sudah pernah saya sakiti, dan dia hidup bahagia dengan anda. Sedangkan di rumah saya, ada seorang gadis baik yang siap mengobati luka di hati saya. Dengan sabar ia mengobati luka itu hingga benar benar sembuh. Saya minta maaf dari hati saya, tentang kejadian malam itu". Kata Andi dengan tulus. Dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman meminta maaf ke Gilang.
Gilang melihat wajah Andi yang sedang meminta maaf kepadanya. Justru Lukman yang tegang melihat dua pria yang ada di hadapannya itu. Terutama kepada Gilang kakak sepupunya yang masih menunjukkan wajah datarnya.
Lukman dan Andi pun tersenyum, karena Gilang mengulurkan tangannya untuk membalas salamnya Andi.
" Ya saya Maafkan kamu, tapi kamu haru pegang ucapan kamu itu. Karena seorang pria sejati itu harus bisa memegang semua ucapan dan kata kata nya. Dan saya juga meminta maaf karena saya sudah menghajar kamu sampai babak belur malam itu. Maaf saya tidak bisa mengontrol emosi saya, saat milik saya di ganggu dengan orang lain." Kata Gilang, dengan sungguh sungguh.
Ya walaupun meminta maaf tapi kata kata nya Gilang itu membuat hati Andi tercubit.
Andi tersenyum kecut." Trimakasih sudah mau memaafkan saya. Memang benar apa yang sudah jadi milik kita jika di ganggu dengan orang lain tentu kita tidak terima. Maaf kan saya yang sudah pernah mengganggu milik anda, bahkan sangat berarti bagi anda."
Akhirnya Lukman menengahi dua pria tersebut, walaupun terucap kata maaf. Tapi pandangan Gilang masih belum bersahabat dengan Andi yang kini berada di hadapannya itu.
" Sudah sudah, ya. Sekarang kita ini bersaudara, kita harus menjaga hati orang tua kita semuanya. Oke Kaka dan adik.?" Kata Lukman yang merangkul pundak ke dua sepupu nya itu.
**Bersambung..
...Jangan lupa like jempolnya dan komentarnya. Agar author semangat buat ceritanya untuk kalian.🙏🙏😉**...
__ADS_1