
Sedangkan di dapur ada mbok Inah, dan bunda Yuni yang sedang membuat sarapan untuk keluarga. Mereka mendengar kan Jessy bicara hanya tersenyum, karena mereka paham biasanya pengantin baru keluar kamar siang.
Gita pun membantu bunda Yuni dan mbok, yang sedang di dapur.
" Hai sayang, sudah bangun aja, kenapa ga istirahat. Pasti lelah kan kemarin abis menjadi ratu semalam." Ucap bunda, yang sedang membuat kan minuman untuk suaminya.
" Kan udah siang Bun, masa masih istirahat aja. Bunda dan mbok buat apa.?"
" Bunda sedang membuatkan minuman untuk ayah, cuma untuk Jessy dan Gilang belum sayang. Ini bunda baru mau buat". Sambil menunjuk dua gelas kosong.
" Biarkan bunda, biar aku yang buat minuman untuk mas Gilang. Tapi untuk Jessy aku belum tau bunda.?"
" Kalau buat Jessy, susu nya sudah di dalam gelas. Hanya kamu kasih air panas,dan tambahkan air dingin saja sedikit. Jessy kalau minum susu yang sudah dingin gak mau soalnya,persis sekali sama papahnya." Kata bunda Yuni, dan Gita hanya tersenyum mendengarnya.
Lalu bunda meletakkan minuman nya untuk pak Hendra. Dan Gita pun membuatkan minuman untuk Jessy dan Gilang.
Kini seluruh keluarga sudah berada diruang makan, dan sedang menikmati sarapannya.
Setelah menikmati sarapan, seluruh keluarga sedang berada di ruang keluarga. Mereka saling berbincang, terutama Gilang dan ayahnya, mereka membicarakan tentang usaha mereka yang berada di Bandung. Sedangkan bunda Yuni kini juga merasakan bahagia karena ada teman mengobrol yaitu Gita.
Dan Jessy pun juga terlihat bahagia, terlihat wajahnya yang ceria. Apalagi sekarang dirinya sudah mempunyai seorang mamah, seperti teman-teman nya.
"Mamah, boleh tidak, kalau Jessy sekolah, Jessy minta di antar oleh mamah.?" Pertanyaan Jessy membuat seluruh keluarga menatap gadis kecil itu.
" Jessy ingi memberitahu kalau aku sekarang sudah mempunyai mamah". Ucap Jessy membuat Gita yang mendengarnya merasa tak tega.
" Boleh dong Sayang. Mamah justru ingin bilang ke Jessy boleh tidak kalau Jessy sekolah, mamah ikut mengantar Jessy.?" Mendengar itu wajah Jessy yang nampak sedih menjadi bahagia. Begitu pun seluruh keluarga yang mendengar Jawaban Gita membuat semuanya tersenyum.
" Yeeee..... Serius mah, mamah ingin mengantar aku sekolah." Teriak Jessy dengan sangat senang." Horee aku senang sekali, sekarang aku sudah seperti teman-teman yang mempunyai mamah. Trimakasih ya mah,sudah menjadi mamah aku. Mmmuuuuaaaachhh....." Ucap Jessy yang mencium pipi Gita yang kini sudah menjadi mamahnya.
Kini Jessy berada di pelukannya Gita, Oma Yuni pun juga ikut memeluk Jessy yang berada di tengah-tengah mereka.
__ADS_1
pak Hendra tentunya merasa senang, melihat cucu satu satunya terlihat bahagia, karena akan di temani oleh mamah sambungnya. Dan terutama Gilang merasa beruntung menikahi gadis yang baik dan diterima oleh seluruh anggota keluarga.
Siang hari Lukman datang ke rumah Gilang, bagi Lukman sudah biasa keluar masuk rumah pamannya itu. Karena paman nya sudah dianggap seperti ayahnya sendiri.
Saat Lukman masuk ke dalam kediaman pamannya, Lukman melihat keponakannya sedang asyik bermain.
Jessy yang sedang bermain di temani oleh Gita, sangat bahagia. Jessy sedang bermain di sebuah tenda perkemahan, di dalam rumah, dan terdapat banyak boneka yang menemaninya.
Lukman pun tersenyum melihatnya, dan saat Lukman melihat ke arah sofa Gilang sedang berhadapan dengan layar laptopnya yang menyala. Gilang sedang melihat laporan perusahaanya yang masuk, sambil melihat Jessy dan Gita bermain.
"Hallo keponakan om yang cantik, asyik banget sih main nya." Sapa Lukman, membuat Jessy tertawa dan Gita tersenyum." Senang ya sekarang sudah punya mamah.? Ada yang menemani Jessy bermain."
" Iya Om, Jessy senang sekarang Jessy punya mamah. Jessy tidak kesepian lagi deh karena mamah Gita sekarang di sini. Sini om ikut main sama aku, kan biasanya om yang temani aku main.?" Ajak Jessy ke om nya.
"Maaf cantik om tidak bisa menemani kamu main, soalnya om ada urusan sama papah kamu dulu ya." Jessy pun mengangguk." Daaah Jessy kesayangan om, Gita saya ke sana dulu ya". Kata Lukman yang di angguki oleh Gita. Lalu Lukman pun meninggalkan Gita dan Jessy.
Lukman pun menghampiri Gilang.
" Heem.... Kenapa man.?" Jawab Gilang yang pandangan nya fokus ke laptopnya.
" Memang mas mau ke Bandung, melihat usaha mas yang di sana.?" Gilang pun mengangguk.
"Iya Man, mungkin semingguan saya di sana bersama anak istri saya. Ow iya itu pengiriman untuk ke Bali kan dua Minggu sekali. Sementara kamu handle ya, untuk pengiriman barang nya. Di pastikan tepat waktu ya, saya tidak mau sampai ada komplain. Selama ini pabrik ayah saya itu selalu konsisten tak pernah dapat komplain dan pengiriman pun selalu tepat waktu. Saya tidak ingin mereka kecewa Man, kamu atur ya."
" Memang kapan mas berangkat nya. .?"
"Mungkin lima hari lagi Man, walaupun masih jauh hari. Lagian saya masih menunggu Hilda yang akan datang lusa".
" Ow anak nakal itu akan datang kesini mas, wah pasti sangat merepotkan anak manja itu datang.?" Ucap Lukman yang mengingat akan kebersamaannya bersama adik sepupunya, yaitu adik kandung Gilang.
Gilang tersenyum mengingat kalau adik nya itu sangat sangat manja." Dia akan tinggal di sini menemani bunda dan ayah. Dia tidak akan balik ke sana, dia akan menetap di sini".
__ADS_1
Dan akhirnya Gilang dan Lukman saling mengobrol sampai sore. Lalu Lukman pun pamitan untuk pulang.
Saat malam hari, setelah makan malam bersama. Dan kini Jessy sudah berada di kamarnya bersama Gita. Jessy minta di temani oleh mamah Gita untuk menemani tidur dan bercerita. Sampai sampai Gita pun ikut tertidur bersama Jessy di kamar nya.
Sedangkan di dalam kamar lain, seorang pria sedang menunggu kedatangan istrinya yang tidak masuk ke dalam kamar.
" Gita ko menemani Jessy di kamarnya lama banget. Jangan jangan dia ketiduran bersama Jessy lagi, coba aku lihat". Kata Gilang yang berbicara sendirian di dalam kamarnya. Lalu Gilang keluar kamar dan menuju kamar Jessy anaknya.
Cklak.... Gilang membuka pintu kamar Jessy dengan hati hati, lalu melihat istrinya yang ikut tertidur di samping Jessy.
" Benar kan dia tertidur sama Jessy. Bisa ya tidur di sini, sedangkan suaminya di kamar sendirian". Kata Gilang yang menggelengkan kepalanya.
Lalu Gilang tersenyum, seperti mendapatkan pencerahan dadakan .
Lalu Gilang mendekati Gita yang tertidur, dan melihat kondisi Jessy yang sudah tertidur pulas atau belum.
" Sepertinya Jessy sudah pulas tidurnya". Gilang pun tersenyum, lalu Gilang melambaikan tangannya di depan wajah Gita, dan Gita juga tidak terbangun.
Gilang pun mengangkat tubuh Gita ala bridal style. Berniat memindahkan Gita dari kamar Jessy ke kamarnya. Herannya Gita tidak terbangun, saat ada goncangan di tubuh nya saat Gilang mengangkat tubuhnya.
Lalu Gilang membawa Gita keluar dari kamar Jessy, dan segera meletakkan Gita di kasur mereka..
Lalu Gilang pergi meninggalkan Gita untuk menutup pintu kamar Jessy lalu ke kamar nya dan menguncinya.
Saat Gita tertidur, Gita merasakan geli di bagian bawah lehernya. Seperti ada yang menci*mi di bagian itu, padahal Gita merasa lagi tidur di kamar Jessy, tapi kenapa seperti ada yang menci*um nya.
Dan Gita merasa ada yang aneh, lalu Gita membuka mata,yang masih sayup-sayup. Benar saja seorang pria sedang berada di atas tubuhnya, yang sedang tersenyum kearahnya.
"Mas Gilang,kamu ngapain.?" Lalu Gita melihat sekeliling kamar nya, bentuk kamar yang sudah berbeda." Kamu pindahkan aku dari kamar Jessy mas.?"
Gilang pun mengangguk dan mengangguk. Lalu Gilang pun mencium bibi* Gita. Mmmmpphh..... Itu lah suara yang keluar dari mulut Gita.
__ADS_1
Bersambung....