Cinta Anggita

Cinta Anggita
Gita Menemani Jessy


__ADS_3

"Gila kamu Man, Mendoakan hubungan orang hancur" . Gilang menggelengkan kepalanya. Dan Lukman hanya tertawa melihat bosnya dan tak lain sepupunya.


"Mas Gilang nggak pernah nilai gadis dari cantik dan bentuk body kan mas. Kalau Gita menurut ku dia melebihi dari gadis gadis yang mengejar mas itu" Lukman yang dapat tatapan tajam dari Gilang hanya terkekeh." Kenapa mas benar kan, Gita nggak gendut kaya yang sering aku dengar. Gita di kata gendut, padahal menurut aku bukan gendut tapi sekel. Hahahaha.... Cantik, lucu, dan pinter masak mas. Itu yang utama jarang jarang cewek kaya Gita". Lukman memuji Gita terus menerus. Membuat telinga Gilang panas dan berdengung.


Gilang tersenyum dan menggeleng kan kepalanya. Lukman yang melihat ekspresi Gilang seperti itu lantas bertanya." Kenapa tersenyum mas memang ada yang aneh ya?


"Lukman Lukman. Pacar kamu itu siapa, ko kamu malah muji gadis lain. Kalau Reni mendengar kamu muji sahabatnya seperti ini habis kamu Man. Sudah aah... Mas mau melihat keadaan anak mas dulu. Kamu mau di sini atau balik ke pabrik. Lebih baik kamu balik ke pabrik.Gilang berdiri dan meninggalkan Lukman yang masih duduk di kursi sendirian.


"Iya ya secara nggak langsung gue muji muji cewek lain. Tapi kan itu sisi pandangan gue, dan gue juga sering denger tuh Joko dan Rizal suka muji muji Gita kalau lagi berdua. Berarti gue nggak salah dong". Lukman masih ngoceh ngoceh sendiri di kursi depan ruangan Jessy.." Udah aah gue balik ke pabrik." Kata Lukman dan hendak bangun dari duduknya.


Begitu lah kedekatan Lukman dan Gilang. Karena memang mereka sudah bersama-sama sejak kecil. Hanya di luar saja mereka menjadi pribadi yang tegas, apa lagi Gilang jika di luar dia menjadi sosok yang tegas dan cuek. Tapi jika mereka sudah berbicara di luar, apa lagi dengan keluarga. Sifat mereka menjadi pribadi yang hangat dengan keluarga,saling peduli dan mendukung.


Apa lagi Lukman hanya anak tunggal, dan Lukman hanya merasa sangat dekat dengan Gilang dan adik perempuannya yang sekarang berada di luar negri untuk kuliah. Jadi Lukman sudah menganggap Gilang itu seperti kakak kandungnya karena Lukman memang tidak mempunyai kakak.


Lukman pun masuk keruangan dimana Jessy sedang beristirahat habis minum obat. Lukman mendekati Gilang." Mas aku balik ya. Nanti sore aku kesini lagi."


Gilang mengangguk," terimakasih ya sudah nganterin Gita kesini. Kamu hati hati ke pabriknya." Lukman mengangguk.

__ADS_1


Lalu Lukman menghampiri Gita" Git saya balik ke pabrik dulu ya. Mungkin Reni nanti akan kesini jemput kamu". Lukman berbicara dengan suara pelan takut Jessy terbangun.


"Iya pak Terimakasih juga ya sudah nganterin saya kesini, hati hati juga pak di jalan jangan ngebut kaya tadi". Kata Gita dengan senyum meledek..


"Sip". Lukman pun keluar ruangan Jessy. Dan meninggalkan Gilang dan Gita.


Di dalam ruangan Gita dan Gilang hanya saling diam. Gita bingung harus ngobrol apa dengan bos nya yang seperti es itu.


Gita melihat bos nya yang bangkit dari duduknya dan berjalan meninggalkan ruangan merasa heran" Bos aneh, keluar nggak bilang, nanti kalau Jessy nyariin dia, gue jawab apa?.


Lalu Gita pindah duduk di sofa tidak terlalu jauh dari tempat Jessy. Dan Gita pun memainkan alat gawai nya, cukup lama Gita memainkan handphone nya.Saat Gita sedang memainkan handphone nya, Gilang pun datang dengan membawa dua minuman di tangannya. Lalau minuman itu di letakan di hadapan Gita satu." Buat kamu Git,pasti kamu haus kan. Tadi saya keluar untuk membeli minuman. Dan saya keluar untuk merokok sebentar". Gilang meletakkan minuman di meja, lalu Gilang duduk di sofa di beda sofa dekat Gita .


"Iya tapi tidak perokok berat, di minum Git, saya tidak tau kamu suka minuman apa?" Tanya Gilang dengan sedikit senyum.


"Tidak apa-apa pak, saya suka sama minuman berbau kopi. Trimakasih ya pak. Maaf pak, bapak sudah makan? Dari tadi saya tidak melihat bapak makan.


Gilang menggelengkan kepalanya dan tersenyum." Saya tadi belum berselera buat makan Git, tadi saya coba buat beli makan tapi tidak ada yang selera buat saya Git. Jujur saja saya kurang begitu suka dengan makan makanan yang beli di luar begitu. Mungkin saya akan tunggu Bunda saya datang. Mungkin siang mereka akan datang.

__ADS_1


Gita yang mendengar cerita bosnya. Ternya bosnya tak senyebelin apa yang dia kira. Gita juga merasa kasian sama bosnya apa lagi dia nungguin Jessy dari malam pasti belum makan. Tapi Gita ragu ragu untuk menawarkan makanan untuk bosnya.


"Pak maaf saya bukan maksud apa apa. Tapi bapak kan juga harus jaga kondisi bapak buat Jessy. Kalau bapak sakit nanti yang jaga Jessy siapa?" Gita mengeluarkan kotak makanan dari dalam tasnya lalu di letakkan di mejanya." Saya punya makanan pak, tadi pagi sebelum berangkat saya masak dulu. Kalau bapak mau, bapak bisa makan makanan punya saya pak. Dari pada perut bapak kosong belum makan apa apa dari pagi. Kan kata bapak, pak Gilang tidak suka beli makanan di luar. Kalau ini saya sendiri yang masak pak, saya tidak beli diluar. Bapak bisa makan makanan saya kalau bapak mau. Dari pada perut pak Gilang kosong nanti masuk angin pak. Kasian Jessy kalau papahnya sakit nanti Jessy pasti sedih."


Gilang yang mendengar perkataan Gita nampak diam. Menurut Gilang apa yang Gita ucapkan memang benar. Kalau dirinya sakit bagaimana dengan Jessy. Sedangkan ayahnya di rumah juga sedang sakit. Gilang tidak mau buat seluruh keluarganya sedih dan kepikiran.


"Tapi kalau saya makan makanan punya kamu. Kamu bagaimana, ini kan makanan kamu Git. Kalau makanan punya kamu saya makan bagaimana nanti kamu kalau makan.?"


Gita terkekeh dengan ucapan bosnya." Saya mah gampang pak, saya bisa beli makanan di luar pak. Sekarang bapak makan saja makanan saya. Kasian perut pak Gilang cacing nya pada demo nanti".


Gilang pun tersenyum melihat Gita yang sedang tertawa." Ya sudah saya makan ya Masakan kamu Git? Nanti saya ganti ya makanan kamu ini. Sebelumnya terimakasih loh". Gilang pun ikut tersenyum.


"Ganti nya jangan tanggung-tanggung ya pak.hahaha.... Saya bercanda pak, nggak apa-apa pak Gilang makan saja dulu. Ow iya pak saya permisi mau ke toilet sebentar". Gilang pun mengangguk.


Saat membuka tempat makanan milik Gita. Gilang melihat nasi Nya yang cukup banyak untuk Gilang. Dan lauknya pun juga lumayan banyak. Seperti untuk porsi dua orang makan ini.


Gilang hanya mengambil nasi setengah saja. Yang setengah nya pun di pisahkan oleh Gilang. Lalu Gilang mengambil lauk nya ternyata Gita memasak capcay,dan telor balado. Gilang mencicipi capcay nya, setelah Gilang mencicipi, Gilang nampak tersenyum dan manggut-manggut." Enak". Gilang pun memakan makanan yang di masak Gilang dengan lahap." Pantas saja Jessy bilang masakan Gita enak ternya memang benar benar enak masakan nya ". Ucap Gilang dalam hati.

__ADS_1


Saat Gilang makan, Gita pun keluar dari dalam toilet. Gita duduk di kursi di samping Jessy. Dan melihat mata Jessy terbuka dan tersenyum ke arah Gita." Hai cantik, sudah bangun Bobonya." Kata Gita dengan tersenyum.


__ADS_2