Cinta Anggita

Cinta Anggita
Riko dan Gita 1


__ADS_3

Mereka pun sudah selesai makan malamnya. Dan kini Riko bersiap siap memakai jaket dan mengambil dompetnya dan mengambil kunci motornya.


"Kak Riko mau pakai motor Reni. Pakai aja nih kuncinya."kata Reni berbaik hati memberikan kunci motor nya.


"Nggak dek, kakak pake motor kakak si lancip. Jalan sama cewe itu yang keren motor nya." Kata Riko yang cengengesan.


"Gaya banget Lo ka. Awas Lo pake motor gue lagi." Kata Reni dengan kesal .


" Dek ini tuh Gita buat kakak istimewa." Jawab Riko dengan tersenyum dan mata di kedipkan sebelah.


"Ka Riko lenjeh banget dah idih gue punya Abang. Amit amit dah iiihh.."Reni berlaga bergidik melihat Riko sang Kaka.


Namun sama Riko di anggap masa bodo dengan Kelakuan Reni.


"Gita mau sekarang pulangnya." Tanya Riko yang sudah siap dengan kunci motor yang di pegang oleh Riko.


"Iya Ka yuk udah malam juga. Tapi Gita mau pamit dulu sama ayah ibunya KA Riko."kata Gita yang di angguki oleh Riko.


Riko ke dalam memanggil ayah dan ibunya. Memberi tau kalau Gita dan Riko mau keluar sebentar. Sekalian mau antar Gita pulang.


Pak Romi dan Bu Reka keluar kamar tak lupa Reni juga ikut keluar."Yah ,Bu Gita pamit pulang sekalian Gita juga mau keluar ada perlu sama KA Riko boleh kan ." Pamit Gita yang mencium tangan kedua orang tuanya Reni.


"Iya sayang boleh. Riko jangan ajak Gita sampai malam ya. Kasian angin malam. Anterin Gita sampai rumah nya." Kata Bu Reka yang di angguki oleh Riko .


"Iya ibu sayang. Yasudah kalau gitu Riko berangkat ya..". Pamit Riko yang juga mencium kedua tangan orang tua nya.


"Ren gue pamit ya. Sampai ketemu besok daah..."pamit Gita dan melambaikan tangan ke Reni.


Riko pun menyalakan mesin motor nya. Tak lupa Riko memakai helmet. Begitu juga Gita. Walaupun dekat tapi Riko tak pernah lupa memakai helmet apa lagi dia ingin jalan bareng bersama Gita, mantan pacarnya yang paling yuhuu... Kata Riko sendiri.


"Assalamualaikum". Pamit Riko dan Gita


"Waalaikumsallam" Jawab ayah, ibu dan Reni.

__ADS_1


Riko pun mengendarai motor nya dengan hati hati karena masuk jalanan kampung.


Setelah melewati jalan kampung seperti biasa Riko melaju dengan sedikit cepat.


"Mau kemana ni dek?" Tanya Riko.


"Terserah kak Riko aja". Jawab Gita dengan berteriak. Karena Riko sudah mulai mengendarai dengan sedikit kencang.


"Tempat biasa kita ya dek." Tanya Riko lagi .


"Iya boleh ka. Tapi kakak traktir aku ya". Teriak Gita lagi.


"Oke apa si yang nggak buat kamu dek.". Jawab Riko.


Riko dan Gita berjalan menggunakan motor di jalan ibu kota. Cahaya malam ibu kota Jakarta begitu indah dengan cahaya bulan dan cahaya lampu di yang menerangi ramainya jalan ibu kota.


Apa lagi jalan malam dengan sang mantan terindah nya... Beeeuuhh bukan nya romantis dan udah indah banget itu. Apalagi jalannya ketempat kenangan mereka berdua yang tau. Beeuhh... Bahagia banget nggak tuh Riko .


Dengan menggunakan motor lancip dengan sedikit nungguin duduknya. Membuat kesannya Gita duduk seperti menyentuh atau memeluk Riko.. Riko yang mengendarai dengan wajah yang sumringah.


Tiba-tiba motor Riko berhenti. Benar saja Riko berhenti di cafe kesukaan Gita dan Riko. Di mana di sana Gita dan Riko kenal owner cafe tersebut.


"Git kita ketempat Tomy ya. Kita di sini bebas mau ngomongin apa aja.." kata Riko yang melepaskan helmet. Begitu pun juga Gita..


Gita dan Riko mereka sudah sampai dan mereka masuk ke dalam cafe. Mencari tempat duduk yang mereka duduki. Setelah sudah dapat tempat yang mereka inginkan ternyata Tomy yang melayani Riko dan Gita .


"Hai broo..Apa kabar kalian. Tumben baru Dateng lagi. Mau pesan apa nih. Biar gue yang buatin langsung buat kalian." Kata Tomy yang memang kebetulan teman dekat Riko.


"Kalau gue biasa hot Drink Americano. Kalau Gita dia biasa ice kopi latte. Iya kan Git. Kamu pesan itu." Tanya Riko dan Gita hanya mengangguk.


"Tau bener Lo pesanan Gita. Oke apa lagi ni mungkin makanannya." Tanya Tomy lagi .


"Ow.. Makanan nya mah gampang soalnya gue dan Gita habis makan di rumah. Sementara minuman dulu broo sorry ya." Jawab Riko dengan senyum nya.

__ADS_1


"Siap bos yaudah gue kedalam ya..Kalian lanjutkan ngobrol nya."kata Tomy lalu berjalan meninggalkan Gita dan Riko.


Kini tinggal lah Gita dan Riko di bangku. Riko menatap wajah Gita."Apa yang mau kamu bicarakan si Git sama aku. Kaya nya serius banget." Tanya Riko yang bersandar di bangku tetapi mata'nya masih mengarah ke Gita.


"Eeem.... Aku mau tanya KA Riko punya mantan yang namanya Mutia." Kata Gita. Riko pun kaget mendengar nama Mutia dari bibir Gita .


"Mutia, kamu tau nama Mutia dari mana Git." Riko merasa mulai tak enak atas pertanyaan Gita .


"Berarti benar ya ka kamu kenal sama dia. Dan kamu diam diam sudah punya pacar dia. Lalu kamu jadian sama aku juga ya." Tanya Gita yang melihat ke arah Riko.


Baru ingin Riko menjawab Tomy datang membawa pesanan mereka.


"Maaf Rik Git gue ganggu. Ini pesanan kalian." Tomy meletakkan minuman di meja." Kalau gitu lanjut lagi dah gue pergi dulu ya." Tomy pun pergi meninggalkan Gita dan Riko.


"Git aku bisa jelasin ke kamu. Aku waktu itu bukan ngedua antara kamu dan dia. Aku memang pacaran sama dia lumayan lama. Awal aku nyaman, tapi semakin lama aku seperti di cekik olehnya aku Putusin dia Git. Lalu aku kenal kamu kita sering chatting dan telponan. Aku juga nyaman sama kamu. Kamu asyik lalu kita jadian Git." Cerita Riko menjelaskan takut Gita salah faham.


"Yakin kamu putusin sebelum kita kenal ka. Aku cuma nggak mau di kenal ngerebut pasangan orang ka." Tanya Gita meyakinkan Riko.


"Iya aku yakin Anggita. Kenapa si Git ayo dong cerita." Tanya Riko yang dengan meminum minuman milik Riko .


"Gita kenapa si Git, cerita ayo ke aku kenapa tiba-tiba kamu nanya tentang Mutia."Tanya Riko .


Gita menceritakan tentang Gita dan Mutia. Membuat Riko kaget. Riko juga baru tau kalau Mutia sekarang sudah pindah kerja. Bahkan sekarang di tempat adiknya dan mantannya. Bahkan Mutia melabrak Gita dan mengatakan kalau Gita itu merebut Riko dari Mutia.


Dan Riko pun menceritakan tentang kenapa dia bisa putus dengan mutia. Karena sifat overprotektif, cemburuan, dan orang nya yang sombong. Membuat Riko itu memutuskan untuk pisah dari Mutia.


"Ya ampun Git aku nggak tau kalau Mutia itu pindah kerja di sini. Yang aku tau dia itu kerja sebagai resepsionis di bagian kantor ku dulu . Apa mungkin dia di pecat.?


Kamu jangan mikirin omongan dari dia Git.


Dan sekarang juga kamu sudah tau kan kenapa aku bisa putus sama dia bukan karena kamu Git." Kata Riko yang menjelaskan ke Gita . Dan Gita mengangguk.


"Aku tanya kakak, apa yang kakak lihat dari aku. Kenapa kaka bisa suka sama aku. Padahal fisik aku tidak cantik badan gemuk pula. Kadang juga aku merasa ngiri sama gadis gadis yang punya badan bagus ka.. sedangkan aku apa. Aku tidak cantik,aku dekat sama orang juga karena aku ingin berteman bukan ingin menggoda laki laki. Apa aku segitu murahan nya ka. Apa aku salah ka,aku bukan cewek yang ngerebut pacar orang kan ka ". Tanya Gita dengan penasaran kesal, mengingat yang Mutia katakan

__ADS_1


"Yang salah itu bukan kamu Git. Yang salah itu kita sebagai cowok.kalau sudah yang namanya perasaan susah Git. Kamu tau cowok kalau sudah kenal sama cewek apa lagi tuh cewek udah buat kita nyaman, kenyamanan itu yang di cari cowok Git. Apa lagi Kalau cewek punya hati yang baik dan tulus itu nilai bagus lagi Gita untuk cowok. Kalau namanya fisik dan penampilan itu relatif Git, Bisa di bilang itu bonus untuk cowok. Jadi kamu nggak perlu lah dengerin omongan orang yang kaya gitu, yang nggak penting . Jadi diri sendiri itu yang penting jangan jadi diri orang lain pada diri kamu. Kalau ada banyak cowok yang dekat dengan kamu itu bonus kamu Git. Tapi kamu jangan mainin perasaan diya Git. Kalau memang kamu suka kamu pilih salah satu dari mereka. Jangan semuanya nanti Reni dapat siapa. Nggak kedapatan donk Reni " Kata Riko di akhir kalimat nya ia terkekeh karena meledek adiknya sendiri .


__ADS_2