Cinta Anggita

Cinta Anggita
Menguras energi


__ADS_3

"Insyaallah gak bro, thank ya. Atas restu elo yang udah izinkan gue buat dekat dengan adik lo.?" Gilang hanya mengangguk,. sedangkan Tyo dia merasa bahagia karena dirinya mendapat izin dari Gilang sebagai kakaknya Hilda.


" Gue izinin elo buat dekat dengan Hilda, karena memang elo orang baik. Gue kenal elo bukan cuma satu atau dua tahun. Kita udah kenal sangat lama, jadi buat gue cukup buat gue kenal elo. Semoga memang elo pria baik yang bisa melindungi Hilda, dan bisa menerima kemanjaan dari Hilda". Ucap Gilang dalam hatinya.


Setelah saling mengobrol cukup lama, Tyo berpamitan untuk pulang. Ya Tyo begitu merasa bahagia mendapatkan lampu hijau dari Gilang. Tyo tinggal bergerak lebih cepat untuk mendekati Hilda lagi.


Gilang melihat Hilda yang sedang tertidur di kamar tamu. Gilang pun akhirnya mengurungkan niatnya untuk bertanya ke Hilda. Dan Gilang pun Pergi ke kamar nya di mana istri dan baby Gandi berada.


" Anak mamah, anak papah, gantengnya anak mamah. Udah kenyang, nak.?" Gita mengajak baby Gandi mengoceh.


Walaupun Gandi belum bisa bicara tapi gandi membalas dengan senyuman dan kedipan mata nya.


"Anak mamah mau kemana sayang, apa mau main.? Main kemana sayang". Gita terkekeh sendiri karena di sini Gita bicara sendirian karena baby Gandi hanya merespon dengan senyum saja.


"Anak aku juga sayang, bukan anak kamu aja." Tiba tiba Gilang berbicara seperti itu, saat duduk di bibir tempat tidur nya.


"Inget ya, aku loh yang menyebarkan bibit unggul di kamu. Jadi Gandi ini bukan anak kamu aja, tapi anak aku juga". Sambil memberikan senyuman ngeledek.


"Idih, ikutan aja sih gak di ajak yeee.... Lagian Gandi selama ini kan di dalam perut aku mas, bukan di perut kamu. Aku yang mengandung bukan kamu, tapi miripnya nya ke kamu." Kata Gita dengan bibir cemberut.


Gilang terkekeh geli melihat istrinya yang malah ngambek.


"Ya kali sayang aku yang hamil, dan melahirkan. Coba bayangin aja perut aku gendut terus melahirkan nya dari mana coba. Kamu ngeliat aku ngerasain ngidamnya saja kamu yang pusing kan, bayangin dah aku hamil nya bagaimana." Gilang tersenyum ngeledek.


"Gak mau, kurang kerjaan aja bayangin yang seperti itu."


Gilang jadi semakin senang meledek istrinya itu.


"Aku tau sayang, tiap malam kamu selalu memandang wajah tampan aku kan, saat aku tidur." Kata Gilang dengan rasa percaya dirinya.


Sedangkan Gita memutar kedua bola matanya merasa jengah.' Astaga dia kumat lagi memuji dirinya sendiri'. Ucap nya dalam hati.


"Untung saja kamu itu mirip papah nak. Kalau kamu sampai mirip mamah, papah gak kebayang nak." Gita menatap suaminya dengan tatapan tajam, sedangkan Gilang pura pura tidak tau.

__ADS_1


"Maksud kamu gak kebayang apa mas.?" Wajah Gita semakin menyeramkan, seakan-akan Gilang seperti ingin di terkam.


"Ya gak kebayang aja Git, kalau anak ku yang tampan ini sampai mirip kamu. Kamu memang cantik, lucu , tapii....." Gilang sengaja menggantung kan ucapannya.


"Tapi apa mas.?" Gita mulai sewot.


"Tapi sayang hidung kamu pesek". Gilang tertawa terbahak-bahak...


Gita memukul Gilang dengan guling milik baby Gandi, karena merasa kesal. Lalu mencubit pinggang Gilang saking kesalnya karena terus meledek dirinya.


"Aaaw... Sakit Git, ampun sayang." Gilang mengusap pinggangnya saat Gita melepaskan cubitannya dari pinggang Gilang.


" Biarin aku pesek, tapi kamu mau kan sama aku. Terus udah gitu kamu cemburuan juga lagi, dan bucin sama aku weee..." Gilang tersenyum melihat Gita dengan sikap nya seperti anak kecil itu.


Saat Gita melihat Gandi, bayi itu ternyata sudah tertidur. Mungkin di Dengar nya kalau kedua orang tua nya sedang berkolaborasi menyanyikan lagu untuk nya. Mangkanya baby Gandi sampai tertidur.


Gita segera memindahkan baby Gandi ke tempat tidurnya khusus untuk nya. Sedangkan kan Gilang masih menatap istrinya, sambil menunjang kepala dengan tangan. Dan Gilang juga masih melihat Gita yang masih mode ngambeknya.


"Iya mas tau walaupun kamu pesek tapi kamu selalu membuat jantung mas sering berdebar-debar". Kata Gilang dengan mengerling kan sebelah mata nya.


Gita sengaja berbicara seperti itu, agar Gilang cemburu. Gita tau kalau suaminya itu cemburuan, gak boleh istrinya itu memuji orang lain. Entah itu cewek atau cowok bahkan artis sekali pun itu, Gilang tidak mau kalau Gita memujinya.


"Maksud kamu apa Git, bicara seperti itu. Kamu ingin anak kita mirip dengan tetangga sebelah, itu mau kamu.?" Gilang mengubah posisi nya berdiri dan berjalan menghampiri Gita.


"Iii... Iya mas, tetangga kita kan gak jelek-jelek banget. Ganteng juga lagi, Reni dan Hilda pun juga mengakui itu, berarti aa... Aku normal dong mas. Eee... Emangnya kamu saja yang bisa memuji wanita lain kalau lagi kumpul dengan geng kamu itu.?" Kata Gita dengan tergagap, dan dengan berjalan mundur. Karena Gilang terus maju dengan tatapan tajam nya.


"Siapa yang kamu maksud memuji wanita lain Git. ?"


"Ka...kamu, kalau lagi kumpul dengan Geng kamu itu. Kamu dan Lukman suka memuji tanteh Poppy, single parents itu. Yang rumah nya ada di gang depan itu, iya kan.? Aku sering dengar itu loh mas, ngaku aja.?" Jawab Gita dengan Sok berani, padahal hati nya sedikit menciut.


Kini posisi Gita sudah mentok ke tembok, sedangkan Gilang tersenyum menyeringai ke arah Gita.


"Jangan mengalihkan kan pembicaraan. Tadi kamu bilang apa, kamu ingin anak kita seperti wajah Jerry. Si duda beranak satu itu iya, iya kan.?" Kata Gilang dengan wajah garangnya, Gita sedikit takut dengan tatapan suaminya itu.

__ADS_1


"Mas, aku cuma bercanda. Maaf mas, jangan marah". Gita memejamkan matanya.


Sedangkan Gilang hanya tersenyum melihat Gita yang menutup matanya. Lalu Gilang menarik tubuh Gita ke dekat nya, Gilang menatap wajah istrinya lekat lekat.


" Enak saja bilang bercanda setelah kamu memuji tetangga sebelah kita. Ternyata memang kamu itu menyukai pria dewasa dan bersetatus duda ya. Apa kamu ingin menikmati indahnya jatuh cinta dengan duda tampan Git.?" Gita menggelengkan kepalanya dengan cepat." Kenapa tidak mau sayang.?"


"Mas aku bercanda, aku tidak bermaksud seperti itu. Habis kamu meledek aku terus sih, ngeledek hidung aku pesek lah. Kenapa kamu mau sama gadis hidung pesek ini mas.?"


Ppff .. Gilang berusaha menahan tawanya. Rasanya perut Gilang seperti di gelitiki.


" Tapi aku tidak bercanda sayang. Jika memang kamu ingin mengulangi kembali kisah cinta kamu bersama duda tampan, mari kita lakukan kembali masa-masa itu yuuk..."


Gita melihat wajah suaminya yang sudah memberikan senyuman kearahnya. Namun Gita tak tau kalau senyuman itu, ada maksudnya .


"Kita lakukan kembali masa-masa kita itu, Maksudnya.?" Gita masih belum paham akan maksud suaminya itu.


"Kita lakukan kembali masa-masa kita berdua, kita melakukan kembali percintaan kita. Bukankah kamu menyukai duda tampan kan.?" Aku juga sebelum nikah sama kamu,aku kan duda." Gita membuka mulutnya yang paham akan maksud suaminya itu.


"Karena kamu sudah berani beraninya memuji pria lain di hadapan ku, maka kamu harus aku beri hukuman. Dan itu berlipat-lipat ganda karena kamu menginginkan putra kita mirip dengannya. ?" Gilang langsung mengangkat tubuh Gita menuju ranjang mereka.


Gilang membuka kancing bajunya, dengan tatapan ingin menerkam ke arah Gita.


"Mas aku bisa jelaskan mas".


"Jelasin nya entar saja ya, sekarang kamu harus aku hukum. Jika penjelasan kamu nanti bisa aku terima, kamu bebas dari hukumannya. Jika tidak aku term penjelasan kamu, makan kamu akan aku hukum lagi. Begitu pun selanjutnya."


"Aduuh.... nyesel gue bikin singa hutan cemburu, urusannya pasti panjang. Gak akan cukup sekali atau dua kali. Masalahnya habis libur panjang, pasti dia akan menagih hutang nya." Gumam Gita dalam hati.


Sedangkan Gilang sudah merangkak ,dan mendekati Gita yang berada di bawahnya.


Dan Gilang pun memulai hukuman nya yang akan dia berikan ke istrinya. Tentunya hukum yang membuat keduanya menikmati segala apa yang mereka lakukan.


Dan jadilah hukuman malam yang membuat keduanya menguras energi, dan menguras keringat mereka di malam itu.

__ADS_1


Dalam hati Gilang, baby Gandi sangat pintar. Jika malam ini papahnya akan mengabsen dan akan mengumpulkan bibit bibit ungulnya kepada Mamah nya ini.


Bersambung...


__ADS_2