Cinta Yang Terpendam

Cinta Yang Terpendam
Pengumuman


__ADS_3

Hallo semuanya, 🥰🥰🥰


Maaf baru sempat menyapa kalian, kelamaan hibernasi aku tuh 😊 kira-kira ada yang kangen gak ya? (PD banget) 🤣🤣🤣


Readers sekalian, kesayanganku. Cuma mau kasih tau kalo novel baru aku udah rilis. Judulnya Cinta Dan Dendam. Berbeda dengan kisah sebelumnya, novel aku kali ini menceritakan tentang kehidupan sepasang anak manusia bernama Raisa dan Kenzo.


Kenzo yang semula mendekati Raisa dengan maksud dan tujuan tertentu demi melancarkan niatnya, akhirnya dihadapkan pada dilema berkepanjangan manakala hatinya benar-benar terpaut pada gadis itu. Bagiamana kelanjutan kisah mereka? Langsung mampir aja ya, semoga suka dengan jalan ceritanya. Jangan lupa ramaikan juga 🥰🥰🥰


Terimakasih 🙏🙏🙏


Sinopsis :


Raisa sama sekali tak menyangka jika keputusannya menjadi jaksa ternyata menjadi boomerang bagi dirinya sendiri. Dia yang semula berkeinginan menjadi seorang fashion designer pun harus berjuang keras untuk bisa menjadi jaksa yang kompeten. Berbagai masalah singgah di kehidupannya dan takdir mempertemukan dirinya dengan seorang pria bernama Kenzo yang selalu menjadi pahlawan di saat dia menghadapi masa-masa sulit. Benih-benih cinta pun muncul seiring berjalannya waktu hingga petaka dimulai ketika Raisa mengetahui fakta yang melatarbelakangi Kenzo menikahinya. Siapakah Kenzo sebenarnya? Mampukah Raisa mempertahankan biduk rumah tangganya yang terus dihantui oleh rasa dendam atas masa lalu Kenzo?


***


Raisa menjerit, membuat pria yang baru saja hendak meninggalkan tempat parkir tersebut mengurungkan niatnya dan segera turun dari mobilnya.


"Ada apa?"


"Jambret, dia mengambil tasku," cicit Raisa.


"Kemana larinya?"


"Ke arah sana!" Raisa menunjuk sisi kanan.

__ADS_1


Gadis itu bisa melihat jika pria yang bersamanya dalam satu meja tadi, mengejar pelaku kejahatan yang sudah membawa lari tasnya. Sementara dia sendiri tidak bisa ikut mengejar mengingat dia memakai heels, terlebih jalanan disana yang juga terjal dan berbatu.


Beberapa orang yang mengetahui kejadian tersebut pun berusaha untuk menenangkan Raisa. Ada yang menyuruhnya duduk dan ada juga yang menyodorkan sebotol air mineral.


"Seharusnya Anda lebih berhati-hati, Nona. Biar bagaimanapun kejahatan bisa saja terjadi pada kita tanpa pandang bulu," nasehat seorang ibu-ibu pada Raisa.


Raisa tak mampu membuka mulutnya sekedar menjawab perkataan ibu-ibu itu, hanya derai air mata yang terus membasahi pipinya, menjadi bukti betapa dirinya dilanda ketakutan.


Gadis itu sangat ketakutan, seumur hidupnya, keluarganya terutama sang ayah akan sangat menjaganya dari kejadian buruk sekecil apapun itu. Dan hari ini, untuk pertama kalinya dia mengalami kejadian tidak menyenangkan seperti ini.


Dia benar-benar ketakutan. Gadis itu terus menangis memanggil nama ayahnya. Ya, sejak kecil Raisa memang cenderung lebih dekat dengan Papinya ketimbang dengan Maminya. Itulah yang membuatnya merasa selalu bergantung pada Gunawan.


"Aku tidak bisa mengejarnya."


Raisa mengusap air matanya sebelum dia menoleh. Ditatapnya tubuh pria yang saat ini bermandikan keringat karena mengejar penjahat yang telah merampas tasnya.


Tidak seharusnya semua barang berharganya ditempatkan menjadi satu dalam tas.


Hilang sudah semuanya.


"Bagaimana ini," cicit Raisa sambil terisak.


Pria tersebut sama sekali tak menyangka jika dirinya akan dipeluk oleh Raisa. Tubuhnya menegang seketika, dia perlu menyesuaikan diri. Cukup lama pria itu membiarkan Raisa terus memeluknya hingga akhirnya tangan pria tersebut terulur untuk membalas pelukan Raisa. 


Ditepuknya lembut punggung Raisa sambil makin mempererat pelukannya. Pria itu berusaha menyalurkan sedikit kekuatan untuk gadis itu. Dia paham jika saat ini gadis itu memerlukan seseorang yang bisa menguatkannya.

__ADS_1


Setelah kejadian tersebut, pria itu kemudian mengajak Raisa menuju resort. Mereka kembali dihadapkan pada kebetulan untuk ke sekian kalinya. 


Sepertinya semuanya memang sudah menjadi skenario Tuhan yang seolah sengaja mempertemukan kedua insan tersebut. Raisa pun terkejut begitu mengetahui ternyata pria yang seharian ini sudah menjadi pahlawan baginya itu, menginap di resort yang sama, tepat di samping kamarnya.


"Aku akan mengembalikan semua uang yang kamu berikan untukku begitu aku pulang nanti," ucap Raisa.


"Jangan terlalu dipikirkan, sekarang sebaiknya kamu istirahat. Kejadian tadi tentu membuatmu takut, aku masih akan menginap disini selama tiga hari ke depan. Jika ada apa-apa atau kau membutuhkan bantuan, datang saja kemari," pesan pria tersebut pada Raisa.


Raisa mengangguk, gadis itu segera masuk ke dalam kamarnya.


"Tunggu sebentar!"


Pria itu melongokkan kepalanya sementara separuh tubuhnya berada di belakang pintu. 


"Ada apa?"


"Aku belum tahu namamu. Siapa namamu? Setidaknya aku akan mengingatmu sebagai malaikat penolongku, dan untuk itu aku perlu tahu namamu," kata Raisa.


"Ken, Kenzo." pria itu menyebut namanya sembari mengulurkan tangannya, masih dengan posisinya di balik pintu.


"Kenzo," Raisa bergumam. "Aku akan selalu mengingat namamu. Kau adalah malaikat penolongku."


Pria bernama Kenzo itupun tersenyum.


Bersambung.

__ADS_1


  


       


__ADS_2