
Memang Gita sudah tidak memiliki rasa apa lagi mencintai Andi. Dirinya hanya sulit untuk melupakan kenangan nya bersama Andi. Bagaimana pun Andi bukan hanya mantan kekasih, tapi Andi itu teman yang selalu ada untuk dia. Bisa menghibur saat semua orang menjauh, dan mengejek dirinya. Dan lagu yang selalu Andi bawakan itu hanya lagu kenangan mereka bertiga, di saat mereka bersama-sama. Masalah perasaan Gita sudah sedikit demi sedikit melupakan perasaan ke Andi.
Dan kini Gita berusaha mengubur dalam-dalam perasaan nya kepada Andi. Dan Gita harus membuka lembaran baru nya bersama Gilang dan Jessy menjadi keluarga baru yang bahagia.
Kini waktu sudah malam memang waktu juga sudah mau selesai acara pernikahan nya. Kini Gita sudah di bawa pulang ke rumah kedua orang tua Gilang. Sedangkan pak Jaka dan Bu Siti pulang di antar oleh Lukman dan Reni.
Untuk malam ini Gita, Jessy dan Gilang tinggal bersama dikediaman pak Hendra. Esok baru mereka kembali ke rumah di mana Gilang dan Jessy tempati sebelumnya.
Saat masuk ke dalam rumah.
" Selamat datang di rumah kami sayang, akhirnya kamu masuk di keluarga Wijaya. Bunda senang sayang, kamu sudah menjadi bagian keluarga kami." Ucap bunda Yuni, yang memeluk Gita dengan perasaan senang. Begitu pun Gita ia merasa bahagia di terima di keluarga Wijaya ini.
"Gita selamat datang di rumah ini, panggil saya ayah ya, jangan panggil dengan bapak Hendra lagi". Gita pun tersenyum dan mengangguk kan kepalanya.
"Iya yah". mulut Gita Terasa keluh saat memanggilnya, yang dulu atasan dan bawahan di tempat kerja. Kini jadi ayah mertuanya.
"Yasudah Gita kamu istirahat ya, pasti lelah kan seharian di pelaminan." Kata Bu Yuni dan Gita pun mengangguk kan kepalanya.
" Lang ajak lah istri kamu ke kamar untuk istirahat." Gilang pun mengangguk.
"Ayo Git, kamu istirahat." Gita pun mengiyakan ajakan suaminya.
Gilang membawa Gita dengan menggenggam tangan Gita, dan mengajak ke dalam kamarnya. Dengan menaiki anak tangganya. Karena kamar Gilang berada di lantai atas.
Cklak... Pintu pun terbuka. Gita melihat seluruh isi kamar Gilang yang nampak rapih, dan bersih.
" Masuk Git". Gilang mengajak Gita untuk masuk, namun Gita nampak ragu.
__ADS_1
Gilang paham apa yang dipikirkan oleh Gita, dan Gilang pun tersenyum ke arah istrinya itu." Kenapa Git, ayo masuk. Ini kamar kamu juga sekarang. Yuk masuk, kamu lelah kan." Gita pun tersenyum meringis, dan mengangguk. Lalu Gita melangkah kan kaki nya untuk pertama kali ke kamar itu.
Gilang pun menutup pintunya, dan Gita mulai tak tenang perasaannya gelisah. Karena masuk ke kamar pria yang kini sudah menjadi suaminya.
Menurut artikel yang pernah Gita baca, setelah sah menjadi seorang istri. Suami akan meminta hak nya kepada sang istri. Dan itu sudah kewajiban seorang istri memberikan hak nya kepada suaminya.
Itulah yang membuat Gita gelisah saat masuk pertama kali ke dalam kamar. Apa lagi kemarin Fitri memberi tahu saat saat pertama kali menjadi seorang istri, kepada Gita. Saat malam pengantin Suaminya tidak mengizinkan Fitri untuk keluar kamar sedikit pun, Fitri harus berada di dalam kamar. Namanya juga pengantin baru, makan aja sampai di bawa ke dalam kamar. Gak boleh istri rapih sedikit pasti di bawa ke Ra*j"ng lagi.
Itu yang ada di bayang bayang Gita, karena otak nya sudah terkontaminasi oleh ucapan kakak sepupunya. Yang sudah memberikan jampe jampe di otak Gita, membuat otak Gita berhalu kemana mana tentang malam pengantin.Hahahaha ..
Gilang melihat wajah Gita yang melamun, dengan wajah meringis, seperti orang ketakutan. Gilang menggelengkan kepalanya dan tersenyum, Gilang faham apa yang ada di otak Gita.
Lalu Gilang mendekati wajahnya ke telinga Gita, lalu meniup rambutnya dan daun telinga Gita. Hingga Gita membuyarkan lamunannya, karena merasakan geli di bagian Gilang tiup. Lalu melihat wajah Gilang yang tersenyum kearahnya.
"Mas Gilang kenapa ko tersenyum ke arahku.?" Tanya Gita yang nampak aneh dengan suaminya yang tersenyum ke arahnya.
Gita pun mengangguk." Iya mas aku bersih bersih dulu ya kalau begitu". Dan Gilang pun mengangguk.
Gita berjalan menuju dalam tandas, dan Gita pun juga lupa untuk membawa salinan dan hanya membawa handuk saja.
10 menit Gita di dalam tandas bersih bersih kini Gita pun ingin memakai baju.
" Ya ampun kenapa pake lupa sih." Gita menepuk keningnya sendiri. Lalu Gita terpaksa menutup tubuhnya menggunakan handuk nya.
Gita mengintip di kamar ada Gilang tidak.? Dan ternyata tidak ada karena Gita melihat Gilang yang sedang berdiri di balkon kamarnya." Huffh untung saja si beruang kutub itu lagi di luar, gara gara Fitri. Otak gue jadi terkontaminasi tentang malam pengantin yang dia ceritakan dan mengerikan itu."
Gita pun membuka pintu kamar mandi, dan berjalan berjinjit, dengan sangat pelan agar tidak ketawan langkah Gita oleh Gilang.
__ADS_1
Tapi sayang ternyata percuma Gilang melihat Gita, yang hanya menggunakan handuk dan sedang mencari sesuatu. Dan Gilang melihat pemandangan yang indah di hadapan nya saat ini. Tenggorokan Gilang terasa kering, sampai sampai Gilang menelan Silva nya sendiri.
Gita yang sedang membongkar tas nya pun, akhirnya berhasil mendapatkan baju salin nya. Lalu Gita membalikkan tubuhnya, dan dirinya sangat terkejut karena sudah ada Gilang yang berdiri di hadapannya saat ini. Gita menutup bagian dadanya menggunakan baju salin nya.
"Kamu ngapain dengan memakai handuk saja.?"
" Ini.... Eeehh aku ambil baju salin ,tadi gak kebawa aku lupa soalnya." Ucap Gita yang menunduk karena merasa malu.
" Yasudah cepat pakai bajunya, aku juga mau bersih bersih, badan aku sudah tidak nyaman." Gita pun mengangguk. Namun baru selangkah Gilang sudah memegang lengan Gita, dan Gilang pun langsung menc*um bibi* Gita Mmmppphh..... Gilang menci*um nya dengan sangat lembut. Cukup lama Gilang mengecup bibi* Gita, lalu Gilang melepaskan ci*mannya pada Gita.
Gilang tersenyum, sedangkan Gita malu malu mendapatkan serangan dadakan.
" Yasudah kamu sekalian wudhu ya Git, kita shalat Isya bareng". Kata Gilang dan Gita pun mengangguk.
Lalu Gita segera masuk ke dalam tandas untuk memakai baju, karena Gita malu kalau mengganti baju ada suaminya.
Dan Gilang nampak tersenyum, lalu Gilang pun mengambil pakaiannya, sambil menunggu Gita keluar dari dalam tandas.
Sedangkan Gita yang berada di dalam tandas masih senyum senyum sendiri memegangi bibirnya. Jantung Gita pun berdebar sangat cepat, Gita butuh waktu untuk menetralkan otaknya karena mendapatkan kecupan dari suaminya. Setelah tenang Gita pun sekalian berwudhu untuk shalat.
Cklak, pintu tandas pun terbuka. Gita keluar sudah menggunakan baju. Gita sudah melihat dua sajadah sudah terpasang di lantai.
" Tunggu ya sayang,kita shalat berdua". Kata Gilang dan Gita pun mengangguk. Gilang masuk ke dalam tandas dan segera membersihkan diri nya.
Tidak butuh waktu lama Gilang sudah keluar dari dalam tandasnya. Dan kini sudah menggunakan sarung dan baju Koko untuk shalat, dan pasangan pengantin baru itu pun melakukan shalat bersama.
bersambung...
__ADS_1